Bacaterus / Misteri Jakarta / Misteri Monas, Ikon DKI Jakarta yang penuh Cerita

Misteri Monas, Ikon DKI Jakarta yang penuh Cerita

Ditulis oleh - Diperbaharui 9 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Monumen Nasional atau di singkat Monas adalah salah satu tugu raksasa yang berada di tengah ibu kota negara Indonesia, Jakarta. Kehadiran bangunan bersejarah tersebut memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar yang berkunjung ke Jakarta. Meskipun sepintas terlihat biasa, namun ternyata bangunan tersebut memiliki banyak cerita yang menarik untuk di bahas.

Kapan dan di mana bangunan itu di bangun? Misteri seperti apa yang ada di bangunan tinggi tersebut? Nah, biar kamu mengetahui tentang monumen tersebut. Kali ini Bacaterus akan membahasnya dalam Misteri monas, ikon Jakarta yang penuh cerita. Penasaran? Simak ulasan lengkapnya berikut.

Dibangun pada Masa Pemerintahan Presiden Soekarno

Dibangun pada Masa Pemerintahan Presiden Soekarno

* sumber: artikel-unikpedia.blogspot.com

Monas menjadi ikon menarik yang ada di ibu kota, Jakarta. Tugu Monas merupakan karya arsitek Frederich Silaban dan RM. Soedarsono pada masa pemerintahan presiden republik Indonesia pertama lr Soekarno. Monas sendiri didirikan sebagai penghormatan atas perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan yang dilakukan oleh pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Bangunan tugu dengan kobaran api yang ada di puncaknya tersebut adalah simbol perjuangan dan semangat rakyat Indonesia yang besar dalam merebut kemerdekaan negara sekaligus untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa pada masa revolusi kemerdekaan republik Indonesia tahun 1945.

Monas sendiri dibangun melalui tiga tahap dan membutuhkan proses yang cukup panjang sebelum akhirnya mulai dilakukan pembangunan pada tahun 1961.

Proses Sayembara

Proses Sayembara

* sumber: www.wikiwand.com

Sebelum akhirnya dirancang, pemerintah sendiri membentuk komite nasional yang bertugas menangani proyek prestisius milik bangsa tersebut. Dalam prosesnya sendiri komite melakukan dua kali sayembara untuk mencari calon arsitek yang akan ditunjuk untuk mega proyek tersebut.

Sayembara pertama sendiri diadakan pada tahun 1955  dan diikuti oleh sekitar 51 arsitektur handal di tanah air. Dari jumlah peserta tersebut terpilihlah seorang perancang bernama Frederich Silaban. Hanya saja rancangan pertama yang dibuatnya tidak membuat orang nomor satu di Indonesia tersebut terkesan. Hingga akhirnya diadakan sayembara kedua pada tahun 1960.

Namun pada sayembara kedua tak ada satu pun arsitektur yang masuk dalam kriteria yang ditetapkan komite nasional. Sehingga setelah melalui serangkaian proses tersebut. Maka pada akhirnya ditetapkanlah Frederich Silaban sebagai perancang tugu yang diteruskan oleh arsitek RM Soedarsono.

Monas sendiri mulai dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975 di bawah kepemimpinan presiden ke-2 republik Indonesia, yaitu Soeharto. Hingga saat ini bangunan tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu monumen kebanggaan bagi masyarakat tanah air.

Baca juga: Inilah Berbagai Fakta di Balik Misteri Patung Pancoran

Sumbangan Orang Terkaya di Indonesia

Sumbangan Orang Terkaya di Indonesia

* sumber: www.boombastis.com

Berbicara mengenai Monas, maka tak akan lepas dari sosok pengusaha kaya, Teuku Markam. Ia sendiri adalah seorang pengusaha kelahiran tahun 1925 di Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Teuku Markam sendiri merupakan seorang keturunan Uleebalang.

Ia sendiri memiliki sejarah kehidupan yang cukup menarik. Ia sendiri adalah orang pernah membangun sejumlah infrastruktur di beberapa wilayah yang ada di Indonesia. Ia sendiri diketahui sebagai salah satu prajurit yang aktif dalam berbagai medan pertempuran. Pertemuan dengan Soekarno sendiri menjadi awal perjalanannya dalam dunia bisnis.

Meski ia sempat ditahan atas perseteruannya dengan Teuku Hamzah, namun setelah ia bebas dari penjara. Teuku Markam pun dipercaya oleh Pemerintah RI dalam mengelola harta rampasan perang untuk dijadikan dana revolusi melalui perusahaan yang telah didirikannya, yaitu PT Karkam.

Ia sendiri bergelut dalam sejumlah bidang usaha yang ada di berbagai kota besar di Indonesia mulai dari Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan juga Palembang. Selain itu ia juga diketahui memiliki usaha dalam bidang pertambangan serta impor senjata dan kendaraan ke beberapa negara di dunia.

Karena keberhasilannya menjalani usaha, Teuku Markam pun kemudian dikenal sebagai sosok orang terkaya di Indonesia pada masanya. Sejumlah kekayaan yang dimiliki tersebut kemudian banyak ia dedikasikan untuk negara republik Indonesia serta memberantas buta huruf yang diusung oleh Soekarno.

Nama Teuku Markam sendiri mulai dikenal masyarakat Indonesia sejak menyumbangkan emas seberat 28 Kg yang digunakan untuk melapisi bagian api yang berkobar di atas tugu Monas. Teuku Markam sendiri diketahui meninggal pada tahun 1985 di Jakarta karena penyakit komplikasi yang dideritanya.

Mengalami Beberapa Kali Perubahan Nama

Mengalami Beberapa Kali Perubahan Nama

* sumber: www.era.id

Selain menjadi ikon ibu kota, Monas juga kerap menjadi objek wisata bagi masyarakat. Memiliki bentuk yang unik, Monas sendiri terinspirasi dari pasangan universal Lingga dan Yoni. Dimana tiang yang memiliki tinggi 132 meter tersebut merupakan Lingga yang melambangkan maskulinitas, Sementara cawan yang berada di permukaan melambangkan feminitas.

Nah, sebelum populer dengan nama Monumen Nasional atau Monas. Tugu yang terletak di daerah Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat ini diketahui telah mengalami penggantian nama sebanyak 5 kali. Mulai dari Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan pada akhirnya masyarakat Indonesia sendiri mengenal tugu ini dengan Taman Monas.

Selain tugu yang menjulang tinggi. Di kawasan sekitar Monas pun telah dibangun sebuah taman wisata, kolam dan lapangan yang kerap dijadikan sebagai track untuk berolahraga. Monas sendiri menjadi salah satu objek wisata yang cukup sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sosok Wanita di Ujung Tugu

Sosok Wanita di Ujung Tugu

* sumber: www.opinikoe.id

Sejak pertama kali dibuka untuk umum, Monas memang menjadi tempat di ibu kota yang cukup banyak dikunjungi oleh masyarakat. Meskipun demikian tak banyak orang yang mengetahui misteri yang terdapat pada bangunan yang memiliki estetika menarik tersebut.

Nah, kamu tentu bertanya-tanya misteri seperti apa yang terdapat dalam bangunan megah tersebut. Sekilas memang tidak ada yang aneh dengan bangunan tersebut. Akan tetapi bila diperhatikan secara saksama ada hal yang unik yang terselip di bagian puncak tugu. Selain memiliki sejarah bangsa, tugu Monas juga memiliki cerita lain yang cukup misterius.

Dimana beberapa masyarakat meyakini bahwa di bagian kobaran api berlapis emas yang berada di puncak tugu terdapat sosok perempuan yang disamarkan keberadaannya. Sosok tersebut diyakini sebagai Nyai Roro Kidul. Entah sejak kapan spekulasi mengenai hal tersebut dimulai. Hingga akhirnya santer terdengar, hingga banyak di ulas di situs-situs berita yang ada di internet.

Meski kabar tersebut semakin merebak, namun  tak ada penjelasan resmi dari pihak pengelola mengenai hal tersebut. Sehingga membuat masyarakat terus berspekulasi tentang sosok wanita misterius tersebut. Masyarakat sendiri banyak yang beranggapan bahwa keberadaan sosok perempuan tersebut merupakan bentuk penghormatan yang diberikan oleh sang proklamator.

Namun tak sedikit pula yang menganggap bahwa hal tersebut hanya kebetulan atau mengada-ngada. Nah, kira-kira apa pendapatmu tentang ini? Apa kamu percaya bahwa sosok yang ada di puncak tugu adalah Nyai Roro Kidul? Tulis komentar di bawah, ya!

Demikianlah Misteri Monas, ikon metropolitan yang penuh cerita. Keberadaan bangunan ikonik ini memang cukup menarik meskipun diselingi cerita mistis di dalamnya. Selain dapat mengingatkan sejarah perjuangan rakyat Indonesia pada masa penjajahan, bangunan tersebut juga bisa menjadi sebuah kebanggaan bagi warga negara Indonesia.

Semoga informasi yang telah dirangkum oleh Bacaterus di atas bisa menumbuhkan semangat kamu dalam berjuang meraih cita-cita.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *