Bacaterus / Tokoh Misteri / Misteri Keluarga Sawney Bean, Keluarga Kanibal Menakutkan

Misteri Keluarga Sawney Bean, Keluarga Kanibal Menakutkan

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Salah satu kisah misteri yang akan kita bahas kali ini mungkin akan membuat kamu merasa tidak nyaman atau bahkan merinding. Bila kamu termasuk orang yang suka dengan film-film gore seperti Hill Have Eyes atau Wrong Turn. Maka, kisah mengenai keluarga Alexander Sawney Bean yang tinggal di Skotlandia ini mungkin memiliki kemiripan dengan jalan cerita dalam film.

Nah, seperti apa kisah menyeramkan dari keluarga paling mengerikan tersebut? Berikut Bacaterus telah rangkum misteri keluarga Sawney Bean, keluarga kanibal yang paling mengerikan di dunia. Inilah rangkumannya:

Sawney Bean dan Agnes Douglas

Sawney Bean dan Agnes Douglas

Pada abad ke-16, peristiwa mengerikan telah terjadi di wilayah Skotlandia. Meningkatnya intensitas laporan mengenai penduduk yang hilang secara misterius dari hari ke hari membawa teror tersendiri bagi masyarakat.

Hal tersebut kemudian disusul dengan penemuan puluhan bahkan ratusan potongan tubuh manusia yang berserakan di pesisir pantai. Sehingga makin menambah kengerian atas situasi yang terjadi yang ada di sana.

Sampai suatu hari terjadi peristiwa mengerikan yang akhirnya menuntun pada sosok misterius bernama Alexander Sawney Bean dan keturunannya. Apa yang mereka lakukan sampai bisa membuat orang lain ketakutan? Berikut adalah kronologis kejadian yang dilakukan sang pembunuh kejam;

Kisah mengerikan itu bermula sekitar abad ke-16. Alexander Sawney Bean terlahir dari keluarga seorang petani. Pria tersebut lahir di East Lothian, Skotlandia yang berjarak 10 mil dari Edinburg. Sebagai seorang petani, ayahnya menginginkan dirinya untuk meneruskan pekerjaan dengan menjadi seorang petani.

Namun Sawney diketahui tidak menyukai pekerjaan yang memerlukan kekuatan fisik yang berat. Ia lebih memilih untuk menjadi seorang pedagang ketimbang menjadi petani seperti ayahnya. Setelah Sawney tumbuh dewasa, ia kemudian dipertemukan dengan seorang perempuan bernama Agnes Douglas.

Perempuan itu dikenal sebagai seorang penyihir yang suka mengorbankan manusia di desa tempat tinggalnya. Ia bahkan mendapat julukan “Black” Agnes Douglas dari penduduk desa yang menjadi tempat tinggalnya.

Hubungan keduanya semakin hari semakin dekat sehingga akhirnya mereka pun memutuskan untuk menikah dan pindah ke sebuah wilayah bernama Bennane Head, Ayrshire yang terletak di sebelah barat daya Skotlandia. Keduanya mulai kehidupan baru dengan tinggal sebuah gua yang berada di dekat laut yang jauh dari jangkauan penduduk.

Membunuh dan memakan korban

Membunuh dan memakan korban

Kehidupan keluarga Sawney nyaris tidak terdeteksi oleh penduduk. Pasalnya, ia dan keluarganya tinggal dalam sebuah gua yang menghadap langsung ke laut dengan kedalaman mencapai 180 meter, dimana pintu masuk gua selalu dipenuhi oleh air. Bahkan bila dalam keadaan air pasang, mulut gua akan tertutup air laut sehingga mustahil bagi seseorang untuk bisa tinggal di dalamnya.

Meskipun kemudian hal tersebut terbantahkan dengan kenyataan bahwa selama beberapa tahun keluarga Sawney terus berkembang dan memiliki banyak keturunan di dalam gua. Ia diketahui memiliki 14 anak yang terdiri dari  8 anak laki-laki dan 6 anak perempuan dari hasil pernikahannya.

Mereka kemudian melakukan hubungan sedarah atau incest, sehingga akhirnya memiliki 18 cucu laki-laki dan 14 cucu perempuan. Mereka hidup terisolasi dalam gua yang berada diantara Girvan dan Ballantrae, dimana selama hampir 25 tahun tak pernah diketahui keberadaannya oleh penduduk setempat.

Keluarga tersebut bertahan hidup dengan cara merampok orang-orang yang mereka temui secara berkelompok, kemudian membunuh dan membantai korbannya dengan cara memutilasi tubuh korban untuk kemudian dijadikan santapan bagi anggota keluarganya yang lain.

Beberapa potongan tubuh dari korbannya bahkan ada yang diawetkan dengan menggunakan garam dan di simpan dalam sebuah toples. Sementara potongan tubuh yang tidak dibutuhkan mereka buang ke laut. Potongan tubuh ini yang kemudian sering ditemukan di pesisir pantai oleh penduduk setempat.

Penangkapan keluarga Sawney Bean

Penangkapan keluarga Sawney Bean

Hari tersebut mungkin hari yang naas bagi sepasang suami istri yang kebetulan melewati wilayah dimana keturunan Sawney sering melakukan perburuan. Saat sepasang suami istri tersebut dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka pada malam hari.

Kereta mereka kemudian dihentikan oleh beberapa orang yang berasal dari keluarga kanibal tersebut. Sang istri kemudian tewas karena mendapat tusukan senjata tajam. Sementara sang suami berhasil melepaskan diri meskipun akhirnya tewas karena luka yang ia dapat saat meminta bantuan pada rombongan yang terdiri dari 20-30 orang di belakangnya.

Keluarga kanibal tersebut kemudian melarikan diri ke arah pantai. Setelah kejadian tersebut, penduduk kemudian membuat kesimpulan bahwa orang-orang yang menyerang suami istri tersebut adalah dalang dari semua teror mengerikan yang ada di wilayahnya. Insiden tersebut kemudian dilaporkan pada Raja James yang saat itu memimpin Skotlandia.

Raja James kemudian mengerahkan sekitar 400 pasukan untuk melakukan pencarian dan penangkapan para pelaku dibantu dengan anjing pelacak dan penduduk lokal yang murka dengan tindakan sadis keluarga tersebut.

Mereka pun pada awalnya sedikit kesulitan saat melakukan pencarian terhadap para tersangka yang diketahui bagian dari keluarga Sawney. Namun, berkat bantuan anjing pelacak yang terus menggonggong di gua dekat pantai. Pasukan kerajaan kemudian masuk untuk memeriksa ke dalam gua. Saat tiba di dalam gua, hal yang mengerikan pun akhirnya mereka temui di dalamnya.

Sisa-sisa dari pembunuhan yang mereka lakukan masih tersimpan di dalam gua. Beberapa anggota tubuh anak-anak, laki-laki dan perempuan tampak tergantung di dalam gua. Sisa tulang belulang serta pakaian para korban tampak berserakan. Pasukan pun akhirnya menangkap mereka hidup-hidup untuk selanjutnya di bawa ke penjara Toolboth yaitu penjara untuk kasus kejahatan paling berat.

Eksekusi keluarga Sawney Bean

Eksekusi keluarga Sawney Bean

Perjalanan hidup keluarga Sawney pun akhirnya berakhir di pengadilan. Menurut cerita selama kurun waktu 25 tahun, keluarga Sawney telah membunuh hampir 1000 orang. Penangkapan keluarga Sawney kemudian menjadi jawaban atas semua teka-teki hilangnya penduduk dan potongan tubuh yang ditemukan di pantai.

Keluarga Sawney pun pada akhirnya harus menjalani hukuman atas perbuatannya. Konon, mereka harus mendapatkan hukuman berat atas apa yang mereka perbuat. Anggota keluarga pria kemudian dimutilasi menjadi empat bagian sampai mereka sekarat.

Sementara anggota keluarga perempuan harus menyaksikan hukuman yang diberikan pada anggota keluarnya tersebut sebelum akhirnya mereka pun dibakar hidup-hidup seperti seorang penyihir.

Kisah tentang kejahatan keluarga Sawney pertama kali muncul di The Newgate Calendar, katalog kriminal yang ada di penjara Newgate, London. Meskipun kebenaran tentang cerita ini masih banyak diragukan para sejarawan. Namun beberapa diantaranya meyakini bahwa kejahatan tersebut terjadi meskipun hal tersebut telah dilebih-lebihkan.

Nah, bagaimana menurut kamu tentang kasus yang satu ini? Beri pendapatmu di kolom komentar di bawah, ya! Itulah misteri keluarga Sawney Bean, keluarga kanibal paling mengerikan di dunia. Nantikan misteri lain yang lebih menarik yang akan Bacaterus bahas untuk kamu.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *