Bacaterus / Misteri Ciayumajakuning / Misteri Gunung Ciremai, Suara Gamelan Mistis & Kuntilanak

Misteri Gunung Ciremai, Suara Gamelan Mistis & Kuntilanak

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Januari 2019

Gunung Cereme atau yang lebih sering dikenal dengan nama Gunung Ciremai merupakan gunung berapi kerucut yang terletak di dua kabupaten, yakni Kuningan dan Majalengka. Gunung berapi ini masih aktif tapi sudah lama tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanik. Oleh karena itu, banyak para pecinta alam yang berdomisili di Jawa Barat melakukan pendakian di Gunung Ciremai ini.

Bukan hal baru jika selalu ada cerita mistis di setiap gunung di Indonesia. Di Jawa Timur, ada banyak misteri yang tersimpan di Gunung Merapi, Gunung Lawu, Gunung Semeru, dan gunung-gunung lainnya. Namun, kali ini Bacaterus akan mengajak Anda membahas cerita misteri Gunung Ciremai. Konon, para pendaki sering mendengar suara gamelan misterius sampai dengan pengalaman melihat penampakan sosok kuntilanak.

Pernah menjadi pertapaan Sunan Gunung Jati

Sunan Gunung Jati

Sebelum membahas seputar cerita misteri Gunung Ciremai yang tentu membuat bulu kuduk merinding, ternyata gunung ini pernah disinggahi oleh salah satu tokoh yang berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, yakni Sunan Gunung Jati. Salah satu anggota Walisongo ini pernah memilih Gunung Ciremai sebagai tempat pertapaannya.

Pada waktu itu, Sunan Gunung Jati dan para ulama lain hendak mendaki Gunung Ciremai untuk melakukan permusyawarahan. Kala itu Portugis sudah memasuki Indonesia dan berambisi untuk membunuh para ulama di Indonesia. Para ulama, termasuk Sunan Gunung Jati, sepakat untuk melakukan permusyawarahan di Puncak Gunung Ciremai yang dirasa aman.

Namun, di tengah jalan beliau merasa tidak kuat melanjutkan perjalanan lantaran usianya sudah sepuh. Sunan berhenti di sebuah batu dan beristirahat di situ. Batu tersebut saat ini dikenal dengan nama Batu Lingga.

Akhirnya, rombongan tetap meneruskan pendakian, sedangkan beliau beristirahat di batu itu. Akan tetapi, setelah rombongan itu turun, Sunan Gunung Jati tidak ikut pulang dan memilih bersemedi di atas batu itu untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

Sosok Nyi Linggi dan macan tutul

Sosok Nyi Linggi dan macan tutul

Nyi Linggi adalah sosok nenek tua yang jarang menampakkan diri. Sosok Nyi Linggi ini adalah salah satu kisah misteri Gunung Ciremai yang tersebar di kalangan juru kunci dan pendaki. Konon, sosok nenek ini memiliki kaitan dengan Sunan Gunung Jati karena setelah sang sunan meninggalkan pertapaannya, Nyi Linggi datang dan menempati Batu Lingga untuk melanjutkan pertapaan sunan.

Batu Lingga Gunung Ciremai

Selama bertapa, Nyi Linggi ditemani dengan 2 ekor macan tutul yang sangat setia kepadanya. Nenek ini bertapa untuk memperoleh ilmu kedigdayaan. Sayangnya, Nyi Linggi gagal memperoleh ilmu kedigdayaan karena ia meninggal sebelum menyelesaikan pertapaannya. Masyarakat sekitar menemukan jenazah Nyi Linggi, tapi mereka tidak menemukan 2 ekor macan tutul yang selalu menemani beliau. Kedua macan tutul itu seolah hilang tak berbekas.

Konon, Nyi Linggi dan kedua macan tutulnya pernah menampakkan diri kepada juru kunci atau pendaki, meskipun frekuensi penampakannya bisa dibilang jarang. Sejatinya, penampakan Nyi Linggi ini tidak terlalu mengganggu aktivitas para pendaki.

Suara gamelan misterius

Suara gamelan misterius

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar suara gamelan di atas Gunung Ciremai? Tentu saja ketika mendengar suara tersebut Anda sudah jauh dari pemukiman penduduk, sehingga sangat mustahil jika suara gamelan dari desa di kaki Gunung Ciremai terdengar sampai ke telinga Anda. Ya, suara gamelan misterius ini merupakan misteri Gunung Ciremai yang membuktikan keangkeran gunung setinggi 3.078 meter di atas permukaan laut ini.

Bukan satu atau dua pendaki saja yang pernah mendengar suara gamelan saat berada di jalur pendakian. Ada cukup banyak pendaki yang mengaku pernah mendengar suara gamelan misterius ini. Semakin kita menaruh perhatian untuk mendengarkan suara tersebut, maka suara akan seperti menjauh dengan sendirinya.

Menurut para pendaki, suara gamelan mistis ini adalah ulah dari mahluk halus penunggu Gunung Ciremai. Tujuan mereka membuat suara gamelan ini agar mengecoh konsentrasi pendaki sehingga mereka jadi tersesat. Jadi, jika Anda mendengar suara gamelan ketika mendaki Gunung Ciremai, abaikan saja dan bacalah doa agar Anda dan rombongan bisa selamat sampai tujuan.

Penampakan kuntilanak di jalur pendakian Batu Lingga

Penampakan kuntilanak di jalur pendakian Batu Lingga

Kembali ke Batu Lingga yang menjadi tempat pertapaan Sunan Gunung Jati, ternyata di sepanjang jalur pendakian Batu Lingga ini dihuni oleh sosok kuntilanak yang kerap kali mengganggu para pendaki. Tak sedikit pendaki yang pernah melihat penampakan hantu wanita berambut panjang dan berbaju putih ini.

Kehadiran sosok kuntilanak ini biasanya diawali oleh bau harum atau bau kemenyan yang tiba-tiba muncul di malam hari. Jika “beruntung” maka Anda akan melihat sosok kuntilanak ini. Namun, kadang-kadang mahluk astral ini tidak menampakkan diri dan hanya mengganggu dengan aroma saja.

Jalak hitam dan tawon hitam di Pos Pengalap

Jalak hitam dan tawon hitam di Pos Pengalap

Setelah memasuki Pos Pengalap atau pos keempat, beberapa pendaki yang pernah mendaki Gunung Ciremai mengaku diikuti oleh jalak hitam dan tawon hitam. Biasanya kedua hewan misterius ini akan mengikuti dari Pos Pengalap sampai Pos Seruni. Keberadaan hewan misterius ini cukup mengganggu, apalagi dengan tawon hitam yang selalu membuat kita merasa was-was.

Akan tetapi, ada mitos yang tersebar di masyarakat sekitar bahwa pendaki atau siapa pun yang menjumpai jalak dan tawon hitam ini diminta untuk tidak mengganggu hewan tersebut. Apabila kita mengganggu hewan ini, maka akan terjadi musibah yang tak terduga pada saat pendakian atau turun gunung.

Misteri Tanjakan Batu Tere

Misteri Tanjakan Bapa Tere

Membahas cerita misteri Gunung Ciremai rasanya tidak lengkap jika kita tidak membahas Tanjakan Batu Tere yang dikenal seram. Tanjakan ini berada di jalur Linggar Jati pada ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut. Bagi yang belum ahli dalam hal memanjat, maka mereka harus merangkak seperti komodo ketika berusaha naik ke tanjakan ini.

Sejatinya, ada sejarah kelam yang menaungi Tanjakan Batu Tere. Hanya saja tidak semua orang tahu dan mau menceritakannya. Dinamakan sebagai Bapa Tere artinya adalah “Bapak Tiri”. Dikisahkan jika dahulu kala ada seorang bapak yang pernah mengajak anak tirinya untuk mendaki Gunung Ciremai. Naas, si anak dibunuh oleh ayah tirinya sendiri tepat berada di atas jembatan tersebut.

Nama Bapak Tere sendiri diambil dari cerita tersebut. Hal ini menceritakan bahwa kelakuan seorang ayah tiri ternyata sama dengan kejamnya jalur tanjakan ini yang cukup menyiksa bagi para pendaki.

Misteri Gunung Ciremai

Tak dapat dipungkiri bahwa setiap gunung tentu memiliki cerita misteri yang berbeda-beda. Sosok penampakan mahluk astral seolah adalah hal yang biasa terjadi di gunung. Pembahasan mengenai misteri Gunung Ciremai ini tidak lantas membuat Anda jadi takut, tetapi Anda harus pandai membawa diri dan menjaga sikap maupun perkataan selama pendakian.

Untuk menghindari gangguan mahluk astral selama pendakian, usahakan untuk terus berdoa dan menjaga pikiran agar tidak kosong. Jangan lupa untuk turut menjaga tutur kata dan perilaku agar mahluk astral yang menghuni gunung ini tidak merasa terganggu dengan kehadiran Anda dan rombongan.

Keangkeran Gunung Ciremai membuktikan bahwa Kuningan menyimpan tempat angker yang penuh misteri. Anda dapat mencari tahu mengenai tempat angker lainnya di wilayah Kuningan dengan membaca artikel 6 tempat angker di Kuningan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Baca Juga

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *