Bacaterus / Misteri Dunia / Jack The Ripper, Pembunuh Berantai yang Tak Pernah Terungkap

Jack The Ripper, Pembunuh Berantai yang Tak Pernah Terungkap

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pembunuh berantai tak hanya eksis di zaman modern seperti sekarang. Jauh sebelum kasus Black Dahlia yang terjadi pada tahun 1947, ternyata ada kasus pembunuhan yang lebih tua dan tidak terpecahkan hingga saat ini. Ya, Misteri Jack The Ripper mulai terjadi pada tahun 1888. Bahkan, korban dari sang pembunuh berantai ini jumlahnya lebih dari satu orang.

Siapa sebenarnya Jack The Ripper? Sesadis apakah sosok pembunuh berantai yang paling ditakuti pada zaman Victoria tersebut? Bacaterus sudah merangkum semua fakta dan misteri Jack The Ripper untukmu melalui artikel ini.

Siapa Jack The Ripper?

https://bacaterus.com/film-tentang-binatang-pembunuh/

* sumber: greatbritishmag.co.uk

Jack The Ripper atau “Jack sang Pencabik” adalah pembunuh legendaris yang memulai aksinya di distrik Whitechapel, London pada tahun 1888. Pada masa itu, Jack The Ripper menjadi sosok yang sangat ditakuti oleh masyarakat di Whitechapel.

Sosok pembunuh berantai ini terkenal dengan cara membunuhnya yang sangat kejam. Jack memotong leher korbannya, memutilasi tubuhnya, dan mengambil organ dalam si korban. Kemudian, jasad korbannya yang sudah tak bernyawa akan dibuang begitu saja di lorong-lorong yang ada di Whitechapel.

Keahlian Jack dalam mengambil organ dalam korbannya membuat kepolisian curiga bahwa sosok Jack yang sebenarnya merupakan seseorang ahli bedah atau anatomi tubuh manusia. Sayangnya, meskipun sudah banyak orang yang diperiksa, polisi tidak bisa menemukan sosok Jack The Ripper yang sebenarnya. Bahkan, sampai saat ini sosok Jack masih menjadi misteri yang tak pernah terpecahkan.

Memilih Korban Wanita Pekerja Malam

Memilih Korban Wanita Pekerja Malam

Jack diklaim bertanggung jawab atas pembunuh lima wanita yang semuanya berprofesi sebagai wanita penghibur (wanita tunasusila). Meskipun penyidik setempat meyakini bahwa sebenarnya Jack sudah menghabisi sekitar 100 orang, tapi secara resmi korbannya ada lima orang wanita (The Canonical Five).

Kelima wanita malang ini diyakini sebagai korban Jack The Ripper karena cara membunuhnya sama, yakni dengan mengoyak tubuh korbannya. Tak hanya sampai di situ saja, organ-organ tubuh kelima korban ini juga dinyatakan hilang. Potongan organnya sangat rapi sehingga memperkuat dugaan bahwa Jack The Ripper merupakan seorang yang paham dengan ilmu bedah.

Lima wanita yang menjadi korban kekejaman Jack The Ripper dijuluki The Canonical Five. Mereka adalah Mary Ann Nichols, Annie Chapman, Elizabeth Stride, Catherine Eddowes, dan Mary Jane Kelly. Hampir semua korbannya punya ciri khas mutilasi yang sama, yakni garis luka miring di bagian tenggorokan, mutilasi di area perut dan kelamin, sayatan di wajah, dan organ tubuh yang hilang.

Pemilihan korban yang sama-sama berprofesi sebagai wanita penghibur memperkuat dugaan bahwa Jack memiliki kebencian mendalam terhadap wanita, terutama wanita yang menggeluti dunia prostitusi. Jadi, Jack sebenarnya tidak memilih korbannya secara acak, melainkan ia sudah mempunyai rencana dan melakukannya hanya pada wanita pekerja malam saja.

Selalu Membunuh di Akhir Pekan

Selalu Membunuh di Akhir Pekan

* sumber: www.rollingstone.com

Jika kamu terbiasa hangout di akhir pekan (weekend), Jack The Ripper justru punya kebiasaan membunuh setiap akhir pekan. Berdasarkan analisa para ahli yang dulu mengotopsi jenazah korban pembunuh berantai Jack, sosok ini menghabisi nyawa korbannya pada pagi hari, tepatnya waktu subuh di hari Jumat, Sabtu, atau Minggu.

Entah apa alasan Jack memilih waktu membunuh saat akhir pekan. Boleh jadi, Jack The Ripper sebenarnya adalah pekerja biasa yang mempunyai tanggung jawab pada pekerjaannya sehari-hari. Jadi, Jack lebih memilih melancarkan aksinya di akhir pekan ketika semua orang masih tertidur.

Orang-orang yang Dicurigai Sebagai Jack The Ripper

Orang-orang yang Dicurigai Sebagai Jack The Ripper

* sumber: www.newslocker.com

Kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Jack The Ripper cukup membuat kepolisian setempat kewalahan. Pasalnya, investigasi yang mereka lakukan tak kunjung menemukan titik terang. Padahal, polisi sudah melakukan penyidikan terhadap belasan orang yang dicurigai sebagai si pembunuh sadis ini.

Adapun 15 orang tersangka tersebut memiliki profesi yang berbeda-beda, hanya yang bernama Michael Ostrog saja yang berprofesi sebagai dokter. Sementara itu, polisi juga mencurigai Aaron Kosminski, seorang tukang cukur pada masa itu.

Di antara 15 orang tersangka, salah satunya merupakan wanita, yakni Lizzie Williams yang merupakan istri dari Sir John Williams, pendiri perpustakaan nasional Wales. Diduga Lizzie melakukan pembunuhan karena mandul dan cemburu terhadap wanita-wanita yang memiliki kesuburan.

Lizzie dikenal sebagai pribadi yang sangat mencintai sang suami. Sir John Williams sendiri merupakan dokter kerajaan Whitechapel. Pemilihan Mary Ann Nichols sebagai korban pertama juga berhubungan dengan Sir John yang konon sempat membantu Mary Ann untuk melakukan aborsi.

Bagaimana menurutmu? Apakah Jack The Ripper benar-benar seorang wanita?

Misteri yang Tak Pernah Terpecahkan Hingga Sekarang

Misteri yang Tak Pernah Terpecahkan Hingga Sekarang

* sumber: www.history.com

Walaupun sudah lebih dari 130 tahun berlalu, kasus pembunuhan yang dilakukan Jack The Ripper ini masih menjadi misteri yang menarik untuk dibahas. Pasalnya, waktu satu abad tidak membuat pihak berwajib dari generasi ke generasi mampu memecahkan kasus ini.

Sosok di balik pembunuh brutal “Jack The Ripper” tak kunjung ditemukan meskipun kasus pembunuhan berantainya telah berhenti. Pada Oktober 1888, media dan Scottland Yard menerima surat dari seseorang yang mengaku sebagai sang pembunuh.

Di bulan yang sama, George Lusk dari Whitechapel Vigilance Committee (Komite Kewaspadaan Whitechapel) juga menerima surat bersama dengan separuh ginjal manusia yang diawetkan. Media menduga keras bahwa ginjal tersebut adalah organ milik salah satu korban.

Kasus Jack The Ripper membuat gempar masyarakat di Whitechapel. Bahkan, mereka takut untuk beraktivitas di luar rumah ketika hari mulai gelap. Akan tetapi, kasus pembunuhan sadis ini justru menjadi daya tarik bagi media setempat untuk menarik minat publik agar membeli surat kabarnya.

Kisahnya Diangkat ke Layar Lebar

Kisahnya Diangkat ke Layar Lebar

Kekejaman yang dilakukan oleh Jack The Ripper akhirnya diangkat dalam sebuah film layar lebar berjudul “From Hell” pada tahun 2001. Film berdurasi 152 menit ini mengangkat kisah pembunuhan berantai yang dilakukan oleh sosok Jack The Ripper. Tak tanggung-tanggung, film yang digarap oleh The Hughes Brothers ini menggandeng Johnny Depp sebagai tokoh sentralnya.

Dalam film ini, Depp tidak berperan sebagai Inspector Frederick Abberline, seorang detektif yang menyelidiki kasus pembunuhan berantai tersebut. Jadi, dapat dipastikan tidak ada adegan gore di dalam film ini karena filmnya hanya berfokus pada penyelidikan kasusnya saja.

Misteri Jack The Ripper ini memang cukup menyita perhatian para milenial zaman sekarang. Bahkan, banyak Youtuber yang mengangkat kisah Jack The Ripper ini sebagai kontennya. Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai Jack The Ripper, kamu bisa menonton video-video para Youtuber tersebut yang mengangkat kisah ini.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *