Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Peta Piri Reis, Jejak Kejeniusan yang Dipertanyakan

Misteri Peta Piri Reis, Jejak Kejeniusan yang Dipertanyakan

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kehidupan kita saat ini dimudahkan dengan ponsel pintar yang selalu kita bawa ke mana-mana. Dengan bentuk sederhana, ada banyak manfaat yang kita dapat dari meilhat layarnya. Kita bisa menggunakannya untuk menelpon, chatting, menikmati media sosial bahkan melihat peta kalau mau menuju ke suatu tempat yang asing.

Pada jaman dulu, peta juga sudah digunakan sebagai panduan. Sebelum adanya internet, peta masih terbuat dari kertas dengan rincian seadanya. Walaupun begitu, peta tetap bermanfaat ketika kita mendatangi sebuah tempat asing. Kalau ada kesalahan kita bisa memperbaikinya dan memberitahukan pada orang-orang sebagai pembaruan peta tersebut.

Pada tahun 1929, sekelompok sejarawan menemukan peta di sudut ruangan Istana Topkapi, Istanbul. Setelah diselidiki, ternyata berasal dari abad ke 16. Menariknya peta tersebut sangat akurat padahal belum banyak teknologi pendukung waktu itu. Peta itu kemudian dinamakan Peta Piri Reis sebagai bentuk apresiasi pada pembuatnya. Seperti apa kehebatan peta Riri Reis, yuk kita bahas!

Mengenal Sosok Piri Reis

Mengenal Sosok Piri Reis

Piri Reis lahir di Galllipoli, Turki yang merupakan wilayah pantai pada tahun 1465. Dia lahir dengan nama asli Muhiddin Piri. Ayahnya bernama Haci Mehmet, saudara dari Laksamana Kemal Reis yang pernah menjadi kapten kapal terkemuka di masa kekhalifahan Ottoman. Pamannya itulah yang mendorong kecintaan Reis pada dunia laut, pelayaran dan kartografi.

Piri Reis mulai menekuni ilmu yang sebelumnya dikuasai pamannya. Dia mulai berkarya dalam bidang pembuatan peta atau kartografi pada tahun 1513. Dia membuat navigasi dan buku yang diberi judul Kitab I Bahriye sebelum membuat peta kedua 15 tahun kemudian. Isinya informasi navigasi kelautan yang saat itu sangat dibutuhkan karena banyak ekspedisi lewat laut.

Peta Piri Reis ditandatangani dan disertai dengan tanggal pembuatan sampai selesai. Peta itu dibuat yaitu 9 Maret – 7 April 1513 Masehi atau Muharam 919 Hijriyah dalam kalender Islam. Peta itu dinamai sesuai pembuatnya karena dianggap sebagai peta paling visioner walaupun hanya terbuat dari kulit rusa berukuran 90 x 65 cm.

Kehebatan Peta Piri Reis

Kehebatan Peta Piri Reis

Ditemukannya Peta Piri Reis langsung menjadi sorotan dalam dunia kartografi. Tingkat akurasinya yang tinggi terasa mustahil untuk diciptakan pada abad ke 16 mengingat keterbatasan teknologi pada saat itu. Bahkan peta tersebut dianggap sebagai peta terlengkap pertama di dunia jauh melebihi peta-peta yang dibuat pada era itu.

Peta Piri Reis menggambarkan Laut Atlantik, pantai-pantai di benua Afrika serta Antartika dengan detil tinggi dan kontur yang menyerupai kenyataan. Hal yang menakjubkan adalah pada abad ke 16, Antartika belum ditemukan. Dua abad kemudian benua tersebut baru ditemukan oleh James Cook pada tahun 1773.

Peta Piri Reis dibuat secara manual dan disebut-sebut dibuat dengan cara menggabungkan dan menyamakan skala dari beberapa peta dunia. Untuk menambah akurasi, ditambahkan detil yang dia dapat ketika menjadi Laksamana Armada Perang Kerajaan Ottoman.

Sumber peta itu berasal dari 34 peta berbeda dengan rincian 20 peta berasal dari jaman Alexander yang Agung, 8 peta karya ahli geografi muslim, 4 peta Portugis dan 1 peta lainnya hasil Christopher Columbus.

Semasa hidupnya Piri Reis pernah mengatakan bahwa pada saat itu belum ada peta seperti yang dia ciptakan sebelumnya, dibuat dengan menggabungkan keseluruhan peta yang ada menjadi satu  skala. Saling melengkapi dan mengoreksi satu sama lain sehingga terbuatlah peta yang benar dan dapat dipercaya.

Pengujian Peta Piri Reis

Pengujian Peta Piri Reis

Kehebatan Peta Piri Reis sempat membuat orang-orang yang berkecimpung dalam dunia kartografi mempertanyakan sisi orisinalitasnya. Dengan tingkat akurasi tinggi melampaui peta-peta yang ada pada jamannya membuat mereka meragukan penemuan Peta Piri Reis. Apalagi keberadaan kawasan-kawasan yang pada saat itu masih asing sudah dicantumkan di dalam peta.

Seorang pakar peta kuno bernama Arlington T. Mallerey menjadi orang pertama yang ingin menguji peta Piri Reis. Dia merasa bingung karena data geografis yang ada dalam peta dinilai nggak berada di posisi yang benar. US Navy Hydrographic Bureau memberi bantuan dengan mentransfer peta pada sebuah globe dan hasilnya akurat.

Perbandingan jarak Pantai Timur Amerika Selatan dan Pantai Barat Afrika ternyata sesuai dengan peta modern yang ada. Selain itu, peta Piri Reis bisa menggambarkan garis pantai Antartika yang sejak 4000 tahun sebelum Masehi sampai sekarang sudah tertutup es.

Satu-satunya pertentangan adalah adanya Pulau Aegea pada peta itu sementara para ahli berpendapat bahwa pulau itu belum pernah benar-benar ditemukan karena selalu berada di bawah permukaan air sejak akhir jaman es.

Professor Charles H. Hapgood dan Richard W. Strachan mengatakan setelah melakukan penelitian bahwa Peta Piri Reis kemungkinan berasa dari observasi ketinggian bahkan udara karena terlihat begitu nyata. Salah satu buktinya adalah Greenland yang sudah digambarkan sebagai 2 pulau yang berbeda.

Walau sempat menjadi perdebatan tapi ternyata peta Piri Reis benar adanya setelah penelitian sekelompok ilmuwan asal Perancis melakukan ekspedisi kutub yang menyatakan bahwa Greenland memang terbagi 2 dikarenakan gempa.

Pada tahun 1960, Angkatan Udara Amerika memberi permintaan khusus pada Professor Charles H. Hapgood untuk melakukan analisa mendalam pada peta Piri Reis. US Air Force mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Peta Piri Reis memiliki tingkat akurasi tinggi dengan hasil yang sama persis dengan pemetaan garis pantai yang dilakukan Swedish-British Antartic Expedition.

Menariknya Swedish-British Antartic Expedition  dilakukan pada tahun 1949 dengan peralatan yang lebih canggih dibanding dengan abad 16. Eksplorasi dilanjutkan pada abad 20 ketika ketinggian es di Antartika sudah mencapai 1 mil di atas permukaan air, dan itu sudah tertulis terlebih dulu dalam peta Piri Reis.

Hapgood terus meneliti peta Piri Reis. Ada kemungkinan Piri Reis mulai mengambil referensi dari abad 4 Masehi bahkan lebih awal. Dia juga menduga kalau Piri Reis mendapatkan banyak informasi dari peta-peta yang ada di perpustakaan Alexandria kuno. Peta itu kemudian dipindahkan ke Konstantinopel dan ketika Perang Salib keempat berpindah tangan ke kalangan pelaut Eropa.

Teori-teori Misteri Peta Piri Reis

Teori-teori Misteri Peta Piri Reis

Keistimewaan Peta Piri Reis nggak begitu saja dipercaya orang-orang. Walaupun sudah dibuktikan secara ilmiah kebenarannya, masih banyak yang bertanya-tanya bagaimana mungkin sebuah peta dengan akurasi tinggi bisa dibuat dengan sangat persis padahal dengan teknologi belum modern. Oleh karena itu beredar beberapa teori misteri tentang Peta Piri Reis.

  1. Piri Reis membuat peta dengan bantuan mahluk extraterrestrials. Teori yang terdengar konyol ini masih banyak dikemukakan karena terlalu jauhnya visi Piri Reis dalam menuangkan penemuannya pada sebuah peta.
  2. Peta Piri Reis dibuat oleh sebuah masyarakat yang sudah maju kebudayaannya. Benua Atlantis yang masih misteri sebagai benua dengan kemajuan teknologi dan peradaban manusia yang maju disebut-sebut mempunyai andil dalam pembuatan peta itu.

Demikian pembahasan mengenai peta Piri Reis, jejak kejeniusan yang dipertanyakan. Sampai sekarang, masih belum ada yang bisa menjelaskan kenapa seseorang pada masa itu bisa membuat peta sebaik itu. Nggak cuma akurat, tapi juga sangat visioner. Kamu sudut pandang sendiri? Kamu bisa berbagi di kolom komentar yang sudah disediakan ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *