Bacaterus / Penampakan Hantu / Misteri Zombie, Apakah Mahluk Ini Benar-Benar Ada?

Misteri Zombie, Apakah Mahluk Ini Benar-Benar Ada?

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Zombie seolah menjadi momok sekaligus hiburan di zaman serba modern seperti ini. Berbagai film dan serial televisi menjadi sukses setelah mengangkat tema zombie. Sebut saja beberapa film seperti Resident Evil, Dawn of the Dead, dan Zombieland. Film-film zombie itu sangat menghibur sekaligus menegangkan. Belum lagi ada serial TV “The Walking Dead” yang juga menjadi salah satu serial TV tersukses di Amerika.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai keberadaan zombie? Apakah mahluk yang sering dijuluki sebagai mayat hidup ini benar-benar ada di dunia? Bacaterus akan mengulas lebih jauh seputar misteri zombie, mahluk menyeramkan yang katanya suka menyantap otak manusia yang masih hidup.

Misteri zombie di dunia nyata

Misteri zombie di dunia nyata

Selama ini zombie dianggap sebagai karakter fiktif yang diciptakan oleh penulis skenario atau novel. Lantas, apakah sebenarnya zombie benar-benar ada di dunia nyata? Jawabannya adalah ya, zombie memang benar-benar pernah ada.

Misteri zombie di dunia ternyata sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Namun, kisah nyata tentang keberadaan zombie ini baru didokumentasikan pada tahun 1980. Kisah ini dimulai pada tahun 1962 di Haiti. Seorang pria yang bernama Clairivius Narcisse dijual kepada salah seorang dukun voodoo oleh salah seorang saudaranya sendiri karena Clairivius menolak untuk menjual tanah warisan keluarganya.

Haiti adalah negara yang sangat kental dengan praktek ilmu gaib dan hal-hal yang berbau mistis. Sejatinya, para dukun voodoo yang bisa membuat manusia menjadi zombie tidak benar-benar mengandalkan ilmu hitamnya. Pada dasarnya, para dukun tersebut membuat manusia-manusia seperti mati dan menjadi gila. Manusia yang akan dijadikan zombie tidak benar-benar mati.

Zombie Haiti

Dengan mengandalkan kulit katak bufoa dan ikan puferr (ikan buntal), para dukun ini membuat manusia menjadi seperti mati. Kulit katak bufoa mengandung beberapa senyawa berbahaya yang dapat mengakibatkan kerusakan otak, seperti amina, bufogenin, dan bufotoksin.

Ikan buntal mengandung tetrodoksin, racun mematikan yang bila dikonsumsi dalam dosis tinggi maka bisa membuat manusia seperti mati suri selama beberapa hari, lalu sadar kembali. Konon, sang dukun membuat Clairivius “mati” dan meminta keluarga menguburkannya di dalam tanah.

Setelah beberapa jam, si dukun menggali kembali kuburan Clairivius dan mengambil jasadnya. Pada saat dikubur di dalam tanah, manusia akan kekurangan oksigen. Belum lagi efek racun yang diberikan oleh dukun voodoo tersebut bisa merusak otak manusia.

Ketika dikeluarkan dari tanah, Clairivius yang sudah mengalami kerusakan otak tidak dapat bertingkah dengan normal, sehingga orang melihatnya seperti mayat hidup alias zombie.

Clairivius Narcisse

* sumber: mythcrafts.com

Kemudian, para zombie ini dijadikan budak dan dipaksa untuk bekerja. Konon, zombie memang masih dapat dikendalikan karena mereka belum mati. Beberapa tahun kemudian, dukun voodoo yang menjadikan Clairivius zombie telah meninggal. Saat itu, Clairivius bebas dan memberi kesaksian di mana-mana bahwa dirinya pernah menjadi zombie.

Benarkah zombie makan tubuh manusia?

Benarkah zombie makan tubuh manusia

Fakta seputar misteri zombie di dunia nyata memang benar adanya. Namun, yang membuat Anda dan sebagian orang lainnya was-was dengan keberadaan zombie adalah mitos seputar zombie yang memakan tubuh bahkan otak manusia.

Di beberapa film, zombie memang digambarkan sebagai mahluk yang memakan tubuh manusia. Bahkan, dalam sebuah game yang fenomenal, yakni Plants VS Zombie digambarkan bahwa mayat hidup tersebut memangsa otak manusia.

Pada kenyataannya, zombie tidak memakan tubuh atau otak manusia. Ketika saraf otaknya mati, tentu saja manusia yang dijadikan zombie tidak memiliki hasrat lapar atau kenyang. Sampai saat ini belum diketahui bagaimana cara dukun voodoo Haiti membuat zombie ciptaannya bertahan hidup. Pasalnya, zombie yang mereka ciptakan masih berupa manusia yang memerlukan asupan makanan setiap hari.

Penjelasan ilmiah seputar zombie

Penjelasan ilmiah seputar zombie

Seperti yang disampaikan sebelumnya, misteri zombie yang merupakan mahluk dari dunia lain memang tidak benar. Dukun voodoo membuat manusia jadi seperti zombie dengan memanfaatkan kulit katak bufo yang mengandung sejumlah senyawa kimia yang dapat merusak otak. Sementara itu, tetrodoksin yang terdapat pada ikan buntal dapat mematikan saraf dan memiliki efek racun yang 160 ribu kali lebih kuat dibanding kokain.

Di Jepang, ikan buntal dikonsumsi sebagai sashimi. Bila sang koki tidak mampu mengolah ikan buntal secara tepat, maka orang yang menyantap ikan buntal tersebut bisa mati secara cepat. Toksin yang terdapat dalam ikan buntal dapat menurunkan suhu tubuh dan tekanan darah, lalu lama kelamaan dapat mengakibatkan koma.

Selain racun dari kulit katak dan ikan puffer, ternyata ada juga tumbuhan mematikan yang dapat membuat seseorang menjadi seperti mayat hidup. Adalah datura yang masih sejenis dengan rumput jimson. Tumbuhan yang satu ini mengandung bahan kimia atropin, hioskiamin, dan skopolamin.

Bila bahan kimia tersebut dikonsumsi secara berlebihan, maka konsumennya dapat mengalami hilang ingatan. Bahkan, jika mengonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak lagi, risiko kelumpuhan sampai kematian bisa menghampiri Anda.

Penyakit yang bisa membuat Anda jadi seperti zombie

Zombie does exist. Ya, dalam zaman modern seperti ini ternyata manusia juga bisa menjadi seperti zombie. Akan tetapi, zombie yang dimaksud bukanlah zombie yang berjalan-jalan sambil mengejar manusia untuk digigit. Dengan kata lain, zombie dalam konteks ini adalah manusia yang saraf otaknya telat mengalami kerusakan, sehingga bertindak linglung dan mengalami gangguan kejiwaan.

  • Ophiocordyceps

Ophiocordyceps

Percaya atau tidak, Ophiocordyceps jamur parasit berukuran kecil yang ternyata sangat berbahaya. Semut yang telah terinfeksi parasit ini akan mengalami kematian otak. Anehnya, semut yang terinfeksi dapat memanjat tangkai tanaman, lalu membunuh dirinya sendiri di bawah daun dengan ketinggian 25 cm di atas tanah. Jamur ini akan tumbuh di kepala semut yang mati dan menyebarkan sporanya ke berbagai semut lainnya.

  • Toxoplasma gondii
Toxoplasma gondii

* sumber: cmr.asm.org

Toxoplasma gondii adalah spesies protozoa parasit yang bisa menyerang tikus dan kucing. Misalnya, ketika tikus terinfeksi bakteri ini, maka tikus tidak akan takut saat melihat kucing dan cenderung tertarik untuk mengejar kucing tersebut. Sayangnya parasit ini tidak hanya menyebar pada hewan, tapi parasit ini menyebar melalui kucing ke manusia. Sampai sekarang para medis belum menemukan vaksin untuk infeksi bakteri ini.

  • Rabies

Rabies

Penyakit anjing gila yang satu ini memang dapat membuat orang yang terinfeksi jadi histeris dan kehilangan kendali. Sejatinya, rabies tidak menular melalui udara atau sentuhan, melainkan lewat gigitan hewan yang sudah terlebih dahulu terkena rabies.

Gejala yang ditimbulkan oleh virus rabies memang membuat orang yang terjangkit menjadi seperti mayat hidup, yakni kelumpuhan total atau parsial, perubahan suasana jiwa yang terlalu cepat, dan delirium (gangguan jiwa dan halusinasi).

Kesimpulannya, misteri zombie di dunia memang benar adanya. Namun, zombie buatan dukun voodoo Haiti tidak menyantap daging manusia dan berusaha untuk menggigit manusia seperti di film. Nah, menurut Anda apakah di zaman modern seperti ini masih ada mahluk yang seperti zombie?

Artikel Terkait

Baca Juga

4 Responses

  1. Memang benar saya percaya bahwa zombie itu nyata tetapi tidak seperti zombie dalam film yang menggigit manusia tetapi dia hanya kerusakan saraf otak dan gangguan jiwa

    1. Terima kasih sudah berkunjung ke laman Bacaterus. 🙂

  2. Saya pengenya T-Virus Umbrella itu benar-benar ada

  3. Jadi tenang klo zombie ga makan manusia 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *