Bacaterus / Tokoh Misteri / Misteri Roland T. Owen, Pria dengan Banyak Identitas

Misteri Roland T. Owen, Pria dengan Banyak Identitas

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kasus tindak kriminal memang kerap terjadi di berbagai belahan dunia. Mulai dari kasus kriminal yang biasa sampai pada kasus besar yang terkadang menyulitkan pihak petugas kepolisian untuk mengungkapkan kebenarannya. Seperti pada kasus kriminal yang terjadi di Kansas City, Missouri yang melibatkan korban misterius bernama Roland T. Owen pada tahun 1935.

Berita tentang Ronald T. Owen memang sempat menghebohkan serta mengundang rasa penasaran orang-orang. Apa sebenarnya yang terjadi hingga kasus tersebut begitu menyita perhatian masyarakat?

Nah, kali ini Bacaterus telah merangkum informasi mengenai kasus kriminal yang paling menggemparkan di Amerika. Berikut adalah misteri Roland T. Owen, pria misterius yang memiliki banyak identitas. Inilah rangkumannya:

Tamu hotel yang misterius

Tamu hotel yang misterius

Kasus yang terjadi dengan Ronald T. Owen adalah salah satu kasus yang paling misterius yang pernah ada. Bermula ketika seorang pria datang ke sebuah hotel yang berlokasi di Kansas City bernama President Hotel pada tanggal 2 Januari 1935. Pria tersebut kemudian check in atas nama Ronald T. Owen yang berasal dari Los Angeles.

Sekilas penampilannya memang seperti kebanyakan para pengunjung hotel. Hanya saja yang membedakan adalah luka goresan yang terdapat pada bagian telinga kiri serta daun telinga yang membengkak seperti kondisi yang dikenal dalam dunia gulat dan tinju sebagai a Cauliflower Ear.

Pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 20 sampai 35 tahun. Ia memiliki ciri-ciri seperti bermata biru, berambut coklat, memiliki tinggi badan sekitar 178 cm dengan berat sekitar 80 kg. Saat melakukan check in, Owen diketahui tak membawa koper sama sekali. Ia hanya datang mengenakan setelan jas dengan sebuah mantel.

Pria itu berencana menginap selama 3 hari di hotel tersebut. Setelah ia mendapatkan kamar dalam hotel. Owen diantar oleh seorang Bell boy bernama Randolph Propst menuju sebuah kamar dengan nomor 1046.

Di waktu berikutnya seorang petugas kebersihan bernama Mary Soptic yang bertugas merapikan ruangan masuk ke kamar 1046. Namun mendapati ruangan dalam keadaan gelap, satu-satunya penerangan berasal dari lampu tidur. Soptic melihat Owen tampak gelisah lalu pergi, setelah sebelumnya berpesan padanya untuk tidak mengunci pintu.

Sekitar pukul 4 sore, Soptic kembali ke ruangan untuk memberikan handuk bersih. Soptic menemukan pintu dalam keadaan terbuka. Sekali lagi, perempuan itu melihat kamar dalam keadaan gelap. Sementara Owen tampak berada di ranjang seraya memperhatikan gerak-geriknya. Ia juga melihat sebuah catatan di atas meja yang berbunyi “Don, I will back in fifthten minutes. Wait.”

Pada 3 Januari, kejadian aneh terjadi di kamar Owen. Pintu kamar yang harusnya terkunci dari dalam malah tampak sebaliknya. Perempuan itu kemudian menggunakan kunci cadangan untuk membuka pintu. Ia berpikir Owen telah meninggalkan kamar. Namun saat masuk ke dalam kamar, Soptic terkejut karena ternyata Owen berada di kamar.

Pria tersebut tampak duduk dalam gelap tanpa memberikan penjelasan. Saat telepon misterius berbunyi. Soptic pun mendengar Owen berbicara dengan seseorang dalam telepon dan mengatakan. “No. Don, I don’t want to eat. I am not hungry. I just had  breakfast. No, i am not hungry!” ujar pria tersebut.

Setelah menutup telepon, Owen mengatakan pada perempuan tersebut tentang harga charge hotel Muehlebach yang terlalu tinggi. Hari berikutnya Soptic kembali ke ruangan untuk memberikan handuk. Namun kali ini, ia mendengar percakapan dari dalam kamar. Saat ia mengetuk pintu, salah satu dari mereka mengatakan bahwa mereka tak membutuhkan handuk.

Tragedi berdarah di Hotel President

Tragedi berdarah di Hotel President

Di hari berikutnya, operator telepon meminta Randolph Propst ke kamar 1046, karena telepon diketahui menggantung selama 10 menit tanpa digunakan. Ketika Propst sampai di kamar 1046, di pintu masuk tergantung peringatan “do not disturb”.

Pria itu pun kemudian memutuskan untuk mengetuk pintu. Ia pun mendengar seseorang memintanya untuk masuk. Namun saat ia mencoba masuk, pintu kamar tersebut terkunci. Propst kemudian memberitahukan tentang telepon yang mengantung. Namun pria dalam kamar terus mengatakan “Turn on the lights”.

Propst terus mengetuk pintu, namun ia tak mendapat respons. Ia mengira pria tersebut sedang mabuk. “Put the phone back on the hook?” ujar Propst berteriak sebelum akhirnya kembali ke lobi untuk melaporkan hal tersebut.

Sekitar 8:30 di pagi yang sama, Harold Pike menuju kamar 1046 untuk mengingatkan perihal telepon yang masih menggantung. Sama seperti Propst, ia pun tak mendapatkan respon. Pike kemudian berinisiatif untuk membuka pintu kamar dengan kunci cadangan dan melihat kamar dalam keadaan gelap. Sementara Owen terlihat terbaring tanpa busana di atas ranjang.

Saat Pike menyadari bahwa tangan pria itu terluka, ia kemudian menyalakan lampu dan melihat pria tersebut dalam keadaan penuh luka dan darah. Pike kemudian segera menghubungi polisi.

Owen pun kemudian dibawa ke rumah sakit. Saat polisi meminta keterangan dari Owen perihal yang terjadi. Ia hanya mengatakan bahwa ia terpeleset dari toilet. Ia juga menyebutkan bahwa tak ada seseorang selain dirinya di kamar. Namun hal tersebut sangat mencurigakan bagi petugas polisi. Mengingat luka yang didapatkan akibat penganiayaan yang dilakukan selama berjam-jam.

Pada tanggal 5 Januari 1935, Owen pun dilaporkan meninggal di rumah sakit setelah 18 jam perawatan. Kejadian Owen pun menjadi kasus paling menggemparkan yang pernah ada di Missouri.

Investigasi Polisi

Investigasi Polisi

Setelah kematian Owen, polisi pun kemudian menyelidiki kasusnya dengan meminta keterangan para saksi mata yang ada di lingkungan hotel. Salah satunya berasal dari seorang wanita bernama Jean Owen, wanita ini tak ada hubungannya dengan Owen.

Pada tanggal 4 Januari, Jean Owen yang menjadi tamu hotel secara kebetulan berada di sebelah kamar Owen. Ia memberi tahu polisi bahwa dirinya sempat mendengar pertengkaran antara seorang pria dan wanita di kamar 1046.

Selain itu, polisi juga menyelidik hotel dimana Owen sebelumnya menginap. Namun nama Roland T. Owen tak ditemukan di sana. Kepolisian pun akhirnya membuat sketsa wajah Rolland dan menyebarkan pada masyarakat. Saat pihak polisi menanyakan kembali tentang pria yang ada dalam gambar pada pihak hotel.

Pihak hotel Muehlebach akhirnya mengenalinya dan mengatakan bahwa pria tersebut pernah menginap di sana hanya saja nama pria tersebut bukanlah Rolland T. Owen tetapi bernama Eugene Scotts. Pihak polisi pun mulai berasumsi bahwa kasus Owen bukan sebuah kasus biasa, setelah mengetahui identitas lain yang dipakai Owen.

Kematian Owen memang menjadi pekerjaan rumah bagi kepolisian. Siapakah Ronald T Owen sesungguhnya? Hal ini masih menjadi bahan penyelidikan. Mengingat sebuah petunjuk baru berupa adanya kiriman sejumlah uang untuk pemakaman Owen pada pihak pemakaman dengan menyertakan sebuah kartu bertuliskan “Love forever, Louise”.

Hal itu menambah rumit kasus kematian Ronald T. Owen. Polisipun masih mencari titik terang tentang identitas Owen yang sebenarnya sampai tahun 1936.

Identitas sebenarnya Owen

Identitas sebenarnya Owen

Setahun berikutnya sebuah informasi pun datang dari wanita bernama Eleanor Ogletree, saudari Owen. Ia sedang membaca sebuah majalah bernama American Weekly saat melihat foto Owen dimuat dalam kasus pembunuhan.

Eleanor mengatakan bahwa ia sudah tidak bertemu dengan saudaranya sejak keputusannya meninggalkan Birmingham, Alabama pada tahun 1934. Ruby, sang ibu mengatakan bahwa ia mendapat sebuah surat dan itu diperkirakan setelah kematian Owen.

Isinya sebuah kabar bahwa Owen sedang berada dalam perjalanan ke Eropa. Beberapa bulan kemudian seseorang meneleponnya dan mengaku bernama Jordan. Pria itu mengatakan bahwa Artemus telah menolongnya selama di Egypt dan mengatakan bahwa Artemus telah menikahi wanita yang berasal dari Cairo. Hal tersebut malah membuat kecurigaan sang ibu.

Saat polisi menunjukkan foto Artemus, Ruby pun membenarkan bahwa itu adalah anaknya yang berumur 17 tahun. Misteri tentang Ronald T. Owen pun akhirnya terungkap. Namum misteri tentang kematiannnya masih menjadi pertanyaan. Mungkinkah Owen adalah mata-mata rahasia? Siapakah Don dan Louise sebenarnya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut masih tetap menjadi misteri.

Nah, itulah misteri tentang Ronald T. Owen, pria misterius yang memiliki banyak identitas. Nantikan kisah misteri menarik lainnya yang akan Bacaterus bahas untuk kamu.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *