Bacaterus / Misteri Jakarta / Seram! Ini 7 Mitos dan Cerita Misteri di Lubang Buaya

Seram! Ini 7 Mitos dan Cerita Misteri di Lubang Buaya

Ditulis oleh - Diperbaharui 27 Juni 2019

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, kita sudah diajarkan pelajaran sejarah yang menceritakan pengkhianatan Partai Komunis Indonesia (PKI). Meskipun saat ini partai tersebut telah tiada, tetapi kekejaman dan usaha kudeta yang pernah dilakukan PKI masih membekas di hati masyarakat Indonesia.

Salah satu saksi bisu kekejaman PKI adalah Lubang Buaya, sebuah sumur yang menjadi tempat pembuangan jenazah tujuh jenderal TNI yang dibantai oleh PKI. Sumur tersebut masih ada dan bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Namun, mengingat Lubang Buaya pernah menjadi tempat pembuangan jenazah tentu saja ada cerita-cerita seram yang meliputinya.

Ada banyak mitos maupun cerita misteri seputar Museum Lubang Buaya. Bacaterus telah merangkum satu persatu cerita tersebut dalam artikel ini. You’d better sit and enjoy the stories.

1. Aura Mistis yang Begitu Mencekam

* sumber: situsbudaya.id

Museum Lubang Buaya berada satu komplek dengan Museum Pengkhianatan PKI dan Monumen Pahlawan Revolusi. Museum Pengkhianatan PKI berisi patung-patung lilin yang ditata untuk menggambarkan pemberontakan PKI dan kekejaman anggota-anggotanya.

Sementara Monumen Pahlawan Revolusi merupakan patung tujuh perwira tinggi TNI yang gugur dalam pembantaian Gerakan 30 September PKI atau yang dikenal dengan istilah G30SPKI. Ketujuh jenderal ini jenazahnya dibuang ke dalam sumur yang saat ini dikenal dengan nama Lubang Buaya.

Aura mistis langsung bisa kamu rasakan ketika menginjakkan kaki di komplek museum ini. Ditambah lagi penerangan lampu berwarna merah yang diletakkan di dalam sumur Lubang Buaya semakin menambah seram suasana.

2. Teriakan Minta Tolong dari dalam Sumur

* sumber: www.sukita.info

Spot paling angker dalam komplek museum ini adalah Lubang Buaya. Di dalam sumur sedalam 12 meter tersebut pernah tertumpuk jasad tujuh pahlawan revolusi yang sebelumnya telah dibantai oleh PKI. Namun, keangkeran di sumur tersebut bukan semata-mata karena sejarahnya saja, tetapi juga karena kejadian mistis yang dialami hingga saat ini.

Kejadian mistis pernah dialami oleh seorang warga sekitar yang kebetulan berkunjung ke Museum Lubang Buaya pada sore hari. Kala itu, pria yang tidak disebutkan namanya ini mendengar suara minta tolong yang berasal dari dalam sumur. Ketika si pria mencari sumber suara, secara perlahan jeritan minta tolong itu menghilang. Namun, suara kembali terdengar tatkala pria tersebut menjauh dari sumur.

3. Penampakan Tentara Berwajah Rusak dan Berlumur Darah

* sumber: www.latinamericanstudies.org

Salah satu cerita mistis yang juga terjadi di Lubang Buaya adalah kesaksian seorang pengunjung museum yang mengaku pernah melihat penampakan makhluk astral berpakaian tentara dengan wajah rusak dan berlumuran darah. Pengunjung tersebut melihat penampakan itu melintas dari arah sumur.

Entah hanya si pengunjung itu atau ada orang lain yang juga menyaksikan penampakan sosok tentara tersebut. Yang jelas cerita ini memang cukup membuat bulu kuduk merinding.

Kisah penampakan ini juga diamini oleh seorang warga sekitar bernama Parto. Pria yang kerap kali begadang ini pernah sekali waktu berjalan-jalan di dekat kawasan museum. Ketika sedang berjalan, Parto mendengar suara langkah kaki yang diseret. Sontak Parto menoleh dan mendapati sosok makhluk berlumuran darah dengan pakaian compang-camping.

Seketika Parto langsung lari meninggalkan sosok astral tersebut. Parto juga meyakini bahwa kemunculan makhluk tersebut juga ditandai dengan bau busuk yang menusuk hidung.

4. Sering Terjadi Kesurupan

* sumber: www.ikutilangkahkaki.com

Fenomena kesurupan di tempat yang dianggap angker merupakan hal yang kerap kali terjadi, tak terkecuali di Lubang Buaya. Menurut pedagang yang berjualan di sekitar museum, peristiwa kesurupan di Lubang Buaya sudah terjadi berkali-kali. Korban kesurupan rata-rata adalah pengunjung.

Pernah sekali waktu ada rombongan wisatawan dari Amerika Serikat yang mengunjungi Musuem Lubang Buaya. Ketika para turis ini berfoto, salah seorang di antaranya tiba-tiba tertawa cekikikan dan spontan menyanyikan lagu “Genjer-genjer”.

Kejadian ini tentu saja tidak bisa diterima dengan akal sehat. Bagaimana bisa seorang turis yang tidak bisa berbahasa Indonesia tiba-tiba menyanyikan lagu bahasa Indonesia dengan lancar? Usut punya usut, turis yang kesurupan ini sebelumnya sempat mengejek Lubang Buaya yang ia rasa tidak terlihat indah. Bahkan, si turis ini juga sempat mengucapkan kata-kata kasar tentang pahlawan revolusi yang gugur di sumur tersebut.

5. Suara Derap Kaki Misterius

* sumber: www.ikutilangkahkaki.com

Kejadian seram tidak hanya dialami oleh pengunjung dan warga sekitar saja, tetapi penjaga museum pun pernah mendapatkan pengalaman gaib ketika menjaga museum ini. Ya, pada suara malam seorang penjaga pernah mendengar suara derap kaki seperti orang yang sedang baris berbaris. Suara tersebut berasal dari dalam museum.

Suara derap kaki misterius ini cukup sering terjadi. Pada saat tengah malam, suara tersebut akan terdengar semakin jelas. Padahal, dapat dipastikan kondisi di dalam museum memang kosong. Secara logika, tidak mungkin ada orang yang berlatih baris berbaris pada tengah malam, bukan?

6. Lampu Toilet yang Sering Mati

* sumber: wisatasekolah.com

Keangkeran komplek Museum Lubang Buaya juga diamini oleh Kasiman, petugas kebersihan yang sudah 30 tahun lebih bekerja di sana. Kasiman menuturkan bahwa lampu di toilet yang berada di dekat sumur selalu mati. Ketika dicek, lampu dan komponen listriknya masih dalam kondisi bagus. Akhirnya, hampir setiap hari Kasiman mengganti lampu tersebut.

Pengalaman seram yang dialami Kasiman tak hanya sampai di situ saja. Beliau juga menceritakan bahwa mesin air di pos jaga sering menyala dengan sendirinya meskipun tidak ada siapapun di pos tersebut. Bahkan, meskipun sudah 30 tahun bekerja di sana, Kasiman masih sering merasa bahwa patung-patung lilin di museum itu seperti mengawasi Kasiman ketika ia sedang bekerja.

7. Aroma Berbeda yang Berganti-ganti

* sumber: www.ikutilangkahkaki.com

Lain cerita dengan Kasiman yang mendapatkan gangguan astral melalui visual, Agus Rianto yang juga merupakan penjaga museum sering diganggu melalui indera penciuman. Bagaimana tidak pria paruh baya ini kerap kali mencium aroma misterius pada malam hari. Anehnya, aroma ini bisa berganti-ganti dalam waktu sepersekian detik. Terkadang ia mencium aroma bunga, dalam hitungan detik berubah jadi aroma busuk.

Cerita seram mengenai aroma misterius ini juga sering dialami oleh para pengunjung museum, terutama pengunjung yang cukup ‘sensitif’ terhadap hal-hal gaib. Tak sedikit yang mengatakan bahwa sering tercium aroma busuk atau anyir darah dari lubang sumur.

Meskipun peristiwa pembuangan jasad pahlawan itu sudah terjadi lebih dari 50 tahun yang lalu, tetapi peristiwa kelam yang pernah terjadi membuat aroma tersebut tetap ‘abadi’ hingga saat ini.

Ingin merasakan langsung atmosfer seram di Lubang Buaya? Kamu bisa langsung berkunjung ke komplek Museum Lubang Buaya. Di sana kamu juga bisa menyaksikan patung-patung lilin yang merupakan reka adegan kekejaman PKI. Visual dari patung lilin tersebut digambarkan secara blak-blakan sehingga semakin menunjukkan kebrutalan PKI.

Mitos dan cerita seram mengenai Lubang Buaya ini berdasarkan pengalaman orang-orang yang pernah mengalaminya. Jika kamu pernah berkunjung ke kawasan Lubang Buaya dan belum pernah mengalami kejadian mistis apapun, seharusnya kamu patut bersyukur. Pasalnya, tidak semua orang berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman seram di sebuah tempat yang dianggap angker.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar