Bacaterus / Misteri Jawa Tengah / Misteri Gunung Slamet, dari Pasar Setan Sampai Pesugihan

Misteri Gunung Slamet, dari Pasar Setan Sampai Pesugihan

Ditulis oleh - Diperbaharui 31 Maret 2020

Sebagai gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru, Gunung Slamet ini membuat para pendaki merasa tertantang untuk menaklukkannya. Di tengah banyaknya pendaki yang tertarik untuk menaklukkan puncak Gunung Slamet yang setinggi 3.284 mdpl ini, ternyata gunung yang berada di Jawa Tengah ini juga menyimpan berbagai kisah mistis.

Misteri Gunung Slamet memang menarik untuk dibahas. Menurut beberapa cerita masyarakat sekitar, di gunung ini banyak orang mencari pesugihan dengan ritual seks. Selain itu, ada juga pasar setan yang pernah dijumpai oleh beberapa pendaki. Bacaterus sudah merangkum semua kisah misteri Gunung Slamet ini khusus untuk Anda.

Misteri Pos 4 Samarantu

Misteri Pos 4 Samarantu

Setiap jalur pendakian tentu memiliki beberapa pos pemberhentian untuk para pendaki yang ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Ada satu pos di Gunung Slamet yang terkenal angker, yakni Pos 4 Samarantu. Usut punya usut, nama Samarantu ini berasal dari kata-kata “Samar” dan “Hantu” Konon, di pos ini terkadang banyak pendaki yang melihat penampakan hantu meskipun terlihat samar-samar.

Menurut orang yang indigo atau memiliki indra keenam, di pos ini sangat banyak dihuni oleh mahluk astral. Bahkan, “mereka” yang tak kasat mata itu juga tidak segan-segan mengganggu para pendaki yang beristirahat di Pos Samarantu. Terkadang mereka juga tampak dengan wujud yang menyerupai manusia.

Gerbang Menuju Kerajaan Gaib

Gerbang Menuju Kerajaan Gaib

Masih di Pos 4 Samarantu, menurut masyarakat sekitar Gunung Slamet ini memiliki kerajaan gaib yang pintu gerbangnya terdapat di kawasan Pos Samarantu. Ketika tiba di Pos Samarantu, Anda akan melihat dua pohon besar yang berdiri dengan sangat kokoh. Nah, pohon inilah yang dipercaya sebagai gerbang menuju kerajaan gaib.

Para pendaki biasanya diwanti-wanti untuk tidak beristirahat terlalu lama atau bahkan sampai bermalam di Pos Samarantu jika tidak ingin diganggu oleh mahluk astral. Jika stamina fisik kuat, sebaiknya lanjutkan saja perjalanan ke pos berikutnya. Namun, para pendaki dihimbau untuk turut mengucapkan salam saat melintasi Pos 4 Samarantu.

Keberadaan Mahluk Kerdil

Keberadaan Mahluk Kerdil

Ketika membas misteri Gunung Slamet seputar dunia lain dan mahluk astral yang menghuni gunung tersebut, mungkin Anda berpikir, “Ah, di gunung sih sudah biasa ada banyak penampakan mahluk halus!” Akan tetapi, apakah Anda masih mengatakan hal yang sama jika Bacaterus mengatakan bahwa di Gunung Slamet juga terdapat mahluk kerdil?

Para pendaki yang sudah terbiasa mendaki Gunung Slamet, juru kunci, dan masyarakt sekitar percaya bahwa mahluk kerdil yang kadang-kadang suka menampakkan diri ini adalah manusia. Mahluk kerdil tersebut adalah pendaki yang tersesat, lalu bertahan hidup dengan makan tumbuh-tumbuhan di hutan.

Ada yang bilang, manusia kerdil yang tersesat ini terlalu sering berkumpul dengan mahluk astral penghuni gunung, alhasil tingkah lakunya menyerupai mahluk halus. Walaupun telah lama bergumul dengan mahluk halus, manusia kerdil ini tetap menyukai makanan manusia. Bila ada pendaki yang meninggalkan bekal makanannya, mahluk kerdil ini akan segera mengambil dengan cepat.

Pasar Setan

Pasar Setan Gunung Slamet

Cerita mengenai pasar setan di gunung-gunung yang ada di Indonesia mungkin sudah biasa. Ada Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Gunung Arjuno yang dikenal sebagai tempat angker di Jawa Timur juga memiliki kisah pasar setan. Nah, cerita pasar setan ini juga menambah daftar panjang misteri Gunung Slamet. Kisah ini benar adanya karena ada beberapa pendaki yang pernah “masuk” dan “belanja” di pasar setan ini.

Ada seorang pendaki bernama Bagas yang berpisah dengan rombongannya untuk menghirup udara segar. Entah karena ngantuk atau memang “dibuat” tidak sadar oleh mahluk astral di sekitar gunung, Bagas tidak curiga ketika melihat keramaian orang-orang yang menyerupai keramaian pasar tradisional.

Tanpa rasa curiga, Bagas masuk ke dalam pasar tersebut. Padahal, jika dipikir dengan akal sehat, apakah mungkin ada pasar yang buka di gunung pada saat tengah malam? Sesampainya di pasar gaib tersebut Bagas membeli jajan pasar, tempe mendoan dan arem-arem. Bahkan, ia langsung memakannya karena merasa sangat lapar. Sambil makan, Bagas berjalan untuk kembali ke rombongannya.

Betapa kaget si Bagas ketika teman-temannya mengatakan ia sudah pergi selama 1 jam karena menurutnya ia hanya pergi sebentar. Bagas menjelaskan bahwa ia mampir ke pasar dan membeli makanan. Salah seorang pendaki senior yang bersama dengan rombongan Bagas nampaknya sudah paham bahwa Bagas telah masuk ke dalam pasar setan, lantas ia mengajak Bagas dan rombongannya untuk bergegas melanjutkan pendakian.

Pos 3 Cemara

Setelah agak jauh dari lokasi pasar setan yang ada di pos 3, si pendaki senior menjelaskan bahwa Bagas telah masuk ke pasar setan dan makanan yang sudah dimakan bisa jadi tidak sesuai dengan yang terlihat. Akan tetapi, mereka bersyukur karena Bagas masih bisa kembali dan tidak terjebak lebih lama lagi di pasar gaib itu.

Keberadaan pasar setan di Gunung Slamet bukan sekedar isapan jempol belaka. Ketua Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturraden, Suryono, membenarkan keberadaan pasar setan yang penjual dan pembelinya merupakan mahluk halus dengan wujud seperti manusia. Namun, terkadang keramaian pasar setan hanya terdengar tapi tidak terlihat. Lokasi pasar setan ini berada di sekitar pos 3.

Pesugihan Naga Cerek dengan Ritual Seks

Pesugihan adalah jalur pintas untuk orang-orang malas yang ingin cepat kaya dengan meminta bantuan jin atau mahluk halus. Misteri Gunung Slamet ini seolah tidak ada habisnya karena selain dipercaya sebagai pintu gerbang menuju kerajaan gaib dan lokasi pasar setan, di gunung ini juga banyak manusia-manusia yang datang untuk meminta pesugihan ke Naga Cerek, siluman berwujud naga yang bermukim di Air Terjun Guci.

Naga Cerek

Untuk mendatangkan Siluman Naga Cerek, manusia yang datang ke tempatnya harus membawa sesajen berupa tumpeng, kembang 7 rupa, kemenyan, dan minyak wangi. Ritual pemanggilan siluman ini harus dilakukan pada malam Jumat Legi dan malam Selasa Kliwon.

Naga Cerek meminta tumbal berupa salah seorang anggota keluarga dari si pemohon pesugihan. Konon, setelah selesai melakukan ritual, akan ada satu anggota keluarga pemohon pesugihan yang akan meninggal.

Selain itu, ada juga ritual seks di mana saat si pemohon harus mandi di air panas terjun yang panas, ketika mandi orang tersebut harus ditemani oleh seorang wanita. Tak hanya itu saja, si pemohon dan wanita harus bersetubuh karena nantinya wanita tersebut akan mengandung benih titipan Naga Cerek.

Air Terjun Guci

Perjanjian dengan siluman ini harus diperbarui setiap seribu hari sekali. Si pemohon harus datang membawa sesajen dan melakukan ritual seks di Air Terjun Guci lagi. Jika melalaikan janjinya, taruhannya adalah nyawa diri sendiri dan sekeluarga.

Misteri Gunung Slamet

Pesugihan atau segala jenis perjanjian dengan mahluk gaib tidak diperbolehkan di agama mana pun. Selain dianggap dosa, perjanjian dengan mahluk gaib selalu membawa bencana atau maut kepada diri sendiri. Nah, sejumlah misteri Gunung Slamet ini tidak untuk membuat nyali Anda jadi kecil. Justru Anda harus lebih berhati-hati dan menjaga perkataan maupun perilaku saat hendak mendaki gunung apa pun.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *