Bacaterus / Burung / Mitos Kepodang, Burung Bersuara Emas yang Gemar Bersolek

Mitos Kepodang, Burung Bersuara Emas yang Gemar Bersolek

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kepodang memang sudah tidak asing di kalangan para pecinta burung. Selain memiliki suara yang merdu, burung bernama ilmiah Oriolus Chinensis ini juga memiliki warna bulu yang kerap mengundang decak kagum para penggemarnya. Sehingga tak heran bila kehadiran burung ini cukup menjadi perhatian.

Burung Kepodang sendiri merupakan salah satu spesies burung yang keberadaannya cukup langka. Maraknya perdagangan hewan ini telah menyebabkan populasinya semakin menurun dari waktu ke waktu. Apa sebenarnya yang membuat burung ini banyak dicari oleh para kolektor? Biar kamu tahu alasan selengkapnya. Berikut adalah pemaparannya.

Burung Pengicau yang Sangat Suka Bersolek

Burung Pengicau yang Sangat Suka Bersolek

Kepodang merupakan salah satu jenis burung Passeriformes atau burung pengicau yang banyak disukai oleh para pecinta burung yang ada di Indonesia. Di dunia sendiri terdapat 5.400 bahkan lebih spesies burung, dimana hampir separuh atau lebih dari jumlah tersebut merupakan jenis burung pengicau yang tersebar hampir di berbagai wilayah yang ada di belahan dunia.

Salah satunya adalah burung pengicau yang sedang kita bahas saat ini. Burung ini cukup terkenal karena memiliki warna bulu yang indah serta cara bertahan hidup yang terkenal apik. Hal tersebut dapat dilihat dari penampilannya yang selalu cantik dan bersih. Karena hal itu pula burung yang berasal dari daratan China ini mendapat julukan sebagai burung pesolek.

Burung yang memiliki warna kuning keemasan ini banyak berhabitat di wilayah hutan tropis, pesisir pantai atau dekat dengan hutan Mangrove yang ada di beberapa negara Asia Tenggara seperti India, Filipina dan Indonesia. Di tanah air sendiri burung jenis ini tersebar hampir di beberapa wilayah seperti pulau Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

Burung ini pun dikenal masyarakat dengan berbagai nama yang cukup unik. Orang Sunda menyebut burung ini dengan nama Bincarung. Sementara di Sumatera burung ini disebut dengan Gantialuh, Sulawesi dikenal dengan Gulalahe, sementara di Jawa Timur dan Bali dikenal dengan nama Kepodang Emas. Dalam bahasa Inggris sendiri burung Kepodang dikenal dengan sebutan The Black naped oriole.

Burung Cerdas yang Bermanfaat Bagi Alam

Burung Cerdas yang Bermanfaat Bagi Alam

*Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=2ajW2zjmS3I

Burung Kepodang memang memiliki banyak keunikkan dibanding spesies burung lain. Burung ini juga dikenal sulit untuk diidentifikasi jenis kelaminnya bila hanya dilihat sekilas dari bentuk fisiknya. Burung ini kerap hidup berpasangan dalam sarangnya.

Hal yang sering kali membuat orang cukup terpesona dengan burung ini karena melihat kemampuannya dalam membuat sarang, yang dinilai memiliki estetika yang cukup baik. Hal itulah yang membuat burung yang satu ini dianggap sangat cerdas.

Kepodang sendiri pada umumnya memiliki panjang sekitar 25 cm dengan garis hitam di bagian mata dan juga bagian tengkuknya. Sementara bulu pada kedua sayapnya berwarna hitam dengan sedikit gradasi warna putih kekuningan-kuningan.

Burung Kepodang sendiri dikenal masyarakat sebagai burung yang memiliki banyak manfaat untuk kehidupan, terutama alam sekitarnya. Adapun beberapa manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

  • ‌Membantu Penyerbukan Bunga
‌Membantu Penyerbukan Bunga

* sumber: bobo.grid.id

Keberadaan burung Kepodang yang semakin menurun memang sesuatu yang disayangkan mengingat burung ini dikenal memiliki peranan yang cukup penting bagi kehidupan tumbuhan. Burung kepodang sendiri diketahui dapat membantu proses pemindahan serbuk sari dari bunga satu ke bunga yang lainnya.

Hal tersebut berdampak pada  kesuburan sel kelamin yang ada pada sel bunga serta membantu menghasilkan varietas bunga yang baru.

  • ‌Membantu Menyebarkan Biji Tumbuh-Tumbuhan
‌Membantu Menyebarkan Biji Tumbuh-Tumbuhan

* sumber: yufimukut.wordpress.com

Selain itu Kepodang juga termasuk ke dalam salah satu hewan yang ikut berjasa dalam menyebarkan varietas tumbuhan baru di sebuah wilayah. Burung kepodang sendiri termasuk ke dalam hewan pemakan buah dan biji-bijian.

Dimana biji yang telah dimakan oleh burung Kepodang akan dicerna dalam tubuhnya tersebut untuk kemudian dikeluarkan kembali melalui feses di tempat yang berbeda.

  • ‌Membantu Kesuburan Tanah
‌Membantu Kesuburan Tanah

* sumber: www.feryarifian.com

Manfaat lain dari burung yang juga dikenal mampu menirukan suara beberapa jenis burung kicau lain ini adalah menyuburkan tanah. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam kotoran mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Kotoran dari burung kepodang sering dimanfaatkan untuk menjaga kesuburan tanah karena mengandung banyak senyawa kalium dan fosfat yang sangat dibutuhkan oleh semua jenis tumbuhan.

Mitos Burung Kepodang yang Dipercaya Masyarakat Jawa

Mitos Burung Kepodang yang Dipercaya Masyarakat Jawa

Burung Kepodang atau Kepodang emas memang sudah selayaknya dilestarikan dan dilindungi dari segala bentuk perburuan liar. Populasi burung tersebut yang kian hari semakin berkurang memang sangat disayangkan. Mengingat burung yang satu ini memang cukup bermanfaat bagi alam maupun bagi manusia.

Burung Kepodang sendiri memiliki nilai filosofis serta mitos positif. Terutama bagi masyarakat yang ada di daerah Jawa timur, dimana daerah tersebut merupakan habitat asli burung tersebut. Jawa timur sendiri menjadikan burung yang satu ini sebagai ikon dari kota tersebut. Nah, beberapa mitos yang berkembang di masyarakat mengenai burung tersebut diantaranya adalah berikut:

  • ‌Ritual Mitoni Bagi Ibu Hamil
‌Ritual Mitoni Bagi Ibu Hamil

* sumber: lulukkertopati.wordpress.com

Sebagian masyarakat Jawa timur memang meyakini bahwa burung Kepodang emas dapat memberikan pengaruh positif bagi kehamilan atau ibu yang sedang mengandung janin bayinya. Masyarakat sendiri menyebut tradisi yang telah berkembang puluhan tahun silam itu dengan sebutan ritual ‘Mitoni tujuh bulan’.

Ritual tersebut biasanya dilakukan pada 7 bulan masa kehamilan. Dimana seorang calon ibu akan memakan daging burung Kepodang yang telah dimasak sebelumnya. Hal tersebut dipercaya oleh sebagian masyarakat akan memberikan dampak pada bayi yang dilahirkan.

Konon bila sang ibu yang menjalani ritual ini akan mendapatkan keturunan yang cantik dan tampan seperti halnya burung Kepodang yang indah.

  • ‌Sebagai Tolak Bala
‌Sebagai Tolak Bala

* sumber: www.minews.id

Berbeda dengan Jawa Timur. Di daerah Jawa Barat, masyarakat Sunda mempercayai mitos bahwa burung bermata merah ini bisa menjadi cara untuk menolak malapetaka atau kesialan yang akan menimpa sebuah rumah.

Secara rinci mitos tersebut menyebutkan bahwa bila sebuah keluarga memelihara burung Kepodang atau Bincarung di halaman rumah, maka konon pemilik rumah akan dijauhkan dari berbagai bala yang dapat merugikan pemilik rumah dan isinya.

Sama seperti Mitoni tujuh bulan, mitos tolak bala pun memang tidak memiliki dasar yang kuat dan hanya berdasarkan kepercayaan yang diwariskan dari nenek moyang secara turun-temurun. Meskipun demikian, Keberadaan mitos-mitos tersebut menambah kisah menarik burung yang tersohor dengan kicauan merdunya tersebut.

Nah, itulah mitos burung Kepodang, burung bersuara emas yang gemar bersolek yang berhasil Bacaterus rangkum untuk kamu. Keberadaannya memang mampu menarik perhatian masyarakat Indonesia terlepas dari mitos dan filosofi yang menyertainya.

Kehadirannya sendiri merupakan sesuatu yang patut disyukuri sebagai anugerah bagi manusia. Bila ada mitos lain yang kamu tahu tentang burung yang satu ini. Kamu bisa tulis komentar di bawah, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *