Bacaterus / Misteri Jawa Timur / Misteri Gunung Kawi, Mitos Tempat Pesugihan di Jawa Timur

Misteri Gunung Kawi, Mitos Tempat Pesugihan di Jawa Timur

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 Mei 2019

Gunung Kawi terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Meskipun masuk dalam kategori gunung berapi, tetapi tidak ada catatan gunung ini pernah meletus. Jika gunung-gunung lain terkenal karena banyak didaki oleh para pecinta alam, Gunung Kawi justru terkenal dengan mitos pesugihannya. Lantas, benarkah Gunung Kawi adalah tempat untuk memperoleh kekayaan secara instan?

Bacaterus akan membahas satu persatu mengenai mitos dan misteri Gunung Kawi. Jadi, dari pada berasumsi sendiri, lebih baik baca informasi dari Bacaterus berikut ini, yuk!

Sejarah Singkat Gunung Kawi

* sumber: www.batikimono.com

Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, Gunung Kawi terkenal akan mitos pesugihannya. Mitos ini tak lepas dari keberadaan makam keramat dari Eyang Jugo yang bernama asli Kyai Zakaria dan Eyang Sujo yang nama aslinya adalah Raden Mas Iman Sujono. Keduanya adalah laskar pejuang Pangeran Diponegoro saat melawan Belanda.

Eyang Jugo dihormati oleh masyarakat sekitar karena banyak mengajarkan Islam dan juga membantu mengobati masyarakat yang sakit. Kesaktian Eyang Jugo membuat banyak orang ingin menjadi muridnya. Bahkan, Raden Mas Iman Sujono pun pernah berkunjung ke padepokan milik Eyang Jugo dan memutuskan untuk menjadi muridnya.

Pada tahun 1871 Eyang Jugo wafat dan sebelumnya beliau meminta dimakamkan di lereng Gunung Kawi, yakni Desa Wonosari. Lima tahun kemudian, Raden Mas Iman Sujono alias Eyang Sujo juga berpulang kepada Yang Maha Kuasa. Eyang Sujo membuat wasiat agar dimakamkan dalam satu liang lahat yang sama dengan sahabat seperjuangannya, Eyang Jugo.

Pohon Dewandaru Pembawa Berkah

* sumber: www.mitrabibit.com

Di pekarangan pesarean yang saat ini menjadi makam Eyang Jugo, ada sebuah pohon dewandaru yang dipercaya banyak orang mampu membawa keberkahan. Tak heran jika nantinya Anda melihat banyak pengunjung yang rela menunggu daun-daun pohon ini jatuh.

Konon, daun yang jatuh dengan sendirinya dari pohon dewandaru ini bisa dijadikan jimat untuk memperoleh keberkahan. Selembar daun yang jatuh harus dibungkus dengan uang, lalu dimasukkan ke dompet. Sebagian besar orang percaya bahwa jimat tersebut dapat memberikan keberkahan luar biasa, terutama dalam urusan ekonomi.

Sayangnya, untuk memperoleh daun atau buah dewandaru yang jatuh secara alami Anda harus ekstra sabar. Pasalnya, daun atau buah pohon ini bisa jatuh kapan saja tanpa mampu diprediksi, ada yang bisa jatuh dalam hitungan jam, hari, atau bahkan mingguan.

Ritual di Jumat Legi dan 12 Suro

* sumber: sekitargunungkawi.blogspot.com

Hingga saat ini Gunung Kawi dipercaya sebagai tempat mencari pesugihan yang paling besar di Jawa Timur. Namun, benarkah sebetulnya pesugihan yang diperoleh justru datang dari Eyang Jugo?

Secara keseluruhan, pengelola dan juru kunci Gunung Kawi sangat keberatan jika tempat ini dicap sebagai tempat pesugihan. Pasalnya, pengunjung yang datang kemari hanya bermaksud untuk ziarah. Kalaupun ketika berziarah si pengunjung mengucapkan doa dan permintaan, maka hal tersebut bukan suatu bentuk pesugihan.

Para peziarah datang dengan jumlah banyak pada saat Jumat Legi, di mana hari ini merupakan hari pemakaman Eyang Jugo ratusan tahun silam. Selain itu, hari wafatnya Eyang Sujo, tanggal 12 suro, juga menjadi puncak banyaknya pengunjung yang datang ke Gunung Kawi.

Meskipun Anda tidak sedang melakukan ritual untuk memperkaya diri sendiri, tetapi Anda wajib membersihkan tubuh dan pikiran setelah memasuki kawasan pesarean. Di samping itu, sebagian orang yang memang berniat mencari keberkahan di sini juga sudah menyiapkan sesaji, membakar dupa, dan bersemedi.

Pengunjung Pesarean Eyang Jugo ini tidak diperkenankan untuk memiliki pikiran negatif ketika berada di dalam. Intinya, baik tubuh dan pikiran harus benar-benar bersih jika ingin memperoleh keberkahan di sini.

Air Suci di Guci Kuno

* sumber: www.idntimes.com

Mengingat semasa hidupnya Eyang Jugo sering menolong orang-orang sakit dengan menyembuhkannya, kini di samping pemakamannya juga terdapat sebuah guci kuno berisi air suci. Konon, air ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dan membuat peminumnya jadi awet muda.

Benar atau tidaknya mitos ini memang belum seratus persen terbukti. Yang pasti, jika Anda ingin mencoba minum air ini, Anda tidak akan dipungut biaya apapun kok.

Petilasan Prabu Sri Kameswara

* sumber: niahopes.blogspot.com

Selain makam Eyang Jugo dan Eyang Sujo, Gunung Kawi juga memiliki satu spot yang kerap kali dikunjungi oleh peziarah. Tempat ini berada sekitar 700 meter di atas permukaan laut atau tepatnya Anda harus berjalan selama setengah jam untuk sampai kemari.

Tempat ini merupakan petilasan Prabu Sri Kameswara, seorang pangeran dari Kerajaan Kediri yang memeluk agama Hindu. Menurut cerita dari mulut ke mulut, sang prabu bertapa di tempat ini agar mampu menyelesaikan kekacauan politik di kerajaannya.

Sayangnya, petilasan sang prabu ini kini dijadikan sebagai tempat untuk melakukan praktik pesugihan. Entah kepada siapa mereka yang datang ini meminta pesugihan karena yang pasti sang prabu sendiri tidak mungkin merestui praktik pesugihan yang dilakukan oleh segelintir orang yang ingin memperoleh kekayaan secara instan.

Mitos Pesugihan yang Meminta Tumbal

* sumber: www.netralnews.com

Desas desus bahwa Gunung Kawi merupakan tempat melakukan pesugihan memang masih santer terdengar hingga sekarang. Akan tetapi, para tetua atau pengurus pesarean Eyang Jugo dan Eyang Sujo membantah bahwa di pesarean itu terjadi praktik pesugihan.

Layaknya peziarah di tempat lain, orang-orang yang datang ke pesarean tentu berniat untuk ziarah. Anggapan bahwa orang yang berziarah ke tempat ini langsung menjadi kaya raya tentu saja tidak benar. Setiap orang boleh memiliki kepercayaan kepada siapapun untuk memperoleh keberkahan, tetapi kekayaan yang didapat tentu saja harus dengan restu Allah Yang Maha Kuasa.

Pemberitaan mengenai pesugihan Gunung Kawi meminta tumbal mulai dari hewan kurban sampai nyawa orang terdekat sudah pasti dibantah oleh pengurus pesarean. Semua yang datang berziarah kemari tidak perlu memberikan imbalan apapun, terlebih imbalan berupa nyawa orang terkasih.

Namun, pesugihan Gunung Kawi ini sangat mungkin dilakukan oleh orang-orang lain yang tentu saja praktiknya terselubung. Jika dipikir-pikir, melihat pesarean Eyang Jugo dan Eyang Sujo yang dibuka untuk umum dan semua orang boleh berziarah kemari, tentu saja tempat ini bukan merupakan tempat ideal untuk melakukan pesugihan yang mengandalkan ilmu hitam.

Kesimpulannya, misteri Gunung Kawi yang merupakan tempat mencari pesugihan memang benar adanya, tapi tentu saja tidak dilakukan di pesarean Eyang Jugo dan Eyang Sujo yang semasa hidupnya merupakan umat Islam taat yang banyak mengajarkan agama kepada masyarakat sekitar.

Cerita mengenai misteri dan mitos Gunung Kawi ini merupakan pembicaraan dari mulut ke mulut. Sebagai umat beriman, Anda boleh percaya dan boleh tidak percaya mengenai segala hal yang menyangkut Gunung Kawi. Yang pasti, jika ingin sukses atau memperoleh kekayaan, bekerjalah dengan giat dan selalu meminta rezeki dari Yang Maha Kuasa.

Ingin tahu misteri di gunung lain yang ada di Jawa Timur? Baca artikel misteri Gunung Semeru berikut ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan komentar