Bacaterus / Misteri Laut / Misteri Segitiga Bermuda yang Penuh Dengan Tanda Tanya

Misteri Segitiga Bermuda yang Penuh Dengan Tanda Tanya

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Siapa yang tidak kenal dengan Segitiga Bermuda? Wilayah perairan yang sering disebut sebagai kawasan paling misterius di dunia ini mampu membuat banyak orang penasaran.

Banyaknya kejadian yang terjadi di wilayah tersebut memang kerap menjadi bahan penelitian bagi ilmuwan di seluruh dunia. Keberadaannya sering dikaitkan dengan hal-hal yang berada di luar nalar manusia.

Hal tersebut yang akhirnya membuat masyarakat semakin mencari tahu tentang wilayah yang satu ini. Nah, kali ini Bacaterus telah merangkum misteri Segitiga Bermuda yang penuh tanda tanya. Seperti apa itu? Berikut adalah rangkumannya.

Fenomena Misterius Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda

* sumber: eo.m.wikipedia.org

Segitiga Bermuda merupakan wilayah berbentuk segitiga yang terletak di antara Florida, Puerto Rico, dan Bermuda. Kawasan tersebut dikenal sebagai wilayah yang paling banyak menyimpan misteri yang cukup menakutkan.

Segitiga Bermuda diketahui sebagai tempat di mana fenomena pesawat dan kapal sering menghilang bak ditelan bumi ketika melintas di kawasan tersebut. Tak kurang dari 50 kapal serta 20 pesawat terbang yang membawa lebih dari seribu jiwa menghilang dalam kurun lima abad di kawasan tersebut.

Beberapa peristiwa kehilangan di kawasan tersebut pertama kali didokumentasikan oleh oleh E.V.W. Jones pada tahun 1951 dalam majalah Associated Press. Saat itu, ia menyebut wilayah tersebut sebagai ‘Segitiga Setan’.

Hal tersebut kemudian dibahas kembali oleh George X untuk Fate Magazine pada tahun 1964 di mana nama ‘Segitiga Setan’ kemudian disebut dengan ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’.

Istilah ‘Segitiga Bermuda’ sendiri mengacu pada titik-titik atau batas wilayah yang jika dihubungkan akan membentuk sebuah segitiga yang memiliki luas kurang lebih 1,5 juta mil persegi atau 4 juta kilometer persegi.

Sementara itu, sumber lain juga mengatakan bahwa konon di bawah wilayah tersebut terdapat sebuah piramida yang sangat besar di mana di ujung piramida tersebut terdapat rongga yang cukup besar.

Ukuran piramidanya sendiri dikatakan melebihi ukuran Piramida Giza yang ada di Mesir. Jarak antara puncak piramida ke permukaan air laut disebutkan sekitar 500 meter. Meskipun demikian, belum ada bukti otentik mengenai kebenaran hal tersebut.

Teori-teori yang Berkembang Mengenai Segitiga Bermuda

Fenomena yang terjadi di wilayah Segitiga Bermuda memang telah membuat ilmuwan melakukan banyak penelitian untuk memecahkan misteri penyebab hilangnya pesawat maupun kapal yang melintas di kawasan tersebut.

Meskipun belum ada jawaban yang pasti mengenai hal tersebut, namun beberapa teori kemudian muncul dan berkembang di masyarakat. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Terdapat Medan Magnet Kuat

medan magnet

* sumber: commons.wikimedia.org

Banyak pihak yang berspekulasi bahwa di Segitiga Bermuda terdapat medan magnet yang sangat kuat. Bahkan disebut-sebut sebagai medan magnet paling kuat di Bumi yang dapat menarik benda-benda yang ada di atasnya.

Medan magnet tersebut dipercaya menyebabkan sistem navigasi pesawat maupun kapal yang berada di sekitar Segitiga Bermuda kacau. Sehingga kemudian membuat pesawat dan kapal kehilangan kendali dan mengalami kecelakaan.

2‌. Adanya Awan Pembunuh

Awan

* sumber: spaceplace.nasa.gov

Kamu tentu membayangkan bagaimana awan bisa menjadi pembunuh. Nah, teori yang satu dikemukakan berdasarkan sebuah penelitian di mana para peneliti menemukan bahwa terdapat awan pembunuh yang berbentuk heksagonal di atas kawasan Segitiga Bermuda.

Awan ini dinamakan demikian karena kondisi cuaca yang disebabkannya sangat buruk dan berbahaya. Para peneliti percaya bahwa awan ini menjadi penyebab utama menghilangnya pesawat yang sedang melintasi kawasan Segitiga Bermuda.

Selain itu, angin dengan kecepatan 273 km/jam yang mematikan pun diduga menjadi penyebab kapal dan pesawat mengalami kecelakaan. Kombinasi awan pembunuh dan angin berkekuatan besar ini mampu membalikkan pesawat atau kapal yang berada di sekitar perairan tersebut.

Hal tersebut berdasarkan citra satelit yang menampilkan kedua fenomena tersebut. Meskipun teori ini cukup masuk akal, namun kemunculan kedua fenomena alam tersebut memang belum bisa diprediksi menjadi penyebab hilangnya pesawat atau kapal-kapal.

‌3. Gelombang Besar

Gelombang Besar

* sumber: www.thesouthafrican.com

Teori lain yang juga cukup masuk akal yaitu adanya gelombang besar. Para ilmuwan telah menyimpulkan bawah gelombang tinggi dan juga besar menjadi penyebab utama hilangnya pesawat dan kapal yang melintasi Segitiga Bermuda.

Hal tersebut berdasarkan citra satelit yang menangkap gelombang besar setinggi 18,5 meter di Laut Utara pada 1995. Gelombang besar tersebut terjadi ketika rangkaian gelombang ombak besar menghantam lautan terbuka.

Mereka menjelaskan bahwa gelombang laut normal memiliki tinggi sekitar 12 meter dengan kekuatan tekanan sebesar 8,5 psi. Sementara kapal modern memiliki rancangan yaitu mampu bertahan terhadap tekanan sebesar 21 psi. Sehingga munculnya gelombang berkekuatan 140 psi diduga menjadi penyebab kapal-kapal yang melintas terguling.

Bahkan menurut Boxall, orang yang melakukan penelitian bersama timnya menyatakan bahwa kapal yang terkena gelombang besar tersebut bisa tenggelam hanya dalam waktu dua sampai tiga menit saja.

4. Spesies Penghuni Segitiga Bermuda yang Misterius

Selain fenomena alam yang terjadi di Segitiga Bermuda dan teori-teori yang berkembang menyelimutinya, hal lainnya yang juga cukup menarik untuk dibahas adalah mengenai spesies-spesies unik dan misterius yang pernah ditemukan di sana. Nah, berikut adalah beberapa spesies langka yang pernah ditemukan di Segitiga Bermuda.

  • Ctenophora
Ctenophora

* sumber: coldwater.science

Meskipun secara fisik makhluk air ini memiliki kemiripan dengan ubur-ubur, namun sebenarnya makhluk ini tidak termasuk ke dalam keluarga ubur-ubur. Biota laut ini memiliki sisir berjumlah 8 baris di tubuhnya. Sisir tersebut merupakan kumpulan silea yang digunakan untuk berenang.

Selain itu, sisir tersebut juga memiliki keunikan di mana akan akan menyala di dalam kegelapan. Hewan tanpa tulang belakang ini mampu tumbuh mencapai 1,5 meter. Ia diduga telah hidup sejak 500 juta tahun lalu.

  • Barreleye Fish
Barreleye Fish

* sumber: www.ourbreathingplanet.com

Spesies lain yang tak kalah unik adalah ikan barreleye. Ikan ini berhabitat di kedalaman 500 meter di bawah permukaan laut. Kepala ikan ini berbentuk transparan sedangkan matanya berbentuk mirip seperti barrel berisi cairan hijau.

Hal tersebut memungkinkan ikan laut ini bisa melihat mangsa yang berada di atasnya.  Ikan barreleye sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 2004. Konon, ikan ini akan langsung mati jika diangkat ke permukaan air.

  • ‌Cacing Bobbit
‌Cacing Bobbit

* sumber: ourmarinespecies.com

Spesies ini memiliki kemampuan berburu yang cukup baik. Cacing bobbit biasa menyembunyikan tubuhnya di dalam pasir. Ia akan menggunakan lima antena yang ada dalam tubuhnya untuk memancing mangsa.

Spesies ini merupakan predator ulung, di mana setelah berhasil menjerat mangsa ia akan langsung menyeretnya ke dalam tempat persembunyiannya. Ia sendiri memanfaatkan racun serta kedua taring saat menerkam mangsanya.

Nah, itulah bahasan singkat mengenai misteri Segitiga Bermuda yang penuh dengan tanda tanya. Kamu tentu mempunyai teori lain tentang Segitiga Bermuda. Di Indonesia juga ada misteri serupa di kawasan Segitiga Masalembo. Cek informasinya hanya di Bacaterus.com.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *