Bacaterus / Misteri Laut / Misteri Kraken, Mahkluk Tentakel Raksasa dari Bawah Laut

Misteri Kraken, Mahkluk Tentakel Raksasa dari Bawah Laut

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Lautan memang menyimpan berjuta misteri yang unik dan menunggu untuk dipecahkan. Salah satunya adalah makhluk raksasa penghuni bawah laut yang akan kita bahas. Keberadaan makhluk raksasa ini memang bisa menjadi perbincangan yang menarik.

Konon, mahkluk yang dipercaya dalam mitologi Nordik ini adalah makhluk raksasa paling menakutkan yang ada di wilayah lautan Islandia dan Norwegia. Kraken, makhluk yang satu ini memang sering menjadi perbincangan banyak orang. Selain,  karena ukuran yang besar, mahkluk yang konon dapat menenggelamkan sebuah kapal ini dipercaya dapat memberi keuntungan bagi para nelayan.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Nah, kali ini Bacaterus telah rangkum misteri Kraken, makhluk tentakel raksasa yang ada di bawah laut. Berikut adalah rangkumannya:

Makhluk legenda Skandinavia yang misterius

Makhluk legenda Skandinavia yang misterius (Copy)

Keberadaan makhluk yang satu ini memang menjadi sesuatu yang menarik bagi para ilmuan yang ada di seluruh dunia. Berbagai penelitian tentang mahkluk yang percayai dalam legenda Skandinavia ini memang sering dilakukan. Kraken sendiri diambil dalam bahasa Skandinavia ‘Krake’ yang berarti sesuatu yang aneh atau tidak lazim.

Nama Kraken pertama kali disebut dalam sebuah jurnal ilmiah edisi pertama yang berjudul Systema Naturae karya seorang ahli Botani sekaligus Zoologi asal Swedia bernama Carolus Linnaeus pada tahun 1735. Linnaeus mengklasifikasikan Kraken sebagai Moluska Cephalopada.

Meskipun dalam Systema Naturae edisi berikutnya nama Kraken jarang sekali disebutkan. Bapak klasifikasi ilmiah modern tersebut lebih sering menyebutnya sebagai “Fauna Suecica” atau “Makhluk Unik” yang menempati lautan Norwegia.

Sejarah tentang keberadaan makhluk laut raksasa ini memang sudah pernah ditulis oleh Raja Sverre dari Norwegia pada tahun 1180 silam. Seiring perkembangannya makhluk ini pun semakin dikenal dan menjadi mitos bagi masyarakat yang terdapat di wilayah Skandinavia.

Seorang penulis Swedia bernama Jacob Wallenberg mendeskripsikan Kraken sebagai makhluk dari dasar laut yang akan naik ke permukaan untuk mencari makan atau bila makhluk tersebut merasa terancam.

Makhluk ini akan menyemburkan air yang dapat menyembur dan membentuk gelombang cincin sejauh beberapa mil dalam karyanya yang berjudul “Min Son Pa Galejan” atau “My Son of the Gallery” pada tahun 1781.

Sebenarnya, kisah makhluk tentakel raksasa yang ada di bawah lautan ini juga pernah digambarkan oleh seorang filsuf naturalis romawi bernama Plinnius dalam bukunya berjudul “Naturalis Historia” pada tahun 1669. Dalam bukunya, Plinnius mendeskripsikan makhluk bernama Polyp yang memiliki ciri-ciri hampir mirip dengan makhluk tentakel yang ada di Norwegia.

Meskipun demikian, keberadaan makhluk ini memang masih menimbulkan banyak perdebatan. Konon masyarakat percaya bahwa keberadaan mahkluk ini juga bisa membawa keuntungan bagi nelayan. Salah satunya adalah tentang sekumpulan ikan yang akan muncul di permukaan air laut ketika makhluk misterius itu bereaksi. Sehingga para nelayan yang berani mengambil sebuah resiko memanfaatkan kondisi tersebut untuk menangkap hasil tangkapan laut yang besar.

Eksistensi Kraken di lautan dalam

Eksistensi Kraken di Lautan Dalam (Copy)

Keberadaan Kraken memang sering dianggap sebagai mitologi yang berada di dasar laut yang dalam. Namun, seiring waktu keberadaan makhluk ini pun dipercaya oleh sebagian orang sebagai bagian dari spesies chepalopada raksasa yang sering ditemukan di berbagai wilayah di dunia.

Hal itu berdasarkan pada banyaknya laporan ilmiah tentang penemuan makhluk raksasa yang memiliki tentakel tersebut, termasuk beberapa catatan resmi dari angkatan laut yang pernah berhadapan langsung dengan makhluk tersebut.

Penemuan makhluk chepalopada terbesar pernah kali ditemukan di Denmark pada tahun 1853. Mahkluk tentakel itu kemudian diberi nama ilmiah Architeuthis Dux oleh seorang Naturalis Norwegia bernama Japetus Steenstrup. Architeuthis Dux sendiri menjadi spesies chepalopada raksasa yang memiliki ukuran panjang 18 meter.

Sementara itu pada tahun 1860, sebuah awak kapal bernama Alencton yang berasal dari Perancis pernah menemukan makhluk dengan tentakel raksasa di kepulauan Canary. Saat mencoba menariknya ke kapal. Mereka hanya bisa menangkap bagian tentakel dari makhluk tersebut. Kemudian, setelah dilakukan penelitian pada penemuannya.

Mahkluk raksasa tersebut diperkirakan memiliki ukuran sekitar 8 meter. Kisah tentang penemuan chepalopada raksasa pun pernah dilaporkan oleh kapal angkatan laut Norwegia bernama Brunswick pada tahun 1930-an. Makhluk tersebut hampir saja menenggelamkan kapal, sebelum akhirnya makhluk tersebut tewas oleh baling-baling kapal.

Sementara pada tahun 1873, seorang nelayan bernama Theophile Piccot dan anaknya menemukan tentakel raksasa di wilayah Newfoundland. Para peneliti memperkirakan mahkluk air yang ditemukan mereka memiliki panjang sekitar 11 meter.

Kisah-kisah-kisah mengenai penemuan makhluk tersebut pun seakan mematahkan mitos tentang mahkluk mitologi Kraken. Karena bisa jadi mahkluk raksasa yang pernah ditemukan oleh masyarakat terdahulu merupakan bagian dari spesies chepalopada yang kita ketahui saat ini. Meskipun perlu penelitian lebih jauh tentang hal ini.

Musuh besar Paus Penyembur / Sperma Whale

Musuh Besar Paus Penyembur (Copy)

Pada tahun 1875. Frank T Bullen pernah menemukan makhluk dengan tentakel bertarung melawan seekor paus penyembur pada saat berlayar di Selat Malaka. Kisah penemuannya tersebut kemudian ia ceritakan dalam sebuah buku berjudul “The Cruise Of Chacalot” pada tahun 1924.

Pertarungan antara makhluk tentakel dan paus sperma memang kerap terjadi. Hal tersebut sering kali terlihat dari bekas serangan tentakel yang terdapat pada bagian tubuh ikan paus.

Cuplikan video yang ditunjukkan oleh peneliti asal Jepang bernama T. Kubodera dan K. Mori memperlihatkan bahwa mahkluk yang berhabitat di kedalaman 900 meter tersebut memiliki kemampuan berenang yang cukup cepat dan hebat. Meskipun makhluk tersebut tetap tak bisa menghindari predator utamanya yaitu ikan paus Penyembur atau Sperm whale.

Mahkluk raksasa yang sering dikaitkan dengan Kraken

Mahkluk raksasa yang sering dikaitkan dengan Kraken (Copy)

Mitologi Kraken memang sering dikaitkan dengan beberapa mahkluk raksasa yang pernah ditemukan. Diantaranya Giant Squid, Colossal Squid dan Giant Octopus. Ketiganya memang memiliki karakteristik yang mirip seperti Kraken yang memiliki tentakel dengan ukuran yang cukup besar.

Giant Squid sendiri diketahui pernah ditemukan dengan berukuran panjang mencapai 18 meter. Seekor Giant Squid yang termasuk genus Architeuthis bisa saja menenggelamkan sebuah kapal pada zaman dulu mengingat ukurannya yang cukup besar.

Sementara Colossal Squid yang pernah ditemukan miliki ukuran panjang 14 meter dan menjadi salah satu makhluk invertebrata terpanjang yang ada di dunia. Meskipun demikian para peneliti belum bisa memastikan hingga seberapa besar ukuran Colossal Squid. Sehingga mitos Kraken bisa saja mengarah pada makhluk yang satu ini.

Kemudian yang terakhir adalah Giant Octopus. Makhluk ini bisa mencapai ukuran mencapai 9 meter dan dipercaya sebagai mahkluk yang menyerang pelaut Norwegia yang berada di laut Angola seperti pada lukisan yang ditemukan oleh Pierre Denys de Montfort saat menyelidiki mengenai Kraken tahun 1801 yang diduga berdasarkan kisah nyata yang terjadi.

Nah, itulah misteri Kraken, makhluk dengan tentakel raksasa yang berada di bawah laut. Nantikan informasi selanjutnya yang lebih menarik yang akan Bacaterus rangkum untuk kamu!

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *