Bacaterus / Misteri Dunia / Black Dahlia, Kasus Mutilasi Kejam yang Belum Terpecahkan

Black Dahlia, Kasus Mutilasi Kejam yang Belum Terpecahkan

Ditulis oleh - Diperbaharui 17 September 2019

Ketika kamu melakukan pencarian di Google dengan keyword “Black Dahlia”, yang muncul bukan bunga dahlia berwarna hitam, tetapi foto seorang aktris Hollywood yang bernama Elizabeth Short. Padahal, mungkin sebagian besar dari kalian mengenal “Black Dahlia” sebagai nama sebuah band asal Michigan.

Lantas, siapa “Black Dahlia”? Mengapa Elizabeth Short dikait-kaitkan dengan “Black Dahlia” yang merupakan suatu kasus pembunuhan dan mutilasi yang dianggap paling kejam? Bacaterus akan memberikan jawabannya untukmu di sini.

Siapa Black Dahlia?

Siapa Black Dahlia

Black Dahlia adalah julukan bagi Elizabeth Short, seorang aktris Hollywood pada era tahun 1940-an. Kala itu, Elizabeth mencoba peruntungannya sebagai aktris di kancah Hollywood meskipun sang ibu sempat menentangnya.

Elizabeth terkenal karena kecantikannya yang alami. Bahkan, rambut ikal hitamnya membuatnya memiliki kecantikan yang berbeda, mengingat rata-rata rambut wanita di Amerika adalah blonde dan cokelat.

Pada masa itu sedang booming film berjudul “The Blue Dahlia” yang dibintangi oleh Veronika Lake dan Alan Ladd. Spontan orang-orang terdekat Elizabeth memanggilnya “Black Dahlia” lantaran ia memiliki rambut hitam dan sering mengenakan pakaian berwarna hitam.

Semasa hidupnya, Elizabeth mengenal banyak orang dari kalangan sosialita kelas atas. Bahkan, Elizabeth berkenalan dengan Mark Hansen, seorang pemilik klub malam dan teater. Hansen memboyong Elizabeth ke rumahnya untuk tinggal bersama artis-artis lain. Konon, artis-artis ini sering dijadikan penghibur bagi tamu-tamu yang datang ke klub milik Hansen.

Tentu saja Elizabeth sudah menjadi bagian dari kelompok Hansen. Mengingat karier Elizabeth di kancah perfilman Hollywood tidak begitu bersinar, maka sumber penghasilannya ia peroleh dari bekerja sama dengan Hansen.

Penemuan Jenazah Black Dahlia yang Termutilasi

Penemuan Jenazah Black Dahlia yang Termutilasi

Elizabeth Short terakhir terlihat oleh saksi mata pada tanggal 9 Januari 1947 di Hotel Biltmore yang terletak di pusat Kota Los Angeles. Setelah itu, tak ada yang mengetahui keberadaan Elizabeth sampai pada tanggal 15 Januari 1947 seorang pejalan kaki menemukan jenazahnya di dekat semak-semak sebuah tanah lapang yang berlokasi di Jalan Norton 39.

Betty Bersinger adalah pejalan kaki yang pertama kali menemukan jasad Elizabeth yang tak bernyawa. Ketika melintasi jalan tersebut, Betty sempat mengira bahwa jenazah Elizabeth merupakan manekin yang dibuang begitu saja oleh pemiliknya. Namun, setelah didekati, seketika Betty sadar bahwa yang ada di hadapannya adalah jenazah seorang wanita dalam kondisi mengenaskan.

Tubuh Elizabeth terbelah menjadi dua di bagian pinggang. Selain itu, tubuhnya juga dipenuhi dengan luka memar dan sayatan. Di bagian wajah, si pembunuh nampak ‘mempermainkan’ jasad Elizabeth dengan membuat sayatan dari ujung bibir sampai ke dekat telinga sehingga nampak seperti senyuman Joker.

Yang memperkuat dugaan bahwa pembunuhnya memang benar-benar mempermainkan jenazah Elizabeth Short adalah jenazah ditemukan dengan posisi seperti orang nampak berpose. Jenazah terbaring dengan tangan di atas kepala, sikunya ditekuk di sudut kanan, serta kedua tungkai terbuka lebar.

Keanehan yang disadari oleh polisi yang menyelidiki jenazah Black Dahlia adalah tidak terdapat darah setetes pun di sekitar lokasi, bahkan di sekitar jenazahnya. Dugaan yang kuat, si pembunuh adalah seseorang yang memahami ilmu kedokteran sehingga potongan tubuh Black Dahlia terbilang rapi.

Diduga si pembunuh sudah mengeringkan atau memandikan jenazah Black Dahlia terlebih dahulu sebelum dibuang. Alhasil, tidak ditemukan darah sedikit pun di sekitar lokasi pembuangan mayatnya.

Siapa Pembunuh Elizabeth Short?

Siapa Pembunuh Elizabeth Short

Kasus mutilasi Elizabeth Short spontan langsung menggemparkan dunia. Bahkan, orang-orang menjuluki kasus ini dengan nama “Black Dahlia Murder”. Band yang mencatut nama tersebut tentu saja terinspirasi dari kasus ini.

Sejak penemuan jasad Elizabeth, polisi terus memeriksa sejumlah orang. Tercatat ada sekitar 200 orang yang diperiksa oleh pihak kepolisian. Beberapa di antaranya nampak sengaja menyerahkan diri dengan mengaku sebagai pembunuh Elizabeth. Namun, setelah diperiksa tidak ditemukan bukti kuat bahwa orang-orang tersebut lah yang membunuh Elizabeth. Diduga mereka hanya ingin mendompleng ketenaran dari kasus ini.

Polisi sempat mencurigai keterlibatan Mark Hansen dalam pembunuhan Elizabeth. Akan tetapi, lagi-lagi polisi tidak dapat menemukan bukti kuat bahwa Hansen terlibat dalam kasus ini.

Kecurigaan polisi juga mengarah pada Dr, George Hodel, seorang ahli bedah terkemuka pada masa itu. Mengingat tubuh Elizabeth termutilasi dengan sangat rapi, maka dugaan bahwa Dr. Hodel adalah pelaku pembunuhan semakin kuat. Apalagi Dr. Hodel sendiri adalah sosok yang juga mempunyai sejumlah dugaan catatan kejahatan.

Dr. Hodel diduga terlibat dalam kematian sekretarisnya yang meninggal karena overdosis. Selain itu, pria tersebut juga dilaporkan karena tuduhan kekerasan seksual kepada putrinya sendiri. Dr. Hodel akhirnya menjalani pemeriksaan di kepolisian.

Sebelum sempat menjalani vonis di persidangan, Dr. Hodel kabur meninggalkan keluarganya. Dikabarkan Dr. Hodel lari ke Asia dan ditemukan tewas pada tahun 1991.

Hingga saat ini, polisi belum menetapkan siapa pembunuh Elizabeth Short yang sebenarnya. Ratusan orang diperiksa tapi tak ditemukan pembunuh Elizabeth yang sebenarnya.

Paket Misterius dari Si Pembunuh

Paket Black Dahlia

Belum tuntas kebingungan polisi dalam menyelidiki kasus Black Dahlia, mereka memperoleh sebuah paket misterius yang diduga kuat berasal dari pembunuh Elizabeth. Dalam paket tersebut si pembunuh menyertakan surat yang berisi potongan surat kabar yang disusun menjadi kalimat.

Di dalam paket tersebut juga terdapat beberapa barang pribadi milik Elizabeth, seperti akte kelahiran, kartu jaminan sosial, dan foto Elizabeth dengan rekan-rekannya. Sayangnya, polisi pun tidak dapat melacak asal muasal paket tersebut.

Kasus yang Sampai Sekarang Belum Terpecahkan

Kasus yang Sampai Sekarang Belum Terpecahkan

Di dunia ini ada banyak kasus kejahatan yang belum terpecahkan, salah satunya kasus Black Dahlia ini. Waktu puluhan tahun tidak membuat polisi menemukan titik terang dari kasus ini. Sampai artikel ini ditulis, polisi tidak dapat menetapkan nama pembunuh Elizabeth Short.

Kasus Black Dahlia ini juga membuat Federal Bureau of Investigation (FBI) menyerah. Entah pembunuh Elizabeth masih hidup atau sudah wafat, kita pun tidak mengetahuinya.

Dunia menganggap bahwa kasus Black Dahlia adalah kasus mutilasi paling kejam yang pernah terjadi.  Dari sekian banyak kasus pembunuhan dan mutilasi, tidak ada pelaku yang tega ‘mempermainkan’ jasad korbannya sampai seperti yang dialami oleh jasad Elizabeth.

Apakah kamu juga setuju bahwa kasus Black Dahlia ini benar-benar kejam? Kalau kamu punya dugaan atau teori lainnya seputar Misteri Black Dahlia ini, jangan ragu untuk berdiskusi dengan pembaca lain di kolom komentar.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar