Bacaterus / Mitos / Misteri Kap Dwa, Penemuan Mumi Raksasa yang Punya Dua Kepala

Misteri Kap Dwa, Penemuan Mumi Raksasa yang Punya Dua Kepala

Ditulis oleh - Diperbaharui 30 Maret 2020

Kita semua pasti pernah mendengar teori evolusi yang dipopulerkan oleh Charles Darwin. Sebetulnya Darwin bukanlah satu-satunya orang yang mengemukakan teori tentang evolusi. Ada nama lain seperti Lamarck, Aristoteles dan lain-lain. Benang merah dari semua teori evolusi itu adalah mengenai bagaimana perubahan yang terjadi karena seleksi alam dan hanyutan genetik.

Seiring dengan perkembangan jaman, manusia melalui berbagai evolusi. Tanda yang paling signifikan adalah dalam segi fisik dan cara hidup. Dari berbagai penemuan, manusia pada jaman dahulu mempunyai banyak perbedaan dengan manusia sekarang.

misteri Kap Dwa

Ada yang jauh lebih tinggi badannya, ada juga yang lebih kecil. Sebuah penemuan mumi berukuran besar pernah menghebohkan dunia karena ukuran dan bentuknya yang nggak lazim. Mahluk itu diberi nama Kap Dwa. Pernah mendengar misteri Kap Dwa? Kalau belum, mari kita sama-sama telaah misteri Kap Dwa.

Penemuan Kap Dwa

Penemuan Kap Dwa

Kap Dwa merupakan istilah yang merujuk pada mahluk raksasa berkepala dua. Tubuhnya menjulang mencapai 3,5 meter dan badannya berwarna gelap mungkin akibat diawetkan. Ada berbagai versi yang menceritakan asal mahluk tersebut, ada yang menyebut Spanyol, ada juga yang menyebut dia diawetkan oleh orang Paraguay.

Sebelum ditemukannya Kap Dwa, manusia tertinggi di bumi yang pernah diukur pada 27 Juni 1940 mempunyai tinggi 2,72 meter. Penemuan Kap Dwa langsung menyita perhatian dunia karena dia yang memegang predikat manusia tertinggi di dunia sampai saat ini. Belum lagi kepalanya yang berjumlah dua dianggap sebagai tanda kembar siam.

Konon, Kap Dwa ditemukan orang Spanyol pada tahun 1673. Mereka menemukan mahluk berukuran raksasa di sebuah kota. Karena khawatir akan membahayakan keselamatan warga, mereka kemudian memburunya. Setelah berhasil ditangkap, dia diikat tangannya dan sebuah tombak ditancapkan di dada untuk mengakhiri hidupnya.

Sebelum disimpan di museum, fosil Kap Dwa sempat diperjualbelikan. Tubuh yang besar dan bentuk kepala yang nggak biasa membuatnya menjadi komoditas yang diburu orang-orang. Pada tahun 1914 dia sempat dibeli oleh seorang pengusaha sirkus dan membuat fosilnya menjadi pertunjukkan orang-orang dalam acara Edwardian Horror Circuit selama bertahun-tahun.

Setelah menghabiskan 45 tahun menjadi tontonan orang-orang, Kap Dwa dibeli oleh Thomas Howard pada tahun 1959. Dia kemudian membawanya mengelilingi Eropa dan dipertontonkan sebagai barang antik sampai akhirnya tiba di Baltimore.

Di tempat barunya dia lagi-lagi menjadi bahan tontonan kali ini di pertunjukkan Bob’s Side Show dan berakhir The Antique Man Ltd milik Robert Gerber dan istrinya. Mereka kerap memperontonkan koleksi yang terdiri dari barang-barang unik.

Berdasarkan penelusurannya, Gerber memberi cerita berbeda tentang Kap Dwa. Dia mengatakan bahwa mahluk itu sudah tewas tergelatak di pinggir pantai dengan tombak mennancap pada bagian paru-parunya. Mayatnya kemudian dibawa oleh George Bickle ke museum di Inggris yang menjadi tempat penyimpanan mayat itu sampai saat ini.

Kesaksian tentang Kap Dwa

Kesaksian tentang Kap Dwa

Dengan maraknya pertunjukkan sirkus yang menampilkan orang-orang aneh membuat banyak orang meragukan keaslian Kap Dwa sebagai manusia. Pada tahun 1930, fosil Kap Dwa diteliti oleh dua orang dokter dan seorang ahli radiologi di Weston.

Mereka menyimpulkan bahwa fosil itu adalah asli fosil manusia, nggak ada yang palsu sama sekali. Mereka menduga kepala Kap Dwa ada dua karena Kap Dwa dulunya adalah sepasang pria yang kembar siam.

Frank Adey membuat sebuah artikel di Fortean Times pada tahun 1960 yang menceritakan bagaimana dia pernah melihat sosok Kap Dwa. Dia pernah melihat mahluk itu masih menjadi tontonan sirkus di Blackpool, Inggris. Dia juga menambahkan bahwa dia nggak melihat jahitan, itu membuat dia yakin kalau Kap Dwa memang asli dan bukan hasil modifikasi.

Cerita tentang Makhluk Raksasa Lain

Cerita tentang Makhluk Raksasa Lain

Kap Dwa bukan satu-satunya makhluk berukuran besar yang pernah ditemukan di dunia. Seorang kapten kapal asal Belanda Sebalt de Weert pernah mengungkapkan sebuah kejadian saat dia dan para krunya menyaksikan sekelompok orang berbadan besar. Bahkan dia memperkirakan kelompok orang itu merupakan keturunan dari ras yang sama.

De Weert yang melanjutkan perjalanannya melewati Selat Magellan menemukan tujuh perahu dengan ukuran yang sangat besar mendekati kapalnya. Dia mengungkapkan bahwa perahu itu dipimpin oleh seorang raksasa yang memerintah tanpa mengenakan baju.

Warna kulitnya cokelat kemerahan dan rambutnya panjang berwarna merah. Dia menambahkan bahwa mereka bersifat agresif dengan menyuruh kapal yang dikapteni de Weert untuk menyingkir dari jalur dengan menggunakan bahasa yang nggak dimengerti.

Pada abad ke-16, ditemukan juga beberapa dokumen yang menunjukan eksistensi manusia berukuran raksasa. Salah satunya adalah tulisan dalam Rios Codex yang dikenal juga dengan nama Vatican Codex.

Tulisan itu merupakan terjemahan dalam bahasa Italia atas dokumen berbahasa Spanyol yang berasal dari masa lampau. Dalam codex itu ada sebuah ilustrasi mahluk raksasa dan beberapa prajurit Aztec. Sebuah anotasi menunjukkan bahwa mahluk itu diberi nama Quinametzi. Kalau diterjemahkan berarti salah satu mahluk purba.

Kemiripan dengan King Kapuwar

Kemiripan dengan King Kapuwar

Salah satu mumi yang mempunyai kemiripan yang tinggi dengan Kap Dwa adalah King Kapuwar. Mumi itu ditemukan oleh sekelompok penambang emas asal Inggris saat menggali di sebuah gua di Patagonia, Amerika Selatan. Awalnya mereka menemukan seperti bungkusan kain dan ketika dibuka ternyata isinya adalah mumi.

Mumi King Kapuwar dipamerkan di Nelson Supply House di South Boston, Massachussets, Amerika. Kabarnya mumi itu disewa dari orang Inggris yang mungkin sebetulnya adalah Kap Dwa. Karena dia ingin memamerkan yang belum pernah dilihat orang, maka dia menggunakan nama lain. Belum lagi dua ukuran mumi itu terbilang sama yaitu mencapai 3,5 meter dan berkepala dua

Analisis tentang Kap Dwa

Analisis tentang Kap Dwa

Di benua Amerika banyak ditemukan fosil manusia yang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan ukuran manusia pada umumnya. Banyak yang kemudian menganggap benua Amerika merupakan tempat bagi para raksasa pada jaman dahulu. Nggak ada bukti bahwa mereka berasal dari benua tersebut, kemungkinan besar mereka pindah karena terjadi bencana.

Banyak yang meragukan tentang keberadaan mahluk raksasa. Apalagi setelah Robert Wadlow yang pada tahun 1940 dinobatkan sebagai manusia tertinggi di dunia dengan tinggi mencapai 2,47 meter. Keraguan orang-orang tentu saja karena mayat Wadlow yang saat itu berusia 22 tahun jelas-jelas nyata dan dapat dibuktikan.

Belum pernah ada bukti tentang manusia yang dapat tumbuh sampai tiga meter atau lebih. Hal itu bukanlah hal yang nggak mungkin tapi kemungkinan besar orang yang mencapai tinggi itu akan mendapat berbagai komplikasi dan kesulitan untuk bertahan hidup.

Wadlow saja yang nggak mencapai tiga meter meninggal karena kakinya melepuh dan mengalami pendarahan akibat menahan beban yang sangat berat. Setelah menderita karena ukuran tubuhnya nggak wajar, dia akhirnya meninggal karena infeksi.

Kalau dilihat dari bentuk tubuh dan kepala, ada kemungkinan Kap Dwa memang benar manusia yang menderita gigantisme sehingga tubuhnya jauh melebihi ukuran manusia pada umumnya.

Sementara dua kepalanya itu menunjukkan dia terlahir dengan kondisi kembar siam. Karena tubuhnya yang terlalu besar dan kondisi kembar siam yang sangat sulit untuk bertahan hidup ditambah dengan belum majunya kedoketeran pada jaman itu, dia akhirnya meninggal dan dijadikan mumi.

Sebagai manusia, kita harus senantiasa terus mencari. Apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini kita bisa mendapatkan informasi dari mana saja seperti artikel, media sosial, atau mungkin dari kamu yang menuliskan tambahan informasi di kolom komentar di bawah ini.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *