bacaterus web banner retina
Cari kata/istilah

Ngerdus

"Ngerdus" adalah sebuah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak mau berpikir atau bertanggung jawab. Istilah ini biasanya diberikan kepada individu yang menunjukkan sikap acuh tak acuh atau menghindari tanggung jawab mereka.

Ketika seseorang disebut "Ngerdus", biasanya ini merujuk pada ketidakmampuan atau ketidakmauan mereka untuk bertanggung jawab terhadap apa pun yang menjadi kewajiban mereka.

Contoh yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari termasuk tanggung jawab terhadap keluarga. Misalnya, seorang suami yang tidak bertanggung jawab terhadap istri dan anak-anaknya bisa disebut sebagai "tukang ngerdus" atau "kang ngerdus".

Ungkapan "Ngerdus" tidak hanya terbatas pada konteks rumah tangga. Dalam hubungan pacaran, pria yang suka melirik wanita lain padahal sudah memiliki pacar atau pria yang tidak serius dalam menjalani hubungannya juga bisa disebut "Ngerdus". Sikap ini menunjukkan ketidakseriusan dan kurangnya komitmen, yang merupakan ciri khas dari orang yang disebut "Ngerdus".

Asal Muasal Istilah Ngerdus

Istilah "Ngerdus" diyakini berasal dari kata "kardus", yang dalam konteks bahasa gaul memiliki konotasi negatif. Kardus, yang berarti kotak dari karton, sering digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan sesuatu yang tidak berharga.

Penggunaan kata "kardus" dalam konteks ini mungkin berakar dari pandangan bahwa kardus adalah benda yang mudah rusak dan tidak kuat, sehingga disamakan dengan sifat seseorang yang tidak bertanggung jawab atau tidak dapat diandalkan.

Penggunaan istilah "Ngerdus" mulai berkembang di kalangan anak muda sebagai bentuk sindiran atau ejekan. Istilah ini kemudian meluas penggunaannya di berbagai media sosial, forum online, dan percakapan sehari-hari.

Dalam percakapan, "Ngerdus" sering kali digunakan untuk menggambarkan pria yang tidak setia atau tidak serius dalam menjalani hubungan.

Contoh Penggunaan Istilah Ngerdus

Istilah "Ngerdus" dapat digunakan dalam berbagai situasi untuk menggambarkan perilaku yang tidak diinginkan. Berikut beberapa contohnya:

  • Dalam Keluarga: "Dia benar-benar tukang ngerdus, tidak pernah peduli dengan anak-anaknya."
  • Dalam Hubungan Pacaran: "Jangan mau sama dia, dia itu cuma ngerdus, suka selingkuh sana-sini."
  • Dalam Lingkungan Kerja: "Kita butuh orang yang bisa diandalkan, bukan ngerdus yang cuma bisa menghindar dari tanggung jawab."
cross