Bacaterus / Tokoh Misteri / Misteri Kris Kremers dan Lisanne Froon yang Belum Terungkap

Misteri Kris Kremers dan Lisanne Froon yang Belum Terungkap

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Salah satu kejadian yang sering nggak terungkap penyebab dan pelakunya adalah ketika seseorang menghilang. Sangat sulit mencari jejak untuk menemukan orang yang hilang. Banyak kemungkinan ketika seseorang menghilang. Bisa karena keinginannya sendiri, bisa diculik atau mungkin juga tersesat.

Pemerintah Belanda dikejutkan dengan berita hilangnya 2 warganya di Panama. Kris Kremers dan Lisanne Froon dikabarkan hilang saat menjelajahi hutan. Setelah 8 bulan, ditemukan ransel milik salah satu korban dengan sisa kerangka di dekatnya. Bagaimana sebetulnya kejadian yang menimpa kedua orang tersebut? Mari kita bahas lebih jauh.

Kronologi Hilangnya Kris Kremers & Lisanne Froon

Kronologi Hilangnya Kris Kremers & Lisanne Froon1

Kris Kremes dan Lisanne Froon merupakan 2 orang wanita yang sama-sama berasal dari Amersfoot. Keduanya baru saja menyelesaikan studi di tempat berbeda lalu kembali ke kampung halaman dan tinggal bersama.

Mereka bekerja di satu restoran bernama In den Kleinen Hap selama 6 bulan agar mendapat penghasilan dan menabung untuk liburan ke Panama sebagai perayaan kelulusan Froon. Mereka berniat untuk belajar bahasa Spanyol dan melakukan sesuatu yang mulia pada penduduk lokal di Panama dengan menjadi sukarelawan.

Pada tanggal 15 Maret 2014, Kremers dan Froon tiba di Panama untuk berlibur selama 6 pekan. Mereka jalan-jalan di Panama selama 2 pekan lalu pergi ke sebuah daerah bernama Boquete tanggal 29 Maret untuk tinggal di rumah penduduk lokal. Rencananya mereka akan tinggal selama sebulan untuk menjadi sukarelawan yang mengajar anak-anak.

Kronologi Hilangnya Kris Kremers & Lisanne Froon 2

Tanggal 1 April, mereka mendaki ditemani seekor anjing milik tuan rumah yang mereka tinggali. Mereka akan berlibur di alam terbuka, tepatnya di sebuah hutan dekat gunung tertinggi di Panama. Di facebook, mereka menulis status bahwa mereka akan jalan-jalan di daerah Boquete. Ada saksi melihat makan bersama dengan dua orang turis Belanda lain sebelum memulai perjalanan.

Keluarga yang memberi tempat tinggal pada Kremers dan Froon terkejut ketika anjing mereka pulang sendiri pada malam hari. Di saat yang sama, kedua orang tua korban juga berhenti menerima SMS, padahal mereka rutin bertukar pesan setiap harinya. Keesokan harinya mereka belum juga pulang padahal sudah mempunyai jadwal untuk mengajar.

Tanggal 3 April, pihak berwajib dan warga sekitar mulai melakukan pencarian. Tiga hari kemudian orang tua kedua korban tiba di Panama bersama polisi, anjing pelacak dan detektif dari Belanda. Pencaian selama 10 hari sudah dilakukan tapi nggak ada hasil. Kedua orang tua korban menawarkan hadiah sebesar 30.000 USD pada siapa saja yang bisa menemukan anak mereka.

Penemuan Misteri Kris Kremers & Lisanne Froon

Penemuan Misteri Kris Kremers & Lisanne Froon

Sepuluh pekan berlalu sejak Kremers dan Froon hilang, seorang warga lokal menemukan sebuah ransel berwarna biru milik Froon. Dia menyatakan menemukan ransel itu di sebuah sungai dekat desa Alto Romero di wilayah Boco Del Toros. Dia juga yakin bahwa baru di hari itu dia menemukan ransel tersebut.

Setelah diperiksa ransel itu berisi 2 buah kacamata, paspor mlik Froon, uang tunai senilai 83 Euro, sebuah botol air minum, kamera milik Froon, 2 bra dan 2 HP. Penemuan yang mengherankan karena semuanya dalam keadaan rapi, kering dan masih dapat digunakan.

Polisi kemudian menyelidiki 2 HP yang ada di dalam ransel. Mereka mengecek riwayat panggilan, 112 yang merupakan nomor telepon darurat Belanda dihubungi oleh Kremers dan Froon masing-masing sebanyak sekali di hari mereka mulai mendaki. Di hari kedua, Kremers kembali menghubungi 112 sementara Froon menghubungi 112 sebanyak 2 kali kemudian menghubungi 911.

Di hari ketiga Kremers mencoba menelpon 911 namun kabarnya hanya bertahan selama 1 detik karena sinyal di daerah hutan yang buruk. HP milik Kremers masih aktif sampai 5 April berdasarkan sebuah pantulan sinyal di daerah mereka menghilang namun kemudian mati. Sementara milik Froon hanya terlihat mendapat sinyal sampai 3 April.

Tanggal 4 April HP milik Froon mati dan ditanggal 5 sempat ada sinyal tapi kehabisan baterai. Tanggal 6 April, HP Kremers aktif lagi. HP itu menggunakan password dan gagal dimasuki dengan bukti adanya kesalahan PIN dalam 2 kali percobaan. Lalu 5 hari kemudian HP Kremers kembali aktif, buktinya ada sinyal yang diterima dan kesalahan memasukkan PIN lalu akhirnya dimatikan.

Teori dalam Misteri Kris Kremers & Lisanne Froon 2 (Copy)

Penyelidikan dilanjutkan dengan memeriksa kamera milik Froon. Ada ratusan foto yang tersimpan di kamera. Dimulai dengan foto tanggal 1 April ketika mereka mulai menjelajahi hutan. Kemudian ada foto-foto mereka melewati hutan yang artinya mereka berjalan semakin jauh ke dalam.

Di dalam hutan masih ada suku lokal bernama Ngobe. Menurut para penjelajah, diperlukan seorang guide untuk menelusuri hutan itu karena sangat rawan untuk membuat orang yang menjelajah tersesat di dalam hutan. Ditemukan 90 foto selama 10 hari mereka hilang, 87 di antaranya merupakan foto yang gelap.

Tempat ditemukannya ransel bernama Continental Divide berjarak 12 jam dari lokasi suku Ngobe. Polisi kemudian menyelidiki daerah ransel ditemukan. Mereka menemukan celana pendek Kremers yang terlipat rapi beberapa kilometer dari ransel milik Froon. Dua bulan kemudian, ditemukan tulang panggul di dalam sepatu boot dan dua tangan lengkap dengan tulangnya.

Hasil Otopsi Tulang yang Ditemukan

Hasil Otopsi Tulang yang Ditemukan

Otopsi dilakukan untuk mengetahui pemilik tulang di dalam sepatu boot dan dua tangan yang ditemukan. Dengan tes DNA, ternyata hasilnya adalah sepatu boot dan tulang yang di dalamnya merupakan milik Froon. Sementara dua tangan adalah milik Kremers. Penyelidikan setelah otopsi menemui kejanggalan.

Tulang Froon menunjukkan tanda pembusukan alami tapi tulang Kremers berwarna putih seperti sengaja diputihkan. Selain tulang milik mereka berdua, setelah dilakukan pengujian ternyata ada tulang milik orang lain juga. Nggak tanggung-tanggung, ada 3 orang lain yang tulangnya ditemukan bersama milik Kremers dan Froon.

Tim forensik kedua negara nggak dapat menyimpulkan secara pasti apa yang menjadi penyebab kematian Kremers & Froon. Tim forensik dari Belanda menyatakan kemungkinan mereka meninggal karena kecelakaan. Sementara tim forensik Panama menyatakan adanya kemungkinan tindakan kriminal pembunuhan yang terjadi sehingga menewaskan Kremers & Froon.

Teori dalam Misteri Kris Kremers & Lisanne Froon

Teori dalam Misteri Kris Kremers & Lisanne Froon

Penyebab kematian Kremers dan Froon memang belum menemui jawaban yang pasti. Untuk itu banyak teori beredar tentang kemungkinan penyebab kematian mereka berdua. Beberapa teori dalam misteri Kris Kremers & Lisanne Froon adalah:

  1. Kremers dan Froon tersesat di hutan dan nggak bisa kembali. Persediaan makanan dan minuman yang seadanya membuat mereka nggak bisa bertahan hidup.
  2. Salah satu dari Kremers atau Froon terjatuh ke semacam jurang. Dia yang jatuh ke jurang mengalami patah tulang, satu yang lain mencoba menolong tapi ternyata malah ikut celaka. Salah satu bukti teori ini berdasarkan pada sebuah foto dari kamera Froon yang diubah kecerahannya.
  3. Kremers dan Froon bertemu hewan buas atau orang hutan yang masih memakan daging manusa (kanibal) di dalam hutan dan tewas.

Demikian bahasan mengenali misteri Kris Kremers dan Lisanne Froon yang belum terungkap. Menurutmu, teori manakah yang kemungkinan benarnya paling besar? Apakah misteri ini akan menemui titik terang suatu hari nanti? Berbagi di kolom komentar, yuk! Di sana kamu bisa berpendapat atau mungkin menambahkan informasi baru. Ditunggu, ya!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *