Bacaterus / Misteri Dunia / Misteri Kryptos, Monumen Kode-Kode yang Belum Terpecahkan

Misteri Kryptos, Monumen Kode-Kode yang Belum Terpecahkan

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Segala sesuatu di dunia ini memiliki fakta menarik dan rahasianya masing-masing. Entah kenapa, rahasia selalu menjadi sesuatu yang menarik untuk kebanyakan orang. Sesuatu yang dianggap rahasia bukan berarti nggak tampak sama sekali. Sesekali, rahasia itu terlihat jelas melalui kode-kode atau teka-teki yang harus kita pecahkan.

Kita pasti sering mendengar pria-pria yang mengeluh akan kode-kode yang diberikan wanita. Rasanya kode yang diberikan para wanita adalah salah satu rintangan hidup yang hampir pasti dihadapi seluruh pria. Namun, percayalah ada yang jauh lebih rumit daripada itu. Ada sebuah misteri yang berpusat pada kode-kode yang belum terpecahkan.

Mari kita kenalan dengan misteri Kryptos, monumen kode-kode yang belum terpecahkan. Pasti ada banyak hal unik dan menarik yang menyertai misteri Kryptos. Sebagaimana misteri pada umumnya yang nggak bermuara pada satu kesimpulan mutlak karena di situlah daya tarik sebuah misteri yang terbuka untuk segala kemungkinan.

Awal Mula Kryptos

Awal Mula Kryptos

Markas CIA di Langley menyimpan banyak misteri. Salah satu yang belum terpecahkan sampai saat ini adalah misteri Kryptos. Ini jadi perbincangan yang menarik karena keberadaan Kryptos sendiri nggak tersembunyi. Bentuknya berupa monumen berisi kode-kode yang belum terpecahkan selama tiga dekade terakhir.

Beberapa sumber menyatakan kalau Kryptos adalah monumen yang memuat kode-kode rumit. Terdiri dari sekitar 869 karakter acak yang terukir di lempengan setinggi 12 kaki. Pembuatnya adalah seniman asal Amerika Serikat bernama Jim Sanborn. Wujudnya bisa kamu lihat sediri di halaman markas CIA.

Kryptos dipasang di halaman markas CIA sejak tahun 1990. Sejak saat itu, para penggila teka-teki dan kruptografi dari seluruh penjuru dunia berusaha memecahkan kode-kode yang terkandung di sana. Sebanyak 3 set kode dapat dipecahakan dalam waktu 8 tahun. Sementara itu, ada satu set kode yang belum terpecahkan hingga sekarang.

Ada banyak orang dari berbagai kalangan sudah mencoba memecahkan kode-kode yang ada. Mereka juga mencoba berbagai teknik untuk memecahkan kode tersebut. Bahkan bukan cuma kalangan amatir, kriptografer CIA sendiri pernah mencoba memecahkannya namun gagal. Kalau begini, bisa kita bayangkan betapa sulitnya kode-kode itu?

Awal Mula Kryptos2

Saking sulitnya, bahkan sampai ada yang menemui pembuatnya dan menanyakan beberapa petunjuk. Mungkin dia terlalu penasaran dan terobsesi untuk memecahkan kode tersebut, akan tetapi Jim Sanborn tetap mengunci mulutnya rapat-rapat. Saat ini, usia Jim Sanborn sudah memasuki kepala 7, apa yang akan terjadi kalau seandainya dia meninggal?

Rasanya misteri Kryptos nggak akan pernah terungkap kalau seandainya Jim Sanborn meninggal sebelum kode-kode itu terpecahkan. Jim pernah memberikan dua petunjuk untuk membantu, namun belum ada hasil yang menjanjikan. Jim juga sudah menyiapkan jawaban di brankas yang terkunci. 

Kode-Kode di Dalam Kryptos

Kode-Kode di Dalam Kryptos

Kode-kode di dalam Kryptos ini terbagi dalam 4 bagian. Orang-orang menyebutnya dengan K1, K2. K3, dan K4. Semua bagiannya berisikan huruf-huruf acak dengan total 869 karakter. Rinciannya adalah, 865 huruf dan 4 tanda tanya. Setelah 8 tahun, ada seseorang yang mengumumkan kalau berhasil memecahkan 3 bagiannya.

Seorang programmer komputer bernama Jim Gillogly mengklaim kalau dia berhasil memecahkan 3 bagian Kryptos dengan bantuan sebuah komputer pentium 2 dan sebuah perangkat lunak. Ketika klaim Jim Gillogly tersebar luas, ada sebuah keanehan terjadi. Yakni, sebuah kabar baru yang beredar mengiringi klaim dari Jim.

Beriringan dengan tersebarnya kabar Jim Gillogly yang berhasil memecahkan 3 bagian dari Kryptos, CIA memberi pengumuman bahwa salah satu analis sekaligus programmer mereka yang bernama David Stein sudah melakukannya lebih dulu. Dikatakan bahwa David berhasil memecahkannya pada Februari 1998 setelah mencoba selama 400 jam.

Hal itu nggak pernah dipublikasikan secara luas kepada media atau masyarakat. Itulah yang menjadi pertanyaan, kenapa baru diumumkan setelah Jim mengumumkan terlebih dulu. Nggak ada yang bisa memastikan kalau pengumuman itu benar, tetapi masyakarakat menemui kesimpulan bahwa tiga bagian kode dari Kryptos sudah terpecahkan.

Setelah tiga bagiannya terpecahkan, berarti tinggal satu bagian lagi. Dengan kata lain, tinggal 97 karakter yang masih belum terpecahkan. Ini yang membuat semakin banyak orang penasaran ingin memecahkan bagian terakhir kode Kryptos tersebut. Bahkan banyak yang rela menghabiskan waktu lama cuma untuk memecahkan kode bagian terakhir itu.

Kode yang Terpecahkan

Kode yang Terpecahkan

Kalau kamu juga tertarik untuk ikut memecahkan bagian terakhir, mungkin kamu perlu melihat dulu bagian-bagian yang sudah terpecahkan. Sepertinya, bagian yang sudah terpecahkan akan banyak membantu untuk memecahkan bagian yang belum terpecahkan. Penasaran sama tiga bagian itu? Inilah tiga bagian yang dimaksud:

Bagian K1:

BETWEEN SUBTLE SHADING AND THE ABSENCE OF LIGHT LIES THE NUANCE OF IQLUSION

Metode yang digunakan dalam bagian pertama ini dikenal dengan metode Vigenere. Nama ilmiahnya adalah Aligoritma Kriptografi Vigenere Cipher. Metode ini membuat kode teks alfabet dengan menggunakan deretan kode Caesar berdasarkan huruf-huruf pada kata kunci. Kata kunci yang digunakan adalah Kryptos dan Palimpsest.

Bagian K2:

IT WAS TOTALLY INVISIBLE HOWS THAT POSSIBLE ? THEY USED THE EARTHS MAGNETIC FIELD X THE INFORMATION WAS GATHERED AND TRANSMITTED UNDERGRUUND TO AN UNKNOWN LOCATION X DOES LANGLEY KNOW ABOUT THIS ? THEY SHOULD ITS BURIED OUT THERE SOMEWHERE X WHO KNOWS THE EXACT LOCATION ? ONLY WW THIS WAS HIS LAST MESSAGE X THIRTY EIGHT DEGREES FIFTY SEVEN MINUTES SIX POINT FIVE SECONDS NORTH SEVENTY SEVEN DEGREES EIGHT MINUTES FORTY FOUR SECONDS WEST X LAYER TWO

Seperti bagian pertama, metode yang digunakan pada bagian kedua ini masih metode Vigenere. Namun, ada perbedaan pada kata kunci yang digunakan. Pada bagian kedua ini, kata kunci yang digunakan adalah Kryptos dan Abscissa. Melihat dari betapa rumitnya kode-kode itu, nggak heran rasanya kalau butuh waktu lama untuk memecahkan.

Bagian K3:

SLOWLY DESPARATLY SLOWLY THE REMAINS OF PASSAGE DEBRIS THAT ENCUMBERED THE LOWER PART OF THE DOORWAY WAS REMOVED WITH TREMBLING HANDS I MADE A TINY BREACH IN THE UPPER LEFT HAND CORNER AND THEN WIDENING THE HOLE A LITTLE I INSERTED THE CANDLE AND PEERED IN THE HOT AIR ESCAPING FROM THE CHAMBER CAUSED THE FLAME TO FLICKER BUT PRESENTLY DETAILS OF THE ROOM WITHIN EMERGED FROM THE MIST X CAN YOU SEE ANYTHING Q ?

Untuk bagian ketiga, metode yang digunakan berbeda dengan dua bagian sebelumnya. Kali ini menggunakan metode kriptografi transposisi. Metode ini mengubah tata letak dari teks pesan yang akan dibuat kode. Untuk pembaca pesan aslinya, kita perlu mengembalikan huruf-huruf itu berdasarkan rumus yang sudah ditentukan.

Bagian K4:

Inilah yang belum terpecahkan sampai sekarang. Apa kamu tertarik untuk memecahkannya? Nggak ada salahnya kalau ingin mencoba, tetapi memang akan sangat sulit. Mungkin metode yang digunakan sama, mungkin juga berbeda. Kita nggak akan tahu sampai kemudian nanti ada yang bisa memecahkannya.

Demikianlah ulasan misteri Kryptos, monumen kode-kode yang belum terpecahkan. Sebagaimana misteri pada umumnya, sampai saat ini misteri Kryptos masih abu-abu. Belum ada penjelasan mutlak tentang kode-kode yang ada di sana. Kalau kamu punya informasi tambahan, kamu bisa ikut menambahkan di kolom komentar yang sudah disediakan.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *