Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Lizzie Borden, Senyum Maut Anak Sang Konglomerat

Misteri Lizzie Borden, Senyum Maut Anak Sang Konglomerat

Ditulis oleh - Diperbaharui 27 November 2019

Hidup bergelimang harta memang tidak menjamin hidup seseorang tenang atau bahagia. Meskipun dengan harta yang melimpah seseorang bisa membeli apa pun atau pergi kemana pun yang ia suka. Namun terkadang, hal tersebut juga malah dapat menimbulkan masalah yang bisa saja sangat mengerikan seperti yang terjadi dengan keluarga Borden yang ada di Massachusetts, Amerika Serikat.

Meskipun kasusnya sendiri masih menjadi misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini. Namun, apa yang terjadi dengan keluarga Borden diduga berlatar belakang karena harta kekayaan. Nah, jika kamu ingin tahu seluk beluk keluarga yang satu ini.

Kali ini Bacaterus telah rangkum misteri Lizzie Borden, senyum maut anak sang konglomerat yang bisa membuat kamu bergidik ngeri. Ingin tahu cerita selengkapnya! Berikut adalah ulasannya:

Sejarah Keluarga Kaya Borden

Sejarah Keluarga Kaya Borden

Menjadi bagian dari keluarga konglomerat adalah impian setiap orang. Bila diantara kita ada yang berpikir bahwa menjadi seorang konglomerat akan membuat kehidupan terasa bahagia dan menyenangkan. Kamu memang benar. Hanya saja, setelah kamu mengetahui kisah keluarga Borden. Mungkin kamu akan lebih bersyukur dengan apa yang kamu miliki saat ini.

Bernama Lizzie Andrew Borden, wanita cantik yang berprofesi sebagai guru sekolah Minggu ini lahir pada 19 Juli 1860 dari keluarga konglomerat bernama Andrew Jackson Borden dan Sarah Borden. Lizzie adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Ia mempunyai seorang  kakak perempuan bernama Emma Lenora Borden.

Keluarga Borden memang dikenal sebagai keluarga konglomerat yang terpandang di daerahnya Fall River, Massachusetts, Amerika Serikat. Sang ayah, Andrew Jackson Borden adalah seorang pengusaha properti sukses yang merangkap sebagai petinggi di beberapa perusahaan terkemuka seperti Union Savings Bank dan Durfee Safe Deposit.

Ia juga menjabat sebagai direktur di perusahaan miliknya seperti Globe Yarn Mill Company, Troy Cotton dan Woolen Manufacturing Company. Memiliki harta kekayaan yang melimpah, keluarga Borden bisa memiliki apapun yang mereka inginkan, termasuk bisa saja tinggal di sebuah rumah yang berada di kawasan elite di wilayah Fall River seperti The Hill.

Namun pada kenyataannya, kehidupan sang konglomerat memang berbeda dari kebanyakan orang kaya yang ada. Keluarga Borden lebih memilih tinggal di sebuah rumah yang biasa untuk ukuran konglomerat seperti mereka, bahkan rumah yang mereka tempati tersebut tidak memiliki saluran air dan saluran listrik yang memadai.

Keluarga Borden memang terkenal dengan gaya hidupnya yang sangat hemat. Setelah kematian ibu Lizzie yaitu Sarah Borden. Beberapa tahun kemudian, Andrew menikah lagi dengan seorang wanita bernama Abby Durfee Grey.

Sejak saat itu kehidupan keluarga Borden memang terlihat tidak harmonis. Mereka bahkan tidak pernah berada dalam satu meja ketika jam makan tiba. Hal tersebut disampaikan oleh Bridget Sullivan, pembantu yang bekerja di rumah keluarga Borden setelah kejadian tragis yang menimpa Andrew dan Abby Borden.

Pembunuhan Kejam dan Sadis keluarga Borden

Pembunuhan Kejam dan Sadis keluarga Borden

Meskipun memiliki kehidupan sebagai keluarga yang kaya raya. Namun, masalah tetap saja ada dalam keluarga Borden. Mulai dari keracunan makanan yang hampir membuat keluarga tersebut sakit, sampai hal mengerikan yang akan membuat nama keluarga tersebut dikenal oleh seluruh dunia.

Bermula saat Andrew membagikan harta kekayaannya, berupa rumah sewaan mewah milik keluarga Borden pada saudara-saudara perempuan Abby, istri barunya. Sejak Andrew dan Abby menikah, Emma dan Lizzie memang menganggap bahwa Abby hanya mengincar harta kekayaan milik sang ayah. Sehingga membuat hubungan keluarga tersebut memang tidak harmonis.

Pada tanggal 4 Agustus 1892, satu hari setelah kunjungan dari adik ipar Andrew dari istri pertamanya bernama John Vinnicum Morse untuk membicarakan urusan bisnis. Kejadian mengejutkan pun terjadi pada keluarga Borden. Abby yang sedang berada di kamar tempat John menginap sehari sebelumnya, ditemukan tewas dengan posisi tubuh tertelungkup di lantai.

Sementara Andrew ditemukan tergeletak tak bernyawa di sofa dekat tangga setelah kembali dari Bank tempatnya bekerja. Kondisi mayat Andrew ditemukan jauh lebih mengerikan dari pada sang istri. Wajah sang konglomerat tersebut hampir tak bisa dikenali karena pembunuhan sadis tersebut.

Peristiwa kematian pertama kali diketahui oleh Lizzie yang berteriak histeris setelah melihat kondisi sang ayah yang tewas mengenaskan di lantai bawah. Saat itu sang pembantu Bridget Sullivan sedang berada di lantai tiga untuk beristirahat setelah selesai bekerja.

Kemudian setelah menyusuri seisi rumah Bridget pun menemukan mayat Abby di lantai atas. Setelah kejadian tersebut kediaman keluarga Borden pun dipenuhi polisi dan warga yang penasaran dengan yang terjadi di rumah keluarga Borden.

Lizzie Borden Jadi Tersangka Pembunuhan

Lizzie Borden Jadi Tersangka Pembunuhan

Tragedi tewasnya suami istri Borden memang cukup menggemparkan warga Amerika Serikat khususnya yang tinggal di Fall River, Massachusetts. Setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Polisi pun menaruh kecurigaan pada Lizzie Borden.

Hal tersebut berdasarkan penemuan mencurigakan polisi berupa kepala kapak yang diduga digunakan oleh pembunuh untuk menghabisi nyawa korban-korbannya. Kepala kapak tanpa gagang tersebut terlihat sangat bersih seperti baru saja dicuci. Selain itu, polisi juga menemukan beberapa pakaian Lizzie yang berusaha ia bakar di atas kompor. Lizzie berdalih bahwa pakaiannya tersebut terkena cat.

Namun polisi tak begitu saja mempercayai ucapan Lizzie. Setelah pemeriksaan, Lizzie juga kedapatan pernah membeli sebuah asam Prusic yang berguna untuk membersihkan mantel. Berdasarkan penemuan mencurigakan tersebut Lizzie pun akhirnya ditahan pada tanggal 11 Agustus 1892. Proses persidangan guru yang memiliki senyum ramah tersebut dilakukan di New Bedford.

Bridget Sullivan yang bekerja sebagai pembantu di rumah tersebut dijadikan sebagai saksi pada kasus pembunuhan suami istri tersebut.

Mengikuti tradisi Inggris, sidang yang melibatkan juri sebagai bagian dari peradilan pidana di Amerika serikat ini cukup menghebohkan. Pasalnya Lizzie pun akhirnya dibebaskan tidak bersalah menurut pertimbangan para juri. Hal tersebut karena Kurangnya bukti dan motif yang bisa memberatkannya.

Meskipun begitu, banyak masyarakat yang mempercayai bahwa kematian Andrew dan Abby disebabkan oleh Lizzie yang memiliki kekecewaan pada ayahnya. Namun, beberapa berpendapat bahwa kematian suami istri itu disebabkan oleh pesaing bisnis Andrew yang dikenal memiliki banyak musuh dalam pekerjaannya.

Selain itu, keluarga Borden juga termasuk keluarga yang tidak disukai di lingkungan sekitarnya. Sehingga motif atas pembunuhan keluarga Borden semakin bertambah.

Hubungan Lizzie dan Emma pun berakhir buruk. Adik kakak tersebut diketahui memilih hidup berpisah dan tak pernah saling menyapa. Karena kejadian tersebut pula Lizzie harus hidup terkucilkan di dalam lingkungan tempat tinggalnya. Ia diketahui meninggal pada 1 Juni 1927 di Fall River, Massachusetts, Amerika Serikat.

Kasus yang terjadi pada keluarga konglomerat Borden memang akan tetap menjadi misteri yang belum bisa terungkap hingga saat ini. Namun demikian, kejadian tersebut bisa memberi pelajaran bagi kita semua bahwa harta tidak menjamin hidup kita bisa berakhir bahagia.

Nah, itulah misteri Lizzie Borden, senyum maut anak sang konglomerat. Kamu juga bisa membaca misteri Jack The Ripper, si pembunuh berantai misterius, untuk menambah wawasanmu mengenai dunia misteri.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *