Bacaterus / Tokoh Misteri / Misteri June and Jennifer Gibbons, Si Kembar yang Misterius

Misteri June and Jennifer Gibbons, Si Kembar yang Misterius

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dari sekian banyak cerita mengenai anak kembar. Kisah tentang saudara kembar yang satu ini memang menarik untuk dibahas. Mereka adalah June dan Jennifer Gibbons. Sekilas mereka memang seperti anak kembar biasa. Namun, bila ditelusuri lebih jauh, kehidupan saudara kembar ini jauh dari kata biasa.

Apa yang membuat mereka berbeda dengan anak kembar yang lainnya? Nah, dalam artikel ini kita akan membahas kisah tentang kehidupan si kembar Gibbons yang aneh dan misterius. Berikut adalah misteri June dan Jennifer Gibbons, kembar identik paling misterius di dunia yang telah Bacaterus rangkum untuk kamu.

Berperilaku Aneh Sejak Balita

Berperilaku Aneh Sejak Balita

June dan Jennifer adalah kembar identik yang lahir dari pasangan Gloria dan Aubrey Gibbons pada 11 April 1963 di Barbados. Kedua orang tuanya diketahui adalah seorang imigran dari kepulauan Karibia. Saat si Kembar masih balita tak ada tanda-tanda aneh yang membuat kedua orang tua curiga.

Meskipun diketahui June dan Jennifer Gibbons kerap berkomunikasi hanya diantara mereka saja. Namun, hal tersebut masih dianggap wajar oleh kedua orang tua. Mengingat usia mereka memang masih sangat kecil. Menginjak usia anak-anak, Gibbons bersaudara ini semakin menunjukkan keanehan yang membuat kedua orang tua mulai khawatir dengan perilaku kedua anaknya tersebut.

June and Jennifer diketahui tidak pernah berkomunikasi dengan orang lain. Saat berada di sekolah mereka lebih cenderung diam seperti orang bisu. Hal tersebut juga berlaku pada kedua orang tuanya. Gibbons bersaudara lebih sering menghabiskan waktu bermain boneka di kamar. Namun, terkadang keduanya sering mengajak adik kecilnya yang bernama Rose untuk berbicara.

Perilaku June and Jennifer semakin hari semakin mengkhawatirkan kedua orang tua, terlebih perilaku keduanya kerap dijadikan sasaran bullying dan tindakan diskriminasi ras oleh teman-temannya. Hal tersebut membuat keduanya semakin tertutup dan mengasingkan diri.

June dan Jennifer menggunakan bahasa Barbadian atau Bajan untuk saling berkomunikasi. Dalam praktiknya Barbadian berbasis bahasa Inggris dengan pengaruh bahas Afrika yang sering digunakan di pulau Karibia, Barbados.

Cara komunikasi mereka yang cepat dengan logat yang unik terkadang tak bisa dimengerti oleh orang lain dan hanya dimengerti oleh mereka sendiri. Perilaku tersebut berlangsung cukup lama hingga keduanya menginjak usia remaja.

Mulai Menjalankan Terapi

Mulai Menjalankan Terapi

Perilaku June dan Jennifer yang aneh memang membuat kedua orang tua mereka merasa cemas. Sehingga akhirnya, ketika si kembar berusia 14 tahun mereka pun mulai dibawa ke dokter psikiater untuk mendapatkan terapi agar perilaku keduanya bisa perlahan berubah.

Namun, setelah menjalani berbagai terapi dan konsultasi, perilaku keduanya tampak tidak mengalami perbaikan dan hanya membuat mereka semakin mengisolir kehidupannya. Sampai akhirnya seorang dokter menyarankan untuk memisahkan keduanya dalam asrama yang berbeda agar mereka bisa menjalin komunikasi dengan orang lain.

Hanya saja, setelah mencoba memisahkan keduanya. Hal tersebut malah semakin memperparah keadaan. Khawatir hal tersebut akan berdampak buruk bagi psikologis si kembar. Sang dokter pun menyarankan untuk membawa keduanya kembali ke rumah.

June dan Jennifer pun akhirnya kembali bersama dalam satu atap. Hanya saja, perilaku keduanya kembali seperti semula. Mereka seperti memiliki dunia mereka sendiri dan tak membiarkan seorang pun bisa masuk. Meskipun itu kedua orang tua mereka.

Menulis Cerita dalam Novel

Menulis Cerita dalam Novel

Pada tahun 1979 saat Natal. June dan Jennifer mendapat sebuah buku harian sebagai kado natal. Kehidupan mereka mungkin agak sedikit berubah setelah mendapat hadiah tersebut. Keduanya pun mulai aktif menuliskan apa yang ada dalam pikiran mereka dalam buku harian tersebut. June dan Jennifer semakin intens menulis.

Sejak saat itu mereka pun mulai memutuskan untuk menekuni bidang tulis menulis dengan mengikuti kursus menulis kreatif lewat surat. Hingga waktu berlalu, mereka pun akhirnya menjadikannya sebagai karir saat dewasa dan berhasil merilis sebuah judul novel.

June diketahui menulis sebuah novel berjudul Pepsi-Cola Addict. Sementara saudara kembarnya Jennifer lebih aktif dengan menulis 3 judul novel yaitu the Pugilist, Dipsomania dan Taxi Driver’s Son. Jennifer juga diketahui menulis drama radio berjudul Postman and Postwoman dan beberapa judul lain.

Hanya saja, kiprah mereka dalam dunia literasi sastra kurang mendapat respons yang baik. Namun hal unik dari setiap cerita yang mereka buat selalu berhubungan dengan dunia kriminalitas.

Masuk Rumah Sakit Jiwa

Masuk Rumah Sakit Jiwa

Gagal dalam meraih kesuksesan dalam dunia tulis-menulis. Gibbons bersaudara pun akhirnya berbuat tindak kriminal dengan melakukan pencurian dan perusakan properti milik orang lain tanpa sebab. Mereka juga diketahui pernah membakar sebuah bangunan.

June dan Jennifer Gibbons pun akhirnya ditangkap dengan tuduhan perusakan dan pembakaran properti milik orang lain. Meskipun mereka melakukan tindakan kriminal. Namun, hakim tidak memasukkan mereka ke dalam penjara, karena mereka dianggap memiliki gangguan kejiwaan. June dan Jennifer pun dimasukkan dalam rumah sakit jiwa dengan keamanan super ketat.

Si kembar pun harus menjalani rehabilitasi di rumah sakit jiwa Broadmoor selama hampir 14 tahun. June and Jeniffer diketahui menempati ruangan yang berbeda. June menempati bagian ujung rumah sakit sementara Jennifer berada di belakang rumah sakit.

June dan Jennifer memang sering menunjukkan perilaku yang aneh selama di rumah sakit. Salah satunya adalah ketika mereka sedang makan. Ketika waktu makan tiba, June akan makan akan tetapi saudara kembarnya bahkan tidak menyentuh makanannya.

Pada hari berikutnya malah sebaliknya ketika Jennifer makan, maka June yang tidak menyentuh makanannya. Selain itu para suster perawat juga kadang mendapati keduanya sedang meringkuk kedinginan dengan posisi yang sama persis. Gibbons bersaudara mempercayai bahwa untuk bisa hidup dengan normal, salah satu diantara mereka harus ada yang meninggal.

Kematian Jennifer Gibbons yang Misterius

Kematian Jennifer Gibbons yang Misterius

Kasus June dan Jennifer Gibbons pertama kali mencuat ke permukaan setelah kisah mereka dimuat dalam The Sunday Times oleh wartawan bernama Marjorie Wallace. Saat para dokter memutuskan untuk memindahkan si kembar ke klinik Caswell pada tahun 1993. Marjorie kembali datang untuk mewawancara para dokter dan perawat sebelum pemindahan.

Saat sedang melakukan wawancara. Jennifer pun tiba-tiba menghampiri dan mengatakan pada Marjorie bahwa dirinya yang akan meninggal. Saat Marjorie bertanya alasannya. Jennifer mengatakan bahwa mereka sudah memutuskan hal tersebut.

Saat perjalanan menuju klinik Caswell, Jennifer akhirnya mengembuskan nafas terakhir di pangkuan June. Para dokter menduga bahwa kematian Jennifer disebabkan akibat gagal jantung. Namun, pada saat proses otopsi, tidak ditemukan obat atau racun yang bersarang dalam tubuhnya. Dokter juga tak menemukan sesuatu yang salah dengan jantungnya.

Jennifer memang bersikap aneh selama beberapa hari sebelum proses pemindahan. Ia sering mengatakan bahwa dirinya sedang sekarat pada June. Saat bertemu kembali dengan Marjorie untuk wawancara, June pun mengatakan bahwa kini dirinya telah bebas karena Jennifer telah memberikan. Kehidupannya pada June.

Setelah kakaknya meninggal, June pun bisa akhirnya berkomunikasi secara normal dengan orang lain tanpa pengawasan dokter psikiater. Kini, June hidup bersama kedua orang tuanya dengan damai. Peristiwa kematian Jennifer memang menjadi misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini.

Apa yang terjadi dengan si kembar June and Jennifer Gibbons memang tak bisa dijelaskan dengan logika dan akan terus dikenang sebagai kisah misterius yang pernah terjadi pada anak kembar.

Nah, itulah misteri June dan Jennifer Gibbons, kembar identik paling misterius yang ada di dunia. Baca juga artikel misteri Black Dahlia, kisah pembunuhan mutilasi paling sadis yang pernah terjadi di dunia.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *