Bacaterus / Tokoh Misteri / Misteri Leonarda Cianciulli, Pembunuh Berantai dari Italia

Misteri Leonarda Cianciulli, Pembunuh Berantai dari Italia

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sejarah mencatat banyak pelaku pembunuhan yang namanya sampai saat ini masih diperbincangkan. Kebanyakan yang nggak akan mudah dilupakan kasusnya adalah kasus pembunuhan berantai. Ada yang membunuh dengan cara yang mengerikan, ada juga yang disebabkan motif yang membuat kita mengernyitkan dahi.

Leonarda Cianciulli (Copy)

Kebanyakan pembunuh berantai berjenis kelamin laki-laki, tapi ada pula yang berjenis kelamin perempuan. Leonarda Cianciulli adalah salah satunya. Wanita asal Italia itu membunuh 3 orang wanita dan menggunakan tubuh korbannya untuk dijadikan sabun dan kue. Mengerikan bukan? Cerita lengkapnya akan kita bahas di sini.

Identitas Leonardo Ciaciulli

Identitas Leonardo Ciaciulli

Sebelum masuk ke inti cerita ada baiknya kita mengenali latar belakangnya. Leonarda lahir di Montella, Avellino, Italia. Ibunya, Emilia di Nolfi terpaksa menikahi Mariano Cianciulli bukan atas kehendak sendiri, melainkan karena menjadi korban pemerkosaan. Agar namanya nggak tercemar dia menikah dengan Mariano sebelum berita kehamilannya diketahui khalayak banyak.

Lahir di keluarga yang kesulitan secara ekonomi, Leonarda mengalami masa kecil yang menyedihkan. Saat ayahnya meninggal, ibunya menikah lagi dengan seorang pria. Pernikahan dengan suami barunya itu membawa kondisi keuangan keluarga meningkat. Di sisi lain, Leonarda jadi sering disiksa oleh ibunya bahkan sempat 2 kali ketahuan melakukan upaya bunuh diri.

Melihat sosok ibunya yang nggak ingin dia ikuti, Leonarda memilih untuk menikah dengan seorang pegawai kantoran rendahan bernama Raffaele Pansardi yang usianya jauh lebih tua. Sang ibu nggak memberi restu, tapi nggak menyurutkan niat Leonarda.

Kehidupannya setelah pernikahan justru semakin memburuk sampai Leonarda merasa ibunya telah mengutuk dirinya karena nggak memberi restu. Dia kemudian pindah ke Lauria di tahun 1921. Di tempat barunya itu, Leonarda ikut bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya tapi 6 tahun berselang dia ditangkap atas kasus penipuan.

Leonarda dan Raffaele memulai hidup baru dengan pindah ke Lacedonia, Avellino. Mereka mengharapkan kehidupan yang lebih baik terutama dalam hal keuangan. Namun kemalangan kembali menimpa mereka, gempa bumi menghancurkan rumah mereka di tahun 1930 dan membuat mereka harus pindah lagi. Kali ini pilihannya adalah Correggio, sebuah kota di Provinsi Reggio Emilia.

Leonarda membuka sebuah toko sabun kecil-kecilan di tempat barunya. Perlahan-lahan keuangan keluarga mereka mengalami perbaikan. Namun itu semua nggak sebanding dengan kemalangan yang kembali menerpa Leonarda, dia sudah hamil 17 kali dengan rincian mengalami keguguran sebanyak 3 kali dan 10 lainnya meninggal di usia yang masih kecil.

Kepahitan itu membuat dia protektif pada 4 anaknya. Dia juga menjadi mudah takut setelah diramal. Hasil ramalannya bilang dia akan hamil tapi anak-anaknya akan meninggal di usia muda dan itu terbukti. Leonarda semakin percaya dan kembali diramal, kali ini garis tangannya. Hasilnya adalah penjara di tangan kanannya dan rumah sakit jiwa untuk pelaku kriminal di tangan kirinya.

Pembunuhan yang Dilakukan Leonarda Cianciulli

Pembunuhan yang Dilakukan Leonarda Cianciulli

Tahun 1939 saat Perang Dunia II masih bergejolak, Benito Mussolini ingin masuk ke wilayah Jerman dan membutuhkan lebih banyak anggota militer. Anak tertua dan yang paling disayangi Leonarda, Giuseppe bergabung dengan angkatan militer Italia untuk dipersiapkan turun di medan perang.

Leonarda yang ketakutan akan kehilangan anaknya, mendapat sebuah pemikiran bahwa demi keselamatan putranya maka dia harus memberikan pengorbanan berupa nyawa manusia dan targetnya adalah wanita paruh baya yang merupakan tetangganya.

Korban pertama Leonarda adalah Faustina Setti, seorang wanita paruh baya tanpa suami yang ikut menolong Leonarda mencari suaminya. Leonarda mengiming-imingi Faustina dengan akan mengenalkannya pada seorang lelaki di sebuah kota bernama Pola.

Dia meminta Faustina merahasiakan hal tersebut dengan dalih menjaga nama baiknya kalau-kalau merasa nggak ada kecocokan dengan lelaki tersebut. Sebagai gantinya, Faustina disuruh untuk mengirim surat pada kerabat dan teman-temannya saat sampai di Pola. Sebelum berangkat Faustina mengunjungi Leonarda untuk mengucapkan selamat tinggal.

Leonarda memberinya anggur yang sudah diracuni, membunuhnya dengan kapak, memasukannya ke dalam lemari kemudian memotong tubuhnya menjadi 9 bagian dan memasukkan darah korbannya ke dalam baskom.

Beberapa orang menyebutkan Leonarda mendapat uang sebesar 30.000 lire dari tabungan Faustina sebagai upah atas usahanya menemukan lelaki untuk Faustina. Leonarda menggunakan sisa tubuh Faustina untuk membuat bubur yang kental dan berwarna gelap setelah memasukkan potongan tubuh ke dalam panci, ditambahkan 7 kg kaustik dan mengaduknya.

Fransesca Soavi menjadi korban Leonarda yang kedua. Leonarda mengatakan bahwa dia menemukan pekerjaan untuk Fransesca di sekolah khusus wanita di Piacenza. Seperti Fausati, Fransesca juga diminta untuk menulis surat pada temannya dan nggak boleh memberi tahu siapapun tentang kepergiannya.

Fransesca mengunjungi Leonarda untuk mengucapkan selamat tinggal dan sama dengan Fausati dia diberi anggur yang sudah diberi racun kemudian tewas dibunuh dengan kapak. Leonarda mendapat uang sebesar 3.000 lire dari korban keduanya.

Virginia Cacioppo adalah korban ketiga Leonarda. Virginia adalah seorang mantan penyanyi yang mempunyai reputasi mentereng karena pernah menyanyi di La Scala, salah satu opera house paling terkenal di Italia. Virginia ditawari sebuah pekerjaan di Perancis untuk menjadi sekretaris di sebuah perusahaan penyelenggara acara-acara besar.

Sama dengan korban lainnya, Virginia disuruh mengirim surat dan nggak memberi tahu siapapun tentang kepergiannya. Cara membunuh Leonarda pada Virginia juga sama dengan 2 korban sebelumnya yaitu diracuni oleh anggur dan membunuh korbannya dengan kapak.

Dari kesaksian Leonarda memasukkan tubuhnya ke dalam ketel lalu diberi air mendidih dan merebusnya. Saat dagingnya meleleh dia menambahkan minyak wangi kemudian dia menjadikannya sabun. Sabun itu kemudian diberikan pada orang-orang terdekat dan tetangganya. Beberapa dagingnya kemudian dijadikan bahan untuk kue.

Akhir Kisah Leonarda Ciacuinlli

Akhir Kisah Leonarda Ciacuinlli

Saudara perempuan Virginia Cacioppo adalah orang pertama yang mencurigai adanya keanehan tentang kehilangan saudaranya. Terakhir kali dia melihat saudaranya adalah ketika dia masuk ke rumah Leonarda Cianciulli. Dia melaporkan kejadian itu pada polisi setempat yang langsung melakukan investigasi dan menangkap Leonarda.

Leonarda ketika ditangkap nggak mengakui kejahatannya. Polisi kemudian mencurigai anaknya, Giuseppe terlibat dalam pembunuhan 3 wanita. Leonarda akhirnya mengakui tindakannya beserta detilnya yaitu memotong-motong tubuh mereka, merebusnya, sampai merubahnya menjadi kue dan sabun, demi anaknya lepas dari tuduhan.

Akhir Kisah Leonarda Ciacuinlli2

Pada tahun 1946 Leonarda ditahan di Reggio Emilia. Di pengadilan dia mengakui berbagai perbuatan yang dituduhkan dan nggak memperlihatkan ada tanda-tanda penyesalan. Alhasil dia diputus bersalah, diberi hukuman 30 tahun penjara dan 3 tahun di rumah sakit jiwa pelaku tindak kriminal.

Leonarda meninggal karena pendarahan di otak di saat menghabiskan sisa waktunya di rumah sakit jiwa pada 15 Oktober 1970. Barang bukti tindak kriminalnya dipajang di Criminologi Museum di Roma. Ramalan seorang pembaca garis tangan ditemui Leonarda terbukti, dia menghabiskan sisa hidupnya di penjara dan rumah sakit jiwa untuk pelaku tindak kriminal.

Demikian kisah misteri Leonarda Cianculli pembunuh berantai dari Italia. Kita nggak akan pernah bisa memahami pola pikir manusia seperti Leonarda. Kenapa dia bisa memutuskan untuk membunuh demi anaknya dan kenapa dia menganggap itu benar. Kalau mau ikut menambahkan, kolom komentar sudah disediakan ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *