Bacaterus / Mitos / Misteri Megalania, Hewan Purba yang Katanya Masih Ada

Misteri Megalania, Hewan Purba yang Katanya Masih Ada

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Menurut para peneliti dunia yang kita tinggali ini sudah berusia renta. Dengan usia yang lama, banyak makhluk yang pernah hidup berdampingan dengan manusia karena perkembangan jaman dan berbagai faktor, mereka nggak mampu bertahan hidup dan dinyatakan punah.

Ditemukannya fosil merupakan salah satu cara untuk mengungkap keberadaan mereka di masa lalu itu nyata. Salah satu makhluk yang pernah hidup ribuan tahun lalu dan dinyatakan punah adalah Megalania. Anehnya walau sudah dianggap punah, ada beberapa orang yang mengatakan pernah melihat makhluk yang berasal dari Australia tersebut.

Misteri Megalania

Apakah yang dikatakan mereka itu hoax atau memang benar makhluk itu masih ada tapi jumlahnya sudah sedikit? Apa mungkin ada yang bisa bertahan sementara kawanannya yang lain sudah punah sejak lama? Untuk mengetahuinya, kita perlu membahas misteri Megalania lebih jauh.

Fisik Megalania

Fisik Megalania

Megalania merupakan makhluk yang wujudnya mirip komodo atau kadal monitor Australia. Ia mempunyai panjang mencapai 4,5 meter dan beratnya bisa mencapai 600-620 kg. Fisik Megalania yang besar pertama kali tergambar di sebuah gua suku Aborigin.

Pada gambar itu terlihat bagaimana ukuran Megalania jauh lebih besar dibandingkan dengan tinggi manusia. Dari segi usia, lukisan itu diperkirakan berusia kurang dari 10.000 tahun yang lalu. Artinya pada jaman itu Megalania sudah diketahui oleh suku Aborigin.

Sebagaimana karakter kadal varanid, seperti komodo dan kadal monitor, Megalania mempunyai ludah yang beracun. Racun itu menurut para peneliti tersimpan di rahangnya. Racunnya itu mengandung hemotoxin yang menghancurkan sel darah merah. Luka gigitan mahluk ini akan menyebarkan racun ke dalam darah.

Sir Richard Owen adalah orang yang memberi nama mahluk berukuran besar ini Megalania pada tahun 1859. Dia menyebutnya sebagai Megalania Prisca yang berarti penjelajah hebat dari jaman purba.

Dia memodikasi sebuah kata dari bahasa Yunani yang berati penjelajah mirip dengan kata Latin lania yang berarti jagal atau pembantai. Owen memberi nama tersebut karena hasil penelitiannya menunjukkan bahwa mahluk itu terus bergerak dan diperkirakan hidup ribuan tahun lalu.

Saksi yang Melihat Megalania

Saksi yang Melihat Megalania

Peter Hancock adalah seorang jurnalis dan penulis yang meneliti tentang Megalania. Konon, dia melakukannya setelah pernah melihat mahluk itu secara langsung. Dia melihat mahluk itu berjalan menuju laut dan diserang oleh hiu putih berukuran besar tapi ia bisa mengalahkannya kemudian menyeretnya ke pantai.

Seorang pendeta asal Prancis mengungkapkan pada saat pergi dengan ditemani pemandu pada tahun 1960-an, dia sempat melihat seekor kadal berukuran besar mirip raksasa sedang terbaring di pohon tumbang seperti sedang menikmati matahari.

Karena ketakutan, sang pemandu enggan berhenti. Keesokan harinya dia kembali ke tempat yang sama dan mengukur pohon yang diperkirakan mempunyai ukuran yang sama dengan mahluk itu, hasilnya pohon itu mempunyai panjang 12 m. Pada tahun 1963 sepasang kekasih menyatakan melihat makhluk serupa Megalania saat dalam perjalanan antara Brisbane dan The Gold Coast.

Di tahun 1981, seorang tentara dari Queensland menyampaikan pengalamannya pada Oktober 1968 ketika melakukan pelatihan di hutan kawasan Normanby. Dia menemukan jejak kaki seperti reptil dalam ukuran besar dan bagian tubuh sapi yang sudah tercabik dan diseret ke arah rawa.

Empat orang remaja mengaku pernah melihat seekor kadal berukuran kurang lebih 12 meter di jalur hutan dekat Townsville pada tahun 1977. Mereka mengatakan bahwa mahluk itu seperti gajah tapi kulitnya bersisik dan belang dengan warna putih dan abu-abu. Beberapa penemuan Megalania ini sontak membuat orang-orang mulai percaya bahwa mahluk itu masih hidup.

Pada tahun 1982, seorang pria bernama Walter yang tengah berada di perjalanan menuju Karratha. Di tengah perjalanannya, dia mengatakan melihat sosok seperti Megalania keluar dari hutan yang lebat dan melintasi jalan tepat di depan matanya. Dia menambahkan bahwa mahluk itu ukurannya mencapai 22 meter dari kepala sampai ujung ekornya.

Penemuan Megalania yang paling menghebohkan terjadi pada tahun 2008. Seorang kryptologis bernama Rex Gilroy yang menemukan jejak Megalania. Dia kemudian membandingkan dengan jejak yang pernah dia teliti pada tahun 1979 lalu. Hasilnya adalah sama, mereka sama-sama mempunyai ukuran mencapai 6 meter.

Kepunahan Megalania

Kepunahan Megalania

Beberapa orang paleontologi melakukan analisis terhadap fosil Megalania untuk mengetahui kapan mahluk itu hidup dan mati. Hasilnya adalah Megalania pernah hidup di zaman Pleistocene atau 40.000-20.000 tahun yang lalu. Sementara waktu punahnya diprediksi terjadi sekitar 11.700 tahun yang lalu.

Untuk mengetahui alasan kepunahan Megalania, para peneliti membandingkannya dengan mahluk-mahluk sejenis yang hidup pada zaman yang sama. Hasilnya adalah mereka punah karena ulah manusia.

Selain itu, perubahan iklim ikut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mereka punah. Mereka menambahkan bahwa dengan berat dan tinggi seperti yang dideskripsikan orang-orang, Megalania nggak bisa bergerak lebih cepat dari manusia sehingga ada kemungkinan besar manusia mampu membunuhnya dengan tingkat kesulitan yang nggak begitu tinggi.

Teori Megalania

Teori Megalania

Dinyatakan punah, Megalania masih mengundang penasaran beberapa pihak yang nggak menerima pernyataan itu begitu saja. Seorang paleontolog bernama John Long mengatakan bahwa bisa saja Megalania hidup di jaman modern tapi ia membutuhkan populasi perkembangbiakan yang besar.

Di lain sisi, jumlahnya sudah nggak banyak dan bentuknya yang besar akan sangat mudah untuk diketahui orang-orang. Bagi yang mempercayai Megalania masih hidup di jaman modern, mereka berpegang pada beberapa bukti. Di antaranya lukisan suku Aborigin yang usianya lebih muda dibanding jaman kepunahan Megalania.

Pendapat itu dikuatkan oleh hasil penemuan fosil Megalania yang kemungkinan berusia ratusan tahun, belum mencapai ribuan tahun. Australia sebagai tempat ditemukannya Megalania merupakan sebuah benua yang besar dengan tingkat kepadatan penduduk yang rendah.

Hal itu membuat banyak daerah di sana masih kosong dan berupa hutan yang belum sepenuhnya dijelajahi oleh orang-orang. Daerah-daerah itu berpotensi masih ditinggali Megalania tapi luput dari pengamatan manusia.

Megalania dan Komodo

Megalania dan Komodo

Salah satu mahluk yang disebut mempunyai kemiripan tinggi dengan Megalania yang masih hidup sampai saat ini adalah komodo. Nggak sedikit orang yang menyatakan bahwa Megalania merupakan saudara dari hewan yang pulaunya berada di Indonesia itu.

Komodo baru saja ditemukan pada tahun 1910 oleh para peneliti, yang artinya kemungkinan Megalania masih hidup cukup terbuka. Sama dengan Megalania, komodo juga perlu perkembangbiakan yang banyak untuk bertahan hidup.

Pada tahun 2006, para peneliti menemukan fakta bahwa komodo dapat bereproduksi dengan cara partenogenesis. Cara itu membuat betina mampu memproduksi sel telur yang dapat berkembang tanpa proses pembuahan oleh komodo jantan.

Cara berkembang biak dengan partenogenesis disebut-sebut mampu dilakukan oleh Megalania, yang karakteristiknya nggak jauh beda dengan komodo. Sampai-sampai beberapa ahli menyebut komodo mempunyai nenek moyang yang sama dengan Megalania.

Dengan jumlah yang sedikit, dan mampu melakukan parteogenesis, bisa jadi Megalania masih bisa berkembangbiak walaupun jumlahnya nggak banyak sampai saat ini. Kita masih harus menunggu bukti yang lebih kuat untuk bisa mengatakan kalau Megalania belum punah. Menurutmu, apakah mungkin kalau Megalania masih ada? Ayo bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *