Bacaterus / Mitos / Fakta dan Mitos Mengubur Ari-ari, Ada Unsur Gaib atau Medis?

Fakta dan Mitos Mengubur Ari-ari, Ada Unsur Gaib atau Medis?

Ditulis oleh - Diperbaharui 27 Juli 2019

Tradisi mengubur ari-ari atau plasenta tetap dilakukan hingga saat ini. Meskipun banyak masyarakat modern yang kurang percaya dan enggan melakukan penguburan ari-ari, tapi toh sebagian besar orang masih bersedia melakukan tradisi ini. Hal ini bisa dilihat dari beberapa rumah yang di depannya terdapat penutup berupa tudung kayu yang diberi lampu 5 watt.

Penguburan ari-ari sering dikaitkan dengan hal-hal gaib, mulai dari ari-ari sebenarnya merupakan ‘saudara’ si bayi sampai dengan penguburan ari-ari harus dilakukan untuk keselamatan bayinya. Lantas, penguburan ari-ari ini merupakan anjuran medis atau mitos yang memang berhubungan dengan dunia gaib? Bacaterus akan mengupasnya secara jelas mengenai fakta dan mitos mengubur ari-ari.

Fungsi Ari-ari

Fungsi Ari-ari

* sumber: www.halodoc.com

Sebelum membahas fakta dan mitosnya, Bacaterus akan mengajak Anda untuk mengenal fungsi ari-ari alias plasenta. Ari-ari merupakan jaringan yang terbentuk di dalam rahim wanita selama hamil. Ari-ari ini nantinya akan menyalurkan oksigen dan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu. Di samping itu, plasenta juga berfungsi membuang limbah dan karbon dioksida dari janin ke ibu.

Tanpa ari-ari, bayi tidak mungkin bertahan hidup dalam janin sang ibu. Oleh karena itu, ari-ari sering diibaratkan sebagai ‘saudara’ si bayi saat berada dalam kandungan. Setelah si bayi lahir, plasenta juga akan keluar dari tubuh ibu.

Mitos dan Fakta Mengubur Ari-ari

Dari zaman nenek moyang kita, ari-ari selalu dianggap sebagai ‘saudara’ dari si bayi. Oleh karena itu, kita juga harus memberikan perlakuan yang baik pada ari-ari ini. Alhasil, proses penguburan ari-ari pun harus segera dilakukan setelah bayi lahir. Banyak yang berpendapat bahwa membuang ari-ari di tempat sampah atau sungai adalah tindakan tidak etis karena ari-ari adalah ‘saudara’ dari si bayi.

Ada berbagai mitos yang menyertai tradisi penguburan ari-ari. Percaya atau tidak, mitos-mitos ini masih dilakukan sampai saat ini oleh sebagian orang. Berikut adalah mitos dan fakta yang lebih logis dalam tradisi mengubur ari-ari.

1. Dikubur Karena Merupakan ‘Saudara’ Bayi

Dikubur Karena Merupakan ‘Saudara’ Bayi

* sumber: intisari.grid.id

Fungsi ari-ari sebagai pemberi nutrisi untuk bayi dalam janin membuat orang-orang zaman dulu menganggapnya bahwa itu merupakan saudara bayi si bayi tersebut. Alhasil, mereka harus diperlakukan selayaknya ‘saudara’ dengan menguburkannya di dalam kendil.

Namun, jika berbicara secara fakta logis, ari-ari harus dikubur karena di dalamnya mengandung stem cell, zat yang membawa genetika bayi. Stem cell adalah salah satu zat untuk membuat kloning manusia. Jadi, alangkah lebih baik jika ari-ari dikubur ketimbang ditemukan dan disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, plasenta adalah bagian dari tubuh manusia. Jadi, plasenta bisa mengeluarkan bau amis dan membusuk. Membuang plasenta begitu saja bisa memicu datangnya hewan buas atau hewan lainnya karena mengira plasenta tersebut sebagai makanan mereka.

2. Makam Ari-ari Diberi Penerangan

Makam Ari-ari Diberi Penerangan

* sumber: bayikuasi.blogspot.com

Kuburan ari-ari bisa sangat mudah dikenali karena adanya lampu yang meneranginya. Umumnya, lampu yang dipasang adalah lampu kuning dengan daya 5 watt. Di zaman nenek moyang kita, penerangan makam ari-ari biasanya menggunakan lampu teplok karena dahulu belum ada listrik.

Penerangan pada makam ari-ari dianggap sebagai ‘peri’ untuk menjaga ari-ari. Lampu harus dinyalakan ketika hari mulai gelap. Penerangan ini harus dilakukan selama 35 hari atau selapan dino (Bahasa Jawa).

Terlepas dari mitos mengenai ‘peri’ yang menjaga ari-ari, penerangan ini diberikan sebagai reminder untuk orang-orang yang lewat di depan rumah sehingga mereka tidak berisik atau menimbulkan kegaduhan lantaran mengetahui bahwa di dalam rumah ada bayi yang baru lahir. Jadi, jika ingin dipikir secara logis, penerangan ini memang tidak ada kaitannya dengan ‘peri’ dan sebagainya.

3. Ari-ari Dikubur dengan Benda-benda Tertentu

Ari-ari Dikubur dengan Benda-benda Tertentu

* sumber: tumpi.id

Mitos penguburan ari-ari yang berikutnya adalah plasenta ini dikubur dengan benda-benda tertentu sebagai wujud harapan dari orang tua kepada si bayi. Misalnya, jika orang tua menginginkan buah hatinya menjadi anak yang pintar di kemudian hari, maka ari-ari akan dikubur bersama pensil atau buku.

Ada juga orang yang mengubur ari-ari dengan beras merah sebagai harapan agar anaknya kelak menjadi pribadi yang makmur. Bahkan, ada yang mengubur tulisan arab berisi doa atau ayat Al-Quran dengan harapan anaknya akan tumbuh menjadi anak yang saleh.

Hal yang satu ini jelas mitos karena tidak ada hubungan antara plasenta dengan kecerdasan, masa depan, dan sifat bayi. Jika orang tua ingin anaknya menjadi pribadi yang baik, sukses, sehat, dan sebagainya, maka orang tua harus terus menerus memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa. Di samping itu, cara didik orang tua juga sedikit banyak mempengaruhi sifat dan masa depan si kecil kelak.

Penjelasan Medis untuk Mengubur Ari-ari

Penjelasan Medis untuk Mengubur Ari-ari

* sumber: parenting.orami.co.id

Puluhan tahun yang lalu, keluarga akan membawa kendil untuk menempatkan ari-ari saat si ibu sudah melakukan persalinan. Akan tetapi, di zaman sekarang sudah banyak rumah sakit yang menyediakan kendil ini untuk menempatkan ari-ari sehingga bisa dibawa pulang oleh keluarganya. Apakah itu artinya dunia medis pun juga setuju dengan mitos mengubur ari-ari?

Dunia medis selalu berseberangan dengan dunia gaib. Adalah suatu hal yang tidak mungkin jika medis turut setuju dengan mitos-mitos mengubur ari-ari. Hanya saja, medis mendukung sejumlah fakta-fakta logis di balik mitos penguburan plasenta tersebut.

Mengubur plasenta adalah tindakan yang dibenarkan oleh medis mengingat plasenta adalah bagian tubuh manusia sehingga bisa membusuk dan mengundang datangnya binatang buas. Di samping itu, layaknya tubuh manusia, membuang ari-ari di sembarang tempat juga merupakan tindakan yang kurang etis.

Cara Mengubur Ari-ari Menurut Adat Jawa

Cara Mengubur Ari-ari Menurut Adat Jawa

* sumber: parenting.orami.co.id

Mitos dan fakta mengubur ari-ari ini masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Ada yang tetap melakukan tradisi penguburan plasenta, ada juga yang tidak terlalu memusingkan tradisi turun temurun ini.

Jika Anda tetap ingin melakukan tradisi mengubur ari-ari, berikut adalah tata cara mengubur ari-ari berdasarkan adat Jawa:

  • Ari-ari yang baru keluar dari tubuh ibu sebaiknya langsung dicuci sampai bersih. Jika tidak sempat mencuci, tempatkan di dalam kendil dan tutup rapat.
  • Saat mencuci ari-ari, cucilah di bawah air yang mengalir sampai darahnya hilang. Kemudian, gosokkan garam dan asam jawa untuk mengurangi bau amis plasenta.
  • Apabila kondisi ari-ari telah membusuk, taburkan garam kasar dan jeruk nipis untuk meminimalisir aroma busuknya sehingga tidak mengundang hewan.
  • Bungkus ari-ari dengan kain putih yang masih bersih, ikat secara kuat, dan masukkan ke dalam kendil.
  • Buat lubang di tanah depan rumah (jangan di belakang rumah) sedalam minimal setengah meter untuk menghindari aroma ari-ari tercium oleh binatang. Tempatkan kendil berisi ari-ari di dalamnya. Jika Anda percaya dengan mitos meletakkan barang-barang tertentu sebagai wujud harapan, tempatkan di samping kendil.
  • Tutup lubang dengan tanah, lalu tempatkan tudung penutup (umumnya dari anyaman kayu). Pasang lampu 5 watt dan hubungkan dengan listrik. Lampu harus menyala selama 35 hari. Jika lampu padam, segera ganti dengan lampu baru.
  • Taburkan bunga setaman (mawar, melati, dan kenanga) di atas makam ari-ari. Anda juga boleh membaca doa setelah proses penguburan selesai.

Nah, setelah membaca mitos dan fakta ari-ari ini, apakah Anda tetap ingin melakukan tradisi penguburan ari-ari? Semua kembali lagi pada kepercayaan Anda masing-masing. Artikel ini tidak menyarankan Anda untuk percaya atau tidak terhadap tradisi turun menurun ini. Kami hanya memberikan informasi dan wawasan bagi Anda yang masih bertanya-tanya mengenai mitos penguburan ari-ari.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar