Bacaterus / Misteri Jogja / Mitos Pantai Indrayanti, Pantai Favorit Wisatawan Lokal

Mitos Pantai Indrayanti, Pantai Favorit Wisatawan Lokal

Ditulis oleh - Diperbaharui 23 Juni 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Libur panjang merupakan waktu yang sangat dinanti-nanti banyak orang. Kehadirannya memang terdengar seperti angin surga bagi mereka yang sehari-hari berkutat dengan segala aktivitas monoton seperti belajar dan bekerja.

Berbicara mengenai tempat liburan. Pantai merupakan salah satu destinasi  wisata yang kerap dikunjungi oleh masyarakat tanah air. Selain dapat memanjakan mata, pantai juga bisa menjadi tempat bermain yang menyenangkan untuk melepas penat. Indonesia sendiri memiliki destinasi wisata pantai yang cukup banyak.

Salah satunya seperti pantai di Yogyakarta yang  telah Bacaterus rangkum untuk kamu. Selain memiliki pemandangan alam yang eksotik, pantai ini juga tak lepas dari berbagai kisah unik dan mitos yang telah beredar di masyarakat.

Nah, seperti apa kisahnya? Simak ulasannya dalam mitos pantai Indrayanti yang harus kamu ketahui sebelum ke sana. Berikut adalah penjelasannya.

Pantai Favorit Masyarakat yang Ada di Yogyakarta

Pantai Favorit Masyarakat yang Ada di Yogyakarta

* sumber: commons.wikimedia.org

Yogyakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang cukup dikenal di dunia Internasional. Berbagai objek wisata menarik yang dulu hanya bisa dinikmati oleh warga lokal. Kini bisa dinikmati pula oleh wisatawan asing dari berbagai negara di belahan dunia.

Selama ini Yogyakarta memang identik dengan objek wisata peninggalan sejarah seperti keraton Jogja. Padahal Yogyakarta juga menyimpan potensi alam lainnya yang cukup menarik. Seperti pantai-pantai yang ada di sekitar laut selatan.

Salah satunya adalah pantai yang ada di Dusun Ngasem, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal dengan pantai Indrayanti.

Pantai Indrayanti memiliki jarak tempuh sekitar 66 km dari Yogyakarta atau membutuhkan  waktu sekitar dua jam menggunakan kendaraan. Pantai Indrayanti sendiri terletak di sisi timur pantai Sundak, yang diketahui hanya dibatasi oleh perbukitan karang yang memiliki pesona luar biasa.

Kontroversi Nama Indrayanti

Kontroversi Nama Indrayanti

* sumber: www.inspirock.com

Pantai Indrayanti sendiri pada mulanya bernama pantai Pulang Syawal atau masyarakat sekitar sering menyingkatnya dengan nama pantai Pulsa. Meskipun demikian masyarakat sendiri kerap menyebut pantai ini dengan sebutan Indrayanti. Sebutan itu memang bukan tanpa dasar, mengingat Pulang Syawal sendiri memang sulit di ingat oleh para wisatawan, terutama mereka yang datang dari daerah lain.

Indrayanti sendiri sebenarnya adalah nama yang diambil berdasarkan nama pemilik sebuah cafe yang berada di pantai tersebut, yaitu Indra dan Yanti. Masyarakat sendiri lebih  sering menyebut nama tersebut dibanding nama aslinya karena dianggap lebih mudah diingat.

Hanya saja kemudian muncul polemik yang melibatkan beberapa pihak terkait masalah nama tersebut. Kontroversi yang terjadi di pantai Indrayanti diketahui melibatkan banyak pihak diantaranya Pemda, Keraton, dan pihak pengelola pantai Indrayanti itu sendiri.

Selain isu penamaan yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah daerah setempat, tidak adanya perijinan pengelolaan tempat wisata oleh pihak swasta pun menjadi masalah yang pada akhirnya membuat pantai tersebut sempat akan berhenti beroperasi.

Berita mengenai konflik yang terjadi di pantai Indrayanti pun kemudian diangkat oleh berbagai media lokal maupun nasional sebagai headline news. Sehingga pantai Indrayanti pun semakin dikenal luas oleh masyarakat yang ada di sekitar Yogyakarta maupun dari daerah lain.

Baca juga: Misteri Pantai Parangtritis, Gerbang Kerajaan Pantai Selatan

Pantai Indah dengan Pengelolaan yang Baik

Pantai Indah dengan Pengelolaan yang Baik

* sumber: goindonesianow.blogspot.com

Pantai Indrayanti merupakan salah satu pantai yang berlokasi cukup strategis serta memiliki banyak kelebihan dibanding pantai-pantai lain yang ada di sekitar wilayah Yogyakarta. Pantai Indrayanti sendiri memiliki pesona pasir putih yang eksotis dengan hamparan air laut yang sangat jernih.

Hal inilah yang kemudian membuat pantai Indrayanti cukup disukai, baik oleh masyarakat lokal maupun masyarakat dari berbagai wilayah yang ada di pulau Jawa. Kesuksesan tersebut memang tak lepas dari pengaruh pihak swasta yang ikut membantu dalam pengelolaan pantai tersebut.

Pengelola pantai Indrayanti dinilai berhasil membuat nama objek wisata ini semakin dikenal luar oleh masyarakat. Keterlibatan pihak swasta dalam mengelola tempat wisata memang tidak sepenuhnya berdampak negatif bagi lingkungan sekitar pantai. Karena pada kenyataannya pantai Indrayanti sendiri cukup berhasil dalam menerapkan aturan kebersihan.

Hal tersebut dapat dilihat dari sepanjang garis pantai tersebut yang memang terlihat sangat rapi dan bebas dari sampah. Aturan denda yang diterapkan pihak pengelola terkait pembuangan sampah di area sekitar objek wisata memang patut diacungi jempol.

Mengingat hal itu sangat berdampak pada perkembangan objek wisata tersebut dari waktu ke waktu. Antusias masyarakat yang ingin menikmati suasana pantai yang bersih dan nyaman semakin besar. Sehingga popularitas pantai Indrayanti pun semakin cemerlang, bahkan itu pula pantai ini sempat dipromosikan ke berbagai negara di dunia.

Kegiatan di pantai ini sendiri terbilang cukup aktif baik di siang maupun malam hari. Para pengunjung akan silih berganti menikmati keindahan alam yang ada di sana.

Mitos Pengunjung Berpakaian Hijau

Mitos Pengunjung Berpakaian Hijau

* sumber: phinemo.com

Sama seperti daerah-daerah lain yang ada di Indonesia. Pantai Indrayanti pun tak lepas dari mitos-mitos menakutkan yang terkadang membuat sebagian masyarakat enggan untuk berkunjung ke pantai. Di pantai Indrayanti sendiri masyarakat atau pengunjung pantai dilarang mengenakan pakaian hijau atau membawa barang yang memiliki warna hijau.

Masyarakat Indonesia sendiri memang telah mempercayai mitos tersebut sejak lama. Kepercayaan seperti itu seakan terus bergema hingga saat ini di beberapa pantai yang ada di pulau Jawa, terutama di pantai selatan. Larangan tersebut dipercaya dapat menimbulkan bencana bagi orang yang melanggarnya.

Konon warna hijau adalah warna yang sangat disukai oleh sang penguasa pantai selatan, yaitu Nyi Roro Kidul. Pengunjung yang melanggar aturan tersebut dipercaya akan menjadi tumbal sang ratu. Masyarakat sendiri percaya bila pengunjung nekat memakai pakaian berwarna hijau. Mereka akan terseret oleh ombak laut dan hanya akan pulang membawa nama.

Kepercayaan masyarakat Indonesia terkait mitos tersebut memang tidak memiliki alasan yang kuat selain hanya sekedar kebetulan semata. Meskipun begitu ada pula yang memberi sebuah alasan logis yang mungkin jauh bisa diterima dengan mudah oleh akal.

Pengunjung pantai yang mengenakan pakaian hijau memang akan lebih sulit untuk diidentifikasi ketika terseret oleh air laut. Hal itu karena warna hijau sendiri cenderung terlihat menyatu dengan laut dibanding dengan warna-warna lain yang lebih cerah.

Hal tersebut tentu dapat membuat tim penyelamat kesulitan untuk mengidentifikasi keberadaan korban yang terbawa arus laut atau terseret gelombang laut. Meskipun demikian hal itu juga harus diteliti lebih jauh, mengingat hingga saat ini belum ada informasi pasti yang membahas kebenaran tentang alasan tersebut.

Nah, itulah mitos pantai Indrayanti yang wajib kamu ketahui sebelum liburan ke sana. Keberadaan sebuah mitos memang pasti selalu ada di setiap tempat. Meskipun demikian tetaplah  bersikap bijak dalam menyikapi hal tersebut. Semoga informasi yang telah Bacaterus rangkum di atas bisa menjadi referensi menarik bagi kamu yang ingin menghabiskan liburan ke pantai.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *