Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Tsuchinoko, Hewan Miserius dari Negeri Sakura

Misteri Tsuchinoko, Hewan Miserius dari Negeri Sakura

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kita hidup di dunia bersama dua mahluk hidup lain yaitu hewan dan tumbuhan. Dengan luasnya dunia dan banyaknya hal-hal yang nggak kita ketahui, rasanya masih banyak spesies hewan atau jenis tumbuhan yang belum bisa diklasifikasikan secara sains.

Beberapa di antara mereka masih samar keberadaannya, apakah benar pernah hidup atau nggak, satu-satunya cara yang bisa ditempuh adalah mencari bukti fisiknya baik itu masih hidup atau sudah berbentuk fosil.

misteri Tsuchinoko

Keberadaan hewan yang saat ini masih misterius adalah Tsuchinoko. Hewan asal Jepang itu mempunyai bentuk tubuh yang nggak lazim sampai-sampai membuat yang melihatnya bingung apakah mahluk itu ular atau malah tikus? Ingin tahu lebih banyak soal misteri Tsuchinoko? Mari kita kupas lebih dalam.

Asal-Usul Tsuchinoko

Asal-Usul Tsuchinoko

Tsuchinoko merupakan nama yang diberikan untuk hewan yang dilaporkan berada di Jepang tapi keberadaannya masih belum dapat dibuktikan atau dikenal dengan istilah mahluk cryptid. Secara etimologi Tsuchinoko berarti anak palu atau anak kerikil dalam cerita rakyat Jepang.

Pemberian nama itu merujuk pada bentuknya yang seperti batu atau kerikil dari kejauhan. Nama Tsuchinoko digunakan oleh penduduk Jepang yang berada di daerah Kansai yaitu Kyoto, Mie, Nara dan Shikoku.

Sementara di daerah Kanto, hewan itu diberi nama Bachibebi oleh para penduduk. Selain di daerah-daerah tersebut, Tsuchinoko dilaporkan pernah muncul hampir di semua wilayah Jepang kecuali Hokkaido dan Kepulauan Ryukyu.

Bentuk Fisik Tsuchinoko

Bentuk Fisik Tsuchinoko

Menurut laporan orang-orang yang pernah melihat, Tsuchinoko mempunyai fisik seperti ular. Keunikannya adalah bentuk tubuhnya yang terlihat datar tapi membulat atau buncit di bagian tengah sementara ekornya pendek.

Dari bentuk tubuhnya, bisa dikatakan bahwa Tscuhinoko merupakan sejenis reptil yang berukuran 30-80 cm dengan taring yang beracun. Tsuchinoko dikabarkan tinggal di pegunungan terpencil Honsu, Shikoku dan Kyushu serta Semenanjung Korea.

Orang-orang yang pernah melihatnya menjelaskan bahwa mahluk itu mempunyai kulit berwarna hitam belang-belang sementara perutnya berwarna oranye terang. Namun saksi lainnya nggak banyak yang memberikan keterangan mengenai warna mahluk itu.

Deskripsi bentuk fisik yang mirip dari satu pendapat dengan pendapat lain nggak terjadi ketika membahas cara berjalan Tsuchinoko. Ada tiga pendapat berbedaan, masing-masing pendapat itu sama sekali nggak mirip atau mendekati satu sama lain. Ini menjadi salah satu faktor keberadaannya dipertanyakan.

Pertama, Tsuchinoko berjalan dengan menggigit ekornya lalu berputar menggelindingkan tubuh. Kedua, Tsuchinoko berjalan seperti ulat. Ketiga, Tsuchinoko berjalan dengan menggoyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Sementara dalam urusan kecepatan, ia kabarnya bisa melompat sampai satu meter dan bergerak dengan cepat.

Tsuchinoko disebut-sebut dapat mengeluarkan berbagai suara dari mulai kicauan, dengkuran, erangan, suara berderit bahkan beberapa menyebut bahwa dia bisa berbicara dengan manusia.

Salah satu hal unik tentang mahluk itu adalah konon dia sangat menyukai alkohol. Dengan mengoleskan alkohol ke tubuhnya, ia akan berubah menjadi tenang. Walau memiliki bentuk aneh dan mampu bergerak cepat tapi ia disebut-sebut bukan mahluk yang berbahaya terlepas dari taringnya yang berbisa.

Kemunculan Tsuchinoko

Kemunculan Tsuchinoko

Mahluk seperti Tsuchinoko pertama kali disebut dalam Kojiki, sebuah teks kuno yang dianggap sebagai buku sejarah Jepang paling tua. Dalam teks itu, ia dijelaskan sebagai dewa padang rumput. Sementara itu pada situs arkeologi Zaman Jomon di Hida, Prefektur Gifu, pernah ditemukan alat-alat yang terbuat dari batu berbentuk ular yang mirip Tsuchinoko.

Selain itu, gambar yang mirip mahluk itu pernah ditemukan pada bagian luar tembikar berbentuk guci yang berasal dari situs arkeologi di Prefektur Nagano. Pada bulan Juni 1994, soerang kakek berusia 73 tahun bernama Kazuaki Noda menyatakan pernah melihat sosok seperti Tsuchinoko.

Ketika itu dia sedang memotong rumput di rumah bersama istrinya. Mereka kemudian melihat sosok mahluk seperti ular tapi ketika dilihat lebih jelas mahluk itu memang mempunyai badan seperti ular tapi badannya menyerupai botol bir sementara ekotnya mirip tikus.

Pada tanggal 8 Mei 2000, seorang petani berusia 90 tahun bernama Sugie Tanaka mengaku melihat dua ekor Tsuchinoko saat dia sedang mencari rebung. Selang sebulan, soerang wanita berusia 82 tahun bernama Mitsuko Arima mengaku melihat Tsuchinoko sedang mengapung di sungai bahkan dia yang nggak tahu mahluk itu apa. Dia terkejut karena bentuknya yang aneh.

Pada 6 Juni 2001 di Mikata ada laporan seorang penduduk menemukan seekor reptil yang bentuk dan ciri fisiknya menyerupai Tsuchinoko. Seorang pejabat pemerintah yang bernama Toshikazu Miyawaki mengatakan bahwa mahluk itu sudah ditangkap dan dibuatkan kandang untuk dilihat perkembangannya. Dia bahkan secara tegas membenarkan bahwa itu adalah Tsuchinoko.

Miyawaki menambahkan bahwa pada saat ditangkap, Tsuchinoko berukuran sekitar 70 cm. Kemudian dia tumbuh sampai panjangnya mencapai satu meter. Kabarnya, mahluk itu kemudian diperlihatkan pada publik namun dalam waktu seminggu ia terlihat kelelahan dan akhirnya mengistirahatkannya.

Myawaki mengatakan bahwa pemerintah kota akan meneliti lebih jauh tentang mahluk tersebut. Di kota Mikata kabarnya sering mendapat laporan tentang keberadaan Tsuchinoko. Bahkan saking banyaknya laporan, walikota Tsujio Yoshida sampai membuat sayembara bagi siapa saja yang bisa menangkap mahluk itu akan mendapatkan hadiah berupa tanah seluas 330 meter persegi.

Kabar kemunculan di tempat itu dimanfaatkan sebagian orang dengan banyaknya turis yang datang karena merasa penasaran. Pemerintah kota Yoshii nggak ketinggalan dalam hal mendapat laporan tentang Tsuchinoto.

Dari semua laporan yang ada belum ada satu pun yang berhasil menangkap mahluk itu entah dalam keadaan hidup atau mati. Otoritas kota akhirnya mengadakan sayembara serupa dengan walikota Mikata yaitu siapa saja yang bisa menangkap mahluk itu akan mendapat hadiah, kali ini hadiahnya sebesar 20 juta yen.

Kemungkinan Makhluk yang Disebut Tsuchinoko

Keberadaan Tsuchinoko yang sudah disebut dalam manuskrip kuno dan kesaksian banyak orang belum bisa terjawab apakah dia nyata atau hanya cerita rakyat. Apalagi kesaksian yang pernah melihatnya beberapa sudah berusia sangat tua. Ada kemungkinan mereka salah melihat atau mendeskripsikan mahluk itu.

Pendapat itu masuk akal mengingat penglihatan mereka sudah nggak terlalu tajam. Katakanlah yang mereka lihat itu bukan Tsuchinoto melainkan hewan yang sudah diklasifikasikan secara sains, maka mahluk yang disebut Tsuchinoto itu mungkin adalah:

1. Ular yang baru menelan mangsanya

Ular yang baru menelan mangsanya

Rahang ular nggak tersambung layaknya manusia sehingga membuatnya bisa memakan mangsa yang ukurannya lebih besar dari mulutnya. Dengan mangsa yang besar maka ketika ditelan bulat-bulat akan membuat bagian tengah ular membesar lebih dari ukuran proporsional tubuhnya.

Hal mengeliminir kemungkinan Tsuchinoko bisa jadi ular adalah cara ular bergerak nggak secepat Tsuchinoto. Selain itu, ukuran yang dimiliki kebanyakan ular jauh lebih panjang dari ukuran yang menjadi ciri Tsuchinoko.

2. Tiliqua

Tiliqua

Tiliqua merupakan jenis kadal berlidah biru. Bentuk perutnya lebih besar dari kepala atau bisa dikatakan mirip botol. Satu hal yang membedakan dengan ciri Tsuchinoko adalah kadal ini mempunyai empat kaki sementara Tsuchinoto nggak. Ada kemungkinan yang melihat ketakutan dan menyangka mahluk itu nggak berkaki padahal itu kadal jenis Tiliqua.

Sampai saat ini, misteri Tsuchinoko masih belum bisa dibuktikan secara sains meski nggak sedikit yang mempercayai keberadaannya. Kita cuma bisa menunggu ada penemuan yang nantinya menguatkan atau malah membantah keberadaannya. Menurutmu, apakah Tsuchinoko itu ada? Atau ia hanya cerita rakyat belaka? Bagikan pendapatmu di kolom komentar, yuk!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *