Bacaterus / Tokoh Misteri / Misteri Percy Fawcett yang Hilang Saat Ekspedisi di Amazon

Misteri Percy Fawcett yang Hilang Saat Ekspedisi di Amazon

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dunia ini merupakan hamparan luas yang menyimpan berbagai misteri. Selain menyimpan berbagai keunikan di setiap tempatnya, ada juga tempat-tempat yang dipercaya sudah hilang. Tempat-tempat itu masih menjadi objek pencarian beberapa pihak yang ingin membuktikan kebenaran bahwa pernah ada sebuah peradaban di tempat tersebut.

Salah satu kota yang disebut-sebut pernah ada tapi hilang adalah Kota Z. Kota tersebut dipercaya mempunyai peradaban yang usianya lebih tua daripada Peradaban Mesir Kuno. Percy Fawcett adalah orang yang terobsesi akan keberadaan kota Z. Namun bukannya menemukan kota Z, Percy Fawcett malah turut hilang dalam pencariannya. Kita akan membahas itu lebih dalam di sini.

Kronologi Hilangnya Percy Fawcett

Percy Fawcett

* sumber: allthatsinteresting.com

Percy Fawcett lahir pada 18 Agustus 1867 di Torquay, Devon, Inggris. Dia terlahir dari pasangan Edward Boyd Fawcett dan Myra Elizabeth. Ayahnya adalah anggota Royal Geographical Society sementara kakaknya, Edward Douglas Fawcett adalah seorang pendaki gunung, peneliti okultisme budaya Timur dan juga penulis buku.

Lahir dari keluarga yang menyimpan ketertarikan besar terhadap geografi membuat Percy Fawcett memilih pendidikan dan karir di bidang yang sama sampai akhirnya dia menjadi ahli geografi dan arkeolog. Fawcett memulai ekspedisi pertamanya ke Amerika Selatan di tahun 1906 setelah mendapat undangan dari Royal Geographical Society.

Dia mendapat tugas untuk melakukan penelitian di perbatasan antara Brazil dan Bolivia. Setelah 18 bulan dia mendapat banyak informasi mengenai sebuah kota yang disebut hilang di tengah Amazon. Kota itu disebut mempunyai usia peradaban melebihi peradaban Mesir dan disebut sebagai Kota Z.

Rasa ingin tahu Fawcett semakin tinggi ketika ditemukannya sebuah kota bernama Machu Picchu di wilayah Pegunungan Andes, Peru pada tahun 1912. Fawcett mendapat motivasi berlebih, dia merasa mampu melakukan penemuan serupa yang bisa membuat namanya dikenang. Dia pun terpicu untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai Kota Z.

Pada tahun 1920, Fawcett menemukan sebuah manuskrip di Perpustakaan Nasional Rio de Janeiro. Manuskrip itu bernama 512 yang ditulis oleh seorang arkeolog asal Portugal dua abad sebelumnya. Di manuskrip itu ada pernyataan bahwa ditemukan sebuah kota tersembuyi di wilayah Hutan Amazon bernama Mato Grosso.

Fawcett semakin kagum atas apa yang dia temukan dari manuskrip 512. Terlebih dijelaskan bagaimana kota tersebut dipenuhi dengan bangunan berlapis perak. Selain itu, di sisi luar bangunan terukir huruf-huruf yang menyerupai huruf Yunani atau Eropa Kuno serta jalan lebar yang mengarah ke sebuah danau.

Setahun setelah menemukan manuskrip 512, Fawcett mulai menjalankan ekspedisinya untuk menemukan kota Z. Sayangnya, usahanya tidak semulus yang diperkirakan. Ketika sampai di hutan Amazon dia menemukan banyak kesulitan, mulai dari medan, ancaman binatang buas, sampai ancaman penyakit.

Kronologi Hilangnya Percy Fawcett

* sumber: allthatsinteresting.com

Pada tahun 1925, Fawcett mendapat dukungan untuk ekspedisinya menemukan Kota Z dari kelompok asal London yang bernama The Glove. Kali ini dia membawa anaknya, Jack Fawcett dan sahabat anaknya, Raleigh Rimell. Fawcett meminta kalau dia tidak kembali, tidak perlu ada ekspedisi pencarian dirinya karena dia tidak mau tim penyelamatan menderita harus mencarinya.

Dengan pengalaman banyak, Fawcett sudah menyiapkan segala keperluan, dari mulai makanan, keperluan P3K, alat untuk mengirim sinyal pertolongan sampai senjata. Dia hanya membawa rombongan sebanyak dua orang agar bisa lebih leluasa dalam menjalankan ekspedisi serta menghindari masalah dengan penduduk lokal yang sering bersikap jahat pada pendatang.

Tanggal 20 April 1925, Fawcett dan rombongannya mulai pergi meninggalkan Cuaiba. Rombongannya bertambah dengan diajaknya dua orang Brazil, dua kuda, delapan bagal dan sepasang anjing.

Tanggal 29 Mei 1925, Fawcett menuliskan surat pada istrinya yang akan dikirim oleh penduduk lokal. Dia menyatakan sudah memasuki sebuah wilayah yang belum pernah terjamah sebelumnya dengan Jack dan Raleigh. Ekspedisi dilanjutkan tanpa dua orang Brazil yang sempat menemani mereka.

Mereka melintasi Upper Xingu, sebuah sungai kecil yang mengalir ke Sungai Amazon. Surat terakhirnya menyatakan bahwa dia merasa optimis dapat menemukan Kota Z. Dua tahun setelah surat terakhirnya, tidak ada kabar sama sekali dari Fawcett.

Untuk mencari Fawcett, sebuah ekspedisi pencarian dibentuk dan dikirim pada tahun 1928, tapi tidak menemukan hasil yang diharapkan. Di tahun 1930 sampai 1931, sebuah pesawat amfibi dikirim ke wilayah Sungai Amazon untuk menyisir setiap daerah dengan harapan Fawcett akan ditemukan. Sayangnya, Fawcett lagi-lagi tidak ditemukan.

Teori Hilangnya Percy Fawcett

Teori Hilangnya Percy Fawcett

* sumber: bizarreandgrotesque.files.wordpress.com

Hilangnya Percy Fawcett setelah mengirim surat di sebuah kamp bernama Dead Horse Camp membuat banyak orang bertanya-tanya. Beraneka teori beredar tentang misteri Percy Fawcet, yang hilang ketika ekspedisi. Beberapa teori tentang hilangnya Percy Fawcett adalah:

1. Teori John Hemming

Percy Fawcett dan rombongannya memasuki wilayah yang masih ditinggali oleh beberapa suku Indian, seperti Suku Kalapalo, Suku Aruma, Suku Suya dan Suku Xavante. Seorang penjelajah bernama John Hemming menyatakan bahwa rombongan yang hanya tiga orang terlalu sedikit untuk selamat di hutan apalagi harus berhadapan dengan orang-orang dari suku pedalaman.

2. Teori Henry Coustin

Henry Coustin yang juga berprofesi sebagai penjajah sekaligus teman Fawcett membantah teori Fawcett dibunuh oleh suku lokal pedalaman. Henry menyatakan bahwa kecil kemungkinan kalau Fawcett dibunuh oleh suku lokal karena Fawcett memiliki kemampuan yang baik untuk berkomunikasi.

Kemungkinan besarnya adalah Percy Fawcett dan rombongannya tersesat di dalam hutan dan tewas karena kelaparan dan kelelahan. Sebagai orang yang mengenal Fawcett, Henry merasa kalau teori ini lebih masuk akal dibanding teori Fawcett dibunuh.

3. Teori Villas-Boas

Seorang penjelajah asal Denmark bernama Arne Falk-Ronne melakukan ekspedisi ke Mato Grosso. Di dalam ekspedisinya itu dia mendapat kabar mengenai Fawcett dari seorang aktivis Brazil bernama Orlando Villas-Boas.

Villas-Boas mengatakan pernah mendengar cerita Fawcett dari orang yang membunuhnya karena rombongan Fawcett kekurangan barang untuk diberikan kepada suku lokal. Bagi suku lokal hal tersebut merupakan pelanggaran keras dan dapat memicu terjadinya kekerasan.

4. Teori Suku Kalapalo

Seorang penulis untuk surat kabar The New Yorker bernama David Grann mengunjungi Kalapalo untuk mencari keterangan tentang hilangnya Fawcett yang kemudian dia jadikan buku berjudul The Lost City of Z.

Orang dari suku Kalapalo memberikan keterangan bahwa mereka sempat melihat rombongan yang terdiri dari tiga orang tapi dua orang di antara mereka yang berusia muda sedang dalam keadaan sakit. Dia kemudian menjelaskan bahwa Fawcett sudah diberi peringatan akan kekejaman suku yang tinggal di dekat wilayahnya yang dikenal suka melakukan kekerasan.

Fawcett bersikukuh untuk pergi. Beberapa orang Kalapalo bahkan sempat melihat asap di sebuah kamp dekat mereka setiap malam selama 5 hari sebelum kemudian menghilang. Mereka meyakini Fawcett dibunuh oleh suku itu.

Grann kemudian menyelidiki ke wilayah itu dan kemudian menemukan sebuah suku bernama Kuhikugu di dekat lokasi yang disebutkan oleh suku Kalapalo.

Demikian misteri Percy Fawcett yang hilang saat ekspedisi di Amazon. Karena merupakan wilayah hutan hujan yang sangat luas, Amazon menyimpan banyak misteri lainnya yang menarik untuk diketahui, termasuk mengenai sungainya yang sangat besar dan panjang dan suku-suku serta binatang-binatang yang tinggal di dalamnya.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *