Bacaterus / Fakta Negara / 10 Negara di Dunia yang Tidak Pernah Merasakan Penjajahan

10 Negara di Dunia yang Tidak Pernah Merasakan Penjajahan

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Penjelajahan dunia oleh bangsa-bangsa Eropa di masa lalu memberi kesempatan mereka untuk mengusai daratan yang ditemukan. Berpenghuni atau tidak. Apalagi di daratannya terdapat kekayaan alam yang melimpah.

Penjajahan bisa dilakukan dengan bermacam cara. Ada yang berkuasa dengan melakukan perjanjian dan bekerja sama dengan penduduk lokal. Ada pula yang kejam dengan memperbudak dan bahkan melakukan pembunuhan massal.

Pada masa itu, masa kolonial, hampir setiap bangsa pernah merasakan pahitnya penjajahan. Malahan bangsa Eropa yang terkenal memiliki wilayah jajahan luas seperti Inggris, Prancis, Belanda, dan Portugis.

Kendati demikian, ada negara-negara yang tak pernah dijajah. Mereka melawan bangsa yang datang dengan niat jahat. Kalau pun sukar dilawan, mereka mencoba bekerja sama untuk tidak ditaklukkan. Berikut ini, Bacaterus telah membuat daftar negara yang tidak pernah dijajah dirangkum dari berbagai sumber.

10 Negara yang Tidak Pernah Dijajah

1. Thailand

Thailand

* sumber: bitcoinist.com

Thailand adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah. Penjajahan terjadi di Kamboja dan Burma, atau yang sekarang disebut Myanmar, yang merupakan dua negara paling terdekat dengan Thailand. Tapi, invasi tak sampai di tanah Thailand.

Sebenarnya bukan tidak ada negara yang ingin menginginkan tanah Gajah Putih tersebut. Prancis dan Inggris adalah yang paling bersikeras untuk menaklukkan. Hanya saja, perlawanan dan ada tokoh penting yang mampu membuat Thailand bebas penjajahan. Ialah raja Chulalongkorn.

Selama abad 19, Chulalongkorn mengadopsi sejumlah teknologi Eropa. Ia juga melakukan upaya diplomatic pada Inggris yang memperkecil kolonialisasi di Tanah Airnya.

2. Jepang

Jepang

* sumber: www.travelandleisure.com

Jepang bisa dikatakan adalah bangsa paling maju di kawasan Asia pada saat itu. Negaranya bukan hanya tidak dijajah, tapi benar-benar melawan bangsa berkulit putih. Malahan, negara Sakura ini menjajah bangsa lain. Indonesia menjadi salah satu jajahannya.

Jepang bukan hanya bertahan kedaulatannya, tetapi memberi juga pengaruh pada beberapa negara di sekitarnya seperti Taiwan, Korea, dan Sakhalin Selatan.

Jepang begitu ketat menjaga setiap sudut wilayahnya. Selama itu, hanya ada dua negara yang berhasil mendirikan pelabuhan dagang, yakni Belanda dan China. Keduanya benar-benar hanya diberi kesempatan berdagang saja.

3. Cina

Cina

* sumber: prometour.com

Cina, tidak termasuk Hong Kong dan Macau, merupakan negara Asia yang tidak pernah dijajah juga. Pada abad ke-19, Cina merupakan negara cerdik sehingga negaranya tidak merasakan penjajahan.

Mereka mengadakan perjanjian perdagangan dengan negara-negara barat seperti Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika. Hanya saja, perjanjian itu juga pernah dikatakan merugikan Cina karena terpaksa harus membagi teritorial.

4. Bhutan

Bhutan

* sumber: www.tourradar.com

Keberadaan Bhutan yang dekat dengan Pegunungan Himalaya membuat negara-negara penjajah kesulitan. Cuaca dingin ekstrem dan kontur bumi yang terjal juga menjadi salah satu keuntungan bagi Bhutan.

Meski demikian, bukan berarti negara ini adem-adem saja. Selama dua tahun, mulai 1772 sampai 1774, Bhutan menjalani perang beberapa kali melawan Inggris. Sebagian kecil daratannya dikuasai. Sisanya, Bhutan tetap menjadi negara yang bebas di masa ketika kolonialisasi merajalela di dunia.

5. Iran

Iran

* sumber: www.wired.com

Rusia dan Inggris adalah dua negara yang bersikukuh untuk menguasai Iran. Rusia menguasai beberapa wilayah utara seperti di bagian Turkmenistan di abad ke-19. Sementara Inggris, hanya berhasil menguasai wilayah timur Kekaisaran Persia.

Kedua negara, Inggris dan Rusia, sempat membuat perjanjian untuk mengontrol sebagian besar wilayah Persia. Hanya saja Kerajaan Persia tidak setuju dengan isi perjanjian tersebut yang membuat mereka melawan dan mengusir kedua negara tersebut.

6. Afganistan

Afganistan

* sumber: kids.nationalgeographic.com

Inggris dan Rusia ternyata tak hanya ingin menguasai Iran atau Persia. Mereka juga mengincar negara dekatnya, yaitu Afganistan. Hanya saja, pemerintah Afganistan kala itu telah bersiaga setelah mencium keinginan kedua negara tersebut.

Militer Afganistan terus diperkuat untuk menghadapi bala tentara Inggris. Perang pun pecah pada 1839. Perang pertama itu disebut Anglo-Afghan. Afganistan menjadi pemenang.

Inggris tak tinggal diam. Mereka melancarkan serangan kedua antara 1878 sampai 1880. Kekalahan pun tetap menimpa Inggris. Namun Inggris tak hilang akal. Mereka bernegosiasi hubungan untuk luar negeri. Sedangkan, Afganistan tetap mengontrol negaranya dan tetap bebas.

7. Korea

Korea

* sumber: news.ibinex.com

Korea memang menjadi negara koloni Jepang. Penguasaan itu terjadi setelah Jepang menang perang melawan Qing China. Perang itu juga terkenal dengan sebutan Sino-Japanese.

Korea resmi berada pada kekuasaan Jepang pada 1910. Hanya saja, meski berada dalam koloni Jepang selama 30 tahun, Korea berhak menentukan nasib sendiri. Jalan untuk negaranya.

Untuk diketahui, kala itu, Korea adalah wilayah kesatuan antara Utara dan Selatan. Tidak seperti saat ini yang terbagi menjadi dua bagian.

8. Nepal

Nepal

* sumber: www.nationalgeographic.com

Nepal terbentuk pada  1744 oleh raja bernama Prithci Narayan Shah. Sejak saat itu mereka berdaulat. Sama seperti Bhutan, kondisi alam membuat mereka sulit dijajah negara lain. Kendati demikian, bangsa Eropa terutama Inggris tetap bersikukuh untuk menguasainya.

Keduanya berperang mulai 1814 sampai 1816. Inggris kalah dalam peperangan tersebut karena jumlah pasukan yang lebih sedikit. Negara itu pun hanya berhasil menguasai 30 persen. Sisanya tetap dikuasai pemerintah Nepal.

9. Ethiopia

Ethiopia

* sumber: www.sampsoniaway.org

Ethiopia merupakan salah satu kawasan Afrika yang diincar bangsa Eropa. Sejak tahun 1880 sampai 1914, banyak negara yang datang untuk melakukan invasi. Tapi dengan perjuangan yang gigih, Ethiopia berhasil mempertahankan diri dan berdiri sebagai negara yang bebas.

Ethiopia sempat dikuasai Italia sejak tahun 1936 hingga 1941. Meski demikian, status kemerdekaannya masih tetap karena Italia tidak pernah mengontrol semuanya. Pada 1941, Italia pun ditendang keluar Ethiopia.

10. Liberia

Liberia

* sumber: www.iafrikan.com

Pada 1847, Liberia terbentuk menjadi sebuah negara. Beberapa negara Eropa membangun pos dagang di sana. Negara tersebut diantaranya Belanda, Inggris, dan Portugis. Pos-pos perdagangan mereka hampir terdapat di seluruh wilayah Liberia.

Negara yang tertarik akan Liberia tak hanya ketiga negara tadi. Amerika Serikat bahkan telah menyatakan penetapan kebijakan kolonial di Liberia beberapa periode. Bukti tersebut ada di tempat khusus budak dari Amerika Serikat yang diberi nama The Cape Mesurado Colony. Tempat itu berada di wilayah Grain Coast dan dibangun pada 1821.

Hanya saja, kekuatan Amerika Serikat tidak terlalu kuat saat itu. Jangka waktu yang pendek pun membuat Liberia tetap menjadi negara yang bebas.

Nah, itulah negara-negara yang tidak pernah merasakan getirnya penjajahan. Mereka berhasil menendang dan mempertahankan negaranya sendiri. Perbanyak wawasan Anda dengan turut membaca artikel negara-negara teraman di dunia ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *