Bacaterus / Dunia Mistis / Misteri Indonesia / Yuk, Cari Tahu Mitos dan Fakta Tentang Tanah Lot Bali Ini

Yuk, Cari Tahu Mitos dan Fakta Tentang Tanah Lot Bali Ini

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 November 2018

Tanah Lot adalah salah satu tempat wisata di Bali yang menjadi primadona di mata turis domestik maupun internasional karena keindahannya.

Namun, di balik keindahan dan kepopuleran dari Tanah Lot, ternyata tak sedikit mitos yang beredar di masyarakat luas tentang tempat ini. Kali ini, Bacaterus akan mengajak kamu untuk mengetahui 9 mitos dan fakta tentang Tanah Lot, beserta legenda yang dipercaya masyarakat Bali. Penasaran, bukan? Simak langsung saja pembahasannya di bawah ini.

Mitos Tentang Tanah Lot

mitos dan fakta tanah lot pura-tanah-lot-5 (Copy)

* sumber: phinemo.com

1. Larangan Membawa Pacar

Yep, mitos yang pertama adalah, jika kamu pergi ke kawasan Tanah Lot untuk berlibur atau sekedar berfoto bersama pacarmu, maka hubungan cintamu dengan pacar terancam berakhir, kandas begitu saja di tengah jalan. Wah, seram juga, ya?

Maka dari itu, nggak sedikit masyarakat, terutama para sesepuh di Pulau Dewata melarang kaum muda untuk membawa pasangannya, khususnya bagi yang belum menikah atau berkeluarga, untuk pergi ke Tanah Lot. Namun, ternyata nggak sedikit, kok, wisatawan yang berkunjung seraya membawa pasangan mereka masing-masing dan hubungan mereka tetap baik-baik saja.

2. Air Suci yang Bisa Bikin Awet Muda

Masyarakat sekitar mempercayai bahwa mata air di Tanah Lot, ada sumber mata air suci yang dapat membuat wajah kita lebih awet muda, lho.

Selain itu, air suci tersebut dipercaya dapat membersihkan energi negatif yang ada di tubuh kita. Tidak sedikit pengunjung yang datang ke Pura Tanah Lot untuk membuktikan mitos air suci yang beredar di sana, walaupun belum ada penelitian secara ilmiah yang membuktikan kebenaran kalau air suci yang ada di Tanah Lot bisa meremajakan wajah. Nah, lho, bagaimana menurutmu?

3. Wanita Haid Dapat Membawa Bencana

Wanita yang sedang haid atau datang bulan dilarang menginjakkan kaki di area Pura Tanah Lot, dikarenakan dapat menimbulkan bencana. Menurut bellaindrymaudi, mitos tentang wanita haid beredar di kalangan masyarakat karena pada zaman dahulu, ada seorang wanita haid yang berjalan di atas jembatan penghubung antara Pura dengan tebing di sebelah utara. Namun, tak disangka jembatan tersebut roboh setelahnya.

Sejatinya, wanita haid memang dianggap ‘kotor’ oleh sebagian agama yang ada. Dan biasanya tidak diperkenankan untuk memasuki tempat ibadah sebelum dirinya bersih dari datang bulan alias haid. Jadi, mitos yang beredar ini kemungkinan ada dan tersebar luas di kalangan masyarakat Pulau Dewata, khususnya daerah sekitar Tanah Lot, supaya kesucian dari Pura di sana tetap terjaga.

4. Ular Penjaga

Nah, selain kedua mitos di atas, ada satu mitos lagi yang beredar tentang Tanah Lot. Yup, mitos tentang sang ular penjaga Pura nggak kalah populer dari mitos lainnya. Ular suci ini dipercaya sebagai penjaga dan dapat menangkal bencana dan kerusakan. Mitos lain tentang ular yang beredar di masyarakat Bali adalah munculnya raja dan ratu ular yang berwarna merah. Raja dan ratu ular tersebut diyakini sebagai pertanda akan munculnya bencana alam.

Selain diyakini dapat menangkal bencana dan marabahaya, sang ular disinyalir dapat mengabulkan permintaan pengunjung. Usut punya usut, ular yang dianggap sebagai ular penjaga di Pura Tanah Lot adalah ular laut biasa yang punya bisa mematikan.

Fakta Tentang Tanah Lot

pura-tanah-lot-6 (Copy)

* sumber: phinemo.com

1. Tetrapod Membuat Tanah Lot Berdiri Kokoh

Ya, walaupun kawasan wisata yang indah ini telah dihantam ombak selama puluhan tahun, Tanah Lot tetap berdiri kokoh hingga sekarang. Apa yang menjadi rahasianya?

Adalah tetrapod yang berfungsi sebagai pemecah gelombang, yang menjadi penyebab Tanah Lot yang pernah terkena abrasi ini tetap berdiri tegak. Tetrapod ini sendiri merupakan karang buatan, lho. Pemecah gelombang ini memiliki lebar sekitar 70 meter, dengan panjang mencapai 182 meter dan dipasang di bawah laut di kawasan Tanah Lot. Keren, ya?

2. Berfungsi Sebagai Tempat Wisata Religi

Selain dikunjungi karena keindahan dan kecantikannya, tak sedikit wisatawan atau pengunjung yang menjadikan kunjungan mereka ke Tanah Lot dengan tujuan wisata religi. Pengunjung yang beragama Hindu dapat mengunjungi dan beribadah di Pura yang berada di sana.

3. Tanah Lot Punya Beberapa Pura

Dilansir dari Traveloka, Tanah Lot memiliki beberapa Pura yang berbeda. Pertama, ada Pura Jero Kandang. Pura satu ini merupakan tempat bagi para penganut agama Hindu untuk memohon dan berdoa agar tanaman dan hewan ternak mereka terbebas dari berbagai penyakit.

Kedua, ada Pura Penataran. Pura ini merupakan tempat untuk memohon kesejahteraan dan kebahagiaan dalam hidup kepada Yang Maha Kuasa. Nah, letak dari Pura Penataran ini berada di sebelah utara Pura Tanah Lot. Selanjutnya, ada Pura Enjung Galuh, tempat di mana masyarakat memohon kepada Dewi Kesuburan Tanah, Dewi Sri.

Selain ketiga Pura di atas, ada pula Pura yang menjadi tempat umat Hindu di sana melakukan pemujaan, sekaligus menjadi tempat di mana Danghyang Nirartha melakukan meditasi. Pura tersebut dinamakan Pura Pekedungan.

Selanjutnya, ada Pura Beji atau Pura Batu Mejan, di mana terdapat mata air suci yang diyakini dapat membersihkan pengunjung dari berbagai macam energi negatif. Terakhir, ada Pura Penyawang yang menjadi alternatif tempat sembahyang bagi umat Hindu jika terjadi air laut pasang.

4. Perlindungan Pura

Tahun 1987 silam, Tanah Lot, Bali sempat mengalami renovasi. Pemasangan tetrapod atau pemecah karang dilakukan di sana sejak tahun 1987 silam. Namun, tetrapod tersebut dianggap merusak pemandangan serta keasrian alam dari Tanah Lot. Pada tahun 1989, diadakanlah studi kelayakan yang melibatkan rakyat bali serta para pemuka agama.

Proses perlindungan Pura di Tanah Lot berlangsung selama beberapa tahun kemudian, hingga rampung pada tahun 2003 silam. Jepang memberikan dana bantuan sebesar Rp. 95 milyar untuk biaya perlindungan Pura.

5. Tempat Terbaik untuk Melihat Sunset

Nah, selain untuk menikmati keindahan bangunan Pura maupun menjadi tujuan wisata religi umat Hindu, Tanah Lot menjadi tempat terbaik dan favorit para pengunjung, baik wisatawan domestik maupun asing untuk menyaksikan sunset atau matahari terbenam. Hayo, kamu salah satunya?

Legenda Tanah Lot

Pura-tanah-lot-3 (Copy)

* sumber: phinemo.com

Menurut legenda serta kepercayaan yang beredar di kalangan masyarakat Pulau Dewata, Tanah Lot yang indah dan cantik dibangun oleh seorang brahmana atau mereka yang berasal dari golongan cendekiawan yang memahami ajaran keagamaan.

Brahmana tersebut bernama Danghyang Nirartha. Sang Brahmana dipercaya membangun Tanah Lot pada abad ke-16, di mana ketika itu ia membawa ajaran agama Hindu ke Pulau Bali. Sang Brahmana diyakini memindahkan sebongkah batu berukuran besar ke tempat dimana Tanah Lot Berdiri.

Nah, itu dia beberapa mitos dan fakta dari Tanah Lot, Bali, yang terkenal indah dan menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi kala pelesir ke Pulau Dewata. Apa pendapatmu mengenai mitos yang beredar di sana? Jangan lupa tulis pendapatmu di kolom komentar, ya.

Oh iya, jika kamu ingin berkunjung ke Bali, kamu harus mengunjungi beberapa air terjun yang pemandangannya nggak kalah cantik dari Tanah Lot. Penasaran, air terjun mana saja yang jadi rekomendasi terbaik untuk dikunjungi? Simak artikel tentang 10 Air Terjun di Bali dari Bacaterus.

Baca juga artikel lainnya tentang atau tulisan menarik lainnya dari .

About the Author:

Penikmat musik ber-genre alternative rock dan indie, pecinta kuliner dan (bukan) gamer sejati. Aktif menulis di blog pribadi sejak SMP hingga saat ini.

Leave A Comment