Bacaterus / Misteri Jawa Tengah / Mitos dan Misteri Gunung Sindoro yang Konon Dihuni Bidadari

Mitos dan Misteri Gunung Sindoro yang Konon Dihuni Bidadari

Ditulis oleh - Diperbaharui 26 Juli 2019

Setiap gunung tentu memiliki cerita mistisnya tersendiri, tak terkecuali dengan Gunung Sindoro. Gunung yang letaknya berdampingan dengan Gunung Sumbing ini memiliki berbagai mitos dan cerita di luar nalar. Di gunung ini pun pernah ada beberapa pendaki yang hilang. Seperti biasa, ketika ada pendaki yang hilang di gunung tentu saja akan dikaitkan dengan ‘ulah’ makhluk halus penunggu gunung.

Gunung Sindoro merupakan gunung yang mempunyai sejumlah mitos dan cerita misteri yang sudah banyak beredar di kalangan pendaki maupun warga setempat. Penasaran dengan beragam kisah mistis yang meliputi Gunung Sindoro? Bacaterus sudah mengumpulkan mitos dan cerita mistis tentang Gunung Sindoro yang bisa kamu simak di sini.

1. Bunga Edelweiss yang Dijaga Para Bidadari

Bunga Edelweiss yang Dijaga Para Bidadari

* sumber: rheyzaurusworld.wordpress.com

Beberapa gunung di Indonesia ditumbuhi oleh bunga ‘abadi’ yang bernama Edelweiss. Bunga ini bisa hidup bertahun-tahun setelah dipetik. Nah, Gunung Sindoro sendiri termasuk salah satu gunung di tanah air yang ditumbuhi Edelweiss.

Meskipun bisa hidup hingga bertahun-tahun tetapi keharuman Edelweiss umumnya akan memudar dalam hitungan bulan setelah dipetik. Namun, hal itu tidak terjadi dengan Edelweiss yang ada di Gunung Sindoro. Konon, meskipun sudah dipetik keharuman Edelweiss dari gunung ini mampu bertahan hingga tiga tahun.

Keharuman Edelweiss Gunung Sindoro ini diyakini karena bunga-bunga di sini dijaga oleh bidadari. Walaupun tak pernah terlihat, tetapi masyarakat sekitar sangat percaya bahwa Gunung Sindoro memang dihuni oleh para bidadari tak kasat mata.

2. Dihuni oleh Jin Baik

Misteri Gunung Sindoro

* sumber: www.triptrus.com

Di dunia ada dua jenis jin, yang pertama adalah jin jahat yang mengganggu manusia, sedangkan yang kedua adalah jin baik yang beriman pada Allah SWT. Sama seperti manusia, jin-jin baik juga menunaikan sholat.

Menurut mitos yang beredar di kalangan warga setempat, Gunung Sindoro ini dihuni oleh jin-jin baik. Meskipun tak kasat mata, jin ini menjaga gunung dari berbagai perbuatan maksiat yang dilakukan oleh manusia.

3. Letusan Gunung Sindoro yang Disebabkan oleh Kemaksiatan

Letusan Gunung Sindoro

* sumber: www.duaistanto.com

Sebagai gunung berapi aktif, Gunung Sindoro pernah beberapa kali meletus. Pernah ada satu letusan yang cukup dahsyat dan dipercaya sebagai peringatan karena banyaknya perbuatan maksiat di gunung maupun di sekitarnya. Perbuatan maksiat tersebut bisa berupa pesugihan (meminta sesuatu kepada jin atau iblis), perbuatan mesum, dan hal-hal lain yang bertentangan dengan ajaran agama.

Percaya atau tidak, jin-jin baik yang menghuni Gunung Sindoro sudah merasa muak dengan perbuatan maksiat yang dilakukan manusia. Alhasil, mereka berdoa kepada Allah SWT agar menurunkan hukuman. Doa tersebut terkabul melalui peristiwa meletusnya Gunung Sindoro.

Sampai saat ini warga setempat tak pernah bosan menghimbau para pendaki untuk tidak berbuat maksiat atau mengambil sesuatu apapun dari Gunung Sindoro. Hal ini dilakukan untuk mencegah peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan.

4. Pusat Energi Feminitas

Pusat Energi Feminitas

* sumber: blog.tripcetera.com

Ada sejarah di balik nama Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dikisahkan bahwa di sekitar gunung terdapat dua anak kembar yang sering berkelahi. Saking seringnya berkelahi, orang tuanya memukul salah satu anak hingga bibirnya menjadi robek alias sumbing. Akhirnya, dua gunung yang belum memiliki nama ini dinamakan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.

Sampai saat ini banyak orang yang percaya bahwa ada dua aliran energi yang bertugas menjaga keseimbangan alam di dunia. Gunung Sindoro dipercaya sebagai pusat energi feminitas yang bersifat dingin, sedangkan Gunung Sumbing adalah pusat energi maskulinitas yang cenderung panas. Kedua energi dari gunung ini bertugas untuk menjaga keseimbangan di Pulau Jawa.

5. Kabut Hitam Misterius yang Menyesatkan Pendaki

Kabut Hitam Misterius yang Menyesatkan Pendaki

* sumber: mepauns.wordpress.com

Hampir semua gunung pasti diselimuti oleh kabut. Semakin dekat dengan puncak, maka kabutnya pun semakin tebal. Nah, di Gunung Sindoro ini ada misteri kabut hitam yang dapat menyesatkan pendaki.

Terdapat dua jenis kabut yang menyelimuti Gunung Sindoro, salah satunya adalah kabut putih yang memang selalu ada menyelimuti badan hingga puncak gunung. Walaupun sedikit mengganggu penglihatan, tetapi kamu masih bisa berjalan melewati kabut putih ini.

Yang berbahaya justru kabut hitam yang sering muncul di kawasan puncak dan area tanaman vegetasi di Gunung Sindoro. Kabut hitam ini sering muncul secara tiba-tiba dengan durasi yang cukup singkat. Meskipun demikian, kabut hitam misterius inilah yang kerap kali membuat para pendakit tersesat sampai hilang tanpa jejak.

6. Penampakan Ribuan Ular

Penampakan Ribuan Ular

* sumber: www.cbc.ca

Kisah mistis tidak hanya terjadi di gunungnya saja, tetapi juga di wilayah sekitar gunung. Di sungai yang berada tak jauh dari Gunung Sindoro, tepatnya di wilayah Desa Krasak, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, pernah terlihat penampakan ribuan ular. Ular-ular ini diyakini berasal dari gua yang letaknya tidak jauh dari sungai.

Kejadian janggal lain juga pernah dialami sendiri oleh seorang warga setempat bernama Ali Aswandi. Kala itu, Ali yang berada dekat dengan sungai tapak kaki Sindoro sedang menambang pasir. Ketika sedang melakukan pekerjaannya, Ali dikagetkan dengan kemunculan ular berukuran tak lazim. Ular besar tersebut berada di dekat bebatuan sungai.

Keberadaan ular di sungai maupun gunung memang merupakan hal biasa mengingat tempat tersebut memang merupakan habitat ular. Namun, jika ularnya muncul dalam jumlah ribuan, apakah hal tersebut masih bisa dianggap lumrah?

7. Sejumlah Pendaki Hilang dan Tewas

Sejumlah Pendaki Hilang dan Tewas

* sumber: www.medcom.id

Di setiap gunung selalu ada cerita pendaki yang hilang. Ada pendaki yang hilang tapi ditemukan dalam keadaan hidup, ada pula yang sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Pun begitu di Gunung Sindoro. Gunung ini juga kerap kali menelan korban hilang maupun tewas.

Kisah salah seorang pendaki yang jatuh ke jurang tapi ditemukan dalam kondisi hidup datang dari Aulia Dhia yang kala itu masih berusia 16 tahun. Aulia jatuh dari jurang di dekat Pos 4, tapi ia ditemukan dalam kondisi hidup. Hanya saja, Aulia mengalami patah tulang belakang sehingga ia pun harus dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Lain dengan cerita Aulia, Ahmad Zaenuri yang merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah dua pekan dinyatakan hilang. Jenazah Zaenuri ditemukan dalam kondisi pakaian yang masih lengkap di titik koordinat 7,18002 Lintang Selatan dan 110,0053 Bujur Timur.

Kisah Aulia dan Zaenuri ini secara tidak langsung mengingatkan kita dan pecinta alam lain yang kerap mendaki gunung untuk selalu berhati-hati. Gunung bisa menjadi sahabat yang cantik untuk menikmati panorama alam, tetapi gunung juga bisa menjadi musuh berbahaya yang dapat menghilangkan nyawa manusia.

Beragam mitos dan cerita misteri di Gunung Sindoro ini memang belum seratus persen terbukti kebenarannya. Namun, sebagai manusia yang beriman, kamu harus tetap percaya kepada Allah. Mintalah perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa setiap kali kamu hendak melakukan aktivitas. Selain itu, kamu juga harus menghormati penghuni tak kasat mata di gunung dengan menjaga tutur kata dan perilaku.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar