Bacaterus / Misteri Karakter / Misteri Rudolph Fentz, Penjelajah Waktu yang Fenomenal

Misteri Rudolph Fentz, Penjelajah Waktu yang Fenomenal

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Desember 2019

Sejak kecil kita sudah banyak disuguhkan dengan berbagai tontonan yang berhubungan dengan mesin waktu atau penjelajah waktu. Sebut saja serial kartun yang berjudul “Taimu Toraberu Tondekeman” atau yang lebih dikenal dengan “Teko Ajaib” yang populer pada era tahun 90-an atau seri film Back To The Future yang sudah dirilis 1985 jauh sebelum film-film bertema time travel mulai bermunculan.

Pertanyaannya, mungkinkah menjelajah waktu bisa terjadi di era kita sekarang? Nah, bila kamu termasuk orang suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan mesin waktu atau penjelajah waktu. Kali ini Bacaterus akan membahas sebuah kejadian yang sempat menimbulkan pro dan kontra selama bertahun-tahun. Inilah misteri tentang Rudolph Fentz, penjelajah waktu fenomenal yang telah berhasil kami rangkum untuk kamu.

Pria Misterius di New York Times Square

Pria Misterius di New York Times Square

Time traveller, sebutan tersebut memang pantas disandang oleh orang-orang yang telah berhasil menjelajah waktu. Kisah mengenai seorang time traveller memang selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas dan mampu mengundang rasa penasaran banyak orang.

Bila dalam sebuah film, kita melihat pahlawan Avengers menjelajah waktu dengan mesin waktu yang cukup rumit. Maka, berbeda dengan kisah penjelajah waktu misterius yang satu ini. Singkat cerita, pada tahun 1950, di tengah hiruk pikuk kehidupan New York Times Square terdapat seorang pria misterius.

Bernama Rudolph Fentz, pria berpenampilan elegan yang lazim dipakai pada abad ke-19 itu tiba-tiba saja muncul dan berada di New York Times Square. Dalam keadaan bingung terhadap situasi yang terjadi. Rudolph pun melangkah dengan keadaan limbung ke jalan utama, sebelum akhirnya sebuah kendaraan roda empat menghantam dan menewaskan pria tersebut di lokasi kejadian.

Petugas polisi pun membawa mayat Rudolph ke sebuah rumah sakit. Rudolph memang tampak berbeda dengan kebanyakan orang pada masa itu. Pria itu terlihat memakai pakaian di era yang telah ditinggalkan selama satu dekade. Petugas yang memeriksanya menemukan sejumlah barang unik yang di bawa oleh pria tersebut.

Barang itu berupa token tembaga untuk bir senilai 5 sen, sebuah surat yang tertulis tahun 1876, kertas tagihan untuk sebuah perawatan kuda dan kereta yang beralamat di Lexington Avenue, sebuah catatan bank yang berisi tabungan sebesar 70 dollar dan kartu nama atas nama Dr. Rudolph Fentz yang beralamat di Fifth Avenue.

Meskipun apa yang dibawanya terlihat kuno, namun beberapa barang yang pria itu bawa bahkan terlihat masih baru. Sehingga menimbulkan rasa penasaran para petugas kepolisian. Petugas mulai melakukan pemeriksaan sidik jari untuk mengetahui identitas pria tersebut. Namun, sidik jarinya tak pernah tercatat dimana pun.

Penyelidikan Kasus oleh Kapten Hubert V Rihm

Penyelidikan Kasus oleh Kapten Hubert V Rihm

Mengetahui terdapat keganjilan karena tak ada pihak keluarga, atau laporan yang menyatakan kehilangan anggota dalam keluarga dengan ciri-ciri yang sesuai dengan pria itu. Sehingga pada akhirnya Kapten Hubert V Rihm dari departemen orang hilang di departemen kepolisian New York diutus untuk menyelidiki identitas pria tersebut.

Berbekal informasi yang ia dapat dari barang-barang milik korban, Kapten Rihm mulai mencari alamat-alamat yang tertera. Hanya saja, saat ia melakukan pencarian semua alamat itu tak pernah ia temukan. Hal tersebut membuatnya semakin curiga.

Sehingga akhirnya pencarian informasi mengenai Rudolph Fentz menemui titik terang setelah menemukan nama Rudolph Fenzt Jr tercatat di sebuah buku telepon keluaran tahun 1939. Petugas pun pada akhirnya menyelidiki keluarga Fentz Jr.

Setelah mendapat informasi dari pihak keluarga, ternyata Rudolph Fentz Jr adalah seorang pria yang diketahui telah meninggal dunia di usia 70 tahun. Hal tersebut pun membuat Kapten Rihm kebingungan. Mengingat mayat Rudolph Fentz berumur sekitar 30-an.

Kapten Rhim pun akhirnya memutuskan untuk mencari keterangan lewat istri Rudolph Fentz Jr. Dalam keterangan wanita itu akhirnya terungkap dengan jelas siapa sebenarnya Rudolph Fenzt.

Wanita mengatakan bahwa suaminya pernah bercerita bahwa ayahnya, Rudolf Fentz telah hilang pada tahun 1876. Saat itu, Rudolph hendak merokok di luar rumah. Karena ibu mertuanya sangat membenci bau tembakau. Sejak saat itu, ayah mertuanya dinyatakan menghilang dan tak pernah kembali ke rumah.

Setelah mendengar cerita dari istri Fentz Jr. Kapten Rihm mulai membuka catatan kepolisian tahun 1876. Saat ia melihat foto Rudolf Fentz, kapten Rhim tampak terkejut karena wajah pria yang ada di foto dalam catatan kepolisian tersebut sama persis dengan mayat yang tewas di New York Times Square pada tahun 1950.

Kisah penjelajah waktu bernama Rudolph Fentz pun memang sangat terkenal dan populer di seluruh dunia. Bahkan hal tersebut diyakini memang benar-benar terjadi. Namun, apakah kisah yang menjadi legenda bertahun-tahun itu memang benar terjadi? Misteri tentang Rudolph Fentz memang menjadi sebuah tanda tanya besar.

Penyelidikan Terhadap Kisah Rudolph Fentz

Penyelidikan Terhadap Kisah Rudolph Fentz

Seorang peneliti kisah mitos dan legenda bernama Chris Aubeck, setelah menyelidiki kisah melegenda ini selama bertahun-tahun menyatakan bahwa kisah Rudolph Fentz ini adalah sebuah karya imajinasi dari penggemar cerita fiksi ilmiah. Setelah hampir satu tahun tahun Aubeck meneliti kisah tersebut terdapat banyak kontradiksi cerita yang ia dapat dari beberapa sumber.

Mulai dari jam kejadian, barang yang dibawa serta penulisan nama-nama yang terlibat berbeda-berbeda-beda dari setiap sumber. Aubeck pun kembali mengatakan bahwa kapten Hubert V Rihm tidak pernah ada dalam catatan sebagai petugas New York Police Department saat itu.

Setelah penyelidikan panjang tentang asal muasal kisah Rudolph Fentz ini, Aubeck pun menemukan titik terang setelah menyelidiki artikel dari Swedia yang disadur dari Jounal of California yang berasal dari Borderland Science Research, sebuah institusi yang membahas tentang UFO dan aktivitas paranormal.

Organisasi ini memang mempercayai sesuatu yang berhubungan dengan Alien dan Time Traveller. Dari Organisasi tersebutlah, akhirnya Aubeck mendapat sebuah copy artikel mengenai Rudolf Fentz tahun 1972 yang bersumber pada karya Ralph M Holland yang telah meninggal pada tahun 1962.

Diangkat dari Penggalan Cerita Fiksi

Diangkat dari Penggalan Cerita Fiksi

Setelah Aubeck mempelajari biografi Holland, pada akhirnya Aubeck menemukan fakta baru bahwa Holland adalah penggemar cerita fiksi dan bagian dari anggota BSR yang ikut andil dalam mempublikasi dan menyebarkan cerita fiksi tersebut pada pada seluruh dunia.

Selain itu bukti kuat lain yang dimiliki Aubeck tentang hal ini adalah kisah Rudolph Fentz yang ternyata bagian dari penggalan cerita fiksi yang ditulis oleh Jack Finney pada tahun 1951 dengan judul “I’m Scared”.

Namun, setelah dua tahun karya Finney terbit, Holland menulis ulang cerita tersebut tanpa meminta ijin atau menyertakan sumber dalam karyanya. Holland juga serta merta menghilangkan unsur fiksi dalam ceritanya. Sehingga kisah Rudolph pun dianggap benar-benar terjadi.

Kisah sang penjelajah waktu Rudolph Fentz pun akhirnya terkuak sebagai cerita rekaan yang melegenda selama bertahun-tahun. Kisah ini tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata. Berkat penelitian Aubeck yang jeli. Misteri tentang penjelajah waktu paling terkenal di seantero Bumi pun akhirnya terpecahkan.

Meskipun dalam prosesnya Aubeck membutuhkan waktu selama dua tahun. Namun, apa yang dilakukannya cukup mengobati rasa penasaran masyarakat tentang kebenaran kisah Rudolph Fentz yang melegenda. Baca juga artikel misteri Frederick Valentich yang menceritakan tentang pilot pesawat yang hilang tanpa jejak hingga saat ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *