Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri The Hum, Suara yang Cuma Didengar Sebagian Orang

Misteri The Hum, Suara yang Cuma Didengar Sebagian Orang

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Maret 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Ada banyak fenomena misterius yang terjadi di dunia ini. Fenomena misterius itu bukanlah fenomena alam yang sudah terpecahkan secara ilmiah, namun adanya keanehan yang belum bisa diungkap dengan jelas oleh ilmu pengetahuan. Fenomena tersebut hanya dirasakan oleh sebagian orang sehingga nggak sedikit juga yang merasa skeptis dan meragukan keberadaan fenomena itu.

Telinga sebagai indera pendengar bisa mendengar suara dalam frekuensi 20 hertz. Kadang-kadang juga ada suara yang samar di telinga tapi kita tahu bahwa suara itu memang ada. Keras atau pelannya suara yang sampai di telinga kita dipengaruhi oleh frekuensi yang semakin jauh dari telinga maka semakin kecil akan terdengar.

Salah satu fenomena alam yang saat ini masih menjadi perdebatan adalah The Hum. Suara aneh yang entah darimana asalnya itu konon didengar oleh beberapa orang bahkan terjadi di beberapa wilayah. Beberapa penelitian sudah dilakukan untuk mengetahui apa sebenarnya suara tersebut. Mari kita telaah lebih dalam misteri The Hum ini.

Deskripsi The Hum

Deskripsi The Hum

The Hum merupakan sebuah fenomena misterius. Cuma dialami sebagian orang dengan mendengar suara dengan frekuensi tertentu. Frekuensi The Hum hanya berkisar antara 10 hertz, sementara frekuensi pendengaran manusia berada di angka 20 hertz.Dengan frekuensi rendah, nggak semua orang dapat menangkap suara tersebut.

Selain disebut dengan istilah The Hum, ada juga istilah lain yang menggambarkan fenomena yang sama yaitu The Taos Hum. Disebut The Taos Hum karena kejadian yang mempopulerkan fenomena tersebut terjadi di Taos. Walaupun beberapa saksi pernah mengatakan mereka mengalami kejadian serupa jauh sebelum fenomena itu terjadi di Taos.

Dengan banyaknya saksi yang mengaku pernah mendengar The Hum di berbagai tempat berbeda, maka nama The Hum pun ikut berubah mengikuti lokasi kejadian. Beberapa diantaranya adalah The Auckland Hum, The Windsor Hum dan The Bristol Hum yang merujuk pada tempat kejadian orang-orang mendengar suara The Hum.

Saksi-Saksi The Hum

Saksi-Saksi The Hum

Kejadian saksi mendengar suara The Hum yang paling populer terjadi pada tahun 1990-an di Taos, New Mexico, Amerika Serikat. Banyak laporan pada pihak berwajib bahwa mereka mendengar suara misterius pada malam hari. Suara itu nggak terdengar nyaring tapi cukup untuk mengganggu mereka ketika sedang tertidur.

Setelah dikumpulkan berbagai kejadian serupa, ternyata dari tahun 1970-an dan 1980-an juga sudah banyak terjadi. Berdasarkan laporan peristiwa serupa pernah terjadi di Bristol (Inggris), Auckland (Selandia Baru), Brondi (Australia) hingga Windsor (Kanada). Ada yang menyebut suaranya seperti gemuruh yang samar-samar, ada juga yang menyebut suara itu seperti nada tinggi.

Saksi yang mendengar suara The Hum di Windsor terjadi pada tahun 2011 lalu. Seorang pria bernama Gary Grosse menyatakan bahwa dia mendengar suara gemuruh yang berbunyi seperti whump ketika dia sedang tertidur. Suara itu sangat mengganggunya sampai terbangun, bahkan dia menambahkan suara itu bisa menggetarkan jendela dan bagian lain dari rumahnya.

Di Bristol, laporan mengenai The Hum banyak terjadi pada tahun 2016. Kabarnya dalam waktu dua minggu, suara itu kerap muncul. Para saksi yang mendengar suara kemudian membagikannya di media sosial. Kejadian di Bristol itu bukanlah yang pertama kali terjadi, tiga dekade sebelumnya konon sudah banyak melaporkan tentang kejadian yang sama.

Penelitian tentang The Hum

Penelitian tentang The Hum 1

Penelitian pertama tentang The Hum dilakukan setelah banyaknya laporan dari orang-orang yang mendengar suara tersebut di Taos. Joe Mullins, seorang profesor emeritus teknik di University of New Mexico meneliti kejadian tersebut. Sebuah survey yang dilakukannya menghasilkan kesimpulan bahwa hanya dua persen dari populasi masyarakat Taos yang mendengar The Hum.

Selain melakukan survey, Mullins juga ingin mendeteksi suara itu secara langsung. Dia memasang alat pendeteksi suara sensitif di rumah beberapa orang yang pernah mendengar The Hum. Dengan begitu dia akan mendapatkan rekaman suara yang bisa dia teliti lebih lanjut. Sayangnya, alat pendeteksinya nggak menemukan suara yang aneh.

Pada tahun 2006, Dr. Tom Moir dari University of Auckland meneliti tentang The Hum. Dia berpendapat bahwa suara yang disebut sebagai The Hum berada di frekuensi tertentu. Dia membandingkannya dengan suara dengungan bumi yang mencapai 56 hertz. Frekuensi suara itu bisa berkurang, bergantung pada lokasi.

Seorang kepala audiologi Addenbrooke Cambridge memberi pernyataan berbeda. Dia menyebut bahwa setiap orang memiliki masalah dengan dengungan bumi disebabkan oleh kondisi fisik masing-masing orang. Dia menyimpulkan bahwa suara The Hum yang berbeda-beda menurut keterangan saksi merupakan keterangan subjektif, bukan objektif.

Di antara berbagai kejadian tentang The Hum, yang paling mendapat respon serius adalah yang terjadi di Windsor. Pemerintah Kanada turun tangan langsung menanggapi keluhan itu. Bahkan mereka mengucurkan dana sebesar 60.000 USD pada University of Windosr dan Western University Ontaria untuk menganalisis suara misterius itu dan mencari tahu penyebabnya.

Teori-Teori tentang The Hum

The Hum memang belum terpecahkan sampai saat ini. Banyak juga yang berpikiran skeptis tentang misteri itu. Kita sebagai orang awam dapat mencoba melihat teori berisi kemungkinan yang didengar oleh para saksi dan menyebutnya dengan The Hum. Beberapa teori tentang The Hum adalah:

1. Suara Mesin

Kemungkinan mengenai suara mesin muncul setelah di West Seattle sempat muncul banyak laporan warga yang mendengar suara The Hum. Setelah diselidiki lebih jauh ternyata suara itu berasal dari sebuah mesin dan seketika jumlah laporan menurun secara drastis. Begitu juga dengan kejadian di Kokomo, Indiana yang ternyata mendengar suara getaran dari sebuah menara.

2. Emisi Autoakustik

Emisi autoakustik adalah suara yang dihasilkan dari telinga bagian dalam. Telinga manusia menghasilkan suara-suara tersebut. Bahkan menurut studi 38-60% orang dewasa pernah mendengar suara-suara yang nggak familiar lewat telinganya.

Suara itu biasanya seperti suara desisan. Ada juga yang mendengar suara dengungan. Suara-suara itu baru akan muncul dalam keadaan yang sunyi.

3. Tinnitus

Tinnitus adalah bunyi atau dengungan dalam telinga. Bisa didengar oleh satu atau kedua telinga sekaligus. Suara itu bisa saja terjadi terus menerus atau tiba-tiba muncul kemudian menghilang. Jadi The Hum menurut teori ini berasal dari saksi atau orang yang mendengarkan menderita tinnitus, bukan berasal dari faktor luar.

Dari teori-teori di atas, kita bisa menemukan kemungkinan paling tinggi pada kasus The Hum di tiap wilayah yang berbeda-beda. Kejadian di Hawaii kemungkinan besar disebabkan oleh aktivitas vulkanik. Sementara di Bristol yang merupakan salah satu kota industri maka kemungkinan besarnya adalah karena suara dari mesin atau alat berat.

Karena penyebab berbeda dan nggak ada istilah spesifik untuk menyebut suara tersebut dan asalnya darimana membuat orang-orang langsung mengaitkannya dengan The Hum. Kita cenderung memilih menamai sesuatu yang belum jelas dengan sesuatu yang paling mirip dengannya.

Misteri The Hum masih mungkin terjadi lagi di waktu yang akan datang. Tentu saja kita berharap ada jawaban yang lebih pasti tentang misteri ini, tapi kita cuma bisa menunggu para ahli melakukannya. Mungkin kamu pernah mengalami dan mendengar sendiri suara The Hum? Atau, kamu punya informasi tambahan? Kamu bisa ikut berbagi di kolom komentar yang sudah disediakan.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *