Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Permainan Charlie dan Kisah Seram yang Mengiringi

Misteri Permainan Charlie dan Kisah Seram yang Mengiringi

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sebagai manusia kita tentu pernah merasakan bosan ketika beraktivitas. Untuk menghilangkan perasaan tersebut kita bisa melakukan banyak hal seperti pergi berolahraga, bertemu teman bahkan liburan. Namun yang paling sering dipilih oleh kebanyakan orang saat ini adalah memainkan permainan karena lebih mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Nggak semua permainan terlihat menyenangkan. Ada beberapa permainan yang juga menyeramkan. Salah satunya adalah permainan Charlie, yang memanggil roh halus untuk menjawab pertanyaan. Permainan ini jadi sorotan setelah banyak video yang beredar di media sosial. Jadilah, banyak orang kemudian penasaran akan misteri permainan Charlie.

Permainan yang melibatkan roh halus sebenarnya bukan cuma permainan Charlie. Di Indonesia, kita mengenal istilah jelangkung yang mempunyai konsep serupa. Perbedaannya adalah cerita yang ada di balik permainan itu. Bagi yang belum tahu, yuk kita ulas lebih dalam tentang permainan Chalie dan kisah seram yang mengiringinya.

Asal-usul Permainan Charlie

Asal-usul Permainan Charlie

Permainan Charlie ini berasal dari permainan Spanyol atau Meksiko yang dikenal dengan istilah “Juego de la Lapicera” atau kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti permainan pena. Sebelum lebih jauh membahas permainan Charlie, ada baiknya kita mengenal sosok Charlie. Ada banyak versi yang menceritakan siapa Charlie sebenarnya, yaitu:

  1. Charlie adalah seorang anak yang bunuh diri di sekolah setelah diintimidasi teman-temannya.
  2. Charlie adalah seorang anak yang tewas dalam kecelakaan mobil.

Dari beberapa versi mengenai legenda Charlie, kita dapat menyimpulkan bahwa Charlie merupakan sosok anak kecil yang tewas dan menyimpan dendam kepada manusia yang telah membuatnya meninggal. Ada juga yang menganggap Charlie sebagai dewa atau iblis yang berasal dari Spanyol tetapi nggak ada bukti cukup bahwa sosok semacam itu ada dalam budaya Spanyol.

Memanggil arwah atau roh halus untuk mendapat jawaban bukanlah sesuatu yang asing bagi kita. Kita sebelumnya pasti pernah mendengar tentang jelangkung yang juga sama-sama memanggil roh halus. Oleh karena itu, banyak yang mengatakan bahwa permainan Charlie adalah jelangkung versi barat.

Cara memainkan Permainan Charlie

Cara memainkan Permainan Charlie

Permainan Charlie bisa dimainkan dengan alat-alat sederhana. Cukup dengan 2 batang pensil berukuran panjang, atau bisa juga pulpen, sumpit, bahkan lidi. Hanya saja kalau lidi beratnya terlalu ringan sehingga lebih mudah digerakkan oleh angin. Selain benda berukuran panjang, satu barang lagi yang diperlukan adalah kertas kosong. Lalu bagaimana orang-orang memainkannya?

  1. Menggunakan kamera untuk mendokumentasikannya.
  2. Membuat sebuah garis horizontal dan vertikal yang bersinggungan sehingga membagi kertas menjadi 4 bagian atau kotak.
  3. Membuat tulisan ‘Yes’ di kotak paling kiri atas lalu tulisan ‘No’ di sebelahnya. Di kotak bawah tulis ‘No’ dan ‘Yes’ sehingga membuat sepasang kotak ‘Yes’ dan sepasang kotak ‘No’ yang menyerong.
  4. Menaruh dua pensil, pulpen, sumpit atau benda panjang yang bentuknya serupa di atas kertas. Buat tumpang tindih sampai membentuk logo ‘+’ dan memisahkan kotak ‘Yes’ dan ‘No’.
  5. Mengucapkan mantra permainan Charlie yaitu, “Charlie, Charlie, are you here?” atau bisa juga dengan “Charlie, Charlie, are you real?”
  6. Kalau pensil nggak bergerak berarti belum berhasil.
  7. Kalau pensil bergerak dengan sendirinya, artinya sudah berhasil memnggil roh halus dan bisa melanjutkan permainan.
  8. Berikan pertanyaan yang jawabannya hanya antara ‘Yes’ dan ‘No’.
  9. Jangan beri pertanyaan tentang cinta, kematian dan uang karena kemungkinan Charlie nggak akan memberikan jawaban.
  10. Permainan bisa diakhiri dengan bertanya, “Charlie, can we stop?”. Kalau posisi pensil bergerak ke arah ‘Yes’, dua pensil harus dijatuhkan ke lantai dan bilang, “Goodbye”. Namun kalau jawabannya adalah ‘No’, pensil harus tetap dipisahkan dan mengucapkan “Goodbye” kemudian membaca doa agar mahluk yang dipanggil benar-benar pergi dan nggak akan mengganggu.

Permainan seperti ini, yang melibatkan mahluk selain manusia memang terkesan menarik dan membuat banyak orang penasaran. Namun, perlu disadari bahwa permainan seperti ini punya risiko yang nggak bisa ditebak. Jadi, sebaiknya jangan melakukan permainan ini kalau nggak siap menanggung risikonya.

Kehebohan #CharlieCharlieChallenge

Kehebohan #CharlieCharlieChallenge

Permainan Charlie bukan lagi rahasia umum di dunia Barat. Dari dulu sudah banyak yang mencoba permainan tersebut. Namun tren permainan Charlie kembali menyita perhatian masyarakat pada April 2015. Ada sebuah tantangan bernama #CharlieCharlieChallenge yang memuncaki trending topics di Twitter.

Kabarnya jumlah unggahan #CharlieCharlieChallenge sampai mencapai angka 1,6 juta. Nggak hanya sampai di situ, tapi Charlie Charlie kemudian menjadi kata kunci yang paling dicari di Google di periode itu. Bahkan surat kabar Washington Post menyatakan tantangan tersebut sudah mulai berbuah menjadi budaya populer di kalangan remaja saking banyaknya yang memainkan.

Awal ramainya #CharlieCharlieChallenge dimulai ketika banyak pengguna media sosial di Republik Dominika yang mengunggah kejadian di sebuah sekolah yang terkenda dampak permainan Charlie. Orang-orang di barat yang cenderung kurang mempercayai hal mistis dan horror malah menganggap kejadian itu lucu sehingga malah menjadi bahan perbincangan, bahkan menjadi bahan lelucon.

Seorang gadis berusia 17 tahun asal Georgia disebut sebagai yang pertama kali membawa permainan Charlie ke instagram dengan mengunggah bagaimana pensil di atas kertas bergerak sendiri. Saking ramainya pemberitaan tentang #CharlieCharlieChallenge sampai membuat adanya software HP yang bernama Charlie Charlie Challenge.

September 2019 lalu, puluhan siswa SMAN 1 Tebing Tinggi, Sumatera Utara mengalami kerasukan massal. Kebanyakan dari mereka adalah perempuan yang tiba-tiba menangis atau berteriak histeris. Setelah diselidiki, mereka baru saja memainkan permainan Charlie dari HP tapi ternyata untuk menyelesaikannya nggak berjalan dengan baik.

Penjelasan tentang Permainan Charlie

Penjelasan tentang Permainan Charlie (Copy)

Ramainya berita tentang permainan Charlie dan cerita menyeramkan yang mengiringinya nggak serta-merta membuat orang-orang yang nggak memercayainya memalingkan mata. Beberapa penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana pensil bergerak dengan sendirinya.

Christopher French seorang psikolog dari University of London mengatakan dua pensil berbentuk tabung yang diletakkan secara bertumpu akan menghasilkan sistem yang nggak stabil sehingga membuatnya memiliki kecenderungan untuk berputar lebih mudah, bahkan sedikit hembusan nafas bisa mengacaukan keduanya.

Sebuah studi yang dimuat di jurnal Current Directions in Psychological Science tahun 2012 mengatakan bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan sesuatu demi membuat apa yang mereka harapkan benar-benar terjadi atau disebut dengan “respond expectancy”.

Jika diterapkan pada permainan Charlie, menurut mereka pensil akan bergerak dengan sendirinya atas dasar harapan kita yang meyakini bahwa pensil itu akan bergerak. Jadi walaupun ada sedikit gerakan, kita akan mempercayai bahwa ada pengaruh roh halus yang ikut menggerakannya. Padahal mungkin yang menggerakannya adalah nafas kita yang mendorongnya atau udara di sekitar.

Nggak lengkap rasanya kalau kita membahas sebuah misteri hanya dari sudut pandang yang ilmiah. Beberapa paranormal meyakini bahwa bergeraknya pensil dalam permainan Charlie adalah benar-benar ulah roh halus. Ketika kita menulis di kertas dan menumpukkan 2 pensil kemudian membaca mantra Charlie, kita berarti sedang memanggil roh halus ke depan mata kita.

Makanya nggak jarang banyak yang kerasukan ketika memainkan permainan Charlie karena dengan ritual pemanggilan roh nggak bisa dilakukan seenaknya tanpa bantuan seseorang yang ahli. Apa pun itu, kita nggak perlu memainkan permainan berisiko  seperti permainan Charlie, kecuali benar-benar siap untuk menanggung risikonya.

Demikianlah misteri permainan Charlie dan kisah seram yang mengiringinya. Sebagai manusia yang lebih sempurna dari mahluk lainnya, sudah sepantasnya kita menghormati mereka bukannya mempermainkan mereka. Apa kamu punya pengalaman pribadi tentang permainan Charlie? Ada kolom komentar yang bisa kamu gunakan untuk berbagi.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *