Bacaterus / Mitos / Membius! Inilah Mitos Pohon Kecubung yang Wajib Kamu Tahu

Membius! Inilah Mitos Pohon Kecubung yang Wajib Kamu Tahu

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Juni 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kecubung merupakan satu diantara banyak jenis tanaman hias dan obat yang sering menimbulkan kontroversi. Keberadaannya yang mudah ditemukan memang sesuatu yang menguntungkan. Meskipun demikian, di sisi lain tak sedikit pula masyarakat yang menganggap keberadaannya sangat mengganggu dan mengundang rasa kekhawatiran.

Apa sebenarnya yang memicu masyarakat untuk waspada terhadap jenis tumbuhan yang satu ini? Nah, kali ini Bacaterus akan sedikit membahas tentang mitos pohon kecubung yang wajib kamu tahu. Penasaran dengan ulasannya? Simak ulasannya berikut ini yuk!

Pohon Kecubung dan Habitatnya

Pohon Kecubung dan Habitatnya

Pohon kecubung adalah tumbuhan berbunga besar dan lebat dari keluarga Solanaceae. Panjang bunganya sekitar 12-15 cm bergelombang. Bunga Kecubung akan mekar di malam hari kemudiaan pada sore hari.

Masyarakat Indonesia sendiri lebih mengenal jenis tanaman yang tergolong dalam genus Datura Metel ini dengan sebutan pohon bunga Terompet atau pohon bunga Kecubung. Sementara di Benua Amerika atau Eropa tanaman ini diberi julukan ‘devil trumpet’ karena efek samping mematikan yang disebabkan oleh tumbuhan ini.

Pohon Kecubung biasa tumbuh di wilayah yang beriklim tropis, yaitu di dataran rendah hingga ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Jenis pohon ini memang bisa dengan mudah ditemukan di seluruh wilayah yang ada di dunia seperti wilayah Asia Selatan dan Tenggara, India, Sri Lanka, Indonesia dan Benua Amerika.

Kecubung sendiri memiliki bunga berbentuk seperti sebuah terompet besar yang memiliki beragam warna. Di Indonesia sendiri warna yang umum ditemukan berwarna putih kekuningan dan putih keunguan. Namun menurut sebuah penelitian, kandungan zat yang ada dalam bunga berwarna putih jauh berbahaya dibanding jenis bunga kecubung lain.

Tanaman Obat Berbahaya

Tanaman Obat Berbahaya

Pohon Bunga Kecubung sendiri dipercaya oleh masyarakat dari zaman dulu sebagai obat-obatan tradisional. Meskipun begitu tak sedikit juga yang menjadikan tanaman ini sebagai tanaman hias melihat bentuknya yang indah.

Menurut sebuah sumber, bangsa Mesir kuno yang diketahui memiliki peradaban yang lebih berkembang pada zamannya menggunakan pohon bunga Kecubung untuk pengobatan serta ritual kepercayaan sejak tahun 0-1 Sebelum Masehi.

Sementara di zaman modern, tanaman ini diduga mulai digunakan sebagai obat-obatan pada abad ke-10. Bunga Kecubung sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus, ahli botani asal Swedia yang juga dikenal sebagai ‘bapak taksonomi modern’ pada tahun 1753.

Masyarakat sendiri mempercayai bahwa pohon Kecubung memiliki dampak bagi tubuh mulai dari mengatasi flu, impotensi, sakit gigi, meredakan asma, sampai membantu dalam meningkatkan gairah seksual. Hanya hal tersebut memang harus lebih diteliti lebih jauh. Mengingat kandungan yang terdapat dalam bunga kecubung sendiri jauh lebih berbahaya dibanding efek baiknya.

Senyawa yang Terkandung dalam Pohon Kecubung

Senyawa yang Terkandung dalam Pohon Kecubung

Kandungan yang terdapat dari pohon kecubung memang sangat beragam dan memiliki banyak fungsi. Mulai dari akar, tangkai, daun, bunga, buah, hingga bijinya. Beberapa kandungan tersebut diantaranya adalah:

1. Alkaloid

Hampir seluruh bagian dari tumbuhan ini mengandung alkaloid. Hanya saja alkaloid yang cukup tinggi terdapat pada bagian akar dan bijinya. Jenis alkaloid yang terdapat dalam bunga kecubung adalah alkaloid tropan seperti hyoscyaminen, hyoscine, dan atropine, yaitu zat psikoaktif yang dapat mempengaruhi mental seseorang.

2. Hipociamin dan Skopolamin

Hipociamin dan Skopolamin adalah senyawa bersifat antikholinergik, yang sering dimanfaatkan untuk meredakan penyakit pada penderita asma dan bronkitis.

3. Asetilkolin

Efek yang ditimbulkan oleh senyawa ini memang cukup berbahaya karena dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran secara penuh. Senyawa ini sendiri bekerja pada saraf parasimpatis, yakni saraf yang memiliki efek relaksasi tubuh dan melemaskan otot. Efek inilah sering dimanfaatkan untuk anestesi atau pembius pasien di rumah sakit.

4. Skopolamin dan Antropine

Senyawa yang bersifat antimuskarinik yang memiliki efek bervariasi terhadap sistem kardiovaskuler tergantung dosis yang digunakan dalam tubuh. Sama seperti senyawa lainnya. Senyawa ini juga cukup berbahaya karena dapat mempengaruhi denyut jantung seseorang.

5. Cathinone

Senyawa yang memiliki efek samping hampir sama dengan amphetamin yaitu bersifat stimulan yang dapat membantu mengurangi nafsu makan.

6. Metil Kristalin

Senyawa terdapat pula metil kristalin yang mempunyai efek relaksasi pada otot lurik, efek samping yang sering dimanfaatkan untuk pembiusan atau menghilangkan kesadaran.

Bukan Jenis Tanaman Narkotika

Bukan Jenis Tanaman Narkotika

Dari kandungan yang terdapat di dalamnya. Pohon kecubung memang memiliki efek yang dapat berpengaruh pada kesadaran karena mengandung senyawa-senyawa yang bersifat psikoaktif atau yang dapat mempengaruhi mental seseorang.

Hampir sebagian besar masyarakat memang telah mengetahui efek buruk yang akan ditimbulkan karena bunga berbentuk trompet ini. Meskipun demikian, peraturan yang melarang keberadaan tanaman ini memang belum ada. Hal tersebut karena tanaman ini sendiri tidal masuk dalam tanaman jenis narkotika.

Oleh karena itu sampai saat ini masyarakat sendiri pun masih bisa dengan mudah menemukan jenis pohon dengan bunga menjuntai ke bawah ini seperti di pinggir sungai, kebun, kawasan hutan, bahkan di lingkungan masyarakat pohon ini sering dimanfaatkan untuk menambah estetika yang ada di halaman rumah.

Pemaparan dan Efek Racun bagi Tubuh

Pemaparan dan Efek Racun bagi Tubuh

Dibandingkan dengan manfaatnya, efek buruk yang disebabkan oleh pohon kecubung memang jauh lebih besar sejauh yang kita ketahui sampai saat ini. Meskipun masih saja ada orang-orang yang pada akhirnya mengalami nasib yang naas hanya karena ingin merasakan efek samping tumbuhan ini.

Beberapa kasus yang sering terjadi akibat keracunan kecubung memang kerap kita dengar mulai dari menjadi gila bahkan beberapa diantaranya harus tewas karena kurangnya informasi tentang naman ini. Keracunan karena kecubung sendiri bisa terjadi karena beberapa sebab diantaranya:

1. Tertelan

Tertelan

Orang yang dengan sengaja atau tidak sengaja telah menelan tanaman ini memang berisiko mengalami keracunan seperti mengalami kebingungan, halusinasi, kejang atau bahkan bila dosis yang masuk ke dalam tubuh cukup banyak dapat membuat orang yang bersangkutan dalam keadaan koma.

Hal itu karena zat atropine, scopolamine dan hyoscyamin yang terkandung dalam Kecubung dapat mempengaruhi sistem saraf pusat.

2. Terhirup

Terhirup

Selain masuk kedalam tubuh secara langsung. Keracunan Kecubung juga bisa terjadi bila zat yang terkandung dalam tumbuhan tersebut terhirup melalui udara. Hal ini biasa terjadi pada orang-orang yang secara sengaja tidak sengaja menghirup asap dari pembakaran tumbuhan ini.

Pada kasus ini asap yang terhirup pada tubuh umumnya memiliki efek keracunan yang jauh lebih cepat yaitu sekitar 15 menit setelah zat tersebut masuk ke dalam tubuh. Akibatnya yang ditimbulkan pun cukup berbahaya karena dapat menyebabkan gejala mulai dari hipnotik, halusinasi, midriasis atau sampai pada kematian.

Nah, itulah mitos pohon kecubung yang wajib kamu tahu. Sebagian orang memang menganggap efek samping yang disebabkan oleh tumbuhan ini hanya mitos. Padahal kenyataannya tumbuhan ini memang sangat berbahaya bila digunakan tanpa pengetahuan informasi yang cukup. Semoga informasi di atas bisa menambah wawasan kamu tentang jenis tanaman ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *