Bacaterus / Misteri Dunia / Hutan Aokigahara, Tempat Bunuh Diri Populer di Negeri Sakura

Hutan Aokigahara, Tempat Bunuh Diri Populer di Negeri Sakura

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kita selalu kagum dengan masyarakat di Jepang yang terlihat bekerja dengan sangat giat, tertib dan taat peraturan, serta jenius dalam menciptakan berbagai macam hal. Namun, tahukah kamu bahwa banyak juga masyarakat Jepang yang tertekan karena tekanan pekerjaan, kesulitan ekonomi, sampai masalah pribadi? Tekanan yang dirasa berat membuat tak sedikit masyarakat Jepang yang memilih mengakhiri hidupnya.

Cara bunuh diri di memang bisa dengan berbagai hal, tetapi masyarakat Jepang memilih untuk melakukan bunuh diri tersebut di sebuah tempat yang nampaknya sudah menjadi ‘langganan’ bagi orang-orang putus asa yang ingin mengakhiri hidupnya. Ya, Hutan Aokigahara adalah tempat bunuh diri yang paling populer di negeri sakura tersebut.

Sebagai lokasi bunuh diri yang cukup populer, tentu ada banyak sejarah, fakta, dan misteri seputar Hutan Aokigahara ini. Bacaterus akan mengulas semua tentang misteri Hutan Aokigahara di sini.

Sejarah Hutan Aokigahara

Sejarah Hutan Aokigahara

* sumber: www.historicmysteries.com

Hutan Aokigahara terletak di barat laut Gunung Fuji, tepatnya membentang dari Kota Kawaguchiko hingga Desa Narizawa yang berada di Prefektur Yamanashi. Diperkirakan hutan ini usianya sudah mencapai 1.200 tahun.

Layaknya hutan-hutan pada umumnya, Aokigahara diisi dengan pohon-pohon setinggi 10 kaki. Rimbunnya pepohonan di hutan ini menghalangi sinar matahari untuk masuk dan menerangi seisi hutan. Alhasil, di dalam hutan ini akan selalu nampak seperti mendung, meskipun saat itu matahari sedang bersinar cerah.

Ada perbedaan yang sangat mencolok dari Hutan Aokigahara dengan hutan-hutan lainnya. Ya, hutan ini menjadi tempat bunuh diri terpopuler kedua setelah Golden Gate Bridge di San Fransisco, California, Amerika Serikat. Jepang sendiri dikenal dengan negara yang sebagian masyarakatnya ‘gemar’ mengakhiri hidupnya karena tak kuasa menahan beban hidup yang terlalu berat.

Dipilihnya Hutan Aokigahara sebagai tempat bunuh diri ‘paling favorit’ bukan tanpa sebab. Konon, ada sejarah yang membuat hutan ini dipilih menjadi lokasi bunuh diri. Di abad ke-19, ada sebuah tradisi yang dianggap kejam, namanya ubasute. Ini merupakan tradisi membuang orang tua yang sudah renta dan tidak mampu bekerja ke dalam Hutan Aokigahara.

Konon, banyak keluarga miskin yang tega membuang orang tuanya ke dalam hutan lantaran kesulitan ekonomi dan tidak bisa menghidupi orang tua tersebut. Pada akhirnya, orang tua yang dibuang ke hutan akan mati perlahan-lahan karena kelaparan.

Banyaknya Kasus Gantung Diri di Hutan Aokigahara

Banyaknya Kasus Gantung Diri di Hutan Aokigahara

* sumber: uk.starsinsider.com

Meskipun ada banyak cara untuk bunuh diri, tetapi sebagian besar orang yang berniat untuk mengakhiri hidupnya di Hutan Aokigahara memilih cara gantung diri. Hal ini disebabkan karena pohon-pohon yang tinggi dengan dahan yang kuat membuatnya cocok untuk menjadi tempat gantung diri.

Sudah tak terhitung berapa banyak kasus gantung diri di hutan ini. Bahkan, jika kamu sedang ‘beruntung’, ketika kamu masuk ke dalam hutan ini kamu akan menemukan jasad tak bernyawa yang tergantung di dahan pohon. Biasanya jasad yang masih tergantung adalah pelaku bunuh diri yang masih baru dan belum ditemukan oleh penjaga hutan atau polisi setempat.

Papan Peringatan Bunuh Diri yang Tak Dianggap

Papan Peringatan Bunuh Diri yang Tak Dianggap

* sumber: nypost.com

Cerita misteri seputar Hutan Aokigahara membuat hutan ini banyak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin menguji nyali atau penasaran dengan hutan yang memperoleh julukan “lautan pohon” ini. Ketika kamu memasuki gerbang hutan, kamu akan menjumpai papan atau poster bertuliskan Bahasa Jepang.

Papan peringatan tersebut merupakan peringatan bagi orang-orang yang hendak bunuh diri di sini. Tulisan tersebut kira-kira bertuliskan: “Renungkan nasib keluarga dan anak-anak Anda. Ingat, Anda tidak hidup seorang diri.” Sayangnya, sebanyak apapun peringatan yang dipasang tetap saja banyak orang bunuh diri di Hutan Aokigahara.

Ratusan Orang Bunuh Diri Setiap Tahunnya

Ratusan Orang Bunuh Diri Setiap Tahunnya

* sumber: www.mindamuse.com

Percaya atau tidak, ada sekitar 100 orang yang bunuh diri di Hutan Aokigahara. Jadi, bisa dipastikan bahwa setiap minggu akan selalu ada kasus bunuh diri di dalam hutan ini.

Pada tahun 1950, jumlah orang yang bunuh diri di hutan ini tercatat sekitar 30 orang per tahun. Di tahun 1998-2002, jumlah pelaku bunuh diri meningkat jadi sekitar 70-an orang setiap tahun. Kemudian, jumlah tersebut terus meningkat sejak tahun 2003 hingga saat ini diperkirakan ada 100-an orang yang meregang nyawanya sendiri di Hutan Aokigahara setiap tahunnya.

Pemerintah setempat berusaha untuk menutupi angka pelaku bunuh diri di Hutan Aokigahara agar tidak menjadi tren yang dapat mempengaruhi orang lain. Bahkan, CCTV di pasang di sekitar hutan untuk memantau orang-orang yang masuk ke hutan ini. Namun, tetap saja pemerintah ‘kecolongan’ dan jumlah pelaku bunuh diri tidak berkurang, justru bertambah.

Misteri Roh Yurei di Hutan Aokigahara

Misteri Roh Yurei di Hutan Aokigahara

* sumber: www.artsy.net

Masyarakat Jepang percaya bahwa orang-orang yang meninggal dengan cara bunuh diri tidak bisa bergabung dengan arwah leluhur. Akhirnya, mereka yang bunuh diri ini akan menjadi arwah gentayangan bernama roh yurei.

Roh yurei menetap di lokasi bunuh diri. Jadi, kamu tentu bisa membayangkan berapa jumlah roh yurei yang menghantui Hutan Aokigahara ini.

Untuk mencegah roh yurei marah dan mempengaruhi manusia lain untuk turut bunuh diri, biasanya jenazah pelaku bunuh diri di Hutan Aokigahara akan dikumpulkan dalam satu ruangan (sebelum dibawa petugas kepolisian), lalu ruangan itu akan dijaga oleh seorang penjaga hutan. Wah, apakah kamu mau menjadi penjaga hutan yang menemani mayat-mayat pelaku bunuh diri di Aokigahara?

Penjarahan Harta Mayat Pelaku Bunuh Diri

Penjarahan Harta Mayat Pelaku Bunuh Diri

Ada yang diuntungkan dari banyaknya orang yang bunuh diri di Hutan Aokigahara, yakni pemulung setempat. Konon, di hutan ini banyak pemulung yang memang sudah mengenal seluk beluk hutan sehingga mereka tidak mudah tersesat. Pemulung ini mengambil barang-barang yang sekiranya bisa dijual kembali dari tubuh mayat pelaku bunuh diri.

Mereka tak ragu untuk mengambil jam tangan, pakaian, sepatu, tas, atau barang-barang bernilai lainnya yang melekat di tubuh jasad tak bernyawa itu. Tentu saja biasanya para pemulung inilah yang lebih dulu menemukan jenazah ketimbang penjaga hutan atau polisi setempat.

Keindahan di Balik Keangkeran Aokigahara

Keindahan di Balik Keangkeran Aokigahara

* sumber: id.zekkeijapan.com

Hutan Aokigahara dicap sebagai destinasi wisata yang menyeramkan. Orang yang tidak mengetahui seluk beluk hutan dilarang keras untuk masuk ke hutan ini sendirian. Selain rentan tersesat, orang dengan pikiran yang kosong bisa memiliki niatan bunuh diri di sini.

Terlepas dari berbagai cerita misteri yang menaunginya, Hutan Aokigahara disebut sebagai salah satu tempat wisata yang cukup indah. Di hutan ini terdapat dua gua tersebunyi, yakni Fugaku Wind Cave dan Narusawa Ice Cave. Gua di permukaan tanah ini diklaim sangat hindah, apalagi gua esnya.

Tertarik untuk berkunjung ke Hutan Aokigahara? Carilah rombongan dalam jumlah banyak dan taati peraturan yang dibuat di sana. Ingat, hindari melakukan hal-hal yang tidak pantas, seperti mendokumentasikan jasad pelaku bunuh diri di Hutan Aokigahara jika kamu memang menemukannya ketika di sana.

Topik Terkait:

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *