Bacaterus / Misteri Laut / Misteri Jembatan Adam dan Perdebatan Seputar Asal Mulanya

Misteri Jembatan Adam dan Perdebatan Seputar Asal Mulanya

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 Januari 2020

Kondisi dunia dengan manusia yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu meninggalkan beberapa hal yang bisa diteliti untuk melihat peradaban di masa lalu. Walaupun kebanyakan sudah berubah wujud, tapi kita bisa mempelajari bagaimana struktur bangunan, cara hidup bahkan teknologi di masa lampau.

Dengan teknologi yang semakin canggih, bukan nggak mungkin penemuan-penemuan peninggalan masa lalu bisa semakin terbuka kebenarannya. Salah satu peninggalan masa lalu yang menjadi perbincangan menarik adalah jembatan Adam.

Jembatan berupa rantai batu kapur yang menghubungkan India dan Srilanka ini bukan hanya jembatan biasa karena dianggap mempunyai nilai historis bagi umat Hindu. Selain itu, banyak peneliti yang mencoba mengungkap jembatan tersebut dari sisi ilmiah. Bagaimana lengkapnya tentang misteri Jembatan Adam? Kita akan membahasnya lebih jauh di sini.

Awal Mula Jembatan Adam

Awal Mula Jembatan Adam

Jembatan Adam merupakan jembatan yang membentang di antara pulau Mannar, di barat laut Sri Lanka dengan Rameswaram, sebuah pantai di tenggara India. Penggunaan jembatan Adam pertama kali dikemukakan oleh ahli pembuat peta, geografi dan sejarawan asal Inggris yang bernama Mayor James Rennel pada tahun 1804.

Nama itu diambil dari sebuah legenda ditemukannya kaki berukuran besar di Puncak Adam di Srilanka dan untuk mencapainya Adam melewati jembatan tersebut. Selain dikenal dengan nama Jembatan Adam, jembatan itu dikenal juga dengan nama Rama Setu dalam bahasa Sansekerta yang berarti Jembatan Rama.

Selain itu ada juga sebutan lain, yaitu Sethusamudram yang berarti jembatan laut. Sebuah peta buatan Belanda pada tahun 1747 menujukkan wilayah jembatan dengan Ramancoil yang berasal dari bahasa Tamil yang berarti Kuil Rama.

Jembatan Adam mempunyai panjang mencapai 30 km. Saat ini sebagian besar jembatan berada di bawah air. Tapi ketika air laut surut, maka permukaannya akan lebih jelas terlihat dengan kedalaman sekitar 1,2 m.

Legenda Jembatan Adam

Legenda Jembatan Adam

Jembatan Adam mempunyai sisi historis tersendiri bagi umat Hindu. Bahkan ceritanya termuat dalam kitab suci Ramayana yang ditulis ulang oleh pendeta Walmiki. Jembatan itu merupakan saksi bagaimana perjuangan cinta Rama terhadap istrinya, Sinta.

Beberapa sumber menyatakan bahwa Rama yang merupakan penguasa Kerajaan Kosala dengan beristri Sinta harus diuji karena sang istri dibawa oleh Rahwana, seorang raja yang menguasai wilayah Alengka.

Dalam kitab Ramayana, Sinta diculik oleh Rahwana dan dibawa ke negeri Alengka (saat ini Srilangka). Rama yang mengetahui hal tersebut membawa adiknya, Lasmana beserta sekelompok tentara untuk membantunya. Sayangnya, perjalanan mereka menemui hambatan karena terhalang oleh lautan luas.

Legenda Jembatan Adam

Sri Rama harus berunding bersama pasukannya karena nggak semua mempunyai kemampuan untuk terbang. Setelah berunding, mereka mendapat kesimpulan bahwa Rama akan mencoba menggelar upacara untuk meminta bantuan Dewa Baruna. Setelah tiga hari, Rama nggak juga mendapat jawaban.

Rama merasa marah dan melemparkan busur dan panahnya sampai laut mengering. Dewa Baruna akhirnya datang meminta maaf pada Rama dengan kekhawatiran air laut akan mengering. Dewa Baruna kemudian menyarankan agar Rama membuat jembatan sehingga dia bisa melewati laut tanpa harus membinasakannya.

Saran itu diterima dengan baik oleh Rama yang langsung menyuruh Nila untuk menjadi otak dalam pembuatan jembatan. Hanuman, panglima kera dan jutaan pasukan kera dari Raja Sugriwa membantu Rama untuk mengeringkan sebagian laut dan memasangkan batu apung sehingga membentuk jembatan. Jembatan yang terbuat dari batu dan pasir itu akhirnya terbentuk.

Legenda Jembatan Adam3

Dewa Baruna menjelaskan bahwa lama-kelamaan batu itu akan menancap ke dasar laut dan membentuk semacam karang. Jembatan itu kemudian diberi nama Situbanda. Rama mendapat akses untuk menyeberang lautan dan menaklukkan kerajaan Alengka yang dipimpin Rahwana dan merebut kembali Dewi Sinta.

Orang-orang Eropa mempunyai cerita sendiri mengenai jembatan Adam. Mereka percaya bahwa gunung Sri Pada adalah tempat pertama Adam diturunkan ke dunia. Di sana ditemukan sebuah jejak kaki raksasa yang dipercayai merupakan milik kaki Adam karena mencoba berdiri untuk bertobat dengan satu kaki selama 1.000 tahun.

Jembatan itu adalah jembatan yang digunakan Adam untuk menyeberangi lautan. Perbedaan versi seperti ini sudah umum terjadi ketika menyangkut misteri yang belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Selain itu, teori-teori yang beragam juga sering berkembang sebagai jawaban atas misteri yang belum terpecahkan.

Teori-Teori Tentang Misteri Jembatan Adam

Teori-Teori Tentang Misteri Jembatan Adam

Keberadaan jembatan Adam memancing pertanyaan apakah dibuat oleh manusia atau dewa? Ataukah justru karena sebuah proses alami? Umat Hindu berpegang pada Epik Ramayana yang menyatakan jembatan itu dibuat oleh Rama dengan bantuan pasukan kera guna menyelamatkan istrinya dari Rahwana.

Kalau diteliti lebih jauh, Epik Ramayana berada pada masa Tredha Yuga. Sementara masa sekarang adalah Kali. Jadi menurut Epik tersebut, Jembatan Adam mempunyai usia sekitar 1.700.000 tahun. Namun beberapa penelitian menghasilkan pendapat berbeda di antaranya:

  1. Departemen Arkeologi Srilanka menyimpulkan Jembatan Adam berusia antara 1 – 2 juta tahun tapi belum bisa menyimpulkan apakah jembatan ini buatan manusia ataukah sebuah proses yang alami. Kesimpulan itu mengutip dari penelitian yang dilakukan S.U Deraniyagala dalam bukunya Early Man and The Rise of Civilization in Sri Lanka. Buku itu menyebutkan bahwa peradaban manusia sudah ada sejak 2.000.000 tahun lalu. Sementara beberapa sejarawan menganggap bahwa peradaban paling awal di India adalah peradaban bangsa Ca yang usianya kurang dari yang disebutkan Deraniyagala.
  2. NASA menyebutkan bahwa Jembatan Adam bukanlah buatan manusia, melainkan gugusan pulau alami yang membentuk rantai. Pernyataan itu dibuat karena setelah menggunakan remote sensing dan pencitraan dari angkasa nggak memperlihatkan adanya bukti dibuat oleh manusia serta informasi tentang orisinalitas dan usia jembatan itu.
  3. Dr. Badrinarayan, seorang mantan direktur pemetaan geologi India mendapat penemuan bahwa ada lapisan tanah dengan material yang konsisten pada keadalam 6 meter. Dia bahkan berani menyimpulkan bahwa jembatan itu nggak terbuat secara natural melainkan hasil karya mahluk yang cerdas.
  4. Pakar arkeologi dan Team Center for Remote Sensing menyimpulkan bahwa Jembatan Adam merupakan sebuah fenomena alam yang usianya sekitar 3.500 tahun.
  5. Badan Geologi India menyatakan bahwa Jembatan Adam merupakan buatan pemerintah India. Pendapat itu muncul karena mereka menemukan sepuluh lubang bor di sisi jembatan.
  6. Beberapa peneliti meyakini bahwa Jembatan Adam dibangun oleh manusia setelah India dan Srilanka terpisah jutaan tahun lalu. Jembatan itu dibuat untuk memudahkan mobilitas migrasi manusia dari India ke Srilangka atau sebaliknya dibandingkan harus melewati laut yang ombaknya tinggi.

Perbedaan pendapat dalam memecahkan misteri dengan objek yang usianya sudah lama pasti akan selalu ada. Walau teknologi semakin canggih, sangat sulit rasanya untuk mengetahui siapa yang membuat dan kapan dibuatnya Jembatan Adam secara tepat.

Terlepas apakah kita akan mengikuti pandangan Umat Hindu yang mempercayai jembatan itu sudah berusia jutaan tahun dan menganggapnya sebagai salah satu benda suci atau para peneliti, yang paling bijak adalah menjaganya agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi setelah kita.

Demikian ulasan tentang misteri jembatan Adam dan perdebatan seputar asal mulanya. Kalau kamu punya informasi tambahan yang perlu disampaikan, kamu bisa ikut menambahkan di kolom komentar yang sudah disediakan, ya!

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *