Bacaterus / Mitos / 10 Mitos Jerawat di Hidung yang Beredar di Masyarakat

10 Mitos Jerawat di Hidung yang Beredar di Masyarakat

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Juni 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kehadiran jerawat memang kerap menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Terutama bila muncul di bagian hidung. Selain bisa membuat orang merasa minder, kehadiran jerawat juga dapat mengganggu karena rasa sakit yang ditimbulkan. Beragam cara terkadang dilakukan seseorang untuk menghilangkan benjolan yang bisa muncul di beberapa bagian tubuh lain seperti wajah, leher, dada, bahkan di punggung.

Nah, berbicara mengenai jerawat. Di Indonesia sendiri banyak beredar mitos yang terkadang bisa membuat orang yang mengalaminya merasa bingung. Mitos-mitos seperti apa itu? Biar kamu tahu lebih dalam simak ulasan seputar jerawat dalam 10 Mitos jerawat di hidung yang sering beredar di masyarakat. Berikut adalah ulasannya.

1. Pertanda Jatuh Cinta

Pertanda Jatuh Cinta

* sumber: m.klikdokter.com

Kehadiran jerawat di hidung memang kerap disangkutpautkan dengan kisah asmara seseorang. Mitos seperti ini memang sudah terdengar cukup lama di masyarakat. Hal tersebut bahkan dipercaya oleh sebagian orang. Padahal pada kenyataannya anggapan jatuh cinta dapat menimbulkan jerawat  adalah mitos semata.

Faktor utama penyebab timbulnya jerawat sendiri bukanlah karena sedang jatuh cinta, melainkan karena adanya perubahan hormon dalam tubuh serta faktor-faktor lain yang memicu jerawat. Dalam hal ini peningkatan hormon androgen seperti testosteron sering dianggap sebagai pencetus utama timbulnya jerawat, terutama pada remaja.

2. Sering Dialami Remaja

Sering Dialami Remaja

* sumber: anchoredhopecounseling.net

Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa jerawat di hidung hanya dialami oleh remaja saja. Padahal gangguan hormonal sendiri bisa terjadi pada orang dewasa sekalipun. Mitos tentang hal tersebut muncul bisa jadi karena masyarakat sendiri beranggapan bahwa masa dimana peningkatan hormon yang cukup tinggi biasanya terjadi pada masa remaja yang berakal pubertas.

Padahal pada kenyataannya jerawat juga sering ditemukan pada usia 20-40 tahun. Hal itu tentu mematahkan mitos yang menyebutkan bahwa jerawat hanya dialami oleh para remaja saja. Faktor timbulnya jerawat pada orang dewasa pun beragam bisa karena gangguan hormon, genetika, adanya infeksi, atau mungkin pertanda adanya sebuah penyakit berat.

3. Sering Makan Cokelat

Sering Makan Cokelat

* sumber: www.supermarketperimeter.com

Setelah cinta, cokelat juga sering menjadi kambing hitam atas munculnya benjolan kecil yang timbul di area hidung. Ya, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa cokelat adalah salah satu penyebab timbulnya jerawat. Kenyataannya hal tersebut adalah mitos yang sangat mengganggu dan meresahkan bagi mereka yang sangat menyukai hidangan berbahan coklat.

Menurut seorang dermatologi asal Duke University, Amerika Serikat yang bernama Diana McShane. Cokelat tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap timbulnya jerawat. Menurutnya pernyataan tersebut  tidak memiliki data yang cukup akurat. Mengingat selama ini tidak ada studi yang pernah ditemukan mengenai korelasi antara cokelat dan jerawat.

4. Sembuh Tanpa Diobati

Sembuh Tanpa Diobati

* sumber: www.cosmopolitan.co.id

Kehadiran jerawat terutama di area hidung memang sangat menyiksa. Selain mengurangi estetika, posisinya yang rentan terkena sentuhan menjadi masalah lain yang sangat mengesalkan. Masyarakat sendiri banyak yang menganggap bahwa jerawat yang ada di hidung akan hilang dengan sendirinya. Padahal hal tersebut adalah sesuatu yang kekeliruan.

Bila jerawat di hidung tidak ditangani dengan pengobatan akan berdampak serius karena akan meninggalkan bekas seperti bercak hitam serta menimbulkan bopeng yang akan menurunkan rasa percaya diri ketika bergaul.

5. Konsumsi Makanan Berminyak

Konsumsi Makanan Berminyak

* sumber: www.chakru.com

Jerawat di hidung memang bukan sesuatu yang harus ditakuti secara berlebihan. Meskipun dapat menurunkan performa diri, namun hal itu bukan akhir dari segalanya. Bila sebelumnya coklat sering disebut sebagai pencetus timbulnya jerawat di hidung. Maka selain coklat, makanan berminyak pun kerap disalahkan untuk hal tersebut.

Seperti yang kita ketahui di area hidung dan sekitar wajah memang kerap muncul sebum atau minyak alami yang dihasilkan tubuh. Sebum sendiri bisa muncul karena faktor hormonal dan tak ada kaitannya dengan minyak dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga bila ada anggapan makanan berminyak dapat menimbulkan merawat hal tersebut adalah sebuah mitos belaka.

Baca juga: Fakta dan Mitos Mengubur Ari-Ari, Ada Unsur Gaib atau Medis?

6. Sering Mencuci Muka

Sering Mencuci Muka

* sumber: www.mnn.com

Wajah memang termasuk bagian tubuh yang sangat sensitif. Perawatan wajah sendiri diketahui bisa lebih mahal dari perawatan bagian tubuh lain. Nah, di masyarakat sendiri kerap beredar mitos yang menyebutkan bahwa sering mencuci muka akan menghindari jerawat. Padahal hal tersebut tidak sepenuh benar.

Karena pada kenyataannya kulit wajah terutama bagian hidung diketahui memiliki sensitivitas yang cukup tinggi sehingga bila terlalu sering disentuh malah berpotensi menimbulkan iritasi yang dapat menimbulkan jerawat.

7. Wajah Kotor

Wajah Kotor

* sumber: bababeli.com

Pada dasarnya munculnya jerawat bisa juga karena bakteri yang dikenal dengan nama Propionibacteria acnes. Bakteri ini memang cukup banyak hingga di kulit manusia dan sering kali menjadi penyebab peradangan yang akhirnya menimbulkan permasalahan seperti komedo dan jerawat di sekitar area hidung.

Bila selama ini masyarakat menganggap wajah kotor sebagai penyebab utama jerawat. Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah. Hanya saja masyarakat sendiri kerap tidak menyadari bahwa tangan merupakan media yang cukup efektif dalam memaparkan beragam bakteri, termasuk dengan bakteri penyebab jerawat yang satu ini.

So, sebelum menyimpulkan hal tersebut pastikan dahulu tangan kamu memang terjaga kebersihannya.

8. Bawang Putih untuk Jerawat di Hidung

Bawang Putih untuk Jerawat di Hidung

* sumber: bababeli.com

Masyarakat Indonesia memang terkenal sering memanfaatkan bahan alami tradisional untuk mengatasi beragam permasalahan kesehatan. Hanya saja kebiasaan masyarakat tanah air yang kerap percaya pada informasi mulut ke mulut tanpa melakukan research membuat hal tersebut bisa menjadi bumerang tersendiri.

Salah satunya seperti penggunaan bawang putih untuk mengobati jerawat di hidung. Meskipun memiliki kandungan untuk melawan bakteri, namun bawang putih sendiri dapat mengakibatkan dermatitis kontak atau peradangan kulit akibat iritasi. Peradangan ini yang akan membuat kulit terasa panas dan terbakar bahkan dapat menimbulkan noda hitam.

9. Memencet Jerawat di Hidung

Memencet Jerawat di Hidung

* sumber: hellosehat.com

Keberadaan Jerawat di area hidung memang cukup mengesalkan. Tak jarang untuk menghilangkan jerawat di hidung masyarakat akan memencetnya. Nah, menghilangkan jerawat dengan cara memencet hanya akan mendatangkan masalah baru.

Perlu kamu ketahui bahwa ketika melakukan hal tersebut sumbatan pada pori-pori kulit bisa masuk dalam. Sehingga malah membuat proses penyembuhan jauh lebih lama. Bahkan bisa menimbulkan bekas luka yang akan sulit untuk dihilangkan.

Selain itu kondisi tangan yang tidak terjamin kebersihannya pun akan semakin memperparah kondisi jerawat yang ada hidung kamu. So, sebelum melakukannya, sebaiknya kamu gunakan pengobatan yang disarankan untuk mengatasi jerawat.

10. Sunblock Penyebab Jerawat

Sunblock Penyebab Jerawat

* sumber: parenting.orami.co.id

Udara panas memang dapat mengganggu kesehatan kulit. Sehingga banyak dari masyarakat yang menggunakan sunblock untuk mengatasi hal tersebut. Hanya saja bagi beberapa orang. Hal tersebut dianggap sebagai penyebab timbulnya jerawat.

Nah, membantah tentang hal itu seorang dermatolog bernama Prohianti Gondokaryono pun mengemukakan pendapatnya bahwa hal tersebut hanya sebatas mitos. Menurutnya kandungan SPF tidak akan membuat wajah berjerawat. Adapun timbulnya jerawat setelah pemakaian sunblock, itu bisa diakibatkan adanya zat lain yang ikut menempel di wajah, khususnya di hidung.

Nah, itulah 10 Mitos jerawat di hidung yang beredar di masyarakat yang telah Bacaterus rangkum untuk kamu. Banyaknya mitos yang beredar memang terkadang membingungkan. Semoga informasi di atas bisa membantu kamu dalam mengatasi jerawat.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *