Bacaterus / Misteri Dunia / The Crying Boy, Lukisan Terkutuk Penyebab Sejumlah Kebakaran

The Crying Boy, Lukisan Terkutuk Penyebab Sejumlah Kebakaran

Ditulis oleh - Diperbaharui 17 Oktober 2019

The Crying Boy adalah sebuah nama lukisan dengan objek anak laki-laki yang terlihat sedang menangis. Sekilas tak ada yang aneh ketika kita melihat lukisan ini. Bahkan, mungkin hati akan sedikit terenyuh ketika kita melihat tatapan sedih dan air mata berlinang di pipi objek anak laki-laki dalam lukisan tersebut. Namun, siapa sangka jika lukisan ini pernah menjadi penyebab kebakaran di puluhan rumah?

Lukisan The Crying Boy dianggap sebagai lukisan terkutuk. Bagaimana tidak, hampir sebagian besar rumah yang memajang lukisan ini pasti mengalami kebakaran. Rangkaian peristiwa kebakaran tersebut rasanya mustahil jika disebut sebagai suatu kebetulan saja.

Apa sebenarnya misteri yang tersimpan di balik lukisan The Crying Boy ini? Bacaterus akan mengupas tuntas misteri lukisan The Crying Boy di sini.

Asal-usul Lukisan The Crying Boy

Asal-usul Lukisan The Crying Boy

* sumber: abstractorchestrations.bandcamp.com

Lukisan The Crying Boy dibuat oleh seorang seniman Italia bernama Giovanni Bragolin atau yang dikenal juga dengan nama Bruno Armadio. Bragolin mulai memproduksi lukisan tersebut pada tahun 1950-an. Lukisan-lukisan Bragolin dengan objek sosok anak laki-laki yang sedang menangis ini mulai dijual di pasar-pasar Eropa.

Tak disangka-sangka, lukisan Bragolin mendapatkan respons yang positif dari masyarakat. Bragolin pun kebanjiran pesanan untuk membuat lukisan The Crying Boy lebih banyak lagi.

Siapa Anak Laki-laki dalam Lukisan?

Siapa Anak Laki-laki dalam Lukisan

* sumber: aminoapps.com

Objek berupa anak laki-laki menangis dalam lukisan The Crying Boy adalah objek nyata. Giovanni Bragolin melukis seorang anak yatim piatu yang ditinggal kedua orang tuanya meninggal dunia karena kebakaran hebat.

Kesedihan yang amat mendalam sangat terlukis di wajah anak laki-laki dalam lukisan itu. Tentu saja kita bisa turut merasakan duka anak itu ketika ditinggal oleh kedua orang tuanya di usianya yang masih sangat dini.

Keanehan yang Disebabkan The Crying Boy

Keanehan yang Disebabkan The Crying Boy

* sumber: www.collectorsweekly.com

Kesuksesan penjualan lukisan The Crying Boy diiringi oleh kabar duka. Tak berselang lama sejak lukisan tersebut diproduksi massal, beredar kabar bahwa anak laki-laki yang menjadi objek dalam lukisan tersebut tewas karena sebuah ledakan. Ada juga kabar yang mengatakan bahwa si anak ini tewas karena dianiaya.

Setelah kabar kematian anak dalam lukisan itu beredar, teror pertama yang diduga berasal dari lukisan ini dialami oleh pasangan Roy dan May Hall. Pasangan suami istri ini membeli lukisan The Crying Boy dan menggantungnya di dinding rumah mereka yang berlokasi di Rotterham.

Rumah pasangan Roy dan May Hall habis dilalap si jago merah lantaran disebabkan oleh panci penggorengan yang hangus terbakar. Api dari panci penggorengan langsung menjalar ke seluruh bagian rumah hingga menghabiskan semua harta benda di rumah itu. Ketika semua barang telah menjadi abu, hanya lukisan The Crying Boy yang tidak hangus dan tak rusak sama sekali.

Kasus kebakaran tidak hanya dialami oleh pembeli lukisan saja,  Giovanni Bragolin – si pembuat lukisan – juga harus mengikhlaskan studionya karena habis terbakar oleh si jago merah. Dari dua kejadian inilah masyarakat mulai menduga bahwa lukisan The Crying Boy adalah lukisan terkutuk yang dapat menebar teror kebakaran.

Surat kabar harian “The Sun” membuat headline “Blazing Curse of the Crying Boy” pada September 1985. Berita mengenai terkutuknya lukisan The Crying Boy langsung menggemparkan dunia, apalagi teror kebakaran akibat menggantung lukisan ini di rumah juga tetap berlanjut.

Dianggap Sebagai Penyebab Kebakaran

Dianggap Sebagai Penyebab Kebakaran

* sumber: time.com

Kasus yang dialami oleh Roy dan May Hall menjadi kasus kebakaran pertama di rumah yang memajang lukisan The Crying Boy. Adik Ron yang bernama Peter Hall berprofesi sebagai petugas pemadam kebakaran. Peter pun membenarkan bahwa sejumlah kasus kebakaran yang ia tangani pasti berhubungan dengan lukisan anak laki-laki menangis ini.

Meskipun tampak tidak masuk akal, tapi fakta di lapangan membuktikan bahwa di setiap rumah yang kebakaran, lukisan The Crying Boy tetap ditemukan dalam kondisi bagus dan tidak hangus terlalap api. Usut punya usut, ada sesuatu yang sangat ‘kuat’ melindungi lukisan ini. Banyak yang percaya bahwa roh anak laki-laki dalam lukisan inilah yang bersemayam di setiap lukisan dirinya.

Lukisan The Crying Boy dianggap bertanggung jawab atas semua kebakaran yang dialami oleh pemilik lukisan tersebut. Tentu saja orang akan merasa janggal ketika rumah terbakar dan semua barang-barangnya habis tapi masih tersisa lukisan ini. Tercatat ada 40-50 kasus kebakaran pada rumah yang memajang lukisan The Crying Boy.

Kutukan atau Kebetulan?

Kutukan atau Kebetulan

* sumber: www.federalwaymirror.com

Keanehan yang disebabkan lukisan The Crying Boy mau tak mau membuat orang berpikir apakah ini merupakan sebuah kutukan. Pasalnya, lukisan itu seperti memiliki nyawa di dalamnya. Sangat tak masuk akal jika puluhan rumah yang menyimpan lukisan The Crying Boy bisa sama-sama ‘kebetulan’ mengalami kebakaran.

Sejak peristiwa demi peristiwa terjadi, lukisan ini mulai diasingkan. Ada juga yang membuang lukisan tersebut, ada pula yang memilih membakar lukisan itu.

Tentu saja tak sedikit orang yang menghubungkan peristiwa ini dengan hal gaib. Banyak yang berpendapat bahwa ini merupakan cara arwah gentayangan anak laki-laki dalam lukisan tersebut untuk menuntut balas atas rangkaian kebakaran yang menimpa dirinya dan keluarganya.

Jadi, menurut kalian apakah kebakaran yang terjadi disebabkan oleh lukisan yang  benar-benar terkutuk atau hanya kebetulan saja? Tulis pendapat kalian di kolom komentar, ya!

Aksi Pembakaran Massal Lukisan The Crying Boy

Aksi Pembakaran Massal Lukisan The Crying Boy

Seolah tak ingin mengalami kejadian yang sama dengan korban-korban kebakaran lainnya, sejumlah pemilik lukisan The Crying Boy lainnya melakukan aksi pembakaran massal lukisan tersebut di sebuah tanah terbuka. Paranormal pun berpendapat bahwa semua lukisan The Crying Boy telah dihantui oleh arwah gentayangan si bocah yang menjadi objek lukisan itu.

Sontak warga Inggris yang menyimpan lukisan The Crying Boy mengumpulkan lukisan mereka di suatu tempat dan membakarnya sampai habis tak bersisa. Mereka berharap pembakaran massal ini membuatnya terhindari dari malapetaka kebakaran seperti yang sudah-sudah.

Akan tetapi, dikhawatirkan bahwa belum semua pemilik lukisan The Crying Boy turut dalam aksi pembakaran massal ini atau mengenyahkan sendiri lukisan tersebut. Diduga masih ada beberapa orang yang nekat menyimpan lukisan terkutuk ini.

Misteri lukisan The Crying Boy mau tidak mau membuat kita berpikir bahwa benda yang terkutuk memang benar-benar ada di dalam kehidupan nyata. Namun, sebagai pembaca kamu punya  hak untuk mempercayainya atau tidak.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar