Bacaterus / Tempat Angker di Dunia / Misteri Pavlopetri, Kota Kuno yang Ada di Dasar Laut Yunani

Misteri Pavlopetri, Kota Kuno yang Ada di Dasar Laut Yunani

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kamu tentu masih ingat dengan formasi batuan Yonaguni yang ditemukan di dasar laut Jepang. Menurut para peneliti, Yonaguni diyakini merupakan sisa-sisa peninggalan peradaban kuno yang tenggelam.

Nah, serupa dengan Yonaguni, di dasar laut Yunani pun terdapat bekas reruntuhan kota yang cukup menarik untuk dibahas. Bernama Palvopetri, reruntuhan yang berada di dasar laut ini memang memiliki magnet yang kuat bagi para peneliti di seluruh dunia untuk menguak misteri yang tersimpan di dalamnya.

Seperti apa kota misterius yang ada di bawah laut tersebut? Kali ini Bacaterus telah merangkum misteri Palvopetri, kota kuno yang berada di dasar laut Yunani. Berikut adalah ulasannya.

Peradaban Kuno yang Menakjubkan

Kota Pavlopetri

* sumber: www.secret-greece.com

Setelah sebelumnya dunia dikejutkan dengan penemuan menakjubkan berupa formasi batuan raksasa yang ada di dasar laut negeri sakura Jepang, selanjutnya penemuan yang serupa juga ditemukan di dasar laut Yunani yang bernama Pavlopetri.

Keberadaan peradaban kuno yang berada di dasar laut Yunani pertama kali dilaporkan oleh seorang geologis bernama Fokion Negri pada tahun 1904. Baru pada tahun 1967, ahli kelautan dari Universitas of Southampton bernama Dr. Nicholas Flemming melakukan observasi dan mengungkap keberadaan peradaban kuno tersebut.

Menurut penelitian Dr. Flemming yang bekerja sama dengan tim arkeologis dari Universitas Cambridge pada tahun 1968, Palvopetri berada di kedalaman 3-4 meter di dasar laut. Kota tersebut diperkirakan dihuni sejak tahun 2800 SM. Sementara sisa reruntuhan bangunan kuno tersebut diperkirakan telah ada sejak zaman Myceanaen pada periode 1680-1180 SM.

Pavlopetri sendiri terletak di antara Pulau Elafonisos dan Pantai Punta yang berada di selatan Laconia. Berdasarkan pemetaan dan penanggalan yang dilakukan oleh Dr. Flemming dan tim arkeolognya, pada awalnya bangunan yang ditemukan di wilayah tersebut hanya terdiri dari 15 bangunan, 37 makam batu dan 5 jalan di wilayah seluas 300 meter persegi.

Menurutnya, dahulu kala Pavlopetri digunakan sebagai pelabuhan dan tempat perdagangan. Hal itu terlihat dari lokasinya yang cukup strategis serta terdapat pula bangkai kapal yang berada di dekat lokasi tempat reruntuhan tersebut berada.

Penemuan reruntuhan kota yang berada di dasar laut sejak zaman perunggu tersebut memang merupakan penemuan yang mengagumkan pada abad ke-20. Selain memiliki nilai sejarah, Pavlopetri pun menyimpan banyak misteri tentang keberadaanya.

Beberapa bangunan kuno yang eksotis masih tampak terlihat utuh meskipun berada di bawah laut dalam kurun waktu yang cukup lama. Penelitian yang dilakukan dr Flemming dan timnya ini sempat dipublikasikan oleh The British School, Athena pada tahun 1969. Namun pada akhirnya, penelitian tentang situs bangunan kuno dalam laut tersebut dihentikan tanpa alasan yang jelas.

Penemuan Menakjubkan di Palvopetri

Penemuan di Palvopetri

* sumber: www.orang-orang.com

Setelah penelitian kota Pavlopetri terhenti cukup lama, pada tahun 2007 penelitian tersebut kembali dilakukan oleh seorang arkeolog yang berasal dari Universitas Nottingham bernama Dr. Chryshanthi Gallou dan Dr. John Henderson yang dibantu oleh Dr. Flamming.

Dr. John Henderson sendiri adalah arkeolog pertama selama 40 tahun yang mendapat ijin resmi dari pemerintah Yunani untuk melakukan penelitian di Pavlopetri. Penelitian itu sendiri dilakukan selama hampir 5 tahun dengan menggunakan peralatan tiga dimensi yang lebih canggih. Hasil pencarian tersebut kemudian memberikan informasi baru yang cukup menarik.

Menurut Dr. John Henderson setelah melakukan pemetaan dengan teknik total station, Pavlopetri diketahui memiliki luas sekitar 9000 meter persegi. Beberapa gedung baru yang ada di Pavlopetri mulai muncul karena adanya pergerakan di pasir.

Dr. Henderson mengatakan bahwa bangunan-bangunan peninggalan bersejarah tersebut masih terlihat berdiri dengan utuh. Penelitian lebih mendalam kemudian dilakukan di Pavlopetri pada periode tahun 2011-2013. Dr. Henderson dan Elias Spondylis dari Greek Underwater Ephorate dengan mengirim 15 orang penyelam profesional untuk melakukan penelusuran ke dasar laut.

Setelah melakukan penyelaman, beberapa penemuan yang menakjubkan pun akhirnya ditemukan oleh tim penyelam. Penemuan itu berupa artefak tembikar yang dibuat pada zaman akhir Neolitik di lokasi dekat reruntuhan. Penemuan tembikar itu yang pada akhirnya menjadi informasi baru bahwa peradaban yang berada di Pavlopetri telah dimulai sejak 5000 tahun silam.

Selain itu dalam penyelaman tersebut juga ditemukan beberapa artefak berupa alat perkakas, alat tenun dan sisa-sisa bangunan berupa genteng dan batu berlumpur. Petunjuk lain kemudian muncul setelah ditemukan sebuah pemakaman kuno yang berada di reruntuhan dinding rumah.

Menurut Dr. Gallou, tradisi mengubur mayat dalam dinding rumah memang sering dilakukan pada masa zaman perunggu dan hal tersebut juga bisa dilihat pada bangsa Minoan di Kreta. Hal ini tentu menjadi bagian penting dari penemuan yang ada di Pavlopetri.

Dr. Gallou lebih lanjut menyebutkan bahwa hal menarik lainnya tentu saja pada monumen bangunan yang cukup megah yang baru saja ditemukan yaitu aula Megaron. Para peneliti berspekulasi bahwa bangunan yang ada di Pavlopetri ini dulunya adalah pusat pemerintahan, mengingat banyaknya artefak modern yang ditemukan di sana.

Sisa-sisa peninggalan Pavlopetri telah menunjukan bahwa peradaban yang ada pada masa itu merupakan kota tertua yang cukup berkembang dan lebih maju.

Kota Tertua yang Tenggelam di Bawah Laut

Kota tertua yang tenggelam

* sumber: www.learning-history.com

Keberadaan Pavlopetri di dasar laut memang masih menjadi misteri yang sedang dipelajari oleh Dr. Henderson dan timnya. Menurut Dr. Henderson, permukaan air yang naik dan turun memang bisa terjadi karena beberapa alasan.

Namun melihat permukaan laut di Mediterania yang tidak banyak mengalami perubahan membuatnya ragu untuk menyimpulkan bahwa ketinggian permukaan laut adalah penyebab terendamnya kota Pavlopetri.

Oleh karena itu, Dr. Henderson menyebutkan alternatif lain yang menjadi penyebab kota tersebut bisa tenggelam, yaitu pengaruh efek pergerakan tanah. Hal itu mengingat Mediterania Timur adalah salah satu daerah di dunia yang aktif mengalami gempa bumi.

Dengan kata lain, bila daerah barat Kreta mengalami kenaikan sekitar 6 meter sedangkan Teluk Napoli merosot hampir 10 meter, bisa jadi Pavlopetri sudah merosot hingga 4 – 5 meter sesudah 1000 SM. Hal tersebut dapat dilihat dari bukti artefak tembikar yang ditemukan.

Namun dalam kesimpulannya, Dr. Henderson mengatakan bahwa terendamnya Pavlopetri masih menjadi misteri yang belum bisa terpecahkan. Ia menambahkan mungkin saja Pavlopetri selamat dari bencana dan menjadi puing di tanah, namun secara perlahan turun ke pasir lalu gelombang air laut menenggelamkannya setelah terjadi peristiwa gempa atau satu peristiwa lain yang lebih besar.

Pada akhirnya, Pavlopetri pun menjadi kota tertua yang ada di bawah laut yang masih menyimpan misteri. Para ahli masih terus melakukan penelitian meskipun sampai saat ini belum terdengar informasi lain tentang salah satu warisan budaya yang mengagumkan tersebut.

Nah, itulah misteri Pavlopetri, kota kuno yang berada di dasar laut Yunani. Dapatkan juga berbagai informasi menarik lainnya mengenai negara Yunani di sini.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *