Bacaterus / Misteri Karakter / Misteri Tamam Shud, Pria Misterius yang Meninggal di Pantai

Misteri Tamam Shud, Pria Misterius yang Meninggal di Pantai

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Desember 2019

Sejarah mencatat banyak pembunuhan yang mempunyai kejanggalan. Kasus pembunuhan merupakan tragedi kemanusiaan. Beberapa kasus bahkan nggak cuma menjadi tragedi tetapi juga misteri. Banyak kejanggalan, banyak pertanyaan, tapi nggak ada jawaban. Bahkan ada misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini.

Salah satunya adalah misteri Tamam Shud yang terjadi di akhir tahun 40an. Seorang pria tergeletak di Pantai Sommeton, Australia. Ada sesuatu yang membuat kasus Tamam Shud berbeda dengan kasus lainnya. Sampai sekarang, misteri Tamam Shud belum dapat dipecahkan. Kalau kamu tertarik dengan misteri Tamam Shud, mari kita ulas lebih dalam.

Kronologi Awal Tamam Shud

Kronologi Awal Tamam Shud

* sumber: steemitimages.com

Pada 1 Desember 1948 polisi mendapat laporan penemuan seorang pria di pantai Somerton. Jam masih menunjukkan angka 6.30 pagi dan pria itu terbaring di atas pasir. Lyons yang pada malam sebelumnya melihat pria tersebut di posisi yang sama menjadi pelapor kejadian.

Sebelumnya, sepasang kekasih melihat dia duduk dengan menghadap ke pantai mengira bahwa pria itu mabuk sampai tertidur. Kebetulan saat itu sedang musim panas, jadi nggak aneh kalau pantai lebih banyak didatangi pengunjung. Biasanya orang-orang memang datang ke sana untuk berpesta.

Lyons dan istrinya menemukan pria itu masih berpakaian lengkap, jas, dasi, celana bahan dan sepatu kulit. Dia bersandar ke dinding pantai. Dia nggak bergerak tapi nggak ada luka sama sekali di tubuhnya. Polisi kemudian memanggil tim medis, mereka menyatakan pria itu telah meninggal. Pemeriksaan awal menyatakan bahwa pria itu meninggal karena serangan jantung.

Pria yang meninggal di Pantai Somerton diperkirakan berusia 45 tahun. Dia berpenampilan seperti orang Eropa dengan setelan mewah. Dia terlihat seperti seorang pekerja kantoran dengan posisi yang tinggi dari penampilan fisiknya. Seorang koroner dan patologis bernama John Burton Cleland menyatakan bahwa pria itu menghembuskan nafas terakhirnya sekitar jam 2 pagi.

Pemeriksaan dilanjutkan dengan mengidentifikasi pola gigi dan sidik jarinya, tapi identitasnya nggak ditemukan Petugas otopsi mengaku bahwa dia nggak yakin bahwa kematian pria itu merupakan kematian yang normal. Dia berhasil membuka fakta bahwa pria tersebut memakan sebuah roti 3 atau 4 jam sebelum meninggal.

Walaupun makanan itu dicurigai sudah diberi racun, tapi nggak ada bukti yang cukup untuk membuktikan asumsi tersebut. Ada kemungkinan dia diracun dengan barbiturate atau hypnotic yang pada saat itu sulit untuk dibuktikan.

Kejanggalan di Kasus Tamam Shud

Kejanggalan di Kasus Tamam Shud

* sumber: vignette.wikia.nocookie.net

Pada 14 Januari 1949, pegawai di stasiun Adelaide menemukan koper berwarna coklat yang merknya sudah dicabut. Koper itu masuk di penitipan pada 30 November 1948. Isinya pakaian mandi berwarna merah, sandal merah, celana dalam, pakaian dalam, piyama, alat cukur, celana coklat berpasir di lipatan, kantung laundry, obeng, pisau meja, gunting, penghapus dan beberapa amplop.

Semua barang yang ada dalam koper sudah dicabut merknya tapi ditemukan nama T. Keane pada dasi dan kantong laundry dan Kean pada pakaian dalam. Polisi mengira bahwa sang pembunuh lupa untuk mencabut tag yang tersisa. Penyelidikan dilanjutkan dengan mencari nama T. Keane tapi sayang nggak ada apa pun yang bisa ditemukan dengan nama tersebut.

Kemunculan Tulisan Tamam Shud

Kemunculan Tulisan Tamam Shud

* sumber: 4.bp.blogspot.com

April 1949, John Burton Clealand yang kembali diberikan kuasa untuk menyelidiki badan korban menemukan beberapa bukti baru. Pertama, sepatu pria itu baru saja disemir dan terlihat terlalu bersih untuk ukuran seseorang yang berjalan-jalan di sekitar pantai. Kedua, sebuah kertas yang ditemukan dari lipatan kecil celananya. Kertas itu bertuliskan Tamam Shud.

Tamam Shud merupakan sebuah kata dari puisi berjudul The Rubaiyat karya Omar Khayyam. Polisi kemudian meminta bantuan pada pihak perpustakaan untuk menerjemahkan kata tersebut. Hasilnya adalah Tamam Shud berarti akhir atau selesai. Kata-kata itu ditemukan pada halaman terakhir buku puisi.

Tulisan Tamam Shud di kertas ternyata merupakan sobekan dari buku Omar Khayyam. Polisi segera bergegas mencari buku yang halaman terakhirnya disobek. Seorang petugas yang menyelidiki kasus ini mendapat laporan bahwa ada seorang pria yang menemukan buku tersebut dan diberi nama samaran yaitu Ronald Francis.

Francis nggak sadar kalau kertas sobekan itu berasal dari buku yang dia ketahui sampai membaca kabarnya dari surat kabar. Buku itu kabarnya ditemukan di kursi belakang sebuah mobil yang terparkir di Jetty Road Glenelg satu minggu sebelum kejadian.

Di belakang sampul buku, polisi menemukan sebuah nomor telepon, nomor yang nggak dapat diidentifikasi dan sebuah tulisan kriptik. Tulisan kriptik itu terdiri dari empat baris dan ditulis dengan pensil. Sampai saat ini nggak ada yang bisa memecahkan apa arti dari tulisan kriptik tersebut walau kepolisian sudah melibatkan banyak pihak.

Nama-Nama dalam Kisaran Misteri Tamam Shud

Nama-Nama dalam Kisaran Misteri Tamam Shud

* sumber: 1.bp.blogspot.com

Jessica “Jo” Ellen Thomson merupakan nama pertama yang dikaitkan dengan kematian pria yang membawa tulisan Tamam Shud. Jo berprofesi sebagai perawat dan nomor teleponnya ada di balik sampul buku Omar Khayyam yang halaman terakhirnya disobek dan ditemukan di celana pria yang tewas di pantai.

Jo mengaku sama sekali nggak kenal pria itu dan bagaimana nomor teleponnya bisa ada di sampul buku. Dia juga mengaku bahwa ada seorang pria yang pernah mencoba datang ke tempat tinggalnya dan menanyakan tentang dia pada tetangganya. Polisi menganggap Jo hanya menghindar atau menganggap Jo nggak mau berbicara tentang tragedi malang yang menimpa pria di pantai.

Dalam penyelidikan selanjutnya Jo mengaku bahwa dia pernah memiliki buku Omar Khayyam dan memberikannya pada seorang letnan bernama Alfred Boxall di Cliff Garden Hotel pada saat bekerja di North Shore Hospital di Sydney. Ketika itu Perang Dunia II masih berlangsung. Setelah perang berakhir, dia pindah ke Melbourne dan menikah.

Alfred pernah mengiriminya surat namun Jo balas dengan pernyataan bahwa dia sudah menikah saat itu. Namun polisi menemukan kejanggalan karena Jo pada saat itu nggak langsung menikah namun baru menikah pada pertengahan 50an sementara komunikasi Jo dan Alfred terjadi pada 1945.

Nama Alfred yang diungkap Jo membuat polisi mengira bahwa dialah yang tewas di pinggir pantai. Pada Juli 1949, Alfred muncul ke publik dan menyatakan bahwa pria yang tewas di pantai bukanlah dirinya. Dia juga menunjukkan buku Omar Khayyam yang diberikan Jo lengkap dengan tulisan Tamam Shud di halaman terakhir bukunya, nggak disobek seperti yang diperkirakan.

Teori Konspirasi Misteri Tamam Shud

Teori Konspirasi Misteri Tamam Shud

* sumber: upload.wikimedia.org

Kematian pria tanpa identitas di pantai mempunyai banyak kejanggalan. Dari mulai nggak ada teman atau anggota keluarga yang mengakuinya sampai tulisan Tamam Shud yang sampai saat ini belum terpecahkan. Berikut ini teori konspirasi mengenai misteri Tamam Shud:

  1. Polisi menduga bahwa pria yang tewas itu merupakan seorang mata-mata. Kondisi kematiannya yang begitu rapi tersusun sampai identitasnya nggak dikenali siapa pun merupakan hal yang paling mencurigakan dan biasanya dilakukan oleh orang ahli. Ditambah penampilan korban yang rapi seperti menunjukkan dia bukan pekerja rendahan.
  2. Pria yang tewas terlibat dalam masalah intelijen. Alfred yang terlibat dalam urusan intelijen selama dan setelah Perang Dunia II dicurigai mempunyai peran. Dalam sebuah wawancara Alfred secara nggak langsung mengatakan bahwa Jo bisa saja tahu lebih mengenai masalah ini kalau ada yang memberitahunya. Selain itu karir militer Alfred juga cukup mencurigakan dengan kenaikan pangkat yang berjalan terlalu cepat.

Kasus Tamam Shud nggak berakhir begitu saja, pada tahun 2013 ada pengakuan mengejutkan dari anak Jo dan Thomson yang bernama Kate Thomson. Ketika Jo memberi keterangan pada polisi, Jo memberi tahu Kate bahwa dia sudah berbohong pada polisi.

Dia menambahkan kalau ibunya tahu identitas pria yang tewas itu dan orang-orang yang pangkatnya di atas kepolisian juga mengetahuinya. Dia juga bilang kalau ada kemungkinan ibunya dan pria yang tewas itu adalah mata-mata. Dia tahu ibunya mengajarkan bahasa Inggris pada imigran, tertarik pada komunisme dan bisa berbicara Rusia.

Demikianlah misteri Tamam Shud, pria misterius yang meninggal di pantai. Sampai sekarang misteri Tamam Shud belum terpecahkan. Menurutmu, mungkinkan misteri Tamam Shud akan terpecahkan suatu hari nanti? Kolom komentar terbuka lebar untuk kamu yang ingin berbagi atau menambahkan. Singgah juga di artikel misteri Babushka Lady ini untuk mengetahui kisah saksi kunci penembakan John F. Kennedy, presiden AS ke-35.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *