Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Tjipetir, Puluhan Tahun di Laut Sampai Ke Eropa

Misteri Tjipetir, Puluhan Tahun di Laut Sampai Ke Eropa

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Benda-benda peninggalan dari masa lalu selalu menarik untuk menjadi objek yang diteliti. Dengan penelitian, kita bisa mengetahui perkiraan kapan benda itu dibuat dan apa kegunaannya. Bahkan hasil penelitian itu bisa diperluas kesimpulannya dengan mendapat informasi tentang bagaimana sebetulnya kehidupan manusia pada waktu itu.

misteri tjipetir

Bagaimana jadinya kalau sebuah benda ditemukan dan petunjuk di benda itu hanyalah tulisan Tjipetir? Untuk orang yang nggak tinggal di Indonesia, nama Tjipetir bukanlah nama yang familiar. Ternyata benda berbentuk lempeng itu nggak hanya ditemukan oleh satu orang, tapi beberapa orang lain menemukan benda serupa dan di tempat yang berbeda.

Penemuan ini mengundang banyak tanya karena tempat ditemukannya benda itu sama sekali nggak berdekatan. Orang Indonesia pasti akan langsung berpendapat kalau benda itu berasal dari Indonesia. Bagaimana benda itu bisa sampai ke belahan dunia lain? Itulah yang menjadi misteri Tjipetir, kita akan membahasnya lebih dalam di sini.

Awal Penemuan Lempeng Tjipetir

Awal Penemuan Lempeng Tjipetir (Copy)

Pada musim panas tahun 2012, seorang wanita asal Inggris bernama Tracey Williams sedang berjalan-jalan di pantai di wilayah Newquay, Cornwall bersama anjingnya. Dia menemukan sebuah benda yang cukup tebal, berbentuk persegi panjang yang sebagian tertimbun oleh gundukan pasir. Dia membersihkan pasir dan menemukan tulisan Tjipetir dengan huruf kapital terukir di sana.

Seminggu kemudian, Tracey kembali berjalan-jalan di pantai bersama anjingnya. Dia menemukan lagi benda berbentuk lempeng tersebut. Karena penasaran, dia mencoba mencari informasi apa sebetulnya benda itu. Dugaan awalnya adalah benda itu mungkin tenggelam dari kapal ketika Perang Dunia pertama.

Tracey sempat menemukan artikel di beberapa media daring seperti Daily Mail, New York Times, BBC, Huffington Post dan yang lainnya tentang benda serupa. Selain itu, ketika dia mencari kata kunci Tjipetir di Google, dia diarahkan pada sebuah daerah di Sukabumi yang memiliki nama yang sama dengan tulisan di lempengan yang dia temukan.

Merasa menemukan benda yang usianya sudah tua dan berharga, Tracey kemudian mengunggah penemuannya di Facebook. Dia mengunggah foto memegang lempengan Tjipetir. Ternyata banyak orang yang juga pernah menemukan benda yang sama dan mereka berada di negara yang berbeda-beda yaitu Wales, Spanyol, Belanda, Jerman, Norwegia, Swedia dan Denmark.

Asal Lempeng Tjipetir yang Ditemukan di Eropa

Awal Penemuan Lempeng Tjipetir

Lempeng Tjipetir yang ditemukan oleh orang-orang di benua Eropa disimpulkan berasal dari sebuah pabrik di Indonesia. Hal yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, bagaimana caranya lempeng itu bisa sampai terombang-ambing sampai benua Eropa?

Untuk menjawab pertanyaan itu, asal lempeng Tjipetir perlu ditelusuri lebih jauh dengan dugaan paling memungkinkan adalah karena kapal yang mengangkut benda itu tenggelam. Dikutip dari pemberitaan media Prancis, Tracey menyatakan bahwa kemungkinan benda itu berasal dari puing-puing Titanic yang tenggelam pada 14 April 1912.

Dugaan itu muncul setelah dia memeriksa data manifest dari Titanic dan menemukan adanya benda yang berasal dari percha yang diangkut. Benda itu kemungkinan hanyut oleh air laut ketika Titanic tenggelam. Dugaan Tracey dimentahkan oleh dua orang yang enggan menyebutkan namanya pada tahun 2013.

Mereka menyatakan bahwa lempeng Tjipetir bukan berasal dari manifes Titanic, melainkan Miyazaki Maru. Setelah ditelusuri ternyata kapal tersebut merupakan kapal Jepang yang tenggelam pada 31 Mei 1917. Kapal Miyazaki Maru tenggelam setelah ditembak torpedo oleh kapal selam U-88 milik Jerman di barat Kepulauan Sciliia.

Ketika itu, Miyazaki Maru sedang dalam perjalanan dari Yokohama menuju London. Serangan itu mengakibatkan delapan orang meninggal dunia. Kapal itu memuat barang dengan berat 8.520 ton dan salah satunya adalah gutta percha yang kemudian disebut lempeng Tjipetir.

Sebelum Tracey, ternyata sudah ada yang pernah menemukan lempeng Tjipetir pada tahun 2008. Bahkan ada yang menyatakan pernah menemukan 30 tahun lebih awal daripada Tracey. Ada juga pendapat lain yang menyatakan lempeng itu mungkin sudah mengelilingi dunia sebanyak tiga kali dengan rincian sekali mengelilingi dunia membutuhkan waktu 25 tahun.

Lempeng Tjipetir adalah Getah Perca

Lempeng Tjipetir adalah Getah Perca

Setelah diselidiki lebih jauh ternyata lempeng Tjipetir bukanlah karet melainkan getah perca. Getah perca dikenal juga dengan nama Gutta-Percha bagi orang-orang asing. Sementara untuk masyarakat Cipetir yang menjadi pabrik yang memproduksi lempeng Tjipetir kerap menyebutnya dengan istilah karet oblong.

Tanaman perca merupakan salah satu tanaman yang tersebar di wilayah Indonesia hingga Malaysia. Dulu, getah perca dipergunakan oleh suku di kawasan Melayu untuk membuat gagang pisau, tongkat dan barang-barang lain. Getah itu kemudian diperkenalkan ke orang barat oleh John Tradescant pada tahun 1656.

Getah perca digunakan oleh orang Barat sebagai bahan pembuatan bola golf yang sebelumnya berbahan kayu. Sementara itu William Montgomerie, seorang petugas medis dari India menggunakannya sebagai obat-obatan medis. Bahkan di Inggris pada tahun 1845 sempat ada perusahaan getah perca.

Banyaknya manfaat yang bisa diambil dari getah perca membuat banyak permintaan terhadap getah itu ke Indonesia. Selain itu, dengan kualitas getah yang sangat baik menjadikannya salah satu komoditas pada awal abad ke-20. Oleh karenanya, pemerintah Belanda yang berkuasa saat itu sering mengirim getah itu ke benua Eropa.

Pabrik Tjipetir

Pabrik Tjipetir

Lempeng Tjipetir yang terbawa arus sampai terdampar di lautan Eropa berasal dari sebuah pabrik di wilayah Cipetir, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Dari tulisan yang berada di dinding pabrik, dapat disimpulkan bahwa pabrik itu berdiri pada tahun 1885.

Keberadaan pabrik itu merupakan dampak disahkannya UU Agraria tahun 1870 yang menghapus sistem tanam paksa. Setelah itu pengusaha swasta yang memiliki modal dapat menjalankan usahanya di Indonesia yang waktu itu masih bernama Hindia Belanda.

Pada masa kejayaannya, produksi getah perca sangat tinggi. Permintaan getah untuk bahan pembuat bola golf, pembungkus kabel telegraf dan bahan untuk pembuatan gigi palsu membuat jumlah produksi yang tinggi. Terutama ke wilayah dunia bagian Barat yang nggak mempunyai sumber daya alam yang bisa menghasilkan getah perca.

Hasil produksi getah perca waktu dulu dibuat dalam bentuk persegi panjang, persis dengan lempeng Tjipetir. Sayangnya permintaan getah perca saat ini sudah nggak setinggi dulu. Pabriknya pun hanya memproduksi ketika hanya ada pesanan, begitu juga dengan jumlah pegawainya yang sudah menurun drastis.

Dengan mencuatnya lempeng Tjipetir membuat pabrik Tjipetir terkenal. Sebagai pabrik yang memproduksi lempeng itu, orang-orang mulai berdatangan entah dengan tujuan berwisata dengan sekadar berfoto-foto maupun ingin mendapat pengetahuan lebih. Bahkan saat ini kabupaten Sukabumi sudah menjadikannya sebagai salah satu cagar budaya.

Dokumenter Pabrik Tjipetir

Sebuah film dokumenter tentang Pabrik Tjipetir muncul beberapa tahun lalu di situs indonesianfilmcenter.com. Film itu berdurasi 31 menit dan saat ini sudah ada yang mengunggahnya di situs YouTube. Dengan warna hitam putih, kita bisa menikmati sejarah tentang lempeng Tjipetir yang ditemukan di Eropa.

Dokumenter Pabrik Tjipetir dibuat oleh Koloniaal Instituut (Amsterdam) pada tahun 1925. Judul aslinya adalah: Gutta Percha: Het Bedrijf te Tjipetir. Dalam dokumenter itu kita bisa melihat bagaimana cara mengambil getah perca dari daun di pohonnya, bagaimana cara memasukkan karet ke dalam tungku sampai pemeriksaan kualitasnya.

Sebuah lempengan getah perca, sampai ke benua Eropa setelah terapung di laut selama puluhan tahun. Misteri Tjipetir ini secara nggak langsung membuktikan bahwa masih banyak hal yang nggak kita sangka akan terjadi. Ada yang pernah ke sana atau mungkin tinggal di sekitar sana? Kalau punya informasi tambahan, kamu bisa ikut menambahkan di kolom komentar, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *