Bacaterus / Misteri Dunia / Perjalanan H. H. Holmes, Pembunuh Berantai dan Penipu Ulung

Perjalanan H. H. Holmes, Pembunuh Berantai dan Penipu Ulung

Ditulis oleh - Diperbaharui 6 Desember 2019

Salah satu kasus pembunuhan paling sadis terjadi di Chicago pada tahun 1893. Waktu itu ada seorang ahli medis dan bedah sekaligus pemilik tempat penginapan melakukan pembunuhan kepada para tamunya. Ada yang dijebak dengan gas di kamarnya, ada pula yang dibantai. Dilihat dari caranya, kita tahu kalau pelakunya pasti bukan orang biasa.

Dr. Henry Howard Holmes atau disingkat H. H. Holmes menggegerkan dunia karena aksi kejinya membunuh banyak orang. Belum maraknya aksi pembunuh berantai saat itu membuatnya disebut-sebut sebagai pembunuh berantai pertama di dunia. Untuk lebih mengetahui misteri tentang H. H. Holmes, mari kita telaah lebih jauh.

Masa Kecil H. H. Holmes

Masa Kecil H. H. Holmes

* sumber: miro.medium.com

Awalnya dia lahir dengan nama Herman Webster Mudgett pada 16 Mei 1861 di Gilmanton, New Hampshire, Amerika Serikat. Orang tuanya merupakan sepasang orang Inggris pertama yang melakukan imigrasi ke Gilmanton. Dia anak ketiga dari lima bersaudara. Sayangnya, masa kecilnya sangat suram karena ayahnya kerap melakukan tindakan kekerasan.

Sebagai seorang remaja, Holmes dikenal pintar. Di usia 16 tahun dia sudah lulus sekolah menengah dan menjadi pengajar. Di sana dia bertemu calon istrinya, Clara Lovering yang kemudian menikah pada 1878.

Di usia 18, dia sempat kuliah di Universitas Vermont selama satu tahun kemudian di usia 22 dia masuk Fakultas Kedokteran dan Bedah Universitas Michigan. Setahun berselang, dia dinyatakan lulus tepatnya pada bulan Juni 1884. Sayangnya, kepintarannya dalam dunia pendidikan nggak berlaku di dalam rumah. Dia kerap melakukan tindakan kekerasan kepada istrinya.

Karir H. H. Holmes

Karir H. H. Holmes

* sumber: torontoist.com

Sebelum lulus dari Fakultas Kedokteran, Holmes pernah pindah ke New York. Beredar kabar bahwa dia membawa seorang anak laki-laki yang kemudian dinyatakan hilang. Holmes menyatakan sang anak pulang ke rumahnya di Massachusetts.

Holmes kemudian bekerja di sebuah toko obat dan membuat keracunan seorang anak laki-laki sampai anak itu meninggal. Merasa namanya tercemar, nama aslinya diganti dengan nama yang kita kenal sekarang yaitu Holmes.

Holmes menikah dengan Myrta Belknap dan menggugat cerai Clara, hanya saja gugatannya ditolak karena dia gagal membuktikan Clara selingkuh. Dia kemudian pindah ke Wilmete, Illiinois dan menikahi seorang wanita lagi bernama Georgiana Yoke padahal statusnya masih menikah dengan Clara dan Myrta.

Tahun 1886, Holmes pindah ke Chicago dan bekerja di sebuah toko obat milik Elizabet S. Holton. Kesamaan almamater keduanya membuka jalan yang mudah buat Holmes. Nggak lama kemudian, pemilik toko dinyatakan hilang sehingga kepemilikan toko berpindah tangan pada Holmes. Merasa semakin leluasa, dia menjual obat racikan sendiri.

Setahun kemudian, bisnis toko obatnya yang sukses membuatnya mempunyai uang yang cukup untuk membeli sebidang tanah di seberang tokonya. Dia ingin membuat bangunan yang besar di tanah tersebut, maka Holmes menyewa pekerja untuk membangun Holmes Castle.

Anehnya, pekerja bangunan yang dia sewa selalu berganti-ganti. Dia melakukan itu supaya nggak ada seorang pun yang mengetahui letak ruangan rahasia yang dia bangun. Holmes Castle awalnya terdiri dari dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk menjadi ruang ritel dan toko obat sedangkan lantai dua digunakan untuk apartemen.

Tahun 1892, Holmes merenovasi Holmes Castle dengan niat menambah jumlah lantai menjadi 3. Seiring dengan akan diadakannya World’s Columbian Exposition, dia ingin membuat lantai 3 sebagai hotel karena akan banyak wisatawan berdatangan.

Rangkaian Tindakan Kriminal H. H. Holmes

Rangkaian Tindakan Kriminal H. H. Holmes

* sumber: biographics.org

Ketika pembangunan lantai 3 Holmes Castle, Holmes disebut nggak mau membayar alat-alat furnitur yang dia beli. Alat-alat itu dia sembunyikan di ruang bawah tanah. Kecurigaan terhadap Holmes semakin bertambah ketika diketahui bahwa kamar-kamar di bangunannya kedap suara dan mempunyai akses langsung ke ruang bawah tanah.

Ada semacam seluncuran yang akan membuat jalan ke ruang bawah tanah begitu mudah. Di sana dia menyimpan drum berisi cairan acid, asam bahkan krematorium untuk menghilangkan mayat korban kejahatannya. Julia Smythe disebut-sebut sebagai korban pertama Holmes di Holmes Castle. Julia yang sudah berkeluarga mempunyai hubungan spesial dengan Holmes.

Sang suami meninggalkan Julia dan anaknya begitu mengetahui hubungan gelap Julia dengan Holmes. Natal 1891, Julia dinyatakan menghilang bersama anaknya. Holmes menyatakan bahwa Julia meninggal ketika sedang melakukan aborsi namun mayatnya nggak ditemukan.

Selain Julia, Holmes mempunyai seorang kekasih lain bernama Emeline Cigrande yang juga bekerja di Holmes Castle. Dia juga menghilang di bulan Desember 1891. Nggak cukup sampai di situ, Edna Van Tassel yang statusnya sebagai karyawati di tempat itu juga hilang. Sama dengan Emeline, mayatnya nggak ditemukan.

Awal tahun 1893, Holmes bertemu dengan Benjamin Pitezel saat dia bekerja di Chemical Bank. Pitezel bekerja sebagai tukang kayu, tapi dia mempunyai catatan kriminal. Pitezel bisa menciptakan drum batu bara yang dia tunjukkan pada Holmes. Alhasil Holmes merasa mendapat dukungan lebih untuk melanjutkan kekejiannya dengan memanfaatkan kemampuan Benjamin.

Seorang aktris bernama Minnie Williams bertemu dengan Holmes di kantor ketenagakerjaan dan ditawari Holmes untuk bekerja di Holmes Castle. Tawaran itu diterima Minnie. Sebagai seorang aktris yang mempunyai aset berharga, Holmes membujuknya untuk memindahkan akta properti miliknya pada Alexander Bond.  Alexander Bond merupakan nama samaran yang dibuat Holmes.

Tipuannya berhasil, bahkan Minnie dan Holmes kemudian menikah. Ketika saudara perempuannya yang bernama Nannie mengunjungi tempat tinggal Holmes dan Minnie, dia menemukan sebuah surat yang menyatakan bahwa Minnie sedang mengunjungi kerabatnya ke Eropa. Nannie dan Minnie nggak pernah terlihat lagi oleh siapapun sejak saat itu.

Selain membunuh, Holmes juga menjual tulang manusia ke sekolah medis. Berdasarkan kesaksian, Holmes menyewa seorang asisten untuk menenggelamkan korbannya ke drum berisi acid dan asam yang memudahkannya untuk memisahkan daging dan tulang mayat.

Perusahaan-perusahaan asuransi mengajukan tuntutan pada Holmes yang membuat dia meninggalkan Chicago. Dia kemudian tinggal di properti yang dimiliki Minnie dan Nannie. Dia berencana mendirikan Holmes Castle yang lain di daerah Fort Worth dan kembali melakukan sejumlah penipuan.

Holmes masuk penjara untuk pertama kali pada Juli 1894 karena menjual barang-barang yang digadaikan di St. Louis, Missouri. Di penjara dia bertemu Marion Hedgepeth yang dihukum 25 tahun penjara. Marion merasa Holmes merupakan orang yang jenius sehingga mereka berencana untuk menipu perusahaan asuransi dengan memalsukan kematian. Rencana itu gagal.

Pitezel yang dikenal sebagai tangan kanannya kemudian diajak terlibat untuk menipu perusahaan asuransi. Dia akan diubah identitasnya menjadi seorang penemu dan menjadi korban ledakan laboratorium. Namun yang terjadi adalah Holmes benar-benar membunuh Pitezel sebelum dibuat pingsan oleh kloroform dan dibakar dengan benzena.

Holmes berhasil menipu perusahaan asuransi dan mendapat uang. Dia kemudian menipu istri Pitezel agar bisa menjadi wali bagi ketiga anak terakhirnya. Holmes mengajak mereka liburan dan membunuh mereka lalu mengubur mereka semua di ruang bawah tanah rumah yang dia sewa di Toronto.

Kejahatan H. H. Holmes Terungkap

Kejahatan H. H. Holmes Terungkap

Hilangnya ketiga anak Pitezel membuat kepolisian Philadelphia curiga. Mereka kemudian mendalami kasus tersebut yang membawa mereka pada satu nama, H.H. Holmes. Frank Geyes, seorang polisi yang ditugaskan menyelidiki kasus itu menemukan mayat dua anak Pitezel yang sudah membusuk di ruang bawah tanah.

Polisi kemudian menyelidiki rumah yang disewa Holmes. Mereka menemukan fakta bahwa Holmes banyak membeli obat-obatan di toko obat sekitar untuk membunuh Pitezel dan sebuah bengkel untuk menajamkan pisau yang dipakai membunuh Howard, seorang pengacara yang bekerja sama dengan Holmes dan Pitezel untuk menipu perusahaan asuransi.

Polisi menemukan gigi dan potongan tubuh Howard di cerobong rumah tersebut, ternyata Howard dipotong tubuhnya dan kemudian dibakar. Holmes dicari di Boston pada November 1894 atas tuduhan pencurian kuda di Texas. Nggak terima akan dibui, Holmes berniat melarikan diri bersama istri ketiganya yang sama sekali nggak mencurigai tindakan suaminya.

Di sisi lain, kepolisian Chicago semakin mencurigai Holmes dan mulai melakukan penyelidikan di Holmes Castle. Namun di sana nggak ditemukan bukti yang cukup sebagai tempat Holmes menghabisi korban-korbannya.

Holmes akhirnya ditangkap, kemudian dijatuhi hukuman mati. Dari penyelidikan lebih lanjut, Holmes mengakui sudah membunuh ketiga anak Pitezel dan 27 orang lainnya, dia meyakini beberapa korbannya masih hidup. Selain itu dia juga mengakui sudah melakukan 6 percobaan pembunuhan lain.

Pesan Terakhir Holmes

Pesan Terakhir Holmes

Nama Holmes yang menyeruak menjadi magnet tersendiri. Dia kemudian dibayar sebesar 7.500 dollar oleh sebuah surat kabar untuk diwawancara. Holmes menyatakan bahwa dia nggak bersalah dan dirasuki setan saat melakukan kejahatan. Dia juga meyakini perubahan penampilan fisiknya selama di penjara sudah membuat dia berwujud seperti setan.

Holmes dieksekusi dengan cara digantung di Moyamensing, Philadelphia. Sebelum meninggal, dia berpesan agar peti matinya diisi oleh semen dan dikubur dengan kedalaman 10 kaki. Dia nggak mau tubuhnya diambil oleh orang-orang tertentu dan dijual demi kepentingan bedah.

Perjalanan H.H. Holmes cukup bikin merinding ya teman-teman, ternyata memang pernah ada manusia sekejam itu. Mungkin kita nggak akan pernah bisa paham kenapa dia bisa sekejam itu. Mau ikut menambahkan? Kalau ada informasi lain tentang H.H Holmes yang menarik untuk dibagikan, kolom komentar sudah disediakan. Baca artikel misteri Jack The Ripper ini untuk mengetahui informasi seputar pembunuh berantai lainnya.

Topik Terkait:
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *