Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Titanoboa, Predator Raksasa Terbesar yang Menakutkan

Misteri Titanoboa, Predator Raksasa Terbesar yang Menakutkan

Ditulis oleh - Diperbaharui 16 November 2019

Saat ini kita akan membahas seekor makhluk raksasa yang dianggap pernah menempati Bumi. Selain dinosaurus, reptil yang satu ini diketahui pernah menunjukan eksistensinya berjuta-juta tahun yang lalu. Adalah titanoboa atau boa titan (boa raksasa), predator yang pernah berada dipuncak ekosistem ini menjadi ular terbesar yang pernah ditemukan di muka Bumi.

Titanoboa memiliki ukuran yang panjang dengan bobot tubuh yang luar biasa. Makhluk yang satu memang sangat mengerikan. Bila saat ini, anaconda yang berhabitat di kawasan Amazon diketahui sebagai ular terbesar yang menghuni Bumi, maka titanoboa jauh melebihi ular yang konon menjadi predator yang paling mematikan di Hutan Amazon tersebut.

Untuk memenuhi rasa penasaranmu akan titanoboa, Bacaterus telah merangkum sejumlah misteri mengenai hewan raksasa yang mengerikan ini. Berikut adalah pemaparan menariknya.

Penemuan Ular Raksasa Dalam Sejarah Umat Manusia

Ular Titanoboa

* sumber: www.si.edu

Titanoboa adalah reptil yang diketahui telah punah dari muka Bumi sejak berjuta-juta tahun yang lalu. Reptil yang satu ini hidup pada masa Paleosen, sekitar 10 juta tahun setelah kepunahan yang terjadi pada periode Cretaceous (Kapur) atau  60 juta tahun pada akhir periode Jura (dinosaurus).

Seorang paleontologis yang bernama Dr. Jonathan Bloch mengatakan bahwa “Titanobia adalah reptil terbesar yang pernah ditemukan di darat 10 juta tahun atau lebih setelah kepunahan dinosaurus.”

Fosil titanoboa sendiri ditemukan oleh tim ilmuan internasional yang digawangi Dr. Jonathan Bloch di kawasan tambang batu bara di wilayah tropis Cerrejon, Kolombia pada tahun 2009 dalam bentuk yang masih utuh.

Ular yang kemudian dinamakan Titanoboa cerrejonensis ini menjadi ular raksasa satu-satunya yang pernah ditemukan di Amerika Selatan. Sebelumnya belum pernah ditemukan fosil reptil raksasa berusia sekitar 55-65 juta tahun lalu di kawasan tersebut.

Fosil titanoboa yang ditemukan di Kolombia memiliki panjang sekitar 15 meter dengan bobot mencapai 1,13 ton. Panjang titanoboa bisa disetarakan dengan panjang sebuah bus berukuran besar. Ular yang satu ini pun menjadi ular raksasa yang pernah ditemukan sepanjang sejarah umat manusia.

Titanoboa memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari ular terbesar yang diketahui sampai saat ini, yaitu anaconda. Ukuran titanoboa bahkan mengalahkan ukuran ular Gigantophis garstini yang fosilnya pernah ditemukan di Afrika dengan ukuran panjang 10 meter dan berat 450 kg.

Penemuan fosil titanoboa pun menambah pengetahuan tentang genus ular raksasa yang pernah ada di muka Bumi.

Predator Mematikan Pada Masa Paleosen

fosil Titanoboa

* sumber: www.smithsonianmag.com

Ular memang dikenal sebagai reptil yang cukup berbahaya dan mematikan. Bila ular-ular berukuran kecil mengandalkan bisa untuk melumpuhkan musuh atau mangsanya, maka berbeda dengan yang dilakukan oleh ular berukuran besar atau raksasa ketika bertemu mangsanya. Mereka lebih sering meremukan tubuh mangsanya dengan melilit terlebih dahulu sebelum melahap utuh buruannya.

Kita mungkin pernah melihat beberapa adegan anaconda raksasa ketika memangsa buruan dalam sebuah film berjudul Anaconda yang dirilis tahun 1997 lalu. Ilustrasi dalam film tersebut bisa menggambarkan bagaimana predator mengerikan seperti ular anaconda raksasa ketika sedang memburu mangsanya.

Titanoboa diketahui hidup berdampingan dengan makhluk purba lainnya, seperti buaya dan kura-kura purba yang dinamakan Carbonemys cofrinii. Hal tersebut dibuktikan dengan penemuan fosil kura-kura raksasa sukuran mobil di wilayah yang sama dengan penemuan Titanoboa cerrejonensis di Kolombia.

Penemuan kura-kura raksasa ini pun dipublikasikan dalam Journal of Systematic Paleontology pada tahun 2012 silam.
Seorang peneliti dari Indiana University bernama P David Polly yang menjadi bagian tim penelitiaan tahun 2009 mengatakan bahwa ular raksasa tersebut lebih banyak menghabiskan waktu di air seperti anaconda yang memerlukan banyak pasokan makanan.

Mangsa seperti apa yang menjadi incaran ular raksasa tersebut mereka tidak mengetahuinya secara pasti. Namun, aligator, ikan besar dan buaya bisa termasuk kedalam mulutnya. Hal ini pun telah dipublikasikan oleh David pada sebuah jurnal di situs Nature.

Meskipun titanoboa hidup berdampingan dengan kura-kura raksasa Carbonemys cofrinii, namun akan sulit bagi titanoboa memangsa makhluk tersebut mengingat cangkangnya yang besar dan keras. Sementara buaya dan aligator yang hidup di perairan bisa menjadi mangsa ideal bagi predator raksasa yang mematikan tersebut.

Berhabitat di Wilayah dengan Suhu yang Lebih Panas

habitat titanoboa

* sumber: isu.edu

Titanoboa yang ditemukan dalam ekspedisi yang dipimpin oleh Dr. Jonathan Bloch di Kolombia menjadi penemuan mahkluk purba yang banyak mendapat perhatian para peneliti dunia. Hutan hujan tropis memang menjadi habitat ideal bagi reptil raksasa seperti anaconda, Gigantophis garstini dan Titanoboa cerrejonensis.

Berdasarkan ukuran titanoboa yang cukup besar, habitat reptil raksasa ini diperkirakan berada di wilayah tropis yang memiliki iklim yang lebih hangat, sekitar 30-32 derajat Celsius. Iklim Bumi yang cukup hangat pada masa titanoboa membuat ular ini masuk ke dalam jenis hewan ektoterm yang bisa tumbuh berukuran lebih besar.

Namun, banyak peneliti yang mengemukakan pendapatnya mengenai perkiraan iklim di habitat titanoboa berasal. Menurut sebuah studi pada jurnal Nature tahun 2009, mereka menggunakan model matematika yang digunakan untuk fosil kadal purba Australia yang tinggal di wilayah beriklim sedang. Mereka memperkirakan kadal yang tinggal di daerah tropis seharusnya mampu mencapai panjang 10-14 meter.

Dalam jurnal yang sama, Mark Dennis, seorang ahli biomekanika mencatat bahwa ular titanoboa berukuran cukup besar menghasilkan panas metabolik yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan suhu lingkungan yang lebih rendah. Kalau tidak, ular tersebut akan mati karena kepanasan. Kebenaran akan hal tersebut memang tetap menjadi misteri yang menarik untuk terus digali.

Diangkat Dalam Sebuah Film Dokumenter

dokumenter titanoboa

* sumber: www.bbc.com

Penemuan fosil ular raksasa yang cukup fenomenal ini telah berhasil menarik perhatian masyarakat dunia. Oleh karena itu, rasa penasaran masyarakat terhadap predator raksasa yang mematikan ini semakin besar.

Pada tahun 2012, para ilmuan dari Smithsonian mencoba membuat replika dari titanoboa berukuran 14,6 meter dengan berat 1,13 ton yang diperlihatkan di Grand Central, New York. Hal itu dilakukan sebagai bentuk promosi sebuah film dokumenter bertajuk The Smithsonian Channel’s Documentary Titanoboa: Monster Snake.

Film dokumenter yang membahas sejarah reptil raksasa tersebut diharapkan dapat menjawab rasa penasaran masyarakat terhadap misteri ular yang tumbuh berkembang secara luar biasa di habitatnya. Dalam film dokumenter tersebut juga penonton akan diajak menelusuri jejak kehidupan Titanoboa cerrejonensis di Bumi setelah periode Jura berakhir.

Perjalanan titanoboa di muka Bumi memang seakan menjadi sejarah penting perkembangan ilmu pengetahuan tentang predator mematikan yang pernah menghuni Bumi.

Nah, itulah sejumlah misteri tentang titanoboa, ular raksasa mematikan yang pernah ditemukan dalam sejarah umat manusia. Temukan juga informasi menarik lainnya mengenai ular di artikel berikut; 10 Ular Terbesar di Dunia yang Mempesona dan Mematikan, 10 Ular Paling Berbisa di Dunia yang Paling Mematikan!, dan masih banyak lagi yang lainnya di sini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *