Bacaterus / Mitos / Misteri Monster Gevaudan, Makhluk Cerita Rakyat Prancis

Misteri Monster Gevaudan, Makhluk Cerita Rakyat Prancis

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kejadian mengerikan pasti akan awet dalam ingatan, bahkan meski kita hanya mendengar tanpa mengalami. Terutama kalau kejadian itu disebabkan oleh sesuatu yang masih menjadi misteri meski ada saksi yang melihat. Misalnya, kejadian seseorang yang diserang binatang tanpa diketahui jenisnya, atau hewan ternak yang tiba-tiba mati dengan luka di dada seperti misteri chupacabra.

Pada abad ke-18, Prancis digegerkan oleh kemunculan seekor makhluk yang diberi nama monster Gevaudan. Banyak ternak yang mati bahkan menelan korban manusia juga. Sampai sekarang, monster Gevaudan masih menjadi misteri meski beberapa mengatakan pernah melihat. Misteri monster Gevaudan, makhluk sadis cerita rakyat Prancis akan kita bahas lebih jauh di sini.

Bentuk Fisik Monster Gevaudan

Fisik Monster Gevaudan

* sumber: 66.media.tumblr.com

Nama monster Gevaudan diberikan pada sebuah makhluk misterius yang memakan manusia dan binatang di Pegunungan Margeride, Gevaudan, Prancis. Rentetan kejadian itu terjadi di antara tahun 1764 sampai 1767. Selain disebut sebagai monster Gevaudan, ada juga yang menyebutnya beast of Gevaudan, le bete du Gevaudan, la bestia de Gavaudan dan wolf of Chazes.

Berdasarkan keterangan saksi yang pernah melihat monster Gevaudan, bentuknya menyerupai serigala tapi berukuran lebih besar, bertelinga kecil seperti anjing, dadanya lebar, mulutnya bisa menganga dan mempunyai taring yang tajam dan kuat serta memiliki ekor.

Ada perbedaan dalam hal ukuran yang diungkapkan saksi. Ada yang menyebut ukurannya seperti anak sapi ada juga yang mengatakan ukurannya sebesar gajah. Monster Gevaudan mempunyai bulu berwarna kemerahan dengan bulu belakang berwarna hitam atau gelap.

Cerita Monster Gevaudan

Cerita Monster Gevaudan

* sumber: vignette.wikia.nocookie.net

Musim panas tahun 1764, seorang wanita yang memiliki ternak di wilayah hutan Mercoire dekat Langongne, timur Gevaudan, menyatakan melihat sesosok makhluk yang mendekatinya. Makhluk itu mempunyai bulu dan berukuran besar hampir menyamai tingginya kalau makhluk itu berdiri.

Ketika mendekat, kawanan banteng-banteng yang hidup di wilayah itu menyerang makhluk tersebut dan menjaganya agar tidak kembali ke hutan dan tetap berada di dekat perairan. Makhluk itu menyerang untuk kedua kalinya dan akhirnya mendapatkan korban seorang anak berusia 14 tahun bernama Janne Boulet. Anak itu terbunuh di sebuah desa dekat Les Hubacs dekat Langongne.

Bulan-bulan berikutnya di tahun 1764, banyak serangan yang terjadi di wilayah Gevaudan. Mulai dari pria, wanita, anak-anak sampai hewan ternak menjadi korban di wilayah hutan. Uniknya, monster itu hanya mengincar kepala atau daerah leher korbannya. Dikarenakan jumlah korban yang bertambah banyak dengan cepat, ada kecurigaan kalau Monster Gevaudan tidak hanya satu.

Tanggal 12 Januari 1765, Jacques Portefaix bersama tujuh temannya diserang oleh monster Gevaudan. Mereka berhasil selamat dan mengusirnya dengan cara tetap bersama-sama melawan. Kejadian tersebut sampai ke Raja Louis XV yang sedang memimpin Prancis waktu itu. Dia menyatakan bahwa Prancis akan turun tangan mencari dan membantu membunuh monster itu.

Kapten Duhamel dan pasukannya dikirim ke wilayah Gevaudan. Sayangnya upaya mereka dilakukan tanpa bekerja sama dengan petani dan penduduk lokal sehingga membuat tugas mereka mandek. Dalam beberapa kesempatan, dia nyaris berhasil menembak monster Gevaudan namun gagal karena kurangnya keterampilan bawahannya.

Louis XV menyetujui usul untuk meningkatkan perburuan atas monster Gevaudan. Dia mengirim dua pemburu ulung, yaitu Jean Charles Marc Antoine Vaumesle d’Enneval bersama anaknya, Jean-Francois. Kapten Duhamel yang mempunyai strategi berbeda dengan mereka berdua kembali ke markasnya di Clermont-Ferrand.

Jean Charles dan Jean-Francois mulai melakukan tugasnya tanggal 17 Februari 1765 dengan membawa delapan anjing pemburu yang telah terlatih dalam berburu serigala. Banyak serangan terus terjadi, pada bulan Juni mereka mulai digantikan oleh Francois Antoine.

September 1765, Antoine berhasil membunuh seekor serigala berwarna abu dengan tinggi 80 cm, panjangnya 1,7 m dan beratnya 60 kg. Serigala itu diberi nama le loup de Chazes karena ditemukan di daerah Abbaye des Chazes. Untuk ukuran serigala, serigala itu termasuk yang berukuran besar.

Pemburu monster Gevaudan.jpg

* sumber: betedugevaudan.com

Antoine menyatakan bahwa serigala tersebut merupakan serigala terbesar yang bisa ditemukan di wilayah perburuannya. Banyak yang menganggap bahwa serigala itu yang menyerang para korban. Di tubuhnya ditemukan banyak luka yang diduga disebabkan oleh para korbannya yang melakukan perlawanan.

Serigala yang dihabisi oleh Antoine dikirim ke Versailles, tempat putranya Antoine de Beautene dianggap sebagai pahlawan. Sang ayah tetap tinggal di dalam hutan untuk memburu serigala betina dan dua anaknya yang masih hidup. Dia kemudian berhasil membunuh mereka semua dan ketika diperiksa ternyata badan anak-anak serigala jauh lebih besar daripada induknya.

Anak serigala juga mempunyai cakar yang lebih banyak seperti kelainan yang ditemukan pada anjing ras Bas-Rauge atau Beauceron. Salah satu dari anak serigala itu tidak dapat Antoine temukan, tapi dia percaya sudah menembaknya dan mati. Dia pun pergi ke Paris dan mendapat banyak penghargaan.

Tanggal 2 Desember di tahun yang sama, dua anak lelaki diserang oleh sosok monster. Penduduk khawatir monster Gevaudan sebetulnya masih hidup. Banyak yang mengira monster itu adalah anak serigala yang disebut mati tapi tidak ditemukan. Serangan yang dilakukan semakin brutal dan membuat banyak korban berjatuhan di wilayah La Besseyre-Saint-Mary.

Pemburu lokal bernama Jean Chastel disebut-sebut sebagai pembunuh monster Gevaudan. Dia menembaknya di lereng Gunung Mouchet dalam perburuan yang didukung oleh bangsawan lokal bernama Marquis d’Apchiuer pada 19 Juni 1767. Monster itu dibawa ke kastil dan diperiksa oleh Dr. Boulanger. Hasilnya, ditemukan sisa-sisa dari tubuh korban terakhir di perutnya.

Teori Monster Gevaudan

Banyaknya serangan dan korban berjatuhan yang dilakukan oleh monster Gevaudan tidak membuat orang-orang percaya begitu saja. Beberapa peneliti di era modern menyatakan bahwa histeria massal di abad ke-18 menjadi penyebab munculnya mitos mengenai monster Gevaudan. Mereka juga yakin bahwa para korban meninggal karena serangan serigala atau kelompok serigala.

Mereka menambahkan deskripsi monster yang digambarkan sudah dibuat sedemikian rupa sehingga banyak yang semakin yakin serangan itu dilakukan oleh monster. Kalau benar sosok yang meneror wilayah Gevaudan adalah monster yang berbentuk hewan, maka kemungkinannya hanya ada dua, yaitu:

1. Hyena

Hyena

* sumber: www-tc.pbs.org

Hyena yang ada di wilayah Eropa disebut-sebut mempunyai ukuran yang lebih besar daripada ukuran pada umumnya. Bahkan beratnya saja hampir mencapai 102 kg. Dengan ukuran dan berat seperti itu, kita bisa membayangkan betapa kuatnya dia dan seberapa mampu dia melakukan tindakan yang ganas pada para korbannya.

2. Mesonychid

Mesonychid

*

Para ahli menyatakan bahwa mesonychid berukuran seperti seekor kuda. Dengan ukuran yang besar dan tenaga yang kuat, bisa jadi jenis hewan ini yang menjadi monster Gevaudan. Hanya saja kalau dilihat dari populasinya, hewan ini disebut sudah punah pada saat adanya tragedi di Gevaudan.

Demikianlah bahasan tentang misteri monster Gevaudan, makhluk sadis cerita rakyat Prancis. Menurut kamu apakah makhluk tersebut benar-benar monster seperti yang diyakini sebagian orang? Atau hanya hewan buas yang tidak dikenali karena terbatasnya informasi?

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *