Bacaterus / Tokoh Misteri / Misteri Marie Celeste dan Hilangnya Awak Secara Misterius

Misteri Marie Celeste dan Hilangnya Awak Secara Misterius

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Peristiwa yang terjadi di lautan lepas bisa datang secara tak terduga. Para nakhoda, awak kapal bahkan para nelayan pun mungkin sudah mempertimbangkan semua resiko yang akan terjadi sebelum akhirnya memutuskan untuk berlayar.

Transportasi laut memang kerap digunakan oleh manusia sebagai jalur yang menghubungkan antara para pedagang yang ada di seluruh dunia. Bukan tanpa resiko, cuaca ekstrim yang bisa saja datang dan memicu badai besar atau kendala teknis kapal yang pada akhirnya membuat para pelayar bisa berakhir dengan cerita yang memilukan.

Bila kita mendengar Titanic sebagai salah satu sejarah kelam dalam dunia pelayaran. Maka, kisah yang akan Bacaterus bahas kali ini tak kalah seru dengan kisah pelayaran yang ada di seluruh dunia. Inilah misteri Marie Caleste dan awak kapal yang hilang secara misterius yang telah Bacaterus rangkum untuk kamu. Berikut adalah ulasannya:

Sejarah kelam Marie Caleste

Sejarah Kelam Marie Caleste (Copy)

Bagi sebagian orang, nama Marie Caleste akan terdengar asing ditelinga. Namun bagi para pakar sejarawan pelayaran yang ada di dunia, nama tersebut mungkin sudah tidak asing lagi didengar. Marie Caleste adalah nama sebuah kapal dagang sepanjang 31 meter dari New York.

Pada awalnya kapal produksi Kanada tersebut bernama Amazon sebelum akhirnya berganti nama menjadi Marie Caleste saat berpindah tangan pada James H Winchester, dimana Benjamin Spooner Briggs sebagai nakhoda kapal membeli sebagian saham kapal kemudian diangkat menjadi kapten kapal yang memiliki berat 282 ton tersebut.

Kisah kelam yang menimpa Marie Caleste memang bukan yang pertama yang terjadi pada kapal pengangkut barang dagang tersebut. Sebelumnya, saat memakai nama Amazon. Seorang Kapten bernama Robert Mclellan yang berasal dari Skotlandia diketahui terkena Pneumonia, setelah sembilan hari memimpin kapal lalu meninggal dunia.

Kapal kemudian beralih tangan pada seorang bernama John Nutting Parker yang diketahui harus kehilangan jabatan sebagai seorang kapten kapal setelah insiden kecelakaan dan hampir membuat kapal tersebut terbakar.

Selain itu Amazon juga diketahui pernah menabrak kapal lain di selat Inggris saat menuju laut Atlantik. Sehingga kapten berikutnya pun harus kehilangan pekerjaannya. Kisah mengenai hal tersebut menjadi bagian dari Marie Caleste yang misterius.

Setelah melewati pasang surut. Pada tahun-tahun berikutnya kapal tersebut menunjukkan keuntungan bagi pemiliknya. Hingga suatu saat kapal tersebur akhirnya terhempas badai ke teluk Glace tahun 1867. Kapal itu pun beralih tangan pada James H. Winchester yang membelinya seharga US$ 11.000. Nama Marie Caleste pun akhirnya digunakan pada kapal dagang tersebut.

Hilangnya awak kapal Marie Celeste

Hilangnya Awak Kapal Marie Celeste (Copy)

Pada tanggal 7 November 1872, kapal Marie Caleste yang dipimpin oleh kapten Briggs berlayar membawa 1701 barel alkohol menuju Genoa, Italia. Marie Caleste membawa 10 awak penumpang yang terdiri dari Kapten Briggs, sang istri bernama Sarah Briggs, putri kecilnya Sophia Matilda Briggs dan 7 orang awak kapal berpengalaman.

Setelah hampir sebulan berlayar, tepatnya pada tanggal 5 Desember 1872. Seorang anak buah kapal bernama John Johnson melihat sebuah kapal sedang terombang ambing berjarak 5 mil dari posisi kapal Dei Gratia yang dipimpin David Reed Morehouse, kapten kapal yang sempat melakukan perbincangan dengan kapten Briggs saat kedua kapal yang dipimpin mereka berlabuh di New York.

Kapten Morehouse yang mengenali kapal Marie Caleste merasa heran dengan kapal yang seharusnya sudah sampai di Genoa, Italia. Setelah melakukan pengamatan, kapten Morehouse pun segera mengutus anak buah kapal untuk menyelidiki kapal Marie Celeste.

Pemeriksaan pun dipimpin anak buahnya bernama Oliver Diveau. Saat diperiksa kapal Marie Caleste diketahui kosong tanpa awak penumpang. Meskipun, hampir seluruh ruangan terendam air bahkan memenuhi dek kapal setinggi 1,1 meter. Namun kapal tersebut tidak tenggelam dan masih layak untuk berlayar.

Dalam penyelidikan mereka menemukan semua berkas yang terdapat dalam kapal hilang, kecuali catatan kapten Briggs. Perbekalan serta kebutuhan makan dan air yang cukup untuk beberapa bulan ke depan tampak utuh.

Sementara Sextant, Marine Chronometer dan satu-satunya sekoci ditemukan hilang. Setelah menemukan peristiwa misterius yang menimpa Marie Caleste. Kapten Morehouse pun segera membawa kapal Marie Caleste menuju Genoa, Italia untuk dilakukan investigasi lebih serius mengenai hilangnya awak penumpang.

Teori tentang Marie Caleste

Teori Tentang Marie Caleste (Copy)

Peristiwa yang menimpa kapal Marie Caleste memang menjadi sejarah misterius yang terjadi dalam pelayaran dunia. Kasus Marie Caleste pun membuka babak baru yang memuat banyak spekulasi mengenai hilangnya awak kapal. Hal tersebut pun telah banyak mengundang opini publik.

Salah satunya teori pembunuhan yang dilakukan oleh awak kapal Dei Gratia untuk mengakuisisi kepemilikan kapal. Namun hal tersebut terbantahkan dengan kenyataan bahwa kedua kapten adalah sahabat lama. Selain itu jarak waktu pelayaran antara kapal yang terpaut cukup jauh yaitu sekitar 7 hari membuat hal tersebut dirasa tidak memungkinkan.

Selain teori pembunuhan, terdapat pula teori tentang penipuan asuransi, mengingat barang yang dibawa oleh Marie Caleste juga bernilai cukup fantastis maka teori seperti ini pun akhirnya muncul kepermukaan.

Beberapa teori selanjutnya yang muncul adalah semburan air atau Watersprout. Watersprout sendiri adalah semburan air yang tinggi mirip dengan tornado. Keberadaan Watersprout memang bisa membuat awak penumpang merasakan kapal seperti tenggelam. Sehingga para penumpang berusaha menyelamatkan diri.

Teori Watersprout menjadi teori paling masuk akal yang pernah dikemukakan. Mengingat kondisi kapal yang tergenang air, kompas yang rusak serta kapal yang mendadak seperti ditinggalkan tiba-tiba oleh penumpangnya.

Teori ledakan uap alkohol, teori paling logis mengenai hilangnya awak kapal

Teori Ledakan Uap Alkohol, teori paling logis mengenai hilangnya awak kapal (Copy)

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh James Winchester yang diperkuat oleh sejarawan bernama Condrad Byers dan disempurnakan oleh Wiese dalam sebuah eksperimen. Saat kapal Marie ditemukan terdapat 9 tong barel anggur ditemukan dalam keadaan kosong.

Kapten Briggs yang tidak pernah membawa alkohol sebelumnya kemungkinan memutuskan untuk meninggalkan kapal karena mencium bau alkohol yang dapat memicu ledakan. Setelah eksperimen yang dilakukan di University College London untuk menciptakan efek ledakan uap alkohol. Dalam eksperimen tersebut uap alkohol yang terbakar mampu meledakkan lubang palka.

Namun, tak cukup kuat untuk merusak sekelilingnya. Teori ini pun menjadi teori yang paling masuk akal dan logis tentang hilangnya awak penumpang yang ada dalam kapal Marie Caleste. Meskipun hal tersebut masih saja tetap menjadi misteri.

Setelah 13 tahun berpindah tangan sebanyak 17 kali. Sejarah tentang Marie Caleste pun kini harus berakhir bersamaan dengan tenggelamnya kapal tersebut akibat kerusakan besar karena sabotase kebakaran yang dilakukan oleh pemilik kapal terakhir yang bernama GC Parker untuk menipu pihak asuransi. Misteri Marie Caleste yang kelam berakhir dengan dipenjaranya GC Parker, sang pemilik.

Nah, itulah misteri Marie Caleste dan awak kapal yang hilang secara misterius. Nantikan informasi menarik yang lebih seru yang akan Bacaterus rangkum buat kamu.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *