Bacaterus / Tanaman / Harum dan Berkhasiat! Ini Sejumlah Mitos Pohon Kemuning

Harum dan Berkhasiat! Ini Sejumlah Mitos Pohon Kemuning

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 Juni 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sebagai negara yang dianugerahi keanekaragaman flora. Indonesia memang memiliki banyak jenis tanaman yang sering dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia, baik itu untuk pengobatan atau sebagai tanaman hias. Keberadaan beberapa jenis tumbuhan tersebut memang terkadang membawa kisah unik yang menarik untuk disimak.

Salah satunya seperti kisah yang ada dibalik pohon Kemuning yang satu ini. Selain memiliki bentuk yang indah, tumbuhan yang bunganya memiliki aroma yang harum ini juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan lain yang tak banyak orang tahu. Nah, agar kamu mengetahui lebih jauh mengenai tumbuhan yang satu ini. Simak ulasannya sebagai berikut.

Tanaman Berkhasiat yang Semakin Langka

Tanaman Berkhasiat yang Semakin Langka

Kemuning merupakan jenis tumbuhan yang dapat kita temukan di tanah air. Di Indonesia sendiri jenis tanaman ini memiliki banyak nama seperti Kamuning di dataran Sunda, Kamoneng di pulau Madura, Kemuniang di Minangkabau, Kemuni di Bima, dan Kamoni di pulau Ambon. Jenis tanaman ini kerap dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia karena dipercaya  memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Kemuning sendiri merupakan jenis tumbuhan perdu yang berasal dari dataran India. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Murraya paniculata ini adalah tumbuhan tropis yang mampu tumbuh mencapai tinggi 7 meter di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 400 mdpl.

Secara morfologi tumbuhan yang satu ini memiliki daun yang mirip dengan daun jeruk berukuran sekitar 3 cm dengan panjang 7 cm, berwarna hijau mengkilat serta memiliki buah berwarna hijau yang akan berubah warna menjadi merah ketika telah mencapai usia matang.

Selain dapat tumbuh di alam liar, tumbuhan yang satu ini juga kerap dibudidayakan oleh petani untuk berbagai kebutuhan seperti obat atau tanaman hias. Bunga kemuning sendiri memiliki bentuk yang indah dengan warna putih kekuningan. Bunganya mengeluarkan aroma harum yang sangat disukai oleh masyarakat.

Oleh karena itu jenis tanaman ini sering dijadikan pula sebagai pilihan utama untuk tanaman hias di halaman rumah.

Tumbuhan untuk Mengatasi Berbagai Penyakit

Tumbuhan untuk Mengatasi Berbagai Penyakit

Kemuning diketahui memiliki banyak khasiat bagi kesehatan manusia. Tumbuhan ini memiliki beberapa kandungan senyawa yang baik bagi tubuh seperti, methyl-anthranilate, cadinene, Carene-3, P-earyophyllene, geraniol, eugenol, s-guaiazulene, sitronelol, coumurrayin, metil salisilat, tanin, paniculatin, osthole dan bisabolene.

Senyawa-senyawa yang banyak terkandung di daun dan batang tanaman tersebut dipercaya mampu mengatasi berbagai penyakit mulai dari yang ringan sampai penyakit berat yang sering dialami oleh masyarakat seperti ulkus atau tukak lambung, sakit gigi, bronkitis, infeksi saluran kemih, masalah datang bulan.

Selain itu Kemuning juga sering digunakan pula sebagai bahan baku pembuat jamu untuk merawat tubuh seperti melembutkan kulit, menghilangkan keputihan, mengurangi kolesterol, melancarkan peredaran darah serta melangsingkan tubuh. Tidak hanya itu secara farmakologi, tumbuhnya kemuning sendiri diketahui memiliki senyawa yang biasa dimanfaatkan untuk anestesi.

Karena sering sekali dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Kemuning pun pada akhirnya menjadi salah satu tanaman yang masuk ke dalam daftar 30 tanaman herbal yang masuk dalam kategori sebagai tanaman langka menurut A Discourse in Biodiversity Utilization in Indonesia karya Rifai tahun 1994.

Baca juga: 7 Mitos Bunga Sedap Malam, Bunga yang Harum Hanya pada Malam Hari

Cerita Rakyat tentang Asal Usul Kemuning

Cerita Rakyat tentang Asal Usul Kemuning

Kemuning memang memiliki keistimewaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Sehingga mampu menjadi inspirasi bagi pengarang untuk melahirkan cerita rakyat yang datang dari pulau Riau. Selain memiliki kisah yang cukup menyentuh, dongeng mengenai asal-usul lahirnya bunga Kemuning pun syarat akan makna.

Kisahnya sendiri terjadi di sebuah kerajaan yang damai dan sejahtera. Dimana dahulu kala hidup seorang Raja bijaksana beserta 10 putri perempuannya yang diberi nama sesuai dengan warna-warna yang ada. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. Sementara adik-adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning.

Kesibukan Raja mengurus rakyat telah membuatnya lalai dalam mendidik putrinya sehingga mereka tumbuh sebagai anak yang manja dan tidak memiliki Budi pekerti. Meskipun demikian, putri Kuning yang tak lain anak bungsu dari Raja memiliki sifat berbeda dari kesembilan kakaknya.

Putri Kuning terlihat lebih ceria dan selalu tersenyum pada orang-orang yang ditemuinya. Selain itu meskipun hidup sebagai seorang putri Raja, namun ia tak segan membantu inang pengasuh yang setia pengasuhnya dari kecil. Hal tersebut berbanding terbalik dengan sifat kakak-kakaknya yang semena-mena.

Singkat cerita, setelah kembali ke istana. Sang Raja pun pergi menemui putri bungsunya untuk memberikan hadiah berupa kalung. Hanya saja karena tidak menemukan kalung berwarna Kuning. Raja pun akhirnya hanya bisa memberikan kalung berwarna hijau pada Kuning.

Putri Hijau yang mengetahui hal tersebut kemudian merasa iri. Ia menghasut kakak-kakaknya untuk merebut kalung tersebut dari tangan Kuning. Maka, dibuatlah sebuah rencana jahat. Sayangnya akibat kejahatan mereka, Kuning pun harus tewas karena pukulan di kepala.

Kakak-kakaknya yang ketakutan melihat Kuning telah tewas pada akhirnya bekerja sama mengubur Kuning di taman istana untuk menghilangkan jejak. Sejak saat itu, Kuning dikabarkan hilang. Sang Raja pun merasa sedih sekaligus murka pada kakak-kakaknya yang tidak bisa menjaga adiknya. Raja kemudian mengirim anak-anaknya untuk belajar budi pekerti di negeri yang jauh.

Hingga suatu hari, ketika Raja sedang berjalan di taman istana. Ia melihat sebuah bunga berwarna putih kekuningan, berdaun hijau serta mengeluarkan harum semerbak. Raja pun kemudian kembali teringat akan putrinya yang telah hilang. Ia kemudian menamakan bunga tersebut dengan Kemuning. Bunga yang tidak hanya memiliki keelokan namun juga memiliki banyak manfaat bagi banyak orang.

Tanaman Pencegah Ilmu Hitam dan Sihir

Tanaman Pencegah Ilmu Hitam dan Sihir

Selain cerita rakyat yang telah dibahas di atas. Kemampuan tanaman ini dalam menangkal hal-hal yang berkaitan dengan dunia mistis pun memang menarik untuk diketahui. Kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap sesuatu yang berbau klenik memang cukup kentara.

Sebagian besar masyarakat memang mempercayai bahwa beberapa jenis tanaman memiliki kemampuan untuk meredam ilmu hitam atau menolak sihir. Meskipun tak jelas asal-usulnya, namun kepercayaan tersebut memang telah berlangsung cukup lama secara turun-temurun. Kemuning sendiri memang bukan satu-satunya tanaman yang dipercaya dapat menangkal sihir dan santet.

Kita tentu pernah mendengar daun kelor, bunga Wijayakusuma, atau bunga Mawar memiliki kemampuan untuk menangkal sihir. Cara yang dilakukannya pun cukup mudah, yaitu dengan hanya ditanam di halaman rumah atau dimasukkan dalam sebuah kain hitam dan dijadikan sebagai kalung.

Bagaimana menurut kamu tentang kemampuan yang satu ini? Apa kamu percaya tentang hal ini? Kalau, iya beri tahu alasannya, ya!

Nah, itulah mitos pohon Kemuning yang harus kamu tahu. Sejatinya kebenaran adalah milik Tuhan. Kita sebagai manusia hanya perlu bersikap bijak dalam menyikapi sesuatu termasuk menyikapi mitos tentang tanaman ini. Semoga informasi yang telah Bacaterus bahas di atas menginspirasi kamu untuk memberikan banyak manfaat bagi orang banyak.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

2 Responses

  1. Tolong dong kalau upload setiap hari ya

    1. Hai Bakdi, setiap hari selalu ada artikel terbaru di Bacaterus, lho ^^ coba deh dicek setiap hari, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *