Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Kasus Pembunuhan Berantai Hwaseong, Korea Selatan

Misteri Kasus Pembunuhan Berantai Hwaseong, Korea Selatan

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Hwaseong adalah nama sebuah kota yang terletak di provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. Kota yang dikenal memiliki daerah pertanian paling luas di provinsi Gyeonggi ini menyimpan kisah pilu yang bisa membuat orang merinding.

Setelah sempat membuat gempar masyarakat Korea pada tahun 1980-an. Kasus pembunuhan berantai yang terjadi di Hwaseong pun kembali menjadi perhatian masyarakat Korea dan juga dunia.

Jika kamu termasuk salah satu para pecinta film thriller Korea, maka pasti mengetahui beberapa judul film seperti Memories of Murder dan Confession of Murder. Kedua film tersebut memang terinspirasi dari kasus pembunuhan berantai yang terjadi di kota Hwaseong.

Nah, seperti apa kasus pembunuhan berantai yang terjadi di negeri ginseng tersebut? Kali ini Bacaterus akan mengulasnya khusus untuk kamu. So, biar kamu tidak semakin penasaran, baca ulasan lengkapnya di sini.

Kasus Pembunuhan Berantai di Kota Hwaseong

Kasus Pembunuhan Berantai di Kota Hwaseong

* sumber: edition.cnn.com

Pembunuhan berantai yang terjadi di Hwaseong menjadi kasus paling misterius yang pernah terjadi di Korea Selatan. Kasus pembunuhan tersebut terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang, yaitu mulai dari tanggal 15 September 1986 hingga 3 April 1991 di Hwaseong.

Selama rentang waktu 5 tahun, pembunuh berantai tersebut telah menelan sembilan nyawa tidak berdosa. Meski polisi telah mengerahkan banyak pasukan serta profiler handal untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut, namun pencarian yang dilakukan para petugas belum membuahkan hasil yang maksimal.

Sebanyak 21 ribu orang diselidiki dalam kasus pembunuhan berantai paling sadis yang terjadi di kota tersebut. Namun, tak ada petunjuk yang jelas mengenai pelaku pembunuhan di daerah tersebut. Polisi sendiri telah mengumpulkan setidaknya 20 ribu sidik jari untuk mencari pelaku pembunuhan yang cukup meresahkan warga.

Kurangnya saksi mata serta teknologi canggih pada saat itu menjadi kendala yang mungkin menyulitkan bagi polisi untuk mengungkap kasus pembunuhan paling sadis tersebut. Hal tersebut yang membuat kasus Hwaseong menjadi salah satu kasus pembunuhan paling misterius yang membutuhkan waktu cukup panjang untuk diungkap.

Mengincar Korban Wanita

Mengincar Korban Wanita

* sumber: www.koreaherald.com

Wanita dan anak-anak memang rentan terhadap tindakan kekerasan dan kejahatan. Mereka kerap kali menjadi sasaran empuk bagi para penjahat untuk melancarkan aksi kejinya. Kasus kejahatan yang dilakukan pada anak dan wanita memang sering kita lihat terjadi hampir di seluruh negara di berbagai belahan dunia.

Kasus pembunuhan berantai yang terjadi di Hwaseong pun menjadi salah satu yang cukup menyita perhatian masyarakat dunia. Kasus yang terjadi di sana memang cukup mengundang teka-teki bagi pihak yang berwajib.

Kasus pembunuhan pertama terjadi pada 15 September 1986, dimana seorang perempuan paruh baya telah ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi yang cukup mengenaskan. Sebagian besar korban dari kebiadaban pelaku ditemukan dengan kondisi tangan terikat dengan banyak luka di tubuhnya.

Polisi sendiri menduga korban telah diperkosa terlebih dahulu oleh pelaku sebelum akhirnya dibunuh dengan cara yang mengerikan. Nah, setelah kasus pertamanya, kasus serupa kembali terulang dalam rentan waktu yang cukup panjang hingga pada kasus terakhir, yaitu pada tanggal 3 April 1991.

Jumlah korban yang diketahui sebanyak 9 orang, dimana sebagian besar adalah wanita dengan rentang usia antara 13 tahun hingga 71 tahun. Pihak kepolisian yang dibantu oleh profiler handal untuk menangani kasus tersebut menduga bahwa kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi di kota tersebut dilakukan oleh orang yang sama.

Hal tersebut dilihat dari pola pelaku dalam memperlakukan korbannya serta tempat pembuangan jasad korban yang sebagian besar dilakukan di sebuah perkampungan yang sepi penduduk. Beberapa lokasi tersebut diantaranya area persawahan, ladang, serta di saluran pembuangan.

Kepolisian sendiri menduga pelaku mengincar para perempuan yang sedang dalam perjalanan pulang menuju ke rumah pada malam hari untuk dijadikan sebagai mangsa.

Baca juga: 10 Kasus Pembunuhan Tersadis yang Pernah Terjadi di Dunia

Kasus Menemui Titik Terang

Kasus Menemui Titik Terang

*

Setelah hampir 30 tahun kasus tersebut menjadi misteri pada akhir tahun 2019, tepatnya pada tanggal 19 September, polisi pada akhirnya menemukan titik terang mengenai dalam dibalik pembunuhan berantai yang memangsa wanita sebagai korbannya.

Lee Chun-Jae yang kini berusia 57 tahun pada akhirnya diidentifikasi sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan yang terjadi di Hwaseong. Pria yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan adik iparnya pada tahun 1993 pada akhirnya terungkap sebagai dalang dari banyak pembunuhan, termasuk dalam kasus pembunuhan yang terjadi  d di Hwaseong.

Polisi mengidentifikasi Lee Chun-Jae menggunakan teknik forensik yang cukup canggih dengan mencocokkan DNA dari kasus kejahatan yang selama puluhan tahun tidak terungkap. Setelah polisi berhasil mencocokkan hasil temuannya tersebut. Lee Chun-Jae sendiri pada akhirnya mengakui atas kejahatan yang dilakukannya.

Selain 9 wanita yang menjadi korban di kasus Hwaseong, ia juga bertanggung jawab atas 14 pembunuhan lainnya. Meski pada akhirnya tersangka untuk kasus pembunuhan berantai tersebut telah terungkap, namun sayangnya karena kasusnya termasuk Cold case, maka pelaku pun tidak dapat ditindak secara hukum.

Cold case sendiri merupakan kasus yang telah lama ditangani. Namun, belum bisa terungkap hingga pada akhirnya tidak terurus dan menjadi kadaluwarsa. Sebelum perubahan aturan pada 2007, Korea memang membatasi batas kedaluwarsa untuk kasus pembunuhan hingga 15 tahun.

Hal tersebut yang membuat Lee Chun-Jae tidak bisa mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya sejak tahun 2006 silam. Parahnya kasus pembunuhan tersebut menyeret nama lain yang tidak bersalah, yang membuatnya harus menjalani hukuman penjara selama hampir 20 tahun untuk kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Lee Chun-Jae

Meskipun polisi telah menyatakan permintaan maaf pada korban yang menjadi salah tangkap, namun hal tersebut sangat disayangkan oleh banyak pihak.

Diadaptasi ke dalam Drama dan Film

Diadaptasi ke dalam Drama dan Film

Hwaseong menjadi kasus kontroversial yang cukup terkenal di Korea Selatan. Di Korea sendiri, kasus pembunuhan tersebut dikenal dengan Korean Zodiac Killer atau Hwaseong Sarin Sakon. Saking populernya, banyak sineas film yang akhirnya terinspirasi untuk membuatnya ke dalam berbagai judul film dan drama.

Beberapa film dan drama yang cukup sukses diantaranya adalah serial drama Signal, Memoirs of Murder, Tunnel dan juga Confession of Murder. Selain diangkat ke dalam film layar lebar dan serial televisi, kasus pembunuhan tersebut kerap diulas oleh para content creator dari seluruh dunia, sehingga kasus Hwaseong cukup dikenal di mancanegara

Hwaseong sendiri merupakan satu dari sekian banyak kasus Cold case yang berhasil menyita perhatian masyarakat Korea cukup lama. Meskipun kasus tersebut dilakukan di masa lalu, namun kengeriannya masih bisa dirasakan hingga saat ini. Rasa penasaran masyarakat pada kasus tersebut pun pada akhirnya terbayar oleh kerja keras para polisi selama puluhan tahun dengan hasil penemuan pelaku.

Nah, itulah misteri kasus pembunuhan berantai Hwaseong, Korea Selatan yang mengerikan. Meski pelaku tak dapat diproses secara hukum, namun hal tersebut dapat mengobati rasa penasaran masyarakat. Semoga informasi yang telah Bacaterus bahas di atas bisa membuat kita semakin waspada terhadap kejahatan yang terjadi.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *