Bacaterus / Misteri Jawa Tengah / Misteri Gunung Lawu, Gunung Paling Angker di Pulau Jawa

Misteri Gunung Lawu, Gunung Paling Angker di Pulau Jawa

Ditulis oleh - Diperbaharui 29 Mei 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Berbicara soal gunung yang angker di Pulau Jawa, boleh dibilang hampir semua gunung selalu memiliki cerita misteri tersendiri. Baik Gunung Merapi, Gunung Merbabu, sampai dengan Gunung Slamet tentu memiliki kisah mistis tersendiri. Namun, dari semua gunung angker di Pulau Jawa, Anda tidak boleh melupakan sebuah gunung yang paling angker, yakni Gunung Lawu.

Gunung Lawu terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung tertinggi ke-76 di dunia ini memiliki ketinggian 3.265 meter di atas permukaan laut. Banyak pendaki yang tertantang untuk menaklukkan gunung ini. Meskipun ada banyak cerita misteri Gunung Lawu yang ditakuti oleh para pendaki tersebut.

Tempat menyendiri Prabu Bhrawijaya V

Tempat menyendiri Prabu Bhrawijaya V

Sebelum Bacaterus membahas misteri Gunung Lawu yang sarat dengan unsur mistis, Anda perlu mengetahui bahwa Gunung Lawu merupakan tempat menyepinya Prabu Bhrawijaya V, raja terakhir di Kerajaan Majapahit. Sang prabu memilih Gunung Lawu sebagai tempat menyendiri lantaran salah satu anaknya, Raden Fatah, memilih untuk memeluk agama Islam. Sementara itu, Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Budha.

Ketika kejayaan Kerajaan Majapahit mulai meredup, Raden Fatah mendirikan Kerajaan Demak yang berpusat di Glagah Wangi, yang sekarang dikenal sebagai Alun-Alun Demak. Kenyataan ini merisaukan hati sang raja dan ia bersemedi.

Dalam semedinya, beliau mendapatkan petunjuk bahwa masa kejayaan Majapahit akan berakhir dan Kerajaan Demak semakin berjaya. Akhirnya, Prabu Bhrawijaya V memutuskan untuk meninggalkan Kerajaan Majapahit dan pergi menyendiri di Gunung Lawu.

Di Hargo Dalem yang merupakan salah satu Puncak Lawu terdapat sebuah makam kuno yang dipercaya sebagai petilasan Prabu Bhrawijaya V. Di tempat inilah masyarakat setempat percaya bahwa raja terakhir Kerajaan Majapahit itu mencapai kesempurnaan.

Kehadiran Macan Lawu, mahluk gaib penunggu gunung

Kehadiran Macan Lawu, mahluk gaib penunggu gunung

Salah satu misteri Gunung Lawu yang ditakuti oleh para pendaki adalah kemunculan Macan Lawu, sosok berupa harimau yang dipercaya sebagai sosok gaib penunggu gunung ini. Biasanya, kehadiran Macan Lawu ini merupakan sebuah pertanda buruk, tapi terkadang dianggap juga sebagai pertanda baik bagi orang-orang yang mencari “ilmu” di gunung ini.

Banyak pendaki atau masyarakat setempat yang sering melihat penampakan Macan Lawu ini di tempat-tempat yang dikeramatkan. Selain itu, kehadiran Macan Lawu biasanya akan diiringi dengan peristiwa yang mengerikan, seperti penemuan mayat yang mungkin sudah hilang selama berhari-hari di Gunung Lawu.

Setiap malam satu suro, banyak orang yang berbondong-bondong menuju Gunung Lawu untuk bertapa atau melakukan ritual. Hal yang diminta pun bermacam-macam, mulai dari minta kesaktian, kekayaan, sampai dengan jodoh. Pertanda apabila permintaan tersebut dikabulkan ditandai dengan penampakan sosok manusia berbulu loreng yang mirip dengan macan.

Pasar setan fenomenal di jalur Candi Cetho

Misteri Gunung Lawu

Mau cepat sampai di Puncak Lawu? Anda bisa mengambil jalur pendakian Candi Cetho. Meskipun tergolong lebih cepat, jalur pendakian ini sangat terjal, belum lagi ada jurang di tepi jalan yang akan Anda lalui. Di jalur Candi Cetho ini kabutnya juga lebih tepal sehingga menghalangi penglihatan para pendaki.

Jalur Candi Cetho cenderung dihindari oleh para pendaki. Mereka lebih memilih untuk melewati Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu. Jarak bukanlah satu-satunya alasan yang membuat para pendaki menghindari Jalur Candi Cetho. Alasan lain yang membuat para pendaki enggan melintasi jalur ini adalah keberadaan pasar setan di jalur Candi Cetho.

Misteri Gunung Lawu seputar pasar setan ini memang yang paling terkenal. Ada sebuah lahan tanah di lereng Gunung Lawu ketika Anda melintas jalur Candi Cetho. Apabila Anda melintasi lahan ini pada malam hari sering terdengar suara-suara keramaian seperti pasar. Padahal, tidak ada siapa pun di sana dan hanya ada Anda berserta dengan rombongan Anda.

Pasar setan fenomenal di jalur Candi Cetho

Suara keramaian ini adalah aktivitas mahluk gaib di pasar setan. Bagi orang-orang yang dikaruniai indera keenam atau istilah lainnya adalah “indigo”, mereka dapat melihat sebuah keramaian seperti pasar, di mana ada banyak orang yang bertransaksi jual-beli di pasar setan ini. Tentu saja Anda sudah bisa menebak bahwa orang-orang itu adalah mahluk halus.

Konon, ketika Anda melewati kawasan pasar setan ini dan mendengar ada yang berkata, “Mau beli apa?” maka Anda harus membuang uang berapa pun nominalnya atau salah satu barang Anda. Mitos ini dilakukan sebagai barter, layaknya orang jual-beli di pasar, agar tidak ada mahluk halus yang mengikuti Anda.

Burung jalak yang akan menuntun pendaki

Burung jalak yang akan menuntun pendaki

Jika Anda melakukan pendakian di Gunung Lawu dan tiba-tiba bertemu burung jalak yang mengikuti Anda, maka biarkan saja dan jangan mengusir atau mengganggu burung itu. Burung jalan misterius ini akan menuntun Anda hingga sampai ke puncak gunung.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, burung jalak ini adalah jelmaan Kyai Jalak, yang merupakan pengikut setia Prabu Bhrawijaya V. Ketika Prabu Bhrawijaya V moksa atau menghilang, pengikut setia sang prabu, yakni Sunan Gunung Lawu dan Kyai Jalak turut mencapai kesempurnaannya.

Kedua pengikut sang prabu ini menjelma jadi penunggu gunung ini dan Kyai Jalan berubah wujud menjadi burung jalak yang senantiasa menunjukkan jalan menuju ke puncak gunung pada para pendaki. Namun, hal ini berlaku untuk pendaki yang berhati baik dan tidak memiliki maksud jahat. Bagi pendaki yang memiliki niat buruk, biasanya mereka akan tertimpa kesialan saat pendakian.

Kupu-kupu pembawa keberuntungan

Kupu-kupu pembawa keberuntungan

Mahluk gaib di Gunung Lawu bukan hanya Macan Lawu dan Burung Jalak jelmaan pengikut Prabu Bhrawijaya V saja. Ada juga kupu-kupu hitam yang disayapnya terdapat bulatan berwarna biru. Bila saat memulai pendakian Anda melihat kupu-kupu ini, itu artinya Anda akan mendapat berkah pada saat pulang mendaki.

Jangan sekali-kali mengganggu, menangkap, atau membunuh kupu-kupu misterius ini. Pasalnya, penunggu Gunung Lawu bisa murka. Jangankan keburuntungan, bisa-bisa Anda akan tertimpa kesialan atau nasib buruk lainnya.

Gunung Lawu yang memiliki nyawa

Gunung Lawu yang memiliki nyawa

Di antara semua Misteri Gunung Lawu yang sudah dibahas satu persatu, masih ada misteri lainnya yang membuat para pendaki lebih berhati-hati saat berbicara di gunung ini. Konon, Gunung Lawu ini memiliki “nyawa” yang bisa mendengar setiap ucapan Anda.

Bila Anda mengeluh lapar, maka Anda akan merasakan kelaparan hebat seperti tidak makan berhari-hari. Jika Anda mengeluhkan lelah, maka Anda akan merasa lelah sekali sampai-sampai tak kuat melanjutkan perjalanan.

Pun begitu jika Anda mengeluhkan dingin, Anda akan merasakan kedinginan hebat, padahal rekan pendaki Anda yang lain tidak kedinginan. Singkatnya, kita diajarkan untuk tidak mudah mengeluh dan lebih berhati-hati saat berucap ketika berada di tempat asing.

Sejumlah misteri Gunung Lawu ini membuktikan bahwa Gunung Lawu pantas disebut sebagai gunung angker di Pulau Jawa. Jika Anda memiliki pengalaman mistis lainnya saat mendaki Gunung Lawu, silakan share pengalaman Anda di kolom komentar yang tersedia.

Artikel Terkait

Baca Juga

2 Responses

  1. Kemarin tgl 17 desember 2017 pukul 01.30 wib saya melintas jalur sarangan cemoro sewu bertemu dengan harimau seukuran kambing berwarna loreng berada di tengah jalan baru antara sarangan dan cemoro kandang. Sampai beberapa saat harimau tersebut lari ke arah hutan. Sayang tidak sempat saya ambil gambar keburu lari ke hutan semak2

    1. Terima kasih sudah berkunjung ke laman Bacaterus, Teguh. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *