Bacaterus / Dunia Mistis / 5 Mitos Menabrak Kucing, dari Kesialan Sampai Kematian

5 Mitos Menabrak Kucing, dari Kesialan Sampai Kematian

Ditulis oleh - Diperbaharui 19 November 2018

Hei, kalau menabrak kucing sampai mati, kamu bisa celaka, lho!”

Pernah dengar mitos menabrak kucing seperti kalimat di atas ini? Kepercayaan orang-orang mengenai kesialan yang datang setelah menabrak kucing hanyalah sebuah mitos belaka. Seperti mitos-mitos lainnya, kita berhak untuk percaya atau tidak.

Ada sejumlah mitos tentang menabrak kucing yang beredar di kalangan masyarakat. Mitos tersebut memang cukup mengerikan lantaran si penabrak disinyalir akan mendapatkan kesialan sampai dengan nasib tragis seperti kucing yang ditabrak tersebut.

Apa saja mitos tentang menabrak kucing yang beredar di masyarakat? Bagaimana kebenaran dan cara menyikapi mitos-mitos tersebut? Bacaterus akan membahas seputar mitos menabrak kucing secara lengkap di sini.

5 Mitos Menabrak Kucing

1. Tertimpa Kesialan atau Musibah

Mitos Menabrak Kucing

Salah satu mitos ngeri tentang menabrak kucing yang paling populer adalah si penabrak akan memperoleh kesialan atau musibah usai menabrak kucing sampai mati. Tak tanggung-tanggung, kesialan tersebut bisa berupa kehilangan nyawa orang yang dicintai sampai dengan tertimpa apes selama berhari-hari.

Mitos ini tentu saja membuat orang yang menabrak kucing jadi paranoid. Yang paling parah lagi, ada sebagian orang yang berpikir bahwa arwah kucing yang ditabrak tadi menuntut balas dengan mendatangkan kesialan di hidup si penabrak. Jika kita mempercayai mitos ini, kita akan hidup dalam ketakutan meskipun tidak ada unsur kesengajaan ketika menabrak kucing tersebut.

2. Jatuh Sakit

Jatuh Sakit

Menabrak kucing sampai mati konon dapat membuat si penabrak jatuh sakit. Entah sakit keras atau sakit ringan, penabrak kucing itu akan tetap mengalami sakit dalam waktu beberapa hari setelah ia menabrak kucing sampai mati. Yang mengerikan, si penabrak juga bisa mengalami sakit menahun lantaran menabrak kucing dengan tidak sengaja.

Untuk menangkal mitos ini, ada mitos lainnya yakni harus menguburkan kucing dengan baik dan membersihkan sisa-sisa darahnya yang tercecer di jalan. Memang benar jika kita harus menguburkan kucing yang tertabrak sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada sesama makhluk hidup. Namun, cara ini tidak dapat menangkal mitos apapun.

Kalau pun setelah si penabrak jatuh sakit beberapa hari setelah menabrak kucing sampai mati, percayalah jika sakit tersebut memang datang dari Yang Maha Kuasa, bukan karena “imbas” perbuatan Anda menabrak kucing dengan tidak sengaja. Oleh karena itu, mohonlah kesembuhan pada Allah jika memang benar Anda mengalami sakit usai menabrak kucing.

3. Janin Istri Akan Mati

Janin Istri Akan Mati

Mitos lain tentang menabrak kucing yang satu ini tak kalah mengerikan dibanding mitos-mitos lainnya. Mitos ini dipercaya akan dialami oleh pria yang istrinya sedang hamil. Pria yang menabrak kucing sampai mati akan mengalami malapetaka, yakni janin istrinya meninggal alias keguguran.

Keampuhan mitos ini semakin kuat jika kucing yang tertabrak berwarna hitam pekat (tidak ada warna lain di tubuhnya). Konon, dalam hitungan hari janin sang istri akan mengalami keguguran.

Sekali lagi, Anda berhak mempercayai mitos ini atau tidak. Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, kehidupan, kematian, dan kesehatan semua bergantung pada Allah Yang Maha Kuasa. Kematian janin istri juga merupakan takdir ilahi yang seharusnya tidak perlu dikaitkan dengan mitos berbau mistis seperti ini.

4. Arwah Kucing Gentayangan

Arwah Kucing Gentayangan

Mendengar suara kucing di malam hari mungkin adalah hal yang biasa, apalagi jika di tempat tinggal Anda memang banyak kucing yang berkeliaran. Namun, bagaimana jika Anda mendengar suara kucing tersebut setelah menabrak kucing hingga mati? Tentu saja hal tersebut akan membuat Anda sedikit waspada dan merinding, apalagi jika Anda sudah mendengar mitos mengenai menabrak kucing yang satu ini.

Menabrak kucing sampai mati dipercaya dapat membuat arwah kucing itu gentayangan. Mitos ini juga didukung dengan cerita-cerita netizen di internet yang membenarkan kebenarannya. Sebagai contoh, ada cerita penabrak kucing yang mengaku sering mendengar suara kucing mengeong di malam hari. Setelah dicek ke seluruh rumah, ia tidak menemukan kucing. Suara kucing itu kerap kali terdengar pada malam hari.

5. Bernasib Sama dengan Kucing yang Ditabrak

Bernasib Sama dengan Kucing yang Ditabrak

Dari sekian banyak mitos tentang menabrak kucing yang menjadi buah bibir, mitos yang satu ini nampaknya bakal membuat Anda ngeri. Ya, konon si penabrak akan bernasib sama dengan kucing yang ditabrak, yakni tewas. Cara meninggalnya si penabrak ini bermacam-macam, tapi lebih mengacu pada kecelakaan di jalan juga.

Belum ada fakta yang dapat membenarkan mitos ini. Namun, jika ingin “lepas” dari mitos ini, si penabrak harus menguburkan mayat kucing yang ditabrak di dalam tanah sambil mengucap permohonan maaf.

Tentu saja hal ini hanyalah mitos belaka yang belum tentu benar. Akan tetapi, tindakan menguburkan kucing yang tidak sengaja tertabrak memang harus dilakukan untuk menghargai sesama makhluk hidup. Permintaan maaf juga boleh diucapkan sebagai tanda bahwa Anda menyesal melakukan ketidaksengajaan tersebut.

Hukum Menabrak Kucing dalam Agama

Hukum Menabrak Kucing dalam Agama

* sumber: kucingpedia.com

Di dalam agama Budha ada kalimat yang cukup populer, “Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta” yang artinya adalah semoga semua makhluk hidup berbahagia. Kalimat ini mengajarkan kita untuk menghargai hidup setiap makhluk hidup di muka bumi, termasuk kucing.

Sementara di dalam agama Islam terdapat larangan untuk membunuh hewan yang dianggap tidak mengganggu. Kucing termasuk dalam kategori hewan yang tidak mengganggu.

Ada seorang wanita yang diadzab karena seekor kucing. Dia kurung seekor kucing sampai mati, sehingga dia masuk neraka. Dia tidak memberinya makan, tidak pula minum, dan tidak dilepaskan sehingga bisa makan binatang melata tanah.” [HR. Bukhari 2365 dan Muslim 5989]

Hadits ini tidak hanya berlaku untuk kucing, tapi semua hewan yang tidak mengganggu manusia. Adapun hewan yang dianggap mengganggu atau merugikan manusia memang boleh dibunuh, seperti tikus, ular, kalajengking, kelabang dll. Binatang yang dapat mengancam kesehatan manusia, seperti nyamuk dan lalat, juga diperbolehkan untuk dibunuh.

Kucing Tertabrak

Namun, bagaimana jika kita menabrak kucing sampai mati karena faktor ketidaksengajaan? Apakah kita akan mendapatkan dosa yang sama dengan orang yang membunuh kucing dengan sengaja?

Tidak ada dosa bagi-mu untuk perbuatan yang kamu tidak sengaja, tetapi (yang ada dosa) apa yang disengaja oleh hatimu.” [QS. al-Ahzab: 5]

Dalam ajaran Islam jelas jika menabrak kucing karena tidak sengaja tidak akan menimbulkan dosa. Jadi, tak ada alasan untuk mempercayai mitos tentang menabrak kucing secara berlebihan. Pasalnya, terlalu mempercayai mitos juga merupakan tindakan syirik.

Apabila saat ini Anda baru saja menabrak kucing sampai mati, sebaiknya kuburkan kucing tersebut dengan layak. Lakukan hal ini bukan untuk percaya pada mitos, tetapi hanya untuk menghargai sesama makhluk hidup dan “membersihkan” sesuatu yang telah Anda perbuat. Lanjutkan hidup Anda seperti biasanya. Jangan sampai mitos-mitos tentang menabrak kucing ini mengacaukan kehidupan Anda.

Selain mitos menabrak kucing, ada juga mitos mengenai kejatuhan cicak. Anda dapat membaca informasi lengkapnya dalam artikel mitos kejatuhan cicak.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Linda is a day-dreamer and a night-thinker. She has been truly in love with writing since a very young age. She started to work as a writer in 2012. Until now, Linda has created content for Unilever's brand (SariWangi, Rinso, Sunlight and Molto), Tropicana Slim, AsmaraKu, and also Carisinyal.com.

Leave A Comment