Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Terakota, Patung Berusia Ribuan Tahun dari China

Misteri Terakota, Patung Berusia Ribuan Tahun dari China

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Banyak yang mengatakan bahwa peradaban jaman dahulu itu nggak kalah maju dengan peradaban saat ini. Tentu saja bukan dalam hal teknologi, melainkan dari sisi inovasinya yang melampaui perkiraan kita.

Sebut saja kota-kota bawah tanah di Turki yang sudah berusia ratusan tahun padahal pada saat pembangunannya belum ada alat-alat seperti di jaman sekarang. Cina yang disebut-sebut sebagai negara yang banyak menyimpan ilmu pengetahuan nggak kalah menggegerkan dunia dengan penemuan ribuan patung.

misteri terakota

Usia patung itu diperkirakan mencapai ribuan tahun dan beberapa masih sempurna rupanya. Patung-patung itu disebut dengan nama patung-patung tentara terakota. Kita akan membahasnya lebih dalam di sini.

Penemuan Patung-patung Terakota

Penemuan Patung-patung Terakota

Pada tanggal 29 Maret 1974, Yang Zhifa dan Wang Puzhi sedang melakukan rutinitasnya seperti biasa sebagai petani. Mereka yang merupakan saudara dan tinggal sebagai tetangga di distrik Lintong County, luar kota Xi’an, provinsi Shaanxi, China awalnya janjian untuk membuat sumur di ladang mereka. Ladang itu cukup jauh sehingga perlu perjalanan selama sejam menggunakan bus.

Zhifa yang lebih dahulu datang mulai mencangkul tanah. Dia terkejut karena ada lapisan aneh yang dihantam oleh cangkulnya itu. Merasa ada yang aneh, Zhifa menghubungi Puzhi untuk datang melihat. Setelah datang mereka mencoba mencangkul lebih dalam, awalnya mereka mengira bahwa di bawah tanah yang mereka cangkul adalah patung Budha.

Zhifa dan Puzhi kemudian melapor pada pihak yang berwajib. Penelitian pun dimulai, dan dalam hitungan bulan ladang itu habis digali untuk mencari seberapa banyak patung yang terkubur di bawah tanah. Dengan dipimpin seorang arkeolog bernama Zhao Kangmin akhirnya penggalian selesai. Ternyata di dalam ada 8.000 patung yang kemudian disebut terakota, bukan patung Budha.

Pembuatan Patung-patung Terakota

Pembuatan Patung-patung Terakota

Patung-patung terakota diperkirakan mulai dibuat pada 246 SM dengan melibatkan sekitar 700.000 orang pekerja. Keterbatasan teknologi pada saat itu mengharuskan mereka membuat patung-patung itu hanya dengan menggunakan tangan. Alhasil butuh waktu selama 40 tahun untuk menyelesaikannya.

Ada banyak patung terakota yang terdiri dari berbagai profesi. Dari mulai tentara, pejabat, musisi, akrobat hingga selir. Para tentara dilengkapi dengan senjata yang terdiri dari panah, pedang dan pecut. Uniknya senjata-senjata itu masih berada dalam kondisi yang bagus walau usianya mencapai 2.000 tahun. Ada juga patung kereta kuda sebanyak 130 dan patung kuda sebanyak 670.

Patung-patung terakota disusun sedemikian rupa berdasarkan seni perang kuno yang menghadap ke arah timur atau lawan. Patung-patung itu dibagi menjadi tiga pit. Pit pertama yang berukuran paling besar, letaknya ada di sebelah kanan. Pit kedua lebih kecil dan berada di sebelah kiri. Sedangkan pit ketiga paling kecil sebagai pos komando yang berada di paling belakang.

Dari berbagai riset yang dilakukan tim arkeolog, mereka menyatakan bahwa pembuatan patung itu merupakan bukti keinginan kaisar Qin yang saat itu sedang memimpin, untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal sebagaimana ketika dia masih hidup. Patung itu dibuat sebagai persembahan untuknya.

Bahkan banyak yang menyebut para tentaranya sebagai tentara dunia-akhirat. Selain itu, keberadaan patung-patung itu juga disebut sebagai bukti bagaimana kaisar Qin berhasil menyatukan seluruh wilayah Tiongkok.

Puncak dan Keruntuhan Dinasti Qin

Puncak dan Keruntuhan Dinasti Qin

Pada akhir masa Dinasti Zhou, Tiongkok terbagi ke dalam beberapa wilayah yang dikuasai oleh tujuh tokoh terkuat yaitu Qin, Chu, Han, Qi, Wei, Yan dan Zhao. Kerajaan Qin menjadi yang berhasil mengalahkan enam kerajaan lain dan menyatukan semuanya setelah perang selama 13 tahun.

Hal itu terjadi karena mereka mempunyai kekuatan ekonomi dan militer yang lebih unggul dibanding yang lain. Kaisar Qin menerapkan beberapa perubahan berupa aturan pada awal pemerintahannya yaitu:

  • Menetapkan Xian Yang sebagai ibu kota negara,
  • Menghapus aturan-aturan feodalisme dan menggantinya dengan sistem sentralisasi
  • Posisi adipati dihapuskan
  • Pemerintahan pusat dijalankan sembilan perdana menteri dan sembilan menteri biasa.
  • Membentuk beberapa provinsi baru dengan memberlakukan undang-undang yang sama
  • Membakukan sistem ukuran standar dan tulisan
  • Membuat satu jenis mata uang

Berlakunya aturan-aturan yang ditetapkan oleh kaisar Qin membuat banyak yang menjulukinya sebagai tangan besi. Apalagi dia nggak segan-segan untuk menyingkirikan orang-orang yang berseberangan dengannya. Bahkan buku-buku atau tulisan yang mengkritiknya pun akan dilarang.

Di sisi lain dia berhasil membuat terakota, selain itu ada juga tembok raksasa sepanjang 2.500 km. Kaisar Qin mempunyai ketakutan berlebih tentang kematian, apalagi ketika usianya menua.

Dia pernah memerintahkan Xu Fu yang dianggap ‘orang pintar’ pergi ke wilayah timur untuk mencari obat yang bisa membuat dia hidup abadi. Namun dia melarikan diri karena nggak menemukan obat itu dan khawatir akan dihukum.

Sebelum meninggal, kaisar Qin sempat berpesan pada orang kepercayaannya, Zhao Gao agar ketika dia meninggal posisinya digantikan oleh putra tertuanya yaitu Fusu. Gao merupakan orang yang licik dan karena takut kehilangan jabatannya, dia membohongi Fusu. Gao mengatakan bahwa sang kaisar memerintahkan Fusu untuk bunuh diri.

Fusu nggak membantah perintah yang dia anggap datang dari kaisar Qin dan melakukan bunuh diri. Posisinya kemudian digantikan oleh sang adik, Huhai yang dipilih oleh Gao. Huhai merupakan tipikal pemimpin yang lebih mementingkan hasratnya pada wanita. Setelah dilantik, Gao yang menjalankan pemerintahan sementara Huhai sibuk dengan para wanita.

Kekacauan terjadi dan pemberontakan mulai tumbuh. Gao kemudian menujuk putera Fusu, Ziying untuk menjadi kaisar. Namun dia sudah mengetahui karakter Gao, sehingga berpura-pura sakit. Gao yang tahu kebohongan itu berniat menegur Ziying tapi ketika masuk ke kamar, Ziying menusukkan pisau dan Gao pun tewas.

Kehancuran dinasti Qin pun terjadi. Pemberontakan semakin membesar, sementara kekuatan pertahanan mereka melemah. Alhasil di bawah komando Ziying, mereka kalah dalam perang di Sungai Wei dan seluruh keluarganya dibantai. Lalu 14 tahun kejayaan Dinasti Qin berakhir dan digantikan dengan Dinasti Han.

Keanehan Patung-patung Terakota

Keanehan Patung-patung Terakota

Kalau dilihat secara sekilas maka nggak terlihat keanehan di patung-patung terakota. Tapi ketika mendekati, kita bisa melihat beberapa warna berbeda pada pakaian patung-patung itu. Ada yang berwarna cokelat, merah, pink, ungu, biru, hijau, hitam dan putih. Asumsi paling mudah adalah perbedaan warna itu untuk membedakan kasta tapi terbuat dari apa bahan untuk mewarnainya?

Keanehan selanjutnya adalah senjata-senjata yang dibawa patung terakota nggak berkarat bahkan tetap tajam. Penemuan pertama menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat lapisan kromium dioksida. Lalu penelitian terakhir yang dilakukan University of London dan Terracotta Army Museum mendapatkan jawaban lain, penyebabnya adalah karakteristik tanah di sekitar penemuan terakota.

Patung-patung manusia di terakota nggak ada satu pun yang menunjukkan wajah yang sama. Artinya para pembuat patung benar-benar mengukirnya dengan teliti satu per satu. Selain itu, patung-patung itu tetap bisa berdiri layaknya para tentara gagah yang sedang menjaga kaisar Qin. Saat ini sudah diketahui tekniknya tapi itu dibuat pada jaman sebelum masehi jadi terasa luar biasa.

Kutukan Terakota

Kutukan Terakota

Di balik impresifnya terakota, tersimpan sebuah legenda tentang tempat tersebut. Konon di kompleks pemakaman itu dipenuhi oleh jebakan dan senjata mematikan dari mulai busur panah sampai kolam berisi merkuri. Kabarnya bagi yang berani mendekat dan berniat jahat, maka sang kaisar akan murka dan membuat malapetaka bagi para pelaku.

Apalagi di kompleks pemakaman disebut-sebut ada harta karun yang bernilai tinggi selain kubah yang bertahta permata. Penggalian terakota mungkin disebut-sebut sebagai anugerah karena bisa membuka tabir peninggalan masa lalu. Namun bagi penemu awalnya justru menjadi kutukan.

Wang Puzhi sakit parah dan nggak punya biaya untuk berobat. Dia meninggal di usia 60 tahun dengan cara bunuh diri. Dua penggali lainnya, Yang Yanxin dan Yang Wenhai pun sama menderita sakit dan nggak punya uang sampai mereka akhirnya meninggal.

Empat penggali sumur yang tersisa, Yang Quanyi, Yang Peiyan, Yang Zhifa dan Yang Xinman saat ini menjadi orang yang bekerja di toko suvenir dan memberi tanda tangan pada para buku turis dan mendapat uang sebesar 1.000 yuan per bulan.

Setelah membaca, apakah misteri terakota cukup menarik buat kamu? Kamu bisa membagikan pendapat kamu atau mungkin memberikan informasi tambahan di kolom komentar yang sudah disediakan. Jangan lupa untuk memberi tahu artikel ini ke teman kamu yang memang menyukai sejarah juga, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *