Bacaterus / Misteri Jawa Timur / Misteri Lumpur Lapindo, Bencana Alam yang Diliputi Mitos

Misteri Lumpur Lapindo, Bencana Alam yang Diliputi Mitos

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Lumpur Lapindo adalah salah satu bencana alam yang terjadi di tanah air. Dampaknya sendiri masih bisa kita lihat hingga saat ini. Meskipun telah terjadi beberapa tahun silam, namun fenomena semburan lumpur panas dari perut bumi tersebut akan selalu dikenang oleh masyarakat kampung Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Bencana alam yang satu ini memang menyimpan banyak cerita menarik. Di samping asal usul terjadinya luapan lumpur yang masih menjadi perdebatan, kehadiran sejumlah mitos yang menyelimuti wilayah tersebut pun menjadi cerita baru yang seru untuk diperbincangkan.

Nah, biar kamu tidak dibuat penasaran. Kali ini Bacaterus telah merangkumnya dalam misteri Lumpur Lapindo, bencana alam yang diliputi oleh banyak mitos. Seperti apa itu? Berikut adalah ulasannya.

Tenggelamnya Sebuah Desa

Tenggelamnya Sebuah Desa

* sumber: id.m.wikipedia.org

Lumpur Lapindo atau dikenal juga sebagai tragedi Lumpur Sidoarjo adalah sebuah fenomena alam yang sempat menjadi topik hangat dalam pemberitaan pada tahun 2006. Meskipun telah terjadi hampir 14 tahun silam, namun dampak yang ditimbulkan akibat bencana tersebut masih bisa dirasakan oleh masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Lumpur Lapindo merupakan semburan lumpur panas disertai dengan gas yang terus meluas dalam kurun waktu yang cukup panjang. Lumpur Lapindo sendiri diketahui berasal dari Sumur Banjarpanji 1, yang merupakan bagian dari kegiatan pengeboran eksplorasi gas yang dioperatori oleh Lapindo Brantas Inc milik PT Energi Mega Persada Tbk, yang diketahui merupakan bagian dari Group Bakrie.

Akibat semburan lumpur yang tak terbendung beberapa wilayah pemukiman penduduk, lahan pertanian, serta industri perekonomian yang ada di tiga kecamatan mulai dari Kecamatan Porong, Kecamatan Tanggulangin, dan Kecamatan Jabon diketahui telah tenggelam.

Imbas dari semburan lumpur tersebut memang berdampak buruk tidak hanya bagi kehidupan tapi juga perekonomian masyarakat sekitar. Puluhan ribu jiwa harus rela kehilangan tempat pemukiman serta penghasilan akibat peristiwa tersebut. Sebagian besar masyarakat diungsikan ke wilayah lain yang lebih aman dari jangkauan lumpur yang semakin hari semakin meluas.

Lumpur Lapindo sendiri telah memunculkan banyak spekulasi. Banyak diantara masyarakat menyebut bahwa bencana tersebut terjadi akibat dari kesalahan pengeboran, namun tak sedikit pula yang mengemukakan bahwa semburan lumpur panas tersebut murni disebabkan oleh faktor alam.

Tragedi Marsinah dan Penutupan Pabrik

Tragedi Marsinah dan Penutupan Pabrik

* sumber: senandika.web.id

Peristiwa terjadinya Lumpur Lapindo memang telah memunculkan cerita menarik tentang seorang pekerja wanita jauh sebelum peristiwa lumpur Lapindo terjadi. Kisah hidup wanita ini pun kerap dikaitkan dengan fenomena alam yang sempat menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat tersebut.

Wanita itu bernama Marsinah, seorang buruh pabrik yang harus tewas dibunuh karena aksi heroiknya. Marsinah sendiri adalah sosok wanita pemberani yang lantang menyuarakan suaranya untuk menuntut hak para pekerja.

Meski kejadian pembunuhan tersebut telah berlalu, namun nama Marsinah akan tetap dikenang oleh masyarakat sebagai simbol perjuangan buruh yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di Jawa Timur.

Peristiwa kematian Marsinah sendiri terjadi pada tahun 1993. Setelah menjadi pelopor aksi demo pekerja dalam menuntut haknya mendapat upah kerja sesuai peraturan pemerintah daerah pada perusahaan tempatnya bekerja. Marsinah diketahui telah diculik, hingga akhirnya ditemukan tewas dengan cara mengenaskan.

Ia sendiri pertama kali diketahui menghilang di sebuah Tugu Kuning, yang berada Gapura di Desa Siring. Salah satu desa yang terkena dampak semburan Lumpur Lapindo. Setelah Marsinah dinyatakan hilang selama beberapa hari, masyarakat kemudian dikejutkan dengan kabar penemuan mayatnya di sebuah hutan Dusun Jegong, Desa Wilangan, Nganjuk.

Menariknya setelah peristiwa kematian Marsinah, sejumlah pabrik yang ada di sekitar wilayah diketahui mengalami sejumlah masalah yang berakhir pada kebangkrutan. Sebagian masyarakat pun mengaitkan penutupan pabrik-pabrik tersebut dengan kasus Marsinah. Dimana mereka percaya bahwa hal itu merupakan karma atas kejadian yang dialami oleh Marsinah.

Kisah tentang Marsinah pun pada akhirnya kembali menyeruak bahkan semakin berembus ketika hampir seluruh pabrik yang ada di sekitar Desa Siring, Jatirejo, Renokenongo, wilayah Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur tersebut tutup bahkan menghilangkan akibat peristiwa Lumpur Lapindo.

Baca juga: Tempat Angker di Sidoarjo Beserta Cerita Seramnya

Mitos Nyai Sireng, Penjaga Tanah Jawi

Mitos Nyai Sireng, Penjaga Tanah Jawi

* sumber: www.konfrontasi.com

Kejadian Lumpur Lapindo memang bisa dijelaskan secara ilmiah. Hanya saja penjelasan yang cenderung rumit membuat masyarakat terkadang bingung. Selain itu, sebagian besar masyarakat sendiri lebih suka mengaitkan beberapa peristiwa dengan hal-hal yang berbau supranatural. Mengingat kultur budaya tentang hal-hal seperti itu memang cukup kental.

Sebenarnya kebiasaan mengaitkan sebuah peristiwa dengan hal mistik memang bukanlah hal yang baru. Sebelumnya kita mengenal sosok Nyai Roro Kidul yang kerap dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa buruk yang terjadi di pantai selatan.

Nah, peristiwa Lumpur Lapindo pun tak lepas dari kisah makhluk gaib bernama Nyai Sireng yang dikenal juga sebagai Dewi Retno Kenongo. Ia merupakan sosok gaib yang disebut memiliki andil dalam peristiwa Lumpur Lapindo.

Menurut salah satu warga yang tinggal di Desa Kramat Jegu Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Nyai Sireng adalah kakak perempuan dari Sri Adji Jayabaya atau dikenal sebagai pemenang Kediri, yang meninggal secara gaib di Argo Gumiling, Gunung Lawu.

Nyai Sireng sendiri disebut memiliki tunggangan seekor naga raksasa. Nyai Sireng disebut memiliki tugas untuk membendung bencana alam yang ada di Babad Tanah Jawi atau Nusantara atas perintah Tuhan yang maha esa. Konon, sosok dari keturunan Nyai Sireng lah yang bisa menyumbat semburan Lumpur Lapindo. Nah, kira-kira bagaimana dengan mitos yang satu ini? Tulis komentarmu, ya!

Kemunculan Buaya Muara

Kemunculan Buaya Muara

* sumber: bisniswisata.co.id

Peristiwa Lumpur Lapindo memang berdampak tidak hanya bagi manusia akan tetapi pada flora dan fauna yang ada di sekitar area terdampak semburan lumpur. Hal yang cukup menarik untuk dibahas salah satunya adalah kemunculan puluhan buaya muara yang ada di sekitar sungai Porong.

Buaya-buaya tersebut telah menjadi cerita baru di tengah bencana masyarakat. Selain hal tersebut merupakan sesuatu yang langka. Keberadaan buaya muara menjadi hiburan tersendiri bagi para warga yang ada di sekitar kawasan tersebut.

Predator berbahaya tersebut diduga bermigrasi dari di pesisir Bluru dan Kapetingan yang mengalami pendangkalan akibat penumpukan lumpur buangan Lapindo. Karena habitat mereka semakin rusak, hewan tersebut pun akhirnya melakukan migrasi ke kawasan hilir.

Kemunculan buaya muara berukuran 3-4 meter tersebut pada akhirnya menjadi pemandangan menarik bagi warga. Sama seperti kebiasaan masyarakat tanah air tentang sebuah fenomena. Keberadaan buaya muara tersebut pun sering dikaitkan dengan hal-hal mistik. Dimana sebagian masyarakat percaya hewan tersebut adalah penunggu kawasan tersebut.

Nah, itulah misteri Lumpur Lapindo, bencana alam yang diliputi banyak mitos.  Kebiasaan masyarakat yang kerap mengaitkan sebuah peristiwa dengan sesuatu hal yang berbau mistik memang hal yang biasa dan sering terjadi di masyarakat tanah air.

Lumpur Lapindo sendiri merupakan satu dari banyak bencana alam yang dapat mengingatkan untuk selalu menjaga alam dengan baik. Semoga apa yang telah Bacaterus bahas di atas bisa menambah informasi tentang peristiwa bencana alam yang ada di Indonesia.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *